Sunday, February 10, 2013

Pengertian dan Ruang Lingkup Agronomi

Agronomi merupakan suatu ilmu dalam lingkup pertanian yang sangat berperan dalam keberhasilan mendapatkan hasil dari suatu tanaman. Secara harfiah, kata agronomi berasal dari kata agros dan nomos. Agros berarti lapangan, dan nomos yang memiliki arti pengelolaan. Jadi secara harfiah, agronomi dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempalajari cara pengeloaan tanaman dan tanah di mana tanaman tumbuh untuk memperoleh hasil yang maksimal. 

Menurut Sumantri (1980), agronomi adalah ilmu yang mempelajari segala aspek biofisik yang berkaitan dengan usaha penyempurnaan budidaya tanaman untuk memperoleh produksi fisik secara maksimal. Sedangkan menurut Sri Setyati Harjadi (1986), agronomi adalah cara pengelolaan tanaman pertanian dan lingkungan untuk memperoleh produksi yang maksimal. 

Berdasarkan ketiga pengertian tersebut, terdapat tiga pokok pikiran utama yang terkandung di dalam agronomi. ketiganya adalah lingkungan tanaman, pengelolaan, dan juga produksi maksimal. Lingkungan merupakan tempat di mana tanaman dibudidayakan. Tanpa adanya lingkungan tempat tanaman tumbuh, maka hasil yang diharapkan dari suatu tanaman juga tidak akan bisa diambil. Pengelolaan merupakan suatu usaha untuk membuat lingkungan tempat tanaman tumbuh sesuai untuk tanaman yang ditumbuhkan. Pengelolaan dapat berlangsung dengan terencana dengan memanfaatkan segala macam teknologi yang ada. Semakin banyak kebutuhan manusia akan makanan, maka kebutuhan akan hasil tumbuhan juga akan semakin banyak. Adanya ligkungan dan pengelolaan yang baik pada lingkungan tersebut akan membuat tanaman dapat memberikan hasil secara maksimal. 

Agronomi berbeda dari usaha tani. Dalam agronomi, aspek ekonomis tidak diperhatikan. Efektivitas dan efisiensi produksi hasil tanaman tidak masuk dalam aspek agronomis. Yang ada hanyalah bagaimana membuat tanaman menghasilkan hasil panen setinggi-tingginya terlepas seberapa besanya modal yang dikeluarkan untuk membuat hasil panen maksimal. Aspek dalam agronomi hanya meliputi pemuliaan tanaman, fisiologi, ekologi, dan tentunya teknik budidaya tanaman. 

Pertanain pada masa lampau, ketika manusia masih melakukan tindakan berburu, meramu, dan berpindah-pindah lading belum dapat dikatakan sebagai tindakan agronomi. Hal ini karena tidak sesuai dengan pengertian-pengertian yang telah disebutkan sebelumnya. Pertanian pada masa lampau tidak melakukan pengelolaan terhadap tanah dan hanya membakar hutan untuk membuka lahan. Pertanian pada masa lampau juga tidak pernah melakukan pemeliharaan terhadap tanaman. Setelah tanaman ditanam, biasanya langsung melakukan aktivitas yang lainnya, seperti berburu hewan untuk dijadikan makanan. Dengan tidak adanya pengelolaan terhadap tanah dan pemeliharaan tanaman, maka tidak ada pula usaha untuk mencapai produksi yang maksimal. 

Jadi pada intinya, tindakan agronomi adalah suatu tindakan di mana telah dilakukan pengelolaan terhadap lingkungan tempat tumbuh tanaman, dilakukan pemeliharaan terhadap tanaman, dan dimanfaatkannya segala macam teknologi untuk mencapai produksi tanaman secara optimal, terlepas teknologi tersebut efektif dan efisien atau tidak.

refferensi:
Kastono, Dody. Dasar-dasar Agronomi. Fakultas Pertanian Uniersitas Gadjah Mada.

No comments:

Post a Comment