Thursday, November 28, 2013

Pembiakan Jamur Beauveria bassiana untuk Pengendalian OPT Perkebunan

Beauveria bassiana merupakan jamur entomo patogenik yang dapat menyebabkan sakit bahkan kematian bagi serangga hama kopi dan kakao. Jamur ini tumbuh pada hama kemudian membentuk spora. Jamur Beauveria bassiana berwarna putih dan biasanya kelihatan pada badan inangnya. Jika dilihat dengan kaca pembesar spora jamur ini ternyata tumbuh berkelompok sehingga menyerupai bola spora.

Adapun jenis Beauveria bassiana adalah
1. Beauveria bassiana Fer 715: secara spesifik dapat mengendalikan hama penggerek buah kopi.

2. Beauveria bassiana Fer 725: secara spesifik dapat mengendalikan penggerek buah kakao.

Selain itu juga dapat digunakan untuk mengendalikan hama penghisap buah kakao.

Monday, November 18, 2013

Fungsi Tanaman sebagai Pengontrol Iklim dalam Lanskap

Secara ekologi, tanaman memiliki fungsi: menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen; memperbaiki iklim mikro; mencegah terjadinya erosi; dan menyerap air hujan. Dalam kaitannya dengan lanskap, tanaman berfungsi untuk: kontrol pandangan; pembatas fisik; pengendali iklim; pencegah erosi; habitat satwa; dan nilai estetis. 

Fungsi tanaman sebagai pengendali iklim menjadi sangat penting karena berkaitan dengan kenyamanan berbagai aktivitas dan kegiatan manusia. Iklim yang dapat dikendalikan oleh tanaman tidak hanya yang berkaitan dengan cuaca (suhu, kelembaban, radiasi matahari, dan angina), melainkan juga berkaitan dengan aroma, dan suara. Secara umum, fungsi pengendalian iklim yang dilakukan tanaman terhadap elemen lanskap dan komponen yang lainnya adalah sebagai berikut:

a. Filtrasi dan meningkatkan kualitas udara
Dalam melaksanakan proses fotosintesis, semua tanaman yang berklorofil akan menyerap karbondioksidan (CO2) dan menghasilkan oksigen (O2) sehingga udara yang berada di sekitar pertanaman menjadi lebih segar. Gas CO2 yang merupakan sumber utama penyebab pemanasan global dapat direduksi sehingga lingkungan menjadi lebih segar. Selain meningkatkan kualitas udara dengan meningkatkan kandungan O2 di

Wednesday, November 13, 2013

Teknik Pengendalian Terpadu Penggerek Buah Kakao

Berikut adalah beberapa cara pengendalian penggerek buah kakao secara sederhana yang dapat dilakukan:

1. Pemangkasan tajuk: dimaksudkan agar tanaman kakao tidak lebih tinggi dari 4 meter. Ketinggian yang lebih dari 4 meter akan menyulitkan pemanenan disamping menyulitkan pengendalian hama.

2. Pemupukan: pupuk yang tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara akan membuat tanaman menjadi sehat dan mengurangi kerugian akibat serangan penggerek buah kakao.

3. Panen sering: saat buah masak awal (interval 5-7 hari) dan buah dibuka pada hari yang sama.

4. Sanitasi: melalui pembenaman kulit buah dan plasenta. Jika karena uuran yang besar sulit untuk dibenamkan, dapat dicacah terlebih dahulu.

5. Penyarungan buah: buah yang panjangnya sekitar 8 cm dikerodong dengan plastik atau kantong kertas.

6. Menggunakan agen biologis: semut hitam, Dolichoderus thoracicus, jamur Beauveria bassiana)

7. Menggunakan bahan tanam tahan: KW 514 dan AR-DACIAR

8. Penyemprotan insektisida: terutama dari golongan sintetik piretroid. 

Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Salatiga

Monday, November 4, 2013

Kandungan dan Khasiat Mengkudu


1. Zat nutrisi: Secara keseluruhan mengkudu merupakan buah makanan bergizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, vitamin, dan mineral penting, tersedia dalam jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu. Selenium, salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu merupakan antioksidan yang hebat. Berbagai jenis senyawa yang terkandung dalam mengkudu : xeronine, plant sterois, alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium, dll.

2. Terpenoid: Zat ini membantu dalam proses sintesis organik dan pemulihan sel-sel tubuh.

3. Zat anti bakteri. Zat-zat aktif yang terkandung dalam sari buah mengkudu itu dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Escherichia coli. Zat anti bakteri itu juga dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan) seperti Salmonella montivideo, S. scotmuelleri, S. typhi, dan Shigella dusenteriae, S. flexnerii, S. pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus.

Sunday, November 3, 2013

Morfologi Tanaman Mengkudu (Morinda citrifolia L)

Tanaman mengkudu merupakan tanaman tahunan (perenial) yang berbentuk perdu, dengan ketinggian antara 3-8 m, batang tanaman keras dan berkayu yang tumbuh ke atas serta mempunyai banyak percabangan. Cabang-cabang tumbuh mendatar dengan arah keluar kanopi tanaman. Daun termasuk daun tunggal, terdiri atas satu helai daun setiap satu tangkai daun (petiolus). Berbentuk lonjong, dengan ukuran panjang antara 10-40 cm dan lebar antara 15-17 cm, tergantung tingkat kesuburan tanaman. Permukaan daun bagian atas berwarna hijau mengkilap, sedangkan permukaan bagian bawah berwarna hijau agak pucat. Tangkai daun pendek dan melekat pada batang atau cabang secara berselang-seling atau berpasangan. Semakin subur pertumbuhan tanman, semakin rimbun dan besar ukuran daunnya. Berikut penjelasan bagian-bagian tanaman mengkudu (Anonim, 2013) :

1. Pohon
Pohon mengkudu tidak begitu besar, tingginya antara 4-6 m, batang bengkok-bengkok, berdahan kaku, kasar, dan memiliki akar tunggang yang tertancap dalam. Kulit batang cokelat keabu-abuan atau cokelat kekuning-kuniangan, berbelah dangkal, tidak berbulu, anak cabangnya bersegi empat. Tajuknya selalu hijau sepanjang tahun. Kayu mengkudu mudah sekali dibelah setelah dikeringkan. Bisa digunakan untuk penopang tanaman lada.