Wednesday, December 4, 2013

Panen dan Pengolahan Tembakau Rakyat DIY

1. Panen
Panen adalah pengambilan hasil tembakau yang dilakukan dengan cara memetik daun tembakau yang telah tua berdasarkan urutan, biasanya terdiri dari 2 atau 3 lembar daun. Adapun ciri-ciri daun tembakau yang siap dipanen adalah: umur tanaman mencapai 3 bulan, daun mulai menguning, posisi daun sudah mulai terkulai, dan daun menjadi tebal serta permukaannya terkulai.

Pemetikan
Pemetikan dilakukan dengan memegang batang dengan tangan kiri dan tangan kanan memegang tangkai daun sambil diputar hingga patah. Kegiatan pemetikan ini harus dilakukan secara hati-hati agar daun atau juga batang tidak mengalami kerusakan. Hasil petikan diletakkan di tempat yang teduh, dan biasanya diberi alas goni kemudian digulung. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemetikan adalah tingkat kemasakan daun (2-3 lembar per pemetikan) dan waktu pemetikan (jam 8-10 pagi). Adapun tahapan-tahapan dalam pemetikan daun tembakau adalah sebagai berikut:

a. Petikan pertama/ kapalan (daun ke 2-3 dari bawah)
b. Petikan kedua/ kapal gantung (daun ke 4-6 dari bawah)
c. Petikan ketiga/tenggok (daun ke 7-13 dari bawah)
d. Petikan keempat/ rampasan (daun ke 13-pucuk)

Sortasi daun tembakau
Sortasi merupakan suatu tindakan untuk memisahkan dan mengelompokkan daun-daun tembakau berdasarkan warna 

Pemeraman
Penmeraman dilakukan dengan menyusun daun secara berdiri tegak. Pangkal daun berada di bagian bawah sementara ujung daun di bagian atas. Susunan tersebut kemudian ditutup dengan menggunakan daun pisang kering atau tikar mending. Pemeraman dilakukan antara 1-3 hari.

2. Pengolahan Tembaku
Perajangan
Perajangan secara menual: pengrajangan dilakukan seteah daun diperam, kemudian digulung berdasrkan lubang cacak. Ukuran rajangan dapat diatur sesuai yang dikehendaki. Untuk pasaran lokal, rajangan biasanya berukuran kecil (lembut). Untuk tujuan pemasaran pada pabrik, ukuran rajangan umumnya lebih besar dan kasar.

Dengan menggunakan mesin: perajangan dilakukan setelah daun diperam dan digulung sesuai dengan ukuran mesin perajang. Perajangan dengan menggunkana mesin biasanya digunakan untuk tembakau yang tujuan pemasarannya adalah pabrikan. Hal ini karena hasil rajangan menggunakan mesin umumnya berukuran agak besar/ kasar.

Pengeleran 
Pengeleran dilakukan setelah perajangan dilakukan. Pengeleran umumnya dlakukan pada pagi hari setelah malam harinya daun tembakau dirajang. Pengeleran dimaksudkan untuk mendapatkan warna dau tembakau yang merata dan daun tembakau menjadi panjang sehingga mudah untuk digulung. Dalam pengeleran, dipisahkan antara rajangan yang bisa dieler panjang dengan dengan yang pendek (ondol). Pengeleran dilakukan diatas anjang/rigen. 

Pengeringan

Pengeringan dilakukan setelah daun tembakau dieler. Pengeringan dilakukan dengan penjemuran di bawah sinar matahari dari pagi hingga sore hari. Pada penjemuran, dilakukan pembalikan 2-3 kali. Hal ini dilakkan unutk mendapatkan warna daun dan tingkat kekeringan yang merata. Penjemuran umumnya dilakukan 2-3 hari atau tergantung cuaca dan tingkat kekeringan daun.

Pendinginan

Pendinginan dilakukan setelah tembakau selesa dijemur dengan meletakkan tembakau pada tempat yang kering dan teduh selama 2-3 jam. Pendinginan dilakukan untuk mengkondisikan tembakau agar berada pada kondisi lembab sehingga bisa dilakukan penggulungan.

Penggulungan
Penggulungan dilakukan dengan meletakkan tembakau rajangan yang panjang pada bagian bawah dan rajangan pendek (ondol) diatasnya. Selanjutnya digulung hingga membentuk menyerupai bantal. Umumnya tembakau yang dipasarkan di pabrik memiliki gulungan seberat 0,5 kg dan tembakau rajangan halus digulung seberat 1-2 kg.

Pengepakan
Pengepakan dilakukan dengan menggunakan longsong plastic atau keranjang. Untuk pengepakan tembakau rajangan kasar untuk pabrikan biasanya tembakau dipak seberat 60 kg dan untuk tembakau rajangan halus dipak seberat sesuai kebutuhan. 

Penyimpanan
Penyimpanan tembakau umumnya berada pada tempat yang kering dan teduh. Pack-pack tembakau disusun di atas alas yang terbuat dari bamboo atau kayu dengan memiliki rongga udara di bawahnya. Tumpukan tidak boleh menempel pada dinding agar tidak terlalu lembab dan tidak terlalalu panas serta mencegah adanya jamur. 

Panen dan Pengolahan Tembakau Rakyat. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. 

No comments:

Post a Comment