Saturday, March 9, 2013

Faktor yang Mendorong Penyerbukan Silang

Penyerbukan silang merupakan suatu penyerbukan di mana putik diserbuki oleh benang sari dari bunga yang berbeda. Bunga yang berbeda dapat berasal dari pohon yang sama ataupun dari pohon yang berbeda. Faktor yang menyebabkan terjadinya penyerbukan silang antara lain: 

1. Diklin, adalah tanaman yang bunga jantan dan bunga betina letaknya terpisah. Terpisahnya letak bunga bisa terjadi karena tanaman berumah satu atau tanaman berumah dua. Pada tanaman berumah satu, letak bunga jantan dan bunga betina terpisah tetapi masih dalam satu tanaman. Contohnya adalah jagung, jarak, semangka, mentimun, anggur, dan laian-lain. Pada tanaman berumah dua, bunga jantan dan bunga betina terpisah dan berada di dalam tanaman yang berbeda. Contohnya adalah salak, papaya, bayam, dan lain-lain. 

2. Dichogami, adalah suatu kondisi ketika waktu masak antara tepung sari dengan putik tidak sama. Dichogami dikelompokkan menjadi dua yaitu protandri dan protagyni. Protandri adalah ketika tepung sari masak terlebih dahulu daripada kepala putik. Contohnya adlaah kapas dan marigold. Protagyni adalah ketika putik masak terlebih dahulu daripada kepala putiknya. Contohnya adalah tanaman bajra. 


3. Heterostyle atau heteromorphii yaitu panang pendeknya tangkai kepala putik dan tangkai benang sari yang tidak sama. Contohya ada pada tanaman rami. 

4. Herkogami, adalah kondisi di mana kedudukan kepala putik dan benang sari sedemikian rupa sehingga mencegah terjadinya penyerbukan. Sontohnya adalah tanaman vanili. 

5. Self-sterility, tidak terjadinya penyerbukan karena bunga jantan tidak berfungsi. Hal ini dapat terjadi karena bunga jantan mandul atau karena faktor genetik. 

6. Incompability, sudah terjadi penyerbukan di dalam bunga tetapi tidak berlanjut kepada pembuahan karena faktor fisiologi misalnya inaktifnya zat tumbuh sehingga buluh tepung sari tidak terbentuk. 



Sumber: 
Mangoendidjojo, W. 2007. Dasar-dasar Pemuliaan Tanaman. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment