Tuesday, March 11, 2014

Transpirasi dan Fungsinya bagi Tumbuhan


Transpirasi adalah suatu proses kehilangan air dalam bentuk uap air pada suatu tumbuhan melalui stomata. Kemungkinan kehilangan air ini dapat juga melalui selain stomata, namun demikian, karena proporsi kehilangan air yang paling banyak adalah melalu stomata, maka penghitungan transpirasi hanya pada uap air yang hilang melalui stomata. Umumnya, traspirasi terjadi sepanjang tumbuhan hidup. Sebagai contoh, pada tanaman jagung, tanaman membutuhkan air sebanyak 225 kg yang ditranspirasikan untuk menghasilkan 1 kg bobot kering tanaman.

Bagi tumbuhan, transpirasi bukanlah hal mutlak yang harus dilakukan untuk menjaga tumbuhan agar tetap hidup. Faktanya, ada beberapa tumbuhan yang tidak melakukan transpirasi seperti tumbuhan air atau tumbuhan yang hidup pada kelembaban udara 100%. Walaupun bukan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan, transpirasi tetaplah memiliki fungsi dankegunaan jika dilakukan oleh tumbuhan. 

Walaupun tidak semuanya terjadi karena transpirasi, pengangkutan garam mineral oleh tumbuhan sedikit banyak juga dipengaruhi oleh transpirasi. Mineral yang diserap tumbuhan melalui akar dan diangkut ke bagian atas tumbuhan bergerak dalam arus transpirasi, yaitu aliran air melalui xylem akibat transpirasi. Satu hal yang membuktika bahwa transpirasi bukanlah satu-satunya alur pengangkutan air dan hara mineral adalah adanya pergerakan air dan mineral pada musim semi di mana pada saat itu daun masih sangat minim atau bahkan belum ada. Kalsium dan boron adalah dua unsur yang peka terhadap perbahan laju transpirasi. Tanaman yang ditanam pada lahan yang kaya CO2 sehingga stomata banyak menutup menunjukkan gejala kekahatan kalsium. Sebaliknya, pada saat transpirasi terlalu cepat, terjadi gejala keracunan karena meningkatnya suatu unsur hara. 

Transpirasi juga berperan pada turgiditas sel. Sel tumbuhan akan berfungsi optimal pada tingkat turgiditas tertentu. Ketika turgiditas sel menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari turgiditas normal, sel tersebut akan menurun fungsinya. Beberapa contoh kasus turgiditas sel yang terlalu tinggi hingga menyebabkan sel-sel nya pecah sering terjadi pada buah berdaging seperti tomat, anggur, cherry, da beberapa jenis cabai tertentu. 

Transpirasi merupakan suatu proses pendinginan daun. Penguapan air merupakan proses pendinginan yang kuat. Molekul air yang berkecepatan tinggi mengua dan ketika mereka menguap meninggalkan air, kecepatan rerata molekul tertinggal menjadi lebih kecil, yang berarti zat cair tersebut lebih dingin. Terkadang, transpirasi merupakan satu-satunya cara untuk memindahkan panas dari daun ke lingkungannya. Daun-daun terkadang menjadi lebih dingin dari udara sekitar walaupun mendapatkan sinar matahari penuh. Daun tersebut menyerap lebih banyak radiasi daripada memancarkannya. Daun-daun tersebut dapat menjadi lebih dingin hanya karena mampu menguapkan air ke lingkungannya. Kalaupun tidak terjadi transpirasi, suhu daun akan tetap didinginkan oleh proses fisika yang lain yaitu secara konduksi. Namun, pendinginan yang disebabkan oleh proses konduksi ini hanya berlangsung jika suhu daun lebih tinggi dari suhu lingkungannya. 

Salisbury, F.B. dan C.W.Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 1. ITB, Bandung.

Lakaitan, Benyamin. 2001. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. RajaGrafindo Persada, Jakarta. 

No comments:

Post a Comment