Sunday, December 29, 2013

Modifikasi Iklim pada Lahan Pasir Pantai untuk Pertanian

Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi pertanian adalah dengan mengembangkan daerah-daerah marginal yang sebelumnya belum dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Salah satu lahan marginal yang berpotensi untuk dikembangkan adalah lahan pasir pantai. Indonesia memiliki panjang garis pantai mencapai 106.000 km dengan potensi luas lahan 1.060.000 ha. Akan tetapi, lahan pantai umumnya memiliki kendala-kendala yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman seperti suhu yang tinggi, pasir yang tidak bisa menahan air dan hara, adanya salinitas, serta angin yang kencang. Masalah masalah tersebut harus diatasi dan ummnya cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan manipulasi-manipulasi ekologi agar lahan pantai sesuai dengan syarat tumbuh tanaman. 

Beberapa manipulasi yang umumnya dilakukan adalah:

1. Penggunaan lapisan kedap
Lahan pasir pantai berjenis tanah pasir sehingga air dan hara yang diberikan tidak dapat ditahan dan langsung meresap ke dalam tanah. Penggunaan lapisan kedap bertujuan untuk mencegah air dan hara langsung hilang sehingga menjadi tersedia bagi tanaman. penggunaan lapisan kedap juga dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi pemberian pupuk da air sehingga menjadi lebih hemat. Beberapa bahan yang dapat digunakan sebagai penyekat lapisan kedap adalah aspal, lempung, semen, dan plastik lembaran. Umumnya, unutk bertanam hortikultura, lapisankedap ditanam sedalam 30 cm dari permukaan tanah pasir untuk menediakan ruang bagi perakaran tanaman.

Kendala Pertanian Lahan Pantai

Kendala utama dalam pemanfaatan tanah pasir yaitu miskin mineral, lempung, bahan organik dan tekstur yang kasar. Tekstur yang kasar dan struktur berbutir tunggal menyebabkan tanah ini bersifat porus, aerasinya besar, dan kecepatan infiltrasinya tinggi. Keadaan tersebut menyebabkan pupuk yang diberikan mudah terlindi. Pada umumnya udipsamment mempunyai bahan induk dari gunung berapi cukup kaya unsur hara tetapi kekurangan unsur N. Akan tetapi unsur hara tersebut masih dalam bentuk yang tidak tersedia bagi tanaman karena belum mengalami pelapukan lebih lanjut. Untuk mempercepat proses pelapukan tersebut diperlukan pemupukan dengan bahan organik yaitu pupuk kandang atau pupuk hijau (Munir, 1996).

Rendahnya luas permukaan tanah menyebabkan kemampuan mengabsorbsi dan menyimpan air, batas plastis dan cairnya makin rendah. Kapasitas pertukaran kation (KPK) dipengaruhi oleh jumlah muatan negatif pada permukaan jerapan. Jumlah muatan negatif ditentukan oleh luas permukaan, sehingga kapasitas pertukaran kation tergantung pada tekstur tanah, kandungan bahan organik,dan mineral lempung. Makin kasar tekstur tanahnya, makin rendah luas permukaannya dan makin rendah kapasitas pertukaran kationnya. Muatan negatif dapat berasal dari bahan organik maka peranan bahan organik sangat menentukan besarnya nilai kapasitas pertukaran kation. Rendahnya kandungan bahan organik dalam tanah pasiran menyebabkan suasana lingkungan yang kurang sesuai bagi perkembangbiakan mikroorganisme.

Budidaya Jambu Air Deli Hijau dengan Sistem Tabulampot

jambu air deli hijau umur 2 tahun siap dipanen
Jambu air deli hijau merupakan salah satu komoditas pertanian buah-buahan yang memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan. Selain memiliki harga yang cukup tinggi, antara 30 ribu hingga 40 ribu per kilogramnya, jambu air deli hijau juga memiliki kelebuhan lain seperti mudah dibudidayakan, rasa manis, bobot buah besar, dan perawatan relatif lebih mudah. Saat ini, jambu air deli hijau banyak dikebangkan di Sumatra Utara khusunya di kota Binjai dan Kabupaten Langkat. Salah satu alternatif pengembangan jambu air deli hijau adalah dengan system bertanam buah dalam pot. Bertanam buah jambu air deli hijau daam pot relatif mudah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah

a. Wadah/pot
Pot menjadi salah satu hal utama yang perlu diperhatikan karena menjadi media pertumbuhan tanaman yang terisolasi selama pertumbuhan dan perkemabangan tanaman. Pada prinsipnya, mengacu pada morfologi, ukuran, dan syarat tumbuh tanaman, pot untuk penanaman jambu air deli hijau dalah yang berukuran minimal 60 x 60 cm untuk bentuk persegi, dan untuk yang berbentuk lingkaran, diameter bagian atasnya adalah 60 cm juga. Pot/wadah yang digunakan harus tahan minimal selama 2-3 tahun.

Wednesday, December 25, 2013

Pengendalian Terpadu Hama Penggerek Buah Kakao

Indonesia merupakan produsen/ penghasil kakao terbesar kedua di dunia dengan produksi lebih dari 800 ribu ton per tahun. Di dalam negeri, dalam bidang perkebunan, kakao memberi devisa terbesar ketiga setelah kelapa sawit dan karet. Akan tetapi, budidaya komoditas kakao seringkali mengalami kendala-kenadla dalam usaha peningkatan potensi produksinya. Salah satu kendala yang paling banyak dijumpai adalah adana serangan hama penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella). Berkaitan dengan adanya masalah tersebut, perlu dilakukan usaha untuk megenal hama penggerek buah kakao dengan tujuan untuk mengetahui cara pengendalian yang efektif.

Cara Hidup/Biologi
Ngengat aktif pada malam hari dan memiliki jelajah terbang yang pendek. Akan tetapi dapat menyebar dengan cepat dan dalam jangkauan yang jauh karena mudah terbawa angin. Panjang tubuh sekitar 7mm dan lebarnya 2mm. sayap depan berwarna hitam dengan garis putih dan masing-masing ujungnya terdapat bintik kuning dan sayap belakang berwarna itam bagian tengahnya.

Ngengat memilih buah yang masih muda dengan panjang sekitar 9 cm untuk meletakkan telur. Telur berbentuk bulat panjang dengan ukuran 0,5 x 0,2 mm, berwarna kemerahan atau jingga dan diletakkan satu persatu pada lekukan buah. Telur menetas pada umur 6-7 hari setelah peletakan dan larva kemudian masuk ke dalam buah. 

Tanaman Mimba sebagai Bahan Pestisida Nabati

Pengunaan pestisida kimia pada saat ini sudah sampai taraf yang menghawatirkan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa akumulasi pestisida yang ikut terbawa organ tanaman yang dipanen dapat menyebabkan berbagai penyakit pada manusia. Selain itu, penggunaan pestisida kimia yang berlebihan juga mengganggu keseimbangan ekosistem alami pertanian. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan pestisida nabati untuk menggantikan penggunaan pestisida kimia. Salah satu bahan yang digunakan untuk pembuatan pestisida nabati adalah tanaman mimba (Azachdirachta indica).

Mimba merupakan tanaman pohon dengan ketinggian 10-15 m, batang berkayu tagak, berbentuk bulat, percabangan simpodial dan berwarna coklat. Daun majemuk, letal berhadapan, berbentuk lonjong, tepi bergerigi, ujung lancip, pangkal meruncing, pertulangan menyirip, panjang 6-7 cm dengan lebar 3-4 cm dan tangkai daun berukuran 8-20 cm. Bunga majemuk berkelamin ganda, letal diujung cabang, tangkai silindris panjang 8-15 cm. kelopak bunga berwarna ungu, mahkota halus dan berwarna putih. Buah bulat telur dan berwarna hijau, biji bulat berdiameter 1 cm berwarna putih.

Kecombrang Sebagai Pestisida Nabati

Kecombrang merupakan tanaman keluarga jahe-jahe-an yang banyak digunakan sebagai tanaman rempah dan sebagai bahan obat. selain sebagai tanaman rempah dan tanaman obat, penggunaan lain dari kecombrang adalah sebagai bahan pembuatan pestisida nabati. Hasil pengujian menggunakan GCMS (gas chromatography mass spectra) dengan senyawa kimia utama monoterpen, ekstrak bunga kecombrang mampu bersifat fungisidal antara lain pada jamur Penicillium dan Aspergillus yang menyebabkan penyakit busuk buah pada produk pasca panen buah strobery, anggur, mangga, dan salak.

Cara Pembuatan Pestisida dengan Kecombrang.
Bagian tanaman (daun, bunga, batang, dan rimpang) ditumbuk hingga halus sehingga mudah dikemas. 100 gram bagian tanaman yang sudah ditumbuk dilarutkan ke dalam 1 liter air, diaduk hingga merata, diperas sambil disaring. Hasil larutan disemprotkan ke bagian buah yang belum masak sempurna.

Tuesday, December 24, 2013

Pembiakan Jamur Metarhizium sp Secara Alami untuk Pengendalian Kumbang Kelapa

Sempat mengalami masa kemunduran akibat produksi kelapa sawit yang tinggi, kini kelapa mulai dikembangkan lagi karena adanya produk olahan lain selain untuk minyak goreng. Masyarakat yang semula sudah tidak membudidayakan kelapa, kini kembali membudidayakan lagi. Upaya untuk memperoleh produksi tinggi terkendala oleh adanya hama tanaman kelapa khususnya kumbang kelapa. Kumbang kelapa menyerang dan merusak daun kelapa sehingga produksi kelapa menjadi tidak optimal. Salah satu pengendalian kumbang kelapa adalah dengan menggunakan musuh alami yaitu Jamur Metarhizium sp. Penggunaan jamur tersebut tidak merusak lingkungan, tidak berbahaya bagi hewan dan manusia, serta menurunkan tingkat serangan hingga 72 %.

Pembiakan Jamur Metarhizium sp cukup mudah dan dapat dilakukan secara alami oleh orang-orang yang beerja di bidang pertanian. Adapun cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan Jamur Metarhizium sp adalah:
1. Mengumpulkan uret yang sehat dari lapangan. Uret yang dipakai adalah pada masa pertumbuhan uret ke 3 (ukuran uret besar).

Saturday, December 21, 2013

Varietas Lily dari Indonesia

1. Lily Varietas Deloren
Lily deloren bersifat perennial dengan tinggi 50-70 cm, lebar bunga mekar 12-13,5 cm, warna bunga oranye, aroma bunga tidak wangi, produksi bunga 5-6 tangkai/tahun, jumlah anakan 4-6/tanaman, umur mulai berbunga 3 bulan dan vaselife bunga 7 hari. Keunggulan varietas ini adalah mampu beradaptasi baik di datara rendah sampai tinggi dengan ketinggian 300-1200 mdpl dan dapat dibudiayakan dalam rumah lindung dengan pencahayaan 70-80%. Varietas ini memiliki prospek untuk dikembangkan dan memiliki nilai komersial yang tinggi sebagai bunga potong oleh agroindustri bunga. 

2. Lily Varietas Candilongi
Lily Candilongi bersifat perennial dengan tinggi 60-85 cm, lebar bunga mekar 10-12 cm, warna bunga putih, aroma bunga wangi, produksi bunga 5-6 tangkai/tahun, jumlah anakan 4-6 / tanaman, umur mulai berbunga 3-4 bulan dan vaselife bunga 7 hari. Keunggulan varietasi ini adalah memiliki aroma yang wangi, beradapasi baik di dataran rendah sampai tinggi hinga ketinggian 3000-1200 mdpl dan dapat dibudidayakan pada lahan yang terbuka. Varietas ini potensial untuk dikembangkan secara komersial sebagai bunga potong oleh agroindustri bunga. 

Varietas Gladiol dari Indonesia

1. Gladiol Varietas Riska
Gladiol Riska mempunyai susunan bunga yang simetris. Mahkota bunga atas berwarna ungu bergaris putih dengan tepi berwarna orange. Mahkota bagian bawah berwarna kning kehijauan dengan tepi berwarna oranye. Panjang tangkai 129 cm dengan ukuran bunga yang besar.

Produksi bunga mencapai 14 kuntum per tangkai. Umur berunga 45 hari dan umur panen 70 hari. Lama kesegaran bunga mencapai 15 hari dan tahan terhadap penyakit layu fusarium. Beradaptasi bak pada ketinggian 600-1400 mdpl. Kehadiran varietas ini dapat menjadi alternative bagi petani bunga potong dan sangat potensial untuk dikembangkan secara besar-besaran oleh agro industri hortikulutra nasional.

2. Gladiol Varietas Annisa
Annisa memiliki susunan bunga simetris. Mahkota bunga bagian atas berwarna oranye beergaris putih dan bertepi oranye juga. Pada bagian bawah mahkota berwarna kunign kehijauan dengan tepi orange. Bunga mekar saling bersentuhan dengan tipe bunga dekoratif dan tangkai bunga panjang dengan ukuran bunga yang besar. 

Jumlah bunga 13 kuntum per tangkai. Umur berunga 45 hari dan umur panen 70 hari. Lama kesegaran bunga mencapai 15 hari dan tahan terhadap penyakit layu fusarium. Beradaptasi bak pada ketinggian 600-1400 mdpl. Keunikan warna dan ukuran bunga serta umur yang genjah menjadi daya tarik sendiri untuk dikembangkan dan dibudiaakan secara besar-besaran agro industri hortikultura nasional.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Hias Indonesia

Varietas Anyelir dari Indonesia

1. Anyelir Alifia
Anyeir alifia bertipe bunga ganda dengan 2 warna dan tekstur yang aak rata. Batang kokoh dan tidak bertunas lateral pada pertumbuhan apikal dominan aktif. Daun berbentuk meruncing berlapis lilin yang tebal dan tersusun secara saling berhadapan.

Produksi bunga anyelir verietas alifia mencapai 10-15 tangkai per batang per tahun dengan ketahanan kesegaran bnga yang lama. Ukuran bunga besar, berumur genjah, dan agak tahan terhadap serangan penyakit layu fusarium. Perbanyakan tanaman dilakukan dengan menggunakan stek dan pertubuhan akarnya cepat. Anyelir varietas alifia dapat dibudiayakan pada daerah tropis dengan ketinggian 700-1500 m di atas permukaan laut. Kehadiran varietas ini dapat menjadi alternative bagi petani bunga potong dan sangat potensial untuk dikembangkan secara besar-besaran oleh agro industri hortikulutra nasional.

2. Anyelir Sitari
Anyelir sitari bertipe bunga standar, berbunga ganda dan memiliki 2 warna. Varietas sitari memiliki batang kokoh tetapi tidak memiliki cabang lateral pada tanaman yang dominan pertumbuhan apikalnya. Daun berbentuk meruncing berlapis lilin yang tebal dan tersusun secara saling berhadapan.

Thursday, December 12, 2013

Khasiat Tanaman Cincau Hijau untuk Obat

Secara umum kandungan daun cincau hijau adalah karbohidrat, lemak, protein dan senyawa-senyawa lainnya seperti Polifenol, Flavonoid serta mineral-mineral dan vitamin-vitamin, di antaranya Kalsium, Fosfor dan Vitamin A serta Vitamin B.

Polifenol merupkan senyawa turunan fenol yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Antioksidan fenolik biasanya digunakan untuk mencegah kerusakan akibat reaksi oksidasi pada makanan, kosmetik dan farmasi serta plastik. Fungsi polifenol sebagai penangkap dan pengikat radikal bebas dari rusaknya ion-ion logam. Kelompok tersebut sangat mudah larut dalam air dan lemak serta dapat bereaksi dengan vitamin C dan vitamin E. Kelompok-kelompok senyawa fenolik terdiri dari asam-asam fenolat dan flavonoid. Fenol merupakan zat antioksidan dari golongan antioksidasi pemutus rantai yang akan memotong perbanyakan reaksi berantai sehingga akan mengendalikan dan mengurangi peroksidasi lipid manusia dimana peroksidasi

Jenis Cincau di Indonesia

1. Cincau Hitam (Mesona palustris)
Tanaman cincau hitam termasuk dalam famili Labiatae. Batangnya kecil dan ramping. Percabangan tumbuh di bagian ujung batang. Ada jenis yang tumbuh menjalar di permukaan tanah dan ada pula jenis yang tumbuh agak tegak. Daun berbentuk lonjong dengan ujung daun lancip atau tumpul. Bunga majemuk, seperti bunga kemangi, warna merah muda atau putih keunguan.

Dari bagian daun dan batangnya dihasilkan gelatin berwarna hijau tua mendekati hitam. Gelatin cincau hitam dapat digunakan sebagai bahan minuman penyegar sekaligus sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan darah tinggi, radang usus, panas dalam, sariawan, dan disentri. 

1. Cincau Hijau (Cyclea barbata Miers)
Cincau hijau termasuk dalam famili Menispermaceae. Salah satu ciri khasnya adalah batangnya tumbuh menjalar dan dapat dipanjatkan ke pohon atau pagar. Tinggi tanaman mencapai 5 -16 meter. Batangnya bulat dan berdiameter sekitar 1 cm. Daunnya berbentuk seperti perisai atau jantung, bagian tengah melebar berbentuk bulat telur dan ujungnya meruncing. Dari daunnya dapat dibuat gelatin yang berwarna hijau agak cerah dan berkhasiat untuk mengobati darah tinggi, demam, dan perut kembung. Bunganya tersusun dalam malai yang tumbuh dari ketiak atau batang. Buahnya merupakan buah buni dan berbentuk bulat. Akar tumbuh membesar seperti umbi dan berbentuk tidak teratur. Rasa akar pahit karena mengandung alkaloid cycleine. Selain itu, akarnya juga mengandung pati dan lemak (lebih dari 10%). Akar ini dapat digunakan sebagai obat demam dan sakit perut. Cincau hijau dapat diperbanyak dengan biji, stek batang, dan tunas akar.

Friday, December 6, 2013

Penanganan Pascapanen Leatherleaf

Leatherleaf fern (Rumohra adiantiformis) merupakan tanaman paku-pakuan tropis yang dikelompokkan ke dalam family Aspidiceae dan berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Leatherleaf memiliki permintaan pasar dalam negeri dan luar negeri yang cukup menjanjikan karena memiliki beberapa keunggulan seperti: dapat digunakan sebagai pengisi karangan bunga, memiliki vase life yang lama (lebih dari 15 hari), bentuknya indah, dapat digunakan semua bagian daunnya, dan bahan baku pembuatan corsage.

Leatherleaf yang digunakan atau dipasarkan ke luar negeri harus memiliki kualitas yang baik dan memnuhi kriteria sebagai berikut: (1) berwarna indah, mulus, bersih, tidak bernoda (2) daun bertahan lama setelah dipotong, (3) tangkai daun cukup kuat, (4) daun tidak mudah rusak selama pengepakan, (5) daun berwarna segar dan hijau, dan (6) bebas organisme pengganggu tumbuhan. Untuk mendapatkan kriteria dan kulifikasi tersebut, harus dilakukan penanganan pascapanen yang tepat. Penangananan pascapanen yang tepat akan meenkan kehilanagan atau kerusakan hasil seminimal mungkin. Penanganan pascapanen yang dilakukan pada daun Leatherleaf adalah sebagai berikut:

Thursday, December 5, 2013

Varietas Krisan Indonesia

1. Krisan Varietas Puspita Nusantara
Merupakan kultivar hasil program hibridisasi di Balithi sejak tahun 2000 selanjutnya dilakukan uji adaptasi pada tahun 2001 dan uji preferensi konsumen pda tahun 2002. Varietas ini dilepas sebagai varietas baru pada tahun 2003. Pada tahun 2004 hingga tahun 2005, varietas Puspita Nusantara diuji preferensi oleh PT. AIBN. Hasilnya menunjukkan bahwa varietas ini diminati konsumen. 

Selain warna petal yang berwarna kuning dan lembut, varietas Puspita Nusantara juga berkarakter berbunga cepat (respon time pendek) dan imun terhadap penyakit karat (Puccinia horiana Henn.) serta toleran teradap serangan CSVd (Chrysanthemum Stunt Viroid) yang umum dijumpai pada pertanaman krisan di Indonesia.

Varietas Puspita Nusantara memiliki umur 104-109 hari, tinggi tanaman 84 cm, diameter bunga pita 5,8 cm, diameter bunga tabung 1,6 cm, warna bunga pita kuning, warna bunga tabung kuning hijau, berbentuk bunga tunggal spray, diameter batang 0,6 cm, inisiasi bunga 33 hari setelah penyinaran buatan dihentikan.

2. Krisan Varietas Swarna Kencana
Krisan Swarna Kencana merupakan bunga potong tipe spray berpetal ganda dengan vase life yang lama. Tinggi tanaman 122 cm, petal bunga berwarna kuning orange kuat dan warna bunga tabung kontras hijau cerah. Berbatang kokoh dengan susunan daun berseling, berakar serabut, inisiasi perakaran stek cepat dengan respon bunga time 65-67 hari setelah penyinaran buatan dihentikan.

Wednesday, December 4, 2013

Panen dan Pengolahan Tembakau Rakyat DIY

1. Panen
Panen adalah pengambilan hasil tembakau yang dilakukan dengan cara memetik daun tembakau yang telah tua berdasarkan urutan, biasanya terdiri dari 2 atau 3 lembar daun. Adapun ciri-ciri daun tembakau yang siap dipanen adalah: umur tanaman mencapai 3 bulan, daun mulai menguning, posisi daun sudah mulai terkulai, dan daun menjadi tebal serta permukaannya terkulai.

Pemetikan
Pemetikan dilakukan dengan memegang batang dengan tangan kiri dan tangan kanan memegang tangkai daun sambil diputar hingga patah. Kegiatan pemetikan ini harus dilakukan secara hati-hati agar daun atau juga batang tidak mengalami kerusakan. Hasil petikan diletakkan di tempat yang teduh, dan biasanya diberi alas goni kemudian digulung. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemetikan adalah tingkat kemasakan daun (2-3 lembar per pemetikan) dan waktu pemetikan (jam 8-10 pagi). Adapun tahapan-tahapan dalam pemetikan daun tembakau adalah sebagai berikut:

a. Petikan pertama/ kapalan (daun ke 2-3 dari bawah)
b. Petikan kedua/ kapal gantung (daun ke 4-6 dari bawah)
c. Petikan ketiga/tenggok (daun ke 7-13 dari bawah)
d. Petikan keempat/ rampasan (daun ke 13-pucuk)

Thursday, November 28, 2013

Pembiakan Jamur Beauveria bassiana untuk Pengendalian OPT Perkebunan

Beauveria bassiana merupakan jamur entomo patogenik yang dapat menyebabkan sakit bahkan kematian bagi serangga hama kopi dan kakao. Jamur ini tumbuh pada hama kemudian membentuk spora. Jamur Beauveria bassiana berwarna putih dan biasanya kelihatan pada badan inangnya. Jika dilihat dengan kaca pembesar spora jamur ini ternyata tumbuh berkelompok sehingga menyerupai bola spora.

Adapun jenis Beauveria bassiana adalah
1. Beauveria bassiana Fer 715: secara spesifik dapat mengendalikan hama penggerek buah kopi.

2. Beauveria bassiana Fer 725: secara spesifik dapat mengendalikan penggerek buah kakao.

Selain itu juga dapat digunakan untuk mengendalikan hama penghisap buah kakao.

Monday, November 18, 2013

Fungsi Tanaman sebagai Pengontrol Iklim dalam Lanskap

Secara ekologi, tanaman memiliki fungsi: menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen; memperbaiki iklim mikro; mencegah terjadinya erosi; dan menyerap air hujan. Dalam kaitannya dengan lanskap, tanaman berfungsi untuk: kontrol pandangan; pembatas fisik; pengendali iklim; pencegah erosi; habitat satwa; dan nilai estetis. 

Fungsi tanaman sebagai pengendali iklim menjadi sangat penting karena berkaitan dengan kenyamanan berbagai aktivitas dan kegiatan manusia. Iklim yang dapat dikendalikan oleh tanaman tidak hanya yang berkaitan dengan cuaca (suhu, kelembaban, radiasi matahari, dan angina), melainkan juga berkaitan dengan aroma, dan suara. Secara umum, fungsi pengendalian iklim yang dilakukan tanaman terhadap elemen lanskap dan komponen yang lainnya adalah sebagai berikut:

a. Filtrasi dan meningkatkan kualitas udara
Dalam melaksanakan proses fotosintesis, semua tanaman yang berklorofil akan menyerap karbondioksidan (CO2) dan menghasilkan oksigen (O2) sehingga udara yang berada di sekitar pertanaman menjadi lebih segar. Gas CO2 yang merupakan sumber utama penyebab pemanasan global dapat direduksi sehingga lingkungan menjadi lebih segar. Selain meningkatkan kualitas udara dengan meningkatkan kandungan O2 di

Wednesday, November 13, 2013

Teknik Pengendalian Terpadu Penggerek Buah Kakao

Berikut adalah beberapa cara pengendalian penggerek buah kakao secara sederhana yang dapat dilakukan:

1. Pemangkasan tajuk: dimaksudkan agar tanaman kakao tidak lebih tinggi dari 4 meter. Ketinggian yang lebih dari 4 meter akan menyulitkan pemanenan disamping menyulitkan pengendalian hama.

2. Pemupukan: pupuk yang tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara akan membuat tanaman menjadi sehat dan mengurangi kerugian akibat serangan penggerek buah kakao.

3. Panen sering: saat buah masak awal (interval 5-7 hari) dan buah dibuka pada hari yang sama.

4. Sanitasi: melalui pembenaman kulit buah dan plasenta. Jika karena uuran yang besar sulit untuk dibenamkan, dapat dicacah terlebih dahulu.

5. Penyarungan buah: buah yang panjangnya sekitar 8 cm dikerodong dengan plastik atau kantong kertas.

6. Menggunakan agen biologis: semut hitam, Dolichoderus thoracicus, jamur Beauveria bassiana)

7. Menggunakan bahan tanam tahan: KW 514 dan AR-DACIAR

8. Penyemprotan insektisida: terutama dari golongan sintetik piretroid. 

Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Salatiga

Monday, November 4, 2013

Kandungan dan Khasiat Mengkudu


1. Zat nutrisi: Secara keseluruhan mengkudu merupakan buah makanan bergizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, vitamin, dan mineral penting, tersedia dalam jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu. Selenium, salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu merupakan antioksidan yang hebat. Berbagai jenis senyawa yang terkandung dalam mengkudu : xeronine, plant sterois, alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium, dll.

2. Terpenoid: Zat ini membantu dalam proses sintesis organik dan pemulihan sel-sel tubuh.

3. Zat anti bakteri. Zat-zat aktif yang terkandung dalam sari buah mengkudu itu dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Escherichia coli. Zat anti bakteri itu juga dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan) seperti Salmonella montivideo, S. scotmuelleri, S. typhi, dan Shigella dusenteriae, S. flexnerii, S. pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus.

Sunday, November 3, 2013

Morfologi Tanaman Mengkudu (Morinda citrifolia L)

Tanaman mengkudu merupakan tanaman tahunan (perenial) yang berbentuk perdu, dengan ketinggian antara 3-8 m, batang tanaman keras dan berkayu yang tumbuh ke atas serta mempunyai banyak percabangan. Cabang-cabang tumbuh mendatar dengan arah keluar kanopi tanaman. Daun termasuk daun tunggal, terdiri atas satu helai daun setiap satu tangkai daun (petiolus). Berbentuk lonjong, dengan ukuran panjang antara 10-40 cm dan lebar antara 15-17 cm, tergantung tingkat kesuburan tanaman. Permukaan daun bagian atas berwarna hijau mengkilap, sedangkan permukaan bagian bawah berwarna hijau agak pucat. Tangkai daun pendek dan melekat pada batang atau cabang secara berselang-seling atau berpasangan. Semakin subur pertumbuhan tanman, semakin rimbun dan besar ukuran daunnya. Berikut penjelasan bagian-bagian tanaman mengkudu (Anonim, 2013) :

1. Pohon
Pohon mengkudu tidak begitu besar, tingginya antara 4-6 m, batang bengkok-bengkok, berdahan kaku, kasar, dan memiliki akar tunggang yang tertancap dalam. Kulit batang cokelat keabu-abuan atau cokelat kekuning-kuniangan, berbelah dangkal, tidak berbulu, anak cabangnya bersegi empat. Tajuknya selalu hijau sepanjang tahun. Kayu mengkudu mudah sekali dibelah setelah dikeringkan. Bisa digunakan untuk penopang tanaman lada.

Monday, October 28, 2013

Jenis Palem Unik dan Istimewa

Palem termasuk salah satu jenis tanaman hias yang mulai banyak digunakan untuk memperindah ruangan dan taman. Hal ini karena palem dapat ditanam baik di luar ataupun di dalam ruangan. Berbagai julukan ditujukan kepada tanaman yang gagah dan anggun ini. Orang Belanda mengatakan palem “Ratu Tanaman hutan”, beberapa menyebutnya “Raja Berbagai Tanaman”, dan Linnaeus menebutnya “Kaum Ningrat Kerajaan Tanaman”. Terdapat dua ribu jenis tanaman palem yang ada di dunia dan 40 % nya berasal dari Indonesia. Diantara banyaknya jenis palem, ada tiga jenis palem yang disebut sebagai jenis yang unik dan istimewa

1. Palem kuning (Chrysalidocarpus lutescens)
Disebut palem kuning karena tulang daun berarna kuning keemasan. Daun-daunnya bersirip seperti daun kelapa, sangat indah dan warnanya kuning kehijauan. Palem kuning tumbuh berumpun dan dapat tumbuh hingga ketinggian 8m. palem kuning berasal dari Madagaskar dan dapat umbuh di dataran rendah ataupun dataran tinggi hingga ketinggian 1000 mdpl.






Tips Pemeliharaan Palem

Memelihara tanaman merupakan suatu kegiatan yang wajib dilakukan untuk menjaga agar tanaman sehat dan memiliki penampilan sesuai yang diharapkan. Pemeliharaan sudah mulai dilakukan ketika tanaman baru saja ditanam. Pada tanaman palem, pemeliharaan dilakukan untuk menjagga agar tanaman subur, sehat, memiliki bentuk yang anggun, kokoh, dan elegan. 

Yang pertama kali dilakukan tentunya adalah penanaman. Untuk penanaman di tanah, terlebih dahulu dibuat lubang tanam minimal 2 minggu sebelum penanaman. Dasar lubang tanam diberi pupuk kandang, pasir, dan tanah bagian atas dari bekas galian. Untuk penanaman di dalam pot, dasar pot diberi Styrofoam atau pecahan genteng kemudian diisi media tanam yang berupa campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang.

Palem yang ditanam adalah tanaman dewasa baik hasil perbanyakan dengan biji ataupun dengan memisahkan anakan dari rumpun induknya. Walaupun bukan termasuk tanaman yang “rewel”, tetap saja perlu diperhatikan beberapa hal terkait pemupukan, penyiraman, repotting, dan pemindahan tanaman ketika ditanam di dalam ruangan. 

Pemupukan tanaman palem dilakukan dengan menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang dan juga pupuk buatan. Pupuk kandang/pupuk kompos harus dipastikan sudah matang untuk meminimalisir adanya ham atau patogen penyebab penyakit. Pupuk buatan yang digunakan umumnya yang mengandung N, P, dan K yang berimbang. Walaupun jarang diserang hama dan patogen, belalang dan ulat harus tetap diwaspadai karena dapat memakan daun-daun palem. 

Tanaman palem yang diletakkan di dalam ruangan kadang juga harus dikeluarkan agar terkena sinar matahari secara langsung. Palem yang menyukai sinar matahari langsung sebaiknya dikeluarkan selama satu minggu dalam satu bulan. Kelompok palem yang menyukai sedikit sinar matahari lansung dapat dikeluarkan 3-4 hari dalam satu bulan. Jika diletakkan di ruangan ber AC, palem harus lebih sering dikeluarkan untuk menghindarkan daun berubah warna menjadi coklat kekuningan. Ruangan ber AC walaupun sejuk tetapi memiliki udara yang kering. 

Seksi Ketahanan Pangan Sudin Pertanian dan Kehutanan Kota Administrasi Jakarta Barat.

Meningkatkan Mutu Bibit Tembakau

Tembakau merupakan salah satu tanaman yang paling memberikan penghasilan bagi sebagain besar masyarakat di banyak daerah. Kontroversi akan bahaya rokok, yang merupakan hasil olahan tembakau yang utama sedikit banyak juga membingungkan petani terkait prospek tembakau kedepannya. Akan tetapi, karena belum adanya alternatif tanaman yang lain yang memberikan keuntungan yang sama, petani tetap “keukeuh” untuk menanam tembakau. Namun, produksi yang dihasilkan petani kebanyakan masih berada di bawah standar yang ada baik dari segi kualitas ataupun kuantitas. Salah satu penyebab rendahnya mutu dan kuantitas hasil panen tembakau adalah penggunaan bibit yang kurang baik. Secara umum, penggunaan bibit yang kurang baik berakibat pada:

1. Beragamnya tanaman sehingga menyulitkan teknik budidaya seperti pemupukna, pewiwilan,pemangkasan, dan pemunggelan.

2. Banyak bibit yang mati ketika pindah tanam sehingga perlu lebih banyak bibit sulaman

3. Kemasakan daun saat panen tidak seragam sehingga mutunya rendah.

Untuk meningkatkan mutu bibt tembakau, langkah-langkah yang harus dilakukan pada sebenarnya adalah sama seperti teknis budidaya tanaman yang lain. Hanya saja, perlakuan dan teknis budidaya dilakukan ketika tanaman masih berada di persemaian dan belum ditanam di lahan.

Pemanfaatan Orok-Orok Sebagai Pupuk Hijau

Revolusi hijau sedikit banyak telah menggeser pradigma pertanian raah lingkungan menjadi pertanian yang dapat dikatanakn kurang ramah lingkungan. Produksi maksimal yang menjadi tujuan menjadikan beberapa tindakan yang sebenarnya kurang ramah lingkungan menjadi suatu keniscayaan. Salah satu hal yang paling menonjol adalah penggunaan pupuk-pupuk anorganik. Untuk tanaman yang responsive pupuk, pemberian pupuk anorganik secara nyata meningkatkan produktivitas tanaman. Akan tetapi, penggunaan dalam jangka waktu yang lama dapat merusak sifat-sifat tanah, baik sifat kimia, fisika, ataupun biologi tanah.

Kesadaran akan perlunya menjaga lingkungan dan keberlanjutan dalam suatu sistem pertanian, pupuk anorganik mulai sedikit dikurangi dan beralih kepada pupuk yang memang sejak awal sudah dikenal petani. Pupuk organik. Salah satu pupuk organik yang sudah dikenal lama adalah pupuk hijau. Disebut pupuk hijau karena yang dimanfaatkan sebagai pupuk adalah hijauan tanaman seperti daun, tangkai, dan batang tanaman yang masih muda.

Orok-orok merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai pupuk hijau. Orok-orok termasuk tanaman dalam keluarga polong-polongan (Leguminoceae). Terdapat banyak jenis tanaman yang disebut orok-orok, diantaranya: Crotalaria juncea, C.lanceolata, C.ochraleuca, dan C.retusa.

Thursday, October 24, 2013

Perubahan pada Tanaman Liar Selama Domestikasi

klobot jagung merugikan untuk jagung liar

Selama masa peralihan dari zaman berburu dan meramu menjadi hidup menetap dan membudidayakan beberapa tanaman, manusia melakukan domestikasi terhadap benyak jenis tumbuhan liar. Selama domestikasi, tanaman mengalami perubahan-perubahan sehingga akhirnya diperoleh suatu tanaman yang paling banyak memeberikan hasil dan berguna bagi manusia. Karakter pada tumbuhan liar menjadi sangat berbeda dengan karakter tanaman yang telah dibudidayakan walaupun masih dalam satu kerabat. Perubahan-perubahan karakter yang terjadi selama domestikasi adalah:

a. Gigantisme
Tanaman yang didomestikasi biasanya memiliki ukuran yang lebih besar daripada kerabat liarnya. Seleksi yang dilakukan manusia umumnya berusaha memaksimalkan ukuran bagian tanaman yang dapat dimakan. Gigantisme lebih sering disebabkan oleh poliploidi. Hal tersebut umum terjadi pada spesies yang didomestikasi seperti kentang dan ubi jalar.

b. Biji
Akibat campur tangan manusia, biji dari beberapa spesies menjadi lebih besar. Selain memiliki cadangan makanan yang lebih banyak, biji yang lebih besar juga akan berguna untuk bahan tanam selanjutnya. Biji yang besar akan menghasilkan anakan yang lebih besar, kekar, dan pertumbuhannya lebih cepat. Pada spesies liar, ukuran biji lebh kecil tetapi dalam jumlah yang sangat banyak. Jumlah yang sangat banyak menguntungkan untuk bertahan hidup pada spesies liar.

Karakteristik Tanaman yang Dibudidayakan

contoh tanaman yang telah didomestikasi
Pada saat manusia mulai meninggalkan kegiatan berburu dan meramu, manusia mulai melakukan domestikasi beberapa hewan dan tumbuhan liar agar dapat dibudiayakan dan dikembangkan sehingga dapat memenuhi kebutuhan khususnya kebutuhan makanan. Selama domestikasi, tanaman liar mengalami perubahan-perubahan hingga menjadi seperti tanaman yang seperti banyak dijumpai pada saat ini. Pada umumnya, tanaman yang telah dibudidayakan memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Kemampuan bersaing dengan tanamna lain menjadi berkurang dan biasanya tumbuh lebih baik di habitat terbuka.

2. Morfologi menjadi sangat beragam

3. Adaptasi fisiologis pada suatu tempat tertentu menjadi sangat tinggi

4. Mekanisme penyebaran biji secara alami menjadi berkurang

5. Sarana perlindungan diri tanaman seperti duru, rasa pahit, dan senyawa beracun berkurang

6. Kesuburan seksual tanaman yang dibudidayakan secara vegetative cenderung berkurang

7. Perubahan pola pertumbuhan, seperti indeterminate menjadi determinate, batang dan cabang menjadi lebih sedikit, bentuk tanaman dua tahun atau tahunan menyeruoai tanaman semusim

8. Perkecambahan benih cenderung lebih seragam

9. Persilangan dalam cenderung menggantikan persilangan terbuka.


Rubatzky, V.E. dan M. Yamaguchi. 1998. Sayuran Dunia 1: Prinsip, produksi, dan gizi. Penerbit ITB Bandung, Bandung.

Tuesday, October 22, 2013

STRATEGI PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT INDONESIA


Potensi dan prospek pengambangan tumbuhan obat memang memiliki nilai yang sangat besar jika diolah dan dikembangkan secara tepat. Bukan tidak mungkin tumbuhan obat mampu menggeser peran obat-obatan kimia sebagai media utama penyembuhan berbagai penyakit. Namun, kelemahan-kelemahan yang dimiliki tumbuhan obat terkadang menjadi kendala dalam pengembangan tumbuhan obat itu sendiri. Menurut Zein (2005), kelemahan-kelemahan tumbuhan obat adalah sebagai berikut:

1. Sulitnya mengenali jenis tumbuhan dan berbedanya naman tumbuhan berdasarkan daerah tempat tumbuh.
2. Kurangnya sosialisasi tentang manfaat tumbuhan obat terutama dikalangan profesi dokter.
3. Penampilan tumbuhan obat yang berkhasiat berupa fitofarmaka yang kurang menarik dan kurang meyakinkan dibandingkan dengan obat-obat paten.
4. Kurangnya penelitian yang komprehensif dan terintegrasi dari tumbuhan obat di kalangan profesi dokter.
5. Belum adanya upaya pengenalan dini terhadap tumbuhan yang berkhasiat obat di institusi pendidikan yang sebaiknay dilakukan mulai dari pendidikan dasar.

POTENSI PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT DI INDONESIA

 
Indonesia merupakan Negara tropis yang memiliki beragam jenis topografi dan kedaan iklim yang berbeda-beda. Dengan beragamnya kondisi alam, Indonesia juga memiliki tigkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Beragam jenis tumbuhan tumbuh dan berkembang di Indonesia. Tingginya tingkat keanekargamana hayati menjadikan Indonesia memiliki beragam jenis tumbuhan obat.

Beragam dan mudahnya bahan untuk tumbuhan obat yang sesuai untuk penderita penyakit di Indonesia, rasio resiko-kegunaan yang lebih menguntungkan penderita, dan adanya kelemahan obat-obatan kimia sintetis menjadikan tumbuhan obat memiliki prosepek dan peluang yang tinggi untuk dikembangkan. Potensi yang besar tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar nantinya dapat memberikan arti bagi pengembangan kesehatan di Indonesia. Harus benar-benar dipikirkan agar penggunaan tanaman obat dapat menunjang kebutuhan akan obat-obatan yang semakin mendesakdan untuk mendapatkan obat pengganti jika resistensi obat terjadi secara meluas.

Tuesday, October 15, 2013

PUPUK KALIUM MAGNESIUM SULFAT

pupuk NPK
Unsur K merupakan unsur hara makro kedua setelah N yang paling banyak diserap tanaman, tetapi untuk tembakau, jerami padi, dan jagung, buah apel, jeruk dan tomat, umbi lobak dan kentang, serta batang tebu merupakan unsur hara terbanyak (Hanafiah, 2009). Kalium diperlukan tanaman untuk berbagai fungsi fisiologis, termasuk di dalamnya adalah metabolism karbohidrat, aktiavitas enzim, regulasi osmotic, efisiensi penggunaan air, serapan nitrogen, sintesis protein, dan translokasi asimilat. Kalium juga mempunyai peranan dalam meningkatkan ketahanan terhadap penyakit tanaman tertentu dan perbaikan kualitas hasil tanaman (Gunadi, 2009). Kekurangan unsur K menyebabkan terhambatnya proses fotosintesis dan jumlah tangkai bunga menurun juga menyebabkan kerontokan (Yulianti dan Nisa, 2009).

Salah satu pupuk yang menyediakan unsur K adalah kalium magnesium sulfat (K2SO4.MgSO4). Kalium magnesium sulfat merupakan pupuk penyedia unsur K yang tidak hanya mengandung K, melainkan juga mengandung magnesium dan sulfat. Kalium magnesium sulfat mengandung K2O sebesar 20-30 % dan MgSO4 sebanyak 20 %. Secara fisik, kalsium magnesium sulfat berbentuk bubuk putih dan juga ada yang kristal pink. Berdasarkan keasaman, kalium magnesium sulfat merupakan pupuk netral dan memiliki pH 7 pada larutan 5 %. 

Wednesday, October 9, 2013

Syarat Tumbuh Tanaman Asparagus (Asparagus officinalis)


1. Iklim
Asparagus merupakan tanaman yang memiliki adaaptasi yang luas pada iklim dingin-sub tropis. Suhu ideal untuk pertumbuahan rebung, daun, dan penyimpanan proses fotosintat adalah 25-300 C pada siang hari dan 15-200 C pada malam hari. Suhu tanah lebih dari 10 C sudah mampu untuk mengawali pertumbuhan tunas. Bagian tanaman yang berada di atas tanah dapat rusa atau mati segera setelah terkena bunga es. Pada wilayah dengan suhu dibawah titik beku, mahkota yang berada di bawah tanah dapat dilindungi dari pembekuan dengan menggunakan mulsa.

Ketika daun mati karena terena bunga es dan suhun dingin, proses respirasi menjadi sangat kecil sehingga tanaman mengalami masa dorman. Kecilnya respirasi membuat fotosintat tetap tersimpan sehingga bergunga untuk pertumbuhan berikutnya ketika suhu lingkungan sudah sesuai dengan kebutuhan hidupnya. 

Di wilayah dingin sedang dan tropika, pertumbuhan daun dan respirasi berlangsung terus menerus. Dengan demikian, akumulasi fotosintat untuk cadangan makanan menjadi sedikit. Strategi yang dilakukan biasanya adalah dengan menumbuhkan empat sampai lima tajuk menjadi satu tanaman untuk menghasilkan fotosintat sementara tajuk yang lain dipanen. Ketika tanaman mengalami senescence, tajuk yang lain dibiarkan tumbuh untuk menggantikan tanaman yang senescence. Dengan proses yang berlangsung terus menerus, produksi rebung dalam jangka panjang dapat dilakukan. Di dataran rendah tropika, produksi rebung dibatasi oleh cekaman panas. 

Monday, October 7, 2013

Potensi dan Pengembangan Hortikultura Kabupaten Pasuruan

Pasuruan merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Timur yang memiliki daerah dengan luas 1474 km. Kabupaten Pasuruan memiliki wilayah mulai dari dataran rendah hingga dataan tinggi dengan ketinggian 0-lebih dari 1000 mdpl. Dengan adanya minimal 8 Daerah Aliran Sungai, wilayah Kabupaten Pasuruan memiliki air yang senantiasa tersedia unutk kegiatan on farm pertanian. Iklim yang beragam dengan kondisi air tersedia yang mencukupi membuat Kabupaten Pasuruan memiliki produk dan potensi yang beragam terutama pada produk hortikultura.

1. Buah-Buahan
Terdapat 3 komoditas buah-buahan yang utama yang dihasilkan Kabupaten Pasuruan. Ketiganya adalah mangga, durian, dan apel. Varietas manalagi, arumanis, golek, talijiwo, gadung clonal 21 merupakan beberapa yang paling dominan di Kabupaten Pasuruan. Jumlah tegakan pohon mangga sebesar 3616396 pohon, produktivitas 64 kg/pohon/tahun dengan total produksi 167.947 ton/tahun. Komoditas mangga dikembangkan di Kecamatan Grati, Nguling, Lumbang, Pasrepan, Wonorejo, Sukorejo, dan Rembang. Noember-Oktober adalah panen raya mangga dan di pasarkan secara regional dan sebagian secara nasional.

Potensi dan Pengembangan Hortikultura Kabupaten Sukabumi


Kabupaten Sukabumi merupakan pemasok utama hasil pertanian ke kawasan Jakarta dan sekitarnya. Selain sebagai produsen beras, Sukabumi juga menghasilkan banyak produk hortikultura, daging, dan juga ikan. Sebagai kabupaten terluas di pulau jawa, Sukabumi memiliki sumber daya yang lengkap seperti gunung, hutan, laut, sungai, dan pantai. Adanya kelengkapan sumber daya alam ini membuat Sukabumi memiliki potensi yang beragam untuk dikembangkan. Salah satu potensi yang ada adalah bidang pertanian, dan lebih khusus lagi adalah hortikultura.

1. Buah-Buahan
Komoditas buah-buahan unggulan yang berada di Kabupaten Sukabumi adalah manggis, pisang, durian, sirsak, papaya calina, semangka, buah naga, dan nenas. Sentra penanaman buah manggis berada di kawasan CIGUCI (Cicantayan, Gunungguruh, CIkembar). Adanya ekstensifikasi pada tahun 2013 membuat kebun manggis kini seluas 685 Ha. Pasar utama manggis SUkabumi adalah Cina. Tetapi ada juga yang diekspor ke Australia, Selandia Baru, Timur Tengah, Hongkong, dan Eropa. Di dalam negeri, manggis digunakan sebagai buah meja atau juga digunakan sebagai bahan obat.

Produksi pisang di Sukabumi mencapai 500 ton/hari. Produksi tersebut dapat dicapai karena dilakukan secara intensif di 47 Kecamatan. Jenis pisang yang banyak diusahakan adalah ambon, tanduk, raja, dan kepok. Sentra buah durian berada di Kecamatan Cikakak, Cikidang, dan Ciemis. Di Cikakak, ada beberapa varietas lokal yang berpotensi menjadi varietas unggul nasional. Durian Gandaria adalah salah satu varietas lokal yang harganya dua kali lipat harga durian montong. 

Potensi Pertanian Hortikultura Kota Batu

Kota Batu merupakan salah satu kota yang berada di Propinsi Jawa Timur dan merupakan pemekaran dari Kabupaten Malang. Sebagai kota yang berada di kawasan kaki gunung aktif seperti Bromo, Tengger, dan Semeru, Batu memiliki tanah yang subur dan sesuai untuk kegiatan budidaya pertanian. Batu terletak di dataran tinggi sehingga memiliki suhu udara yang rendah dan kelembaban yang tinggi. Kondisi iklim seperti itu sangat sesuai untuk pengembangan pertanian khususnya hortikultura. Berikut adalah potensi dan produk hortikultura dari Kota Batu.

1. Buah-buahan
Buah-buaha sub tropis adalah yang paling banyak ditanam di Kota Batu. Apel, Jeruk Keprok, dan Strobery adalah yang paling banyak ditanam. Jenis Apel yang banyak ditanam adalah Anna, Rome Beauty, Manalagi, dan Wanglin. Kecamatan Bumiaji merupakan produsen utama apel dari Kota Malang. Produksi apel dari Kota Malang ini mencapai 777.336 kuaintal dari 5.349.237 pohon yang ditanam. Pemasaran sejauh ini kebanyakan hanya dilakukan oleh pedagang-pedagang kecil untuk memenuhi kebutuhan Malang Raya dan wisata.

Kota Batu memiliki jeruk keprok khas yaitu jeruk keprok Batu-55. Jeruk keprok ini memiliki benjolan di bagian pangkal buah. Desa Punten dan Desa Oro-Oro Ombo adalah produsen utama jeruk keprok-55. Selain dipasarkan di daerah Malang Raya, jeruk keprok ini juga dipasarkan ke luar daerah seperti Surabaya, Bali, Kalimantan, da nada juga yang diekspor ke SIngapura. Produksi jeruk di Kota Batu mencapai 132.731 kuintal. Buah stroberi di Kota Batu banyak dijumpai di Desa Pandanrejo. Produksi Stroberi mencapai 1977 kuintal.

Thursday, October 3, 2013

Ayat Al Qur’an tentang Kurma

Dan Dia-lah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau . Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur dan kami keluarkan pula zaitun dan delima yang serupa . Perhatikanlah buahnya ketika pohonnya berbuah dan perhatikan pula kematangannya. Sesungguhnya yang demikian itu ada tanda-tanda bagi orang yang beriman (Al-An’am: 99)

Dan Dia-lah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan tidak berjunjung, pohon kurma, tanaman-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa bentuk dan warnanya dan tidak sama rasanya. Makanlah dari buahnya yang bermacam-macam itu apabila ia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik buahnya dengan dikeluarkan zakatnya. Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan (Al An’am:141)

Di dalam keduanya ada bemacam buah-buahan, kurma, dan delima (Ar-Rahman:68)

Sukakah seorang dari kamu mempunyai satu kebun dari kurma dan anggur, yang mengalir padanya sungai-sungai, yang di situ ada baginya segala macam buah-buahan, lalu ia tua dan mempunyai anak cucu yang lemah, lantas kebun itu terkena angina beserta api, lalu terbakar? Begitulah Allah menerangkan bagi kamu petunjuk-petunjuk-Nya supaya kamu berpikir (Al-Baqarah: 266)

Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan , kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman,pohon kurma yang bercabang dan tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir (Ar-Rad:4)

Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman : zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan (An-Nahl: 11)

Ayat Al Qur’an tentang Zaitun

Dan Dia-lah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau . Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur dan kami keluarkan pula zaitun dan delima yang serupa . Perhatikanlah buahnya ketika pohonnya berbuah dan perhatikan pula kematangannya. Sesungguhnya yang demikian itu ada tanda-tanda bagi orang yang beriman (Al-An’am: 99)

Dan Dia-lah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan tidak berjunjung, pohon kurma, tanaman-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa bentuk dan warnanya dan tidak sama rasanya. Makanlah dari buahnya yang bermacam-macam itu apabila ia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik buahnya dengan dikeluarkan zakatnya. Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan (Al An’am:141)

Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman : zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan (An-Nahl: 11)

Wednesday, October 2, 2013

Ayat Al Qur’an tentang Delima

buah delima
Dan Dia-lah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau . Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur dan kami keluarkan pula zaitun dan delima yang serupa . Perhatikanlah buahnya ketika pohonnya berbuah dan perhatikan pula kematangannya. Sesungguhnya yang demikian itu ada tanda-tanda bagi orang yang beriman (Al-An’am: 99)

Dan Dia-lah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan tidak berjunjung, pohon kurma, tanaman-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa bentuk dan warnanya dan tidak sama rasanya. Makanlah dari buahnya yang bermacam-macam itu apabila ia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik buahnya dengan dikeluarkan zakatnya. Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan (Al An’am:141)

Di dalam keduanya ada bemacam buah-buahan, kurma, dan delima (Ar-Rahman:68)

Sunardi. 2008. Nabi saja SUka Buah. Aqwamedika, Surakarta

Ayat Al Qur’an tentang Anggur

Sukakah seorang dari kamu mempunyai satu kebun dari kurma dan anggur, yang mengalir padanya sungai-sungai, yang di situ ada baginya segala macam buah-buahan, lalu ia tua dan mempunyai anak cucu yang lemah, lantas kebun itu terkena angina beserta api, lalu terbakar? Begitulah Allah menerangkan bagi kamu petunjuk-petunjuk-Nya supaya kamu berpikir (Al-Baqarah: 266)

Dan Dia-lah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau . Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur dan kami keluarkan pula zaitun dan delima yang serupa . Perhatikanlah buahnya ketika pohonnya berbuah dan perhatikan pula kematangannya. Sesungguhnya yang demikian itu ada tanda-tanda bagi orang yang beriman (Al-An’am: 99)

Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan , kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman,pohon kurma yang bercabang dan tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir (Ar-Rad:4)

Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman : zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan (An-Nahl: 11)

Wednesday, September 25, 2013

Klasifikasi Tanaman Sayur berdasarkan Kandungan Gizinya


Pangan merpakan sumber energi utama manusia untuk melakukan segala macam aktivitasnya. Pangan atau makanan, baik secara langsung ataupun tidak langsung awalnya berasal dari tumbuhan. Hal ini karena tumbuhan merupakan salah satu dari sedikit makhluk hidup yang mampu memanfaatkan secara langsung energi dari matahari. Menurut Rubatzky (1995), dari sekian banyak jenis tanaman yang dijadikan sebagai bahan pangan, sayuran memiliki kelompok yang paling banyak dimanfaatkan. Hal ini tidak terlepas dari kandungan-kandungan gizi yang berada di dalam sayuran.

Selain mengandung banyak gizi, serat, vitamin, mineral, lemak, dan juga protein, sayuran juga menambah ragam, rasa, warna, dan tekstur makanan. Pengklasifikasian tanaman sayur berdasarkan kandungan gizi menjadi penting karena kandungan gizi yang terkandung di dalam sayuran selain ditentukan oleh faktor genetik, juga ditentukan oleh faktor lingkungan. Dengan mengetahui kandungan gizi dan syarat lingkungan agar kandungan gizinya tidak berkurang, maka diketahui suatu metode atau model system budidaya tanaman sayur yang tepat.

Tuesday, September 24, 2013

10 Buah-Buahan di Al Qur’an dan Hadist

buah delima

1. Anggur
Dan dari buah kurma dan anggur, kamu jadikan minuman yang memabukkan dan reaeki yang biak. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan (An Nahl: 67)

Nabi Muhammad biasa menyimpan anggur yang sudah dikeringkan yang direndam dalam air. Beliau meminumnya pada hari itu juga atau pada keesokan harinya atau kadang-kadang hari berikutnya lagi (HR Abu Dawud)

Dan Dia-lah yang menjadikan kebun berjunjung dan tidak berjunjung, kebun kurma, tanaman-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang sama (bentuk dan warnanya) dan tidak sama rasanya. Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) jika berbuah dan tunaikanlah haknya dari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya). Dan janganlah kamu berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menukai orang –orang yang berlebihan (Al An’am: 141)

PUSAT PENYEBARAN TANAMAN SAYUR DUNIA

 Tanaman yang saat ini banyak dibudidayakan dan dikembangkan di berbagai wilayah dan penjuru dunia pada awalnya berasal dari suatu wilayah yang spesifik. Adanya domestikasi dan pengembangan terhadap suatu jenis tanaman membuat tanaman kini tidak hanya dapat di jumpai di daerah asal tanaman tersebut ditemukan. Begitupun dengan tanaman sayur. Tanaman yang saat ini banyak ditemukan di dataran-dataran tinggi Indonesia mungkin saja bukan berasal langsung dari Indonesia. Dan mungkin juga tanaman yang memang berasal dari Indonesia sekarang malah mejadi lebih dikembangkan di luar Indonesia.

Vavilov, seorang ahli botani asal rusia mengidentifikasikan pusat asal penyebaran tanaman sayur di dunia. Pusat asal penyebaran tanaman sayur didasarkan atas keragaman jenis tanaman pada wilayah tersebut. Berikut adalah pusat asal penyebaran tanaman sayur di dunia berdasarkan Vavilov.

1. China bagian tengah dan barat
Kedelai (Glycine max), uwi cina (Dioscorea opposita), radis (Raphanus satuvus), turnip (Brassica rappa), rakayo (Allium chinense), bawang daun (Allium fistulosum), dan mentimun (Cucumis sativus).

2. India timur laud an Myanmar
Kacang hijau (Vigna radiata), kacang tunggak (Vigna unguiculata), terung (Solanum melongena), talas Colocasia esculenta), mentimun (Cucumis sativus), uwi (Dioscorea alata).

Wednesday, September 11, 2013

Kegunaan Jahe untuk Pengobatan

Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe berasal dari Asia Pasifik dan Asia Tropik yang tersebar dari India sampai Cina. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak dan obat-obatan tradisional. Perbanyakan tanaman dengan menggunakan rimpang. 

Kegunaan/ Khasiat

a. Membantu pencernaan, karena jahe mengandung enzim protoase dan lipase yang masing-masing mencerna protein dan lemak.

b. Menurunkan tekanan darah, hal ini karena jahe merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah, akibatnya darah mengalir lebih cepat dan lancar serta meringankan kerja jantung memompa darah. 

c. Gingerol pada jahe bersifat antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan pembuluh darah, mencegah tersumbatnya pembuluh darah, penyebab stroke dan serangan jantung. Gingerol juga diduga membantu menurunkan kadar kolestrol.

d. Mencegah mual, karena jahe mampu memblok serotonin yaitu senyawa kimia yang dapat menyebabkan perut berkontrasi sehingga timbul rasa mual termasuk mual akibat mabuk perjalanan.

e. Membuat lambung menjadi nyaman, meringankan kram perut dan membantu mengeluarkan angin.

f. Jahe juga mengandung antioksidan yang membantu menetralkan efek merusak yang disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh.

Kunyit Putih untuk Pengobatan Berbagai Penyakit

Merupakan tanaman yang memang diperuntukkan sebagai tanaman obat. Berbentuk semak dengan ketinggian hingga 70 cm. Rimpang berwarna agak putih berbentuk bulat-bulat kecil. Perbanyakan tanaman dengan menggunakan rimpang. Perawatan tanaman cukup seferhana yaitu cukup diberi air secukupnya dan duiusahakan ditanam pada lahan terbuka yang terkena sinar matahari secara langsung. 

Kegunaan dan Cara Menggunakan

a. Peluruh kentut dan nyeri perut: serbuk rimpang kunyit putih diseduh dengan 1 gelas air matang dan disaring. Hasil saringan diminum 2 kali sehari setiap pagi dan sore.

b. Badan lemah dan nafsu makan kurang: serbuk rimpang kunyit putih diseduh dengan 1 gelas air matang dan disaring. Hasil saringan diminum 2 kali sehari setiap pagi dan sore.

c. Panas dalam: umbi secukupnya setengah genggam dipecah, diseduh dengan air panas, didinginkan, disaring, dan diminum.

d. Buang air besar terlalu banyak: serbuk rimpang kunyit putih diseduh dengan 1 gelas air matang dan disaring. Hasil saringan diminum 2 kali sehari setiap pagi dan sore.

Monday, September 9, 2013

Kunyit untuk Pengobatan Berbagai Penyakit

Merupakan terna yang mampu tumbuh hingga ketinggian 70 cm. memang sudah dikeal sebagai tanaman obat yang sudah banyak digunakan dan dikenali manfaatnya. Perbanyakan dengan menggunakan rimpang. Perawatan tanaman cukup diberi air secukupnya secara rutin walaupun juga merupakan tanaman yang tahan terhadap kekeringan. 

Kegunaan dan Cara Menggunakan

a. Demam: rimpang segar 20 gram dicuci lalu diparut. Ditambahkan ½ gelas air matang lalu diaduk secara merata, peras dengan sepotong kain. Air perasannya diminum, dilakukan 2 kali sehari.

b. Perut kembung, mual, dan tidak nafsu makan: rimpang segar 50 gram dibersihkan lalu diparut. Ditambahkan 3 sendok air, diaduk merata lalu diperas dan disaring. Dibagi untuk 3 kali minum.

c. Terlambat haid: rimpang kunyit dan daun sri gading masing-masing 15 gram, biji kapulaga dan pala 10 gram, ketumbar, jinten hitam, dan cengkeh masing-masing 5 gram. Dipotong-potong, seperlunya lalu direbus degan 3 gelas air hingga 1 gelas. Setelah disaring dibagi untuk 3 kali minum. 

d. Eksim: rimpang tua sebesar ibu jari diparut. Ditambahkan satu sendok teh air kapur sirih dan perasan 1 buah jeruk nipis. Diaduk hingga merata dan dioleskan pada bagian tubuh yang sakit. 

Khasiat dan Cara Menggunakan Sambung Nyawa untuk Obat

Perbanyakan tanaman sambung nyawa dengan menggunakan stek dan perawatan tanaman cukup mudah yaitu cukup diberi pengairan secara rutin. 

Kegunaan dan Cara Menggunakan

a. Tekanan darah tinggi: daun segar 7 lembar dicuci lalu dimakan mentah. Atau, dijus dan diminum atau dikukus/ditumis, lalu dimakan sehari sekali. 

b. Radang pita tenggotokan atau sinusitis: daun segar 7 lembar dicuci lalu dimakan mentah. Atau, dijus dan diminum atau dikukus/ditumis, lalu dimakan sehari sekali. 

c. Tumor: daun 3 lembar mentah dan segar dicuci bersih, dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur setiap kali makan nasi. 

d. Diabetes mellitus: daun 3 lembar mentah dan segar dicuci bersih, dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur setiap kali makan nasi.

e. Lever: daun 3 lembar mentah dan segar dicuci bersih, dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur setiap kali makan nasi.

f. Ambeien: daun 3 lembar mentah dan segar dicuci bersih, dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur setiap kali makan nasi.

g. Kolesterol tinggi: daun 3 lembar mentah dan segar dicuci bersih, dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur setiap kali makan nasi.

h. Maag: daun 3 lembar mentah dan segar dicuci bersih, dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur setiap kali makan nasi.

i. Kena bisa ulat dan semut hitam: daun segar 1 lembar digosokkan pada bagian tubuh yang gatal hingga daun tersebut mengeluarkan air dan hancur. Dilakukan 2 kali setelah berselang 2 jam.

Khasiat dan Cara Menggunakan Saga Rambat untuk Pengobatan

Merupakan tanaman perdu merambat dan dapat mencapai ketinggian 5 meter. Tumbuh di bawah tegakan pohon untuk dapat membantu merambat. Memiliki biji-biji dalam bentuk polong yang berarna merah dengan titik hitam kecil di bagian ujung. Diperbanyak dengan menggunakna biji atau stek batang. Perawatan tanaman cukup mudah yaitu cukup dengan disiram secara rutin dan sedikit pemupukan dasar. 

Kegunaan dan Cara Menggunakan

a. Infeksi jamur, scabies, radang kulit bernanah: biji secukupnya ditumbuk halus, dicampur sedikit minyak, oleskan ke bagian tubuh yang sakit.

b. Sakit tenggorokan: akar dan batang tanaman sebanyak 10-15 gram dicuci bersih, direbus dengan air sebanyak 3 gelas hingga tersisa 1 gelas, disaring, kemudian diminum 2 kali sehari sebanyak setengah gelas.

c. Amandel: daun yang masih segar atau yang sudah dikeringkan diseduh, disaring, kemudian diminum. 

d. Bronchitis: daun segar 10-15 gram direbus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Disaring, kemudian diminum. 

e. Batuk pada anak: segenggam penuh daun saga berikut tangkainya, sebutir bawang merah, 3 butir adas, sepotong kecil kayu pulosari, sepotong gula batu, tambahkan air secukupnya direbus selama 15 menit. Didinginkan, disaring, kemudian diminum. 

f. Sariawan mulut:
- Daun saga dicuci bersih, dikunyah, dilakukan 2 kali sehari.

- Daun saga secukupnya direbus, setelah dingin dipakai untuk kumur-kumur. 

- Daun saga 1/5 genggam, dicuci bersih lalu digiling halus, ditambahkan ½ cangkir air masak dan sedikit garam. Diperas, disaring, lalu diminum.

g. Panas dalam: tangkai 10-15 gram dan daun saga dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, diminum.

Saturday, September 7, 2013

Khasiat dan Cara Menggunakan Mimba untuk Obat

Merupakan tanaman tahunan yang berbentuk pohon besar dan dapat mencapai ketinggian 15 meter. Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji. Pemeliharaan tanaman cukup mudah yaitu hanya cukup disirami secara rutin. 

Kegunaan dan Cara Menggunakan

a. Kencing manis: 7 lembar daun direbus dengan 2 gelas air hingga menyisakan 1 gelas. Didinginkan, disaring, dan diminum sebanyak 3 gelas setiap hari.

b. Disentri, diare: 7 lembar daun direbus dengan 3 gelas air hingga menyisakan 1 gelas. Didinginkan, disaring, dan diminum setiap pagi dan sore.

c. Malaria: 7 lembar daun direbus dengan 3 gelas air hingga menyisakan 1 gelas. Didinginkan, disaring, dan diminum setiap pagi dan sore.

d. Masuk angin: 7 lembar daun direbus dengan 3 gelas air hingga menyisakan 1 gelas. Didinginkan, disaring, dan diminum setiap pagi dan sore.

e. Eksim (gudig): bagian yang berpenyakit dicuci dengan air rebusan daun mimba.

f. Ketombe: keramas dengan air rebusan daun mimba.

g. Hepatitis/ gagal hati: kulit batang atau kulit akar direbus, air hasil rebusannya kemudian diminum. Atau, 7 lembar daun mimba direbus dengan 3 gelas air hingga menyisakan 1.5 gelas. Setelah dingin disaring, dan diminum tiga kali sehari setiap pagi, siang, dan sore. 

h. Kanker lever: 7 lembar daun mimba direbus dengan 3 gelas air hingga menyisakan 1.5 gelas. Setelah dingin disaring, dan diminum tiga kali sehari setiap pagi, siang, dan sore. 

i. Jerawat: 7 lembar daun mimba direbus dengan 3 gelas air hingga menyisakan 1.5 gelas. Setelah dingin disaring, dan diminum tiga kali sehari setiap pagi, siang, dan sore.