Thursday, December 31, 2015

Pengaruh Macam Ekstrak Bahan Organik terhadap Pertumbuhan Planlet Anggrek pada Media Kultur Jaringan

Anggrek memiliki harga yang relatif lebih stabil dibandingkan dengan tanaman hias lain. Anggrek memiliki beragam fungsi penggunaan. Bunga anggrek dapat dijadikanbunga potong, dijadikan bahan parfum, ataupun dijadikan bahan obat-obatan. Sosok tanaman anggrek dapat digunakan sebagai tanaman hias dalam pot. 

Permintaan anggrek senantiasa mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan permintaan anggrek tidak diikuti oleh perkembangan produksi anggrek di Indonesia, baik dari sisi keragaman atapun dari sisi jumlah. Tanaman anggrek ideal yang diminati pasar adalah anggek yang memiliki kapasitas produksi yang tinggi dengan bentuk dan warna bunga yang menarik, kompak, tebal, jumlah kuntum bunga banyak, dan tidak mudah rontok. 
bunga anggrek
sumber gambar: ayeey.com
Secara komersial, perbanyakan anggrek yang paling banyak dilakukan adalah melalui metode kultur jaringan. Keberhasilan perbanyakan anggrek secara kultur jaringan salah satuya ditentukan oleh media yang digunakan. Media harus mengandung unsur hara makro, mikro, asam amino, vitamin, gula, dan zat pengatur tumbuh.

Ekstrak kedelai, jagung, dan minyak ikan adalah beberapa bahan organik yang dapat ditambahkan pada media kultur jaringan. Bahan organik/nabati/alami pada umumnya merupakan sumber gula, vitamin, zat pengatur tumbuh, dan asam amino. 

Pengaruh Penyiraman Air Garam terhadap Pertumbuhan Bibit Nyamplung (Calopyllum inophylum L)

Nyamplung (Calopyllum inophylum L) merupakan salah satu jenis tanaman pantai yang mempunyai banyak manfaat. Salah satu manfaat yang paling potensial untuk dikembangkan adalah kemampuan biji nyamplung untuk dapat diolah menjadi biodisel. Salah satu upaya untuk mengoptimalkan potensi nyampung adalah adanya program penanaman nyamplung yang dicanangkan oleh Kementrian Kehutanan. Pengembangan nyamplung diharapkan juga sampai ke industri hilir.

biji nyamplung
Penyediaan bibit merupakan salah satu hal yang paling krusial dalam penanaman nyamplung. Pembibitan dan penanaman nyamplung di daerah pantai kemunginan terkendala oleh kondisi lingkungan pantai yang ekstrim. Kondisi yang ekstrim tersebut seperti suhu udara yang tinggi, kecepatan angin tinggi, dan tingkat salinitas yang tinggi. 

Penyiraman air garam terhadap bibit nyamplung dilakukan untuk mengetahui tingkat ketahanan bibit terhadap lingkungan ekstrim daerah pesisir pantai. Pengetahuan akan ketahanan bibit nyamplung terhadap salinitas akan sangat bermanfaat untuk pengembangan bibit nyamplung di daerah pesisir pantai.

Monday, December 28, 2015

Perbedaan Biodisel dengan Bioetanol

Kebutuhan akan bahan bakar minyak senantiasa mengalami peningkatan. Peningkatan kebutuhan tidak didukung oleh peningkatan produksi khususnya bahan bakar minyak berbasis fosil. Selain produksi yang stagnan, bahan bakar berbasis fosil juga memiliki ketersediaan yang terbatas. Salah satu alternative untuk menanggulangi potensi kelangkaan bahan bakar minyak adalah menciptakan bahan bakar minyak alami berbasis sumber daya yang dapat diperbaharui. Sumber daya minyak yang dapat diperbaharui yang sudah banyak dipelajari, dikembangkan, dan diproduksi adalah biodisel dan bioethanol.
sumber gambar: http://eksplorasi.co/pemerintah-percepat-aturan-harga-indeks-biofuel/
Seringkali, biodisel dan bioethanol dipersepsikan sebagai hal yang sama. Namun, sebenarnya adalah dua hal yang berbeda. Adapun perbedaan keduanya adalah:

1. Proses Pembuatan
Biodisel adalah senyawa alkil yang diproduksi melalui transesterifikasi antara trigliserida dengan metanol atau etanol dengan bantuan katalis basa menjadi alkil ester dan gliserol. Trigliserida sebagai bahan biodisel berasal dari asam-asam lemak yang berasal dari tumbuhan ataupun binatang. Beberapa tumbuhan yang menghasilkan minyak dan dapat dijadikan sebagai bahan biodisel adalah kedelai, biji jarak pagar, biji nyamplung, dan biji kemiri sunan.

Bioethanol adalah etanol (alkohol) yang diperoleh dari dari fermentasi bahan-bahan yang mengandung pati, gula, ataupun serat selulosa. Beberapa jamur/khamir yang dapat digunakan sebagai bahan fermentasi untuk pembuatan etanol adalah Saccharomyces cerevisiae, S. uvarium, Schizosaccharomyces sp., dan Kluyveromyces sp. Bahan baku yang paling umum digunakan untuk pembuatan etanol adalah gula tebu, tongkol jagung, molase, gula bit, rumput gajah, dan lain sebagainya.

Wednesday, December 23, 2015

Pengaruh Kecepatan Angin dan Kelembaban Udara terhadap Pemencaran Konidium Cercospora nicotianae pada Tembakau

Patik merupakan salah satu penyakit penting pada tembakau yang disebabkan oleh Cercospora nicotianae. Pada tahun 1999, lebih dari 60% daun tembakau NO terserang Cercospora nicotianae sehingga menimbulkan kerugian sebesar 100 milyar rupiah. Pada tembakau bawah naungan (TBN), kerugian akibat penyakit patik mencapai 100-125 milyar rupiah.
penyakit patik tembakau
sumber gambar: http://www.apsnet.org/
Perkebangan penyakit patik sangat tergantung pada faktor cuaca. Secara umum, faktor cuaca yang berpengaruh terhadap jamur adalah: 1) suhu, berpengaruh terhadap laju pertumbuhan hifa, 2) curah hujan dan embun, memungkinkan perkecambahan dan pertumbuhan patogen eksudasi dan mengendapnya konidium pada permukaan tanama dan pemencarannya, 3) kelembaban, mempengaruhi kemampuan bertahan hidup, pertumbuhan patogen, dan pembebasan spora, 4) angin, berpengaruh sebagai pembawa dalam penyebaran, 5) cahaya, mempengaruhi eksudasi, sporulasi, pemecahan konidium, perkecambahan konidium, dan pertumbuhan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap tembakau Besuki NO di Jember, pemencaran konidium pada satu musim didukung oleh peningkatan kecepatan angin dan penurunan kelembaban udara. Pada bulan kering ataupun bulan lembab, peningkatan kecepatan angin yang diikuti oleh penurunan kelembaban udara akan mendukung pemencaran konidium. Hanya dibutuhkan pergerakan angina dengan kecapatan 0,28 m/detik pada suhu 25C untuk memencarkan konidium. 

Pada tembakau VO yang ditanam pada bulan basah, pemencaran konidium hanya dipengarui oleh kecepatan angina. Kecepatan angina sebesar 0,02 m/detik sudah mampu memencarkan konidium. 

Kelambaban udara hanya berpengaruh pada pertanaman tembakau di bulan kering (NO). Pada bulan kering, kecepatan angina merupakan pemicu utama untuk pembebasan konidium. Dengan kecepatan angina yang tinggi, konidium dapat dibebaskan secara paksa dari pendukungnya dan kemudian memencarkannya. Pemencaran konidium didukung oleh tingginya suhu dan sinar matahari dengan intensitas dan waktu yang lama serta menurunnya kelembaban udara.

Thursday, December 17, 2015

Pengaruh Waktu Pelaksanaan Sambung Pucuk dan Panjang Entres terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Mangga

sumber gambar: https://www.tokopedia.com/warungbibitbuah/
Mangga merupakan salah satu tanaman buah yang digemari masyarakat. Bukan hanya masyarakat Indoensia tetapi juga masyarakat glabal secara umum. Mangga banyak dikonsumsi secara langsung sebagai buah meja ataupun juga digunakan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman. Permintaan yang tinggi akan buah mangga menjadikannya salah satu tanaman yang potensial untuk dikembangkan dalam skala perkebunan yang luas (agribisnis).

Salah satu modal utama dalam agribisnis mangga adalah keberadaan bibit yang berkualitas. Seperti tanaman buah yang lain, bibit untuk tanaman mangga didapatkan secara vegetatif, baik dengan metode cangkok, okulasi, ataupun dengan sambung pucuk. 

Sambung pucuk merupakan salah satu metode perbanyakan bibit yang paling baik karena memiliki beberapa kelebihan. Kelebihan sambung pucuk dibandingkan dengan metode perbanyakan yang lain adalah didapatkan tanaman dengan sifat yang merupakan kombinasi dari tetuanya. Umumnya, batang bawah memiliki perakaran yang kuat dan tahan terhadap penyakit akar sementara batang atas memiliki kemampuan untuk menghasilkan buah yang berkualitas dan optimal.

Monday, December 14, 2015

Peluang dan Kendala Pengembangan Pupuk Organik

peluang pupuk organik, pembuatan kompos
sumber gambar: http://www.teropongbisnis.com/
Target produksi tinggi dari suatu komoditas pertanian berimplikasi salah satunya pada penggunaan pupuk anorganik. Pupuk anorganik memiliki kandungan hara yang lebih tinggi dan lebih mudah diserap tanaman sehingga penggunaannya lebih intensif daripada jenis pupuk yang lainnya. Di satu sisi, penggunaan pupuk anorganik mampu meningkatkan hasil komoditas pertanian, namun di sisi lain penggunaannya yang berlebih menimbulkan beragam persoalan baru. Beragam persoalan tersebut seperti kerusakan tanah, penurunan produksi pertanian, dan rusaknya ekologi.

Usaha untuk menghentikan, mengurangi, atau bahkan memperbaiki kerusakan yang telah ditimbulkan akibat penggunaan pupuk anorganik yang tidak tepat adalah dengan penggunaan pupuk organik. Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari bahan-bahan organik baik sampah rumah tangga ataupun kotoran hewan atau mungkin bahkan mikroorganisme. Pengembangan pupuk organik sebagai pengganti ataupun pelengkap pupuk organik memiliki peluang dan kendala yang apabila keduanya dimanajemen dengan baik dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya.

Peluang Pengembangan Pupuk Organik
1. Pupuk organik memiliki berbagai manfaat
Telah diketahui bersama bahwa pupuk organik memiliki beragam manfaat. Berbagai manfaat yang dimiliki oleh pupuk organik diantaranya meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki kondisi kimia, fisika, dan biologi tanah, aman bagi manusia dan lingkungan, meningkatkan produksi pertanian, dan mengendalikan penyakit tertentu.

Saturday, December 12, 2015

Penggunaan Pulai (Alstonia scholaria R. Br) di Berbagai Daerah untuk Pengobatan Malaria dan Sakit Perut

daun pulai
Sumber: http://www.nmpb.nic.in/fullphoto.php?photoid=88
Penyebaran dan Ekologi
Pulai merupakan tanaman yang tersebar luas dan dapat dijumpai mulai dari Sri Lanka, India, daratan Asia Tenggara, dan CIna bagian selatan. Di Jawa, pulai tersebar pada daerah dengan ketinggian di bawah 900 mdpl. Banyak tumbuh di hutan jati, hutan campuran, dan di pekarangan rumah di pedesaan. Teradang, pulai juga dijumpai sebagai tanaman hias di pekarangan.

Daerah Pengguna Pulai Sebagai Obat
Umumnya, pulai digunakan sebagai obat malaria. Beberapa daerah yang menggunakan tanaman pulai sebagai obat malaria adalah Etnis Aceh (Aceh), Anak Dalam (Sumatra Selatan), Sunda (Jawa Barat), Jawa (Jawa Tengah-Timur), Dawan (NTT), Sumba (NTT), Dayak Tanjung (Kalimantan Timur), Bolaangmongondow (Sulawesi Utara), dan Manado (Sulawesi Utara). Selain sebagai obat malaria, pulai juga dapat digunakan sebagai obat sakit perut. Beberapa suku/etnis yang menggunakan pulai sebagai obat sakit perut adalah Talang Mamak (Riau-Jambi), Anak Dalam (Sumatra Selatan), Upuya, Arawawi, dan Busami (Irian Jaya).

Thursday, November 12, 2015

Penggunaan Jambu Biji (Psidium guajava L.) di Berbagai Daerah untuk Pengobatan Diare

buah jambu biji, daun jambu biji, morfologi jambu biji
Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Psidium
Peyebaran dan Ekologi
Jambu biji adalah tanaman yang berasal dari daerah tropik Amerika, lebih spesifik berasal dari daerah Meksiko dan Peru. Jambu biji dapat beradaptasi luas di daerah tropis dan ditemukan pada daerah dengan ketinggian hingga 1500 mdpl. Dapat tumbuh pada kisaran suhu 15-45C dan membutuhkan curah hujan antara 1000-2000 mm yang terbagi rata sepanjang tahun.

Etnis Pengguna Jambu Biji Sebagai Obat
Terdapat dua belas etnis/suku yang menggunakan jambu biji sebagai obat diare. Etnis tersebut adalah Aceh (Aceh), Rejang (Bengkulu), Sakai (Riau), Sunda (Jawa Barat), Jawa (Jawa Tengah-Timur), Bali (Bali), Atoni (NTT), Dayak (Kalimantan Barat), Bolaangmongondow (Sulawesi Utara), Gorontalo (Sulawesi Utara), Menado (Sulawesi Utara), dan Ambon (Maluku).

Thursday, October 15, 2015

Penggunaan Ketepeng (Cassia alata L.) di Berbagai Daerah untuk Pengobatan Penyakit Kulit

daun ketepeng, bunga ketepeng
sumber gambar: http://toptropicals.com/catalog/uid/
Penyebaran dan Ekologi
Ketepeng diperkirakan berasal dari Guyana dan mungin juga berasal dari Amazon di Venezuela. Saat ini ketepeng sudah menyebar di hampir seluruh daerah tropis. Data tumbuh di daerah hingga ketinggian 2100 mdpl tetapi paling banyak dijumpai pada daerah dengan ketinggian 500 mdpl. Ketepeng banyak tumbuh di tepi sungai, tepi hutan hujan, tepi danau, areal basah, dan beberapa daerah di perkotaan. Di Sumbawa, ketepeng tumbuh di tanah kapur di hutan savana.

Etnis Pengguna Ketepeng Sebagai Obat Penyakit Kulit
Beberapa suku yang menggunakan tanaman ketepeng sebagai obat kulit (panu, kadas, dll) adalah Aceh (Aceh), Talang Mamak (Riau Jambi), Anak Dalam (Sumatra Selatan), Sunda (Jawa Barat), Jawa (JawaTengah-Timur), Melayu (Kalimantan Barat), Kutai, Punan Lisum, Punan Bekatam (Kalimantan Timur), Manado (Sulawesi Utara), dan Saluan (Sulawesi Tengah). 

Penggunaan Ketepeng Sebagai Obat Kulit
Bagian tumbuhan yang dapat dijadikan obat penyakit kulit ringan adalah daunnya. Daun diolah dengan cara digiling, ditumbuk, digilas, ataupun dapat juga ditambahkan dengan minyak tanah atau kapur sirih. Hasil tumbukan daun digosokkan atau dioleskan pada bagian yang terkena penyakit kulit. Sediaan yang paling ideal untuk pengobatan penyakit kulit dari bahan daun ketepeng adalah dalam bentuk tapel/bobok.

Tuesday, September 15, 2015

Penggunaan Akar Kuning (Arcangelisia flava L.) di Berbagai Daerah untuk Pengobatan Penyakit Kuning

daun tanaman akar kuning.
sumber gambar: http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Arcangelisia+flava
Penyebaran dan Ekologi
Akar kuning menyebar mulai dari Hainan, Indocina, Semenanjung Thailand Selatan, Malaysia, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Kalimantan, Sulawesi Utara, dan Irian. Akar kuning tumbuh di dalam hutan pada daerah dengan ketinggian hingga 1000 mdpl dan kadang-kadang tumbuh di tepian sungai. Di dataran rendah Sulawesi, akar kuning tumbuh pada bukit berkapur.

Etnis Pengguna Akar Kuning Sebagai Obat Penyakit Kuning
Terdapat empat suku atau etnis di Indonesia yang menggunakan akar kuning sebagai obat penyakit kuning. Keempat etnis tersebut adalah Talang Mamak (Riau-Jambi), Anak Dalam (Jambi), Menado (Sulawesi Utara), dan Saluan (Sulawesi Tengah). Terdapat nama lokal yang berbeda untuk tumbuhan akar kuning. Pada etinis Talang Mamak akar kuning disebut dengan akar kuning, Anak Dalam menyebutnya akar kunyit, Menado menamainya tali kuning, dan Saluan memberinya nama mongko luwak.

Friday, August 28, 2015

Mengenal Tanaman Tampunik (Artocarpus rigidus)

sumber gambar: http://www.rarepalmseeds.com/pix/ArtRig.shtml
Tampunik merupakan tanaman yang masih satu keluarga dengan terap dari Kalimantan dan juga nangka. Di Sunda, tampunik dikenal dengan nama pussar atau peusar. Di Kalimantan dikenal dengan nama pujan. Dan di Malaysia dikenal dengan nama perian, purian, ataupun surian. Tampunik tumbuh subur di daerah tropis khususnya di hutan-hutan tropis dengan ketinggian kuang dari 1000 mdpl.

Tampunik merupakan tanaman berbentuk pohon dengan ketinggian dapat mencapai 40 meter dengan keliling batang sebesar pelukan dua orang dewasa. Buah tampunik memiliki bentuk yang mirip dengan nangka dan cempedak. Buah tampunik lebih kecil daripada buah nangka dan cempedak dan hanya memiliki bobot 1-2 kg setiap buahnya. Bunga dan buah tampunik tidak muncul dari batang melainkan dari ujung dahan. 

Mengenal Tanaman Terung Belanda (Cyphomandra betacea)

sumber gambar: http://en.hortipedia.com/wiki/Cyphomandra_betacea
Terung belanda merupakan tanaman yang masih satu family dengan tanaman terung-terungan. Namun demikian, buah terung belanda jarang dijadikan sebagai bahan sayur melainkan sebagai buah meja ataupun sebagai tanaman hias.

Terung belanda merupakan tanaman yang berasal dari Peru, Amerika Latin. Walaupun demikian, penduduk di beberapa daerah pegunungan tinggi di Indonesia seperti Bali, Jawa Barat, dan Tanah Karo sudah mengenal terung belanda sejak ratusan tahun silam. Di Bali, terung belanda disebut dengan nama tuwung kayu (terung kayu) dan di Jawa Barat dikenal dengan nama terung belanda. 

Terung belanda tersebar terbatas. Terung belanda memiliki syarat tumbuh yang spesifik sehingga tidak semua daerah dapat ditumbuhi terung belanda. Terung belanda dapat tumbuh dengan baik di lahan atau tanah yang subur pada ketinggia antara 800 sampai 1200 meter di atas rata-rata permukaan air laut.

Friday, August 7, 2015

Mengenal Tanaman Kecubung Kasihan

Kecubung kasihan (Datura metae) merupakan tumbuhan asli asia tenggara dan sudah tersebar luas di Indonesia dan daerah-daerah tropis dan beriklim kering lainnya. Biasanya, kecubung kasihan tumbuh liar di tempat-tempat terbuka dengan tanah yang berpasir atau yang tidak terlalu lembab, dan dataran rendah sampai ketinggian 800 meter diatas permukaan air laut.

Kecubung kasaihan merupakan tanaman berbentuk perdu, memiliki batang tebal, berkayu, berbentuk bengkok, dan memiliki tinggi dapat mencapai 1,5 meter. Percabangan kecubung kasihan terbentang lebar ka satu sisi. Daun terletak saling berhadapan, berbentuk bulat telur, dan bagian tepi berlekuk-lekuk tajam. 

Bunga merupakan bunga tunggal berbentuk terompet, tumbuh tegak pada ujung tangkai, berwarna lembayung atau putih. Buah berupa buah kotak yang bentuknya bundar dan memiliki duri. Memiliki biji yang banyak, kecil-kecil, berbentuk gepeng, dan berwarna kuning kecoklatan.

Semua bagain tanaman kecubung kasihan mulai akar, batang, tangkai, daun, bunga, buah, dan biji mengandung senyawa alkaloid yang dapat digunakan sebagai bahan obat bius. 

Selain sebagai bahan obat bius, beberapa bagian tanaman kecubung kasihan dapat digunakan untuk obat. Daun dan akar kecubung kasihan dapat digunakan untuk obat sakit pinggang, linu pada otot, sakit gigi, dan untuk obat sakit asma.

Kecubung kasihan diperbanyak secara generative dengan menggunakan biji.

Anonim. 1994.Mengenal Tanaman Langka Indonesia. Penebar Swadaya, Jakarta.

Mengenal Tanaman Sawo Kecik

Sawo kecik merupakan tanaman buah yang keberadaannya sudah langka di Indonesia. Sawo kecik (Manikara kauki) diduga berasal dari kawasan Amerika Tropis. Saat ini, sawo kecik sudah tersebar di kawasan Asia Selatan, Malaysia, dan Australia. Di Indonesia, sawo kecik tersebar di pulau Sumatra, Jawa, Madura, Bali, dan pulau-pulau di sekitar pulau jawa.

Pohon sawo kecik dapat tumbuh di daerah pesisir dengan tanah berpasir bahkan terdapat banyak karang. Sawo kecik juga dapat tumbuh di sekitar hutan. Secara umum, sawo kecik dapat tumbuh di tempat terbuka dengan ketinggian 1-350 meter di atas permukaan air laut.

Sawo kecik merupakan tanaman berbentuk pohon dengan tinggi dapat mencapai 30 meter dan diameter mencapai 40-100 cm. Tanaman ini memiliki tajuk yang sangat rimbun dan berbentuk hampir bulat. Sawo kecik memiliki batang berwarna coklat abu-abu dan coklat tua. Tanaman yang sudah tua memiliki ranting yang rendah di batangnya.

Sawo kecik memiliki daun yang tebal dan bergetah seperti pada batangnya. Daun bagian atas berwarna hijau tua berkilauan dan bagian bawah bewarna putih keabu-abuan. Bunga berwarna putih kekuningan dengan sedikit berbentuk karat. Buah berbentuk bulat telur berukuran kecil. Buah yang sudah masak memiliki rasa yang manis. Kulit buah sangat tipis dan mudah terkelupas.

Selain buah dapat dimakan, batang pohon sawo kecik keras dapat digunakan untuk membuat patung, perabot rumah tangga, alat pertukangan, tiang penyangga rumah dan lain sebagainya. 

Terkadang dan seringkali, sawo kecik digunakan untuk tanaman peneduh dan pelindung. Oleh karena itu, banyak ditemukan di pekarangan rumah ataupun instansi-instansi pemerintah di Indonesia. Tanaman sawo kecik dapat diperbanyak dengan menggunakan biji.

Anonim. 1994. Mengenal Tanaman Langka Indonesia. Penebar Swadaya, Jakarta. 

Monday, July 27, 2015

Mengenal Tanaman Lobi-Lobi

Lobi-lobi (Flacourtia inermis) merupakan tanaman yang masih satu family dengan rukem. Tidak terlalu jelas daerah asal tanaman lobi-lobi. Diduga, lobi-lobi berasal dari Malaysia. Di Malaysia, Indonesia, pulau-pulau pasifik, dan daerah-daerah tropis lainnya, tanaman lobi-obi banyak dijumpai dan ditanam I pekarangan. Lobi-lobi dapat tumbuh di hampir semua jenis tanah tetapi daerah yang berketinggian kurang dari 1300 meter di atas permukaan air laut. 

Lobi-lobi merupakan tanaman yang berbentuk pohon dengan ketinggian 5 sampai 15 meter dan memiliki batang yang tidak berduri. Daun berbentuk blat telur dan berwarna merah muda. Tanaman lobi-lobi berbunga pada bulan januari dan februari serta masak buah pada bulan Mei dan Juli. 

Buah lobi-lobi berukuran kecil dan berbentuk agak bundar. Buah yang sudah masak akan berwarna merah tua dengan rasa yang asam atau juga terkadang manis. Buah lobi-lobi memiliki banyak biji. 

Buah lobi-lobi yang sudah masak dapat digunakan untuk membuat rujak, sirup, selai, buah kalengan, asinan, dan juga manisan. Selain buahnya dapat dikonsumsi, pohon lobi-lobi dapat digunakan sebagai tanaman hias karena memiliki bentuk/sosok tanaman yang indah dan memiliki warna daun muda yang menarik. 

Tanaman lobi-lobi diperbanyak dengan cara okulasi, cangkok, dan sambung pucuk. 

Anonim. 1994. Mengenal Tanaman Langka Indonesia. Penebar Swadaya, Jakarta.

Mengenal Tanaman Rukam

buah rukam
Rukem/rukam (Flacourtia rukem) merupakan tanaman yang berasal dari Malaysia. Saat ini tanaman rukam sudah tersebar hampir di seluruh daerah tropis dan di beberapa daerah sub tropis di dunia. Tanaman rukam dapat tumbuh di hampir semua jenis tanah dengan ketinggian 2 sampai 200 meter di atas permukaan air laut. 

Daun muda tanaman rukam memiliki warna yang menarik yaitu merah muda atau coklat. Bunga berukurankecil dan berwarna hijau. Musim bunga rukam terjadi pada bulan Juni sampai dengan Agustus dan masak buah pada bulan September sampai dengan November.

Buah rukam berbentuk bulat, memiliki daging buah yang tebal, dan mengandung banyak air. Buah yang telah masak berwarna merah kehitaman, memiliki rasa asam atau manis, dan berbiji banyak. Buah rukam dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti buah matang yang dapat langsung dikonsumsi, dibuat asinan/manisan, ataupun dijadikan bahan rujak. Buah yang masih muda pun dapat dimanfaatkan seperti untuk bahan obat-obatan. 

Tanaman rukam dapat diperbanyak secara vegetative atupun generative. Secara generative dengan menggunakan biji dan secara vegetative melalui metode cangkok atau dapat juga menggunakan tunas akar. Dengan okulasi ataupun sambung pucuk, batang bawah yang digunakan adalah tanaman yang masih satu marga dengan tanaman rukam.

Kerabat liar tanaman rukam banyak dikenal dengan nama kupa landak. Buah dari tanaman kupa landak berasa asam dan sepat/kelat. Disamping kerabat liar, terdapat pula kerabat rukam yang sudah banyak dibudidayakan yaitu dari keluarga Domestica dan Erythrocarpa yang dibedakan menurut ukuran buahnya. 


Anonim. 1994. Mengenal Tanaman Langka Indonesia. Penebar Swadaya, Jakarta.

Monday, July 13, 2015

Mengenal Tanaman Kemang

Kemang merupakan tanaman yang sebangsa dengan tanaman mangga. Kemang memiliki nama latin Mangifera caesia Jack ex Wall. Kemang diduga berasal dari India, dan di Indonesai banyak dijumpai di Sumatra, Jawa, dan Bali. Di Bali, kemang dikenal dengan nama wani.

Kemang dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang subur dan memiliki drainase yang baik. umumnya tanaman kemang tumbuh pada daerah dengan ketinggian 30-300 meter di atas permukaan air laut. 

Kemang merupakan tanaman berbentuk pohon dengan ketinggian mencapai 40 meter. Kulit batang berwarna abu-abu dan pecah-pecah. Daun berbentuk memanjang dengan panjang antara 22-31 cm, dan lebar 7-10 cm. Ujung daun meruncing dan bagian tepi berbentuk rata.

Mengenal Tanaman Ketupa

buah ketupa
Ketupa atau yang memiliki nama latin Baccaurea dulcis (jack) M.A. memiliki marga yang sama dengan menteng. Ketupa merupakan tanaman asli Asia Tenggara dan banyak dibudidayakan di Vietnam, Myanmar, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Tanaman ketupa tumbuh baik pada tanah yang subur, drainase yang baik dan daerah-daerah dataran rendah.

Ketupa merupakan tanaman pohon yang mirip dengan menteng. Pohon ketupa memiliki tinggi 15-25 meter, garis tengah batang 25-75 cm. Bunga jantan dan bunga betina berada pada pohon yang berbeda dan tersusun pada suat malai. Buah ketupa berbentuk bulat dengan garis tengah 3 cm, berwarna hijau kekuningan dan mirip juga dengan buah menteng. Daging buah berwarna putih mamiliki rasa yang manis dan terkadang asam.

Pohon ketupa memiliki memiliki tajuk yang rindang sehingga memiliki potensi untuk dijadikan tanaman peneduh di jalan ataupun di halaman rumah. Perbanyakan tanaman umumnya dilakukan secara vegetatif dengan metode cangkok.

Anonim. 1994. Mengenal Tanaman Langka Indonesia. Penebar Swadaya, Jakarta.

Friday, July 3, 2015

Mengenal Tanaman Kawista Batu

buah kawista batu
Kawista batu (Feroniella lucida) merupakan tanaman yang berasal dari India dan Srilangka. Kawista batu dijumpai di daerah-daerah dengan ketinggian kurang dari 300 meter di atas permukaan air laut, menyukai daerah yang kering bahkan dapat hidup di tempat yang tandus. Di Indonesia, kawista batu dijumpai di Jawa Tengah, Jawa Timur dan ditemukan di hutan-hutan jati. Saat ini, keberadaan kawista batu di Indonesia sudah cukup jarang.

Kawista batu merupakan tanaman berbentuk pohon dengan ketinggian mencapai 10 sampai 15 meter. Memiliki batang yang berduri, daun berukuran kecil dan berwarna hijau gelap. Bunga berwarna putih, buah terbentuk dalam dompolan dan dalam satu dompol terdapat 5-9 buah. Buah berukuran sedang dengan diameter 5-6 cm. Kulit buah licin mengkilap dan keras seperti batok kelapa. Biji berukuran kecil, pipih, dan berwarna kuning hingga kehijauan. Buah kawista batu tidak enak dimakan. 

Mengenal Tanaman Keloncing

Keloncing atau kedondong hutan memiliki nama latin Spondias pinnata. Keloncing merupakan nama yang diberikan oleh orang dari suku Jawa. Di Sunda, keloncing dikenal dengan nama leuweung, di Madura disebut dengan kedundung, dan di Bali di kenal dengan nama Kecemcem. Keloncing tersebar di daerah sekitar Indonesia-Malaysia, terutama Jawa dan Filipina. Daerah sebaran Keloncing adalah tempat kering, berkapur, savana, atau daerah marginal yang lainnya. Keloncing juga banyak dijumpai di hutan-hutan primer, sekunder, campuran, dan hutan jati. 

Keloncing merupakan tanaman berbentuk pohon dengan tinggi dapat mencapai 20-25 meter. Memiliki diameter batang antara 0,3 sampai 0,5 meter. Batang memiliki kulit yang halus, berwarna keabuan dan sering ditemukan berakar papan. Keloncing memiliki daun berpasangan, halus, dan berukuran panjang 5-22 cm. tangkai daun berukuran 4,5 sampai 15,5 cm. bunga muncul bersamaan dengan keluarnya daun-daun muda. Buah berbentuk elips dengan panjang 2,75-5 cm dan garis tengahnya 2,5-2,75 cm. buah yang telah matang memiliki warna kuning kecoklatan hingga oranye dan bijinya agak halus tanpa serabut. Musim berbunga jatuh pada bulan Mei sampai dengan Januari dan musim berbuah pada bulan Februari sampai dengan November. 

Buah keloncing memiliki rasa yang masam agak pahit. Rasa yang tidak enak menjadikan buah ini jarang dikonsumsi manusia. Banteng merupakan salah satu hewan yang suka dengan buah keloncing. Walaupun rasanya tidak enak, tanaman keloncing umumnya dapat digunakan sebagai batang bawah pada teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif baik dengan metode okulasi ataupun sambung pucuk. 


Anonim. 1994. Mengenal Tanaman Langka Indonesia. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sunday, June 21, 2015

Mengenal Tanaman Kecapi

morfologi kecapi
Tanaman kecapi atau disebut juga sentul (Sandoricum koetjape) merupakan tanaman yang berasal dari Malaysia. Di pulau Jawa, kecapi banyak terdapat pada tempat-tepmat dengan ketinggian hingga 1200 mdpl. Kecapi menyukai tempat-tempat yang lembab tetapi tidak tergenang air. Dahulu kecapi banyak dijumpai di pekarangan-pekarangan atau kebun-kebun namun sekarang keberadaannya sudah jarang.

Kecapi merupakan tanaman berbentuk pohon dengan ketinggian dapat mencapai 30 meter. Kecapi memiliki batang yang tegak dengan diameter batang 70-90 cm. kulit batang berwarna abu-abu hingga kecoklatan. Terdapat percabangan yanag banyak pada batangnya dan membentuk tajuk yang sangat lebat. Bunga berwarna kehijauan, buah berwarna kuning kehijauan dan kulit buah kasar sedikit berbulu.

Buah kecapi berbentuk bulat hingga bulat pipih dan terdapat 2 hingga 5 biji di dalam buahnya. Kulit buahnya tebal, bagian buah yang dapat dimakan adalah daging biji yang berwarna putih dan lunak. Daging biji memiliki rasa yang asam sampai manis keasaman.

Wednesday, June 17, 2015

Mengenal Tanaman Juwet (Eugenia cumini)


buah duwet
Tanaman juwet atau juga yang sering disebut sebagai tanaman duwet termasuk keluarga jambu-jambu an. Terdapat beberapa nama untuk tanaman juwet. Di daerah Jawa Barat, juwet dikenal dengan nama jamblang. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal dengan nama Juwet atau Duwet. Di Madura dikenal dengan nama dhalas atau dhuwak. Dan di Bali dikenal dengan nama Jujutan. 

Juwet merupakan tanaman yang memiliki rentang toleransi tinggi dalam hal syarat tumbuh. Juwet dapat tumbuh di hampir semua jenis tanah. Tanaman juwet dapat tumbuh baik pada ketinggian hingga 300 mdpl. 

Juwet merupakan tanaman berbentuk pohon dengan ketinggian dapat mencapai 20 meter dan batang dengan diameter 40-70 cm. Kulit batang juwet mudah pecah dan memiliki kandungan tannin hingga 8-19 %. Bagian atas permukaan daun berwarna hijau tua dan pada permukaan bawah berwarna hijau pucat. Daun tanaman juwet mengandung tannin 12-13 %.

Sunday, June 14, 2015

Mengenal Tanaman Jeruk Purut Manis

Jeruk purut manis merupakan salah satu jenis jeruk yang keberadaannya sudah langka di Indonesia. Di Indonesia, jeruk purut manis pertama ditemukan di Pontianak Kalimantan Barat. Jeruk purut mansis merupakan tanaman berbentuk pohon. Jeruk purut manis memiliki pohon yang rendah dan memiliki percabangan yang rapat sehingga tampak rimbun. Bunga kecil, berwarna keputihan dan muncul di ketiak daun. Buah memiliki banyak kerutan di bagian kulitnya yang tebal. Daging buah jeruk purut manis berwarna kekuningan. Tidak seperti buah jeruk purut lain yang berasa asam, jeruk purut manis memiliki rasa yang manis. Di dalam buah jeruk purut manis jarang dijumpai adanya biji. Namun terkadang juga terdapat satu atau hanya dua biji. Ukuran buah sedikit lebih besar daripada jeruk purut biasa. Setiap buah memiliki bobot antara 200 sampai 300 gram. 

Selain memiliki rasa yang manis sehingga dapat dikonsumsi sebagai buah meja, kulit buah jerup purut manis dapat juga digunakan untuk membuat serbat. Buah muda yang memiliki rasa asam dapat digunakan untuk bumbu masak sebagaimana jeruk purut biasa. Daun yang masih muda dapat digunakan untuk lalapan dan daun yang sudah tua dapat digunakan untuk penyedap makanan. 

Jeruk purut manis dapat diperbanyak dengan metode cangkok. Duapulu hari setelah pencangkokan, akar-akar akan tumbuh. Tiga bulan setelah cangokan ditumbuhkan di dalam polibag, cangkokan dapat ditanam di lapangan. Jeruk purut manis akan mulai berbuah pada umur 2 sampai 3 tahun. Jeruk purut manis termasuk jenis jeruk yang tahan terhadap gangguan hama dan penakit tanaman.

Anonim. 1994. Mengenal Tanaman Langka Indonesia. Penebar Swadaya, Jakarta. 

Thursday, June 4, 2015

Mengenal Tanaman Jeruk Jepara (Limonocitrus littoralis)

Jeruk jepara pertama kali ditemukan oleh J.E. Teijsman pada tanggal 6 Oktober 1854 di pantai Lasem, Rembang. Pada tanggal 24 Agustus 1930 dibuat koleksi khusus di pantai dekat Lendang, Rembang.

Selain ditemukan di Rembang, jeruk Jepara juga dapat ditemukan di Kepulauan Riau dan Vietnam, namun dengan sifat-sifat yang berbeda dengan yang berada di Rembang. Di Riau, Jeruk Jepara ditemukan oleh Ismail Husain di Pulau Ransang Riau pada tahun 1980. 

Jeruk Jepara merupakan tanaman berbentuk pohon perdu dengan ketinggian kurang dari 3 meter. Memiliki buah berdiameter 3-5 cm dan terdapat 5 ruangan di dalam buahnya dengan masing-masing ruangan terisi oleh dua biji. Jeruk Jepara memiliki rasa yang asam sedikit asin. Kandungan air di dalam buah Jeruk Jepara cukup sedikit sehingga kurang enak ketika dikonsumsi atau dijadikan minuman. 

Jeruk jepara mampu hidup di berbegai kondisi agroekosistem yang kurang menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman lain. Jeruk jepara dapat hidup di tanah berpasir dengan kadar garam yang tinggi, rawa-rawa dekat pantai, dan tepian sungai dekat pantai. Jeruk jepara juga memiliki ketahanan yang tinggi terhadap serangan organisme pengganggu tanaman. Jeruk Jepara memiliki sifat pertumbuhan yang hampir sama dengan tanaman bakau. 

Kemampuan jeruk jepara dalam bertahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman menjadikan jeruk jepara menjadi salah satu bahan/sumber batang bawah untuk bibit yang baik. Umumnya, bibit yang menggunakan jeruk jepara sebagai batang bawah ditujukan untuk mencegah penyakit CVPD.

Anonim. 1994. Mengenal Tanaman Langka Indonesia. Penebar Swadaya, Jakarta.

Wednesday, May 20, 2015

Mengenal Tanaman Jeruk Besar (Citrus grandis)

jeruk besar
Jeruk Besar (Citrus grandis) termasuk keluarga Rutaceae dan merupakan tanaman asli Indonesia yang tersebar ke kawasan India, Malaysia, Persia, dan bahkan Eropa. Jeruk besar merupakan tanaman yang tumbuh di dataran rendah dengan ketinggian maksimal 400 mdpl. Daerah yang cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman jeruk besar adalah daerah basah ataupun setengah kering asalkan air tanah letaknya di bawah 50 cm dari permukaan tanah tetapi tidak lebih dalam dari 150 cm. 

Jambu besar merupakan tanaman pohon dengan ketinggian tanaman dapat mencapai 5 sampai 15 meter. Memiliki batang yang kuat dan agak bengkok dengan ukuran batang 10-30 cm. Kulit batang agak tebal, pada bagian luar berwarna coklat kuning dan dari dalam berwarna kuning. Daun berbentuk lancip ketika masih muda dan menjadi bulat seiring bertambahnya umur daun. Tajuk pohon rendah dengan bentuk yang tidak beraturan. Cabang saling berjauhan satu dengan yang lainnya dan ujungnya merunduk. Dahan dan cabang tanaman jeruk besar ada yang berduri dan tidak berduri. 

Mengenal Jambu Kopo (Syzygium densiflorum)

jambu kopo
Tanaman jambu kopo (Syzygium densiflorum) memiliki nama daerah yang berbeda-beda. Di jawa barat, dikenal dengan nama jambu kopo, kopo badak, ataupun petag. Di jawa timur dan jawa tengah disebut dengan nama jambu alas, jambu kelampok, jambu wana, jambu jambon, ataupun kelampok arum. Di Madura, jambu mawar hutan disebut dengan nama kelampok bato.

Jambu kopo tersebar di seluruh Jawa. Banyak di jumpai di hutan-hutan terbuka, dekat dengan aliran sungai, dan berada di daerah dengan ketinggian 5 sampai 1500 mdpl. Terdapat beberapa jenis jambu kopo di Indonesia. Beberapa jenis tersebut diantaranya:

1. Eugenia cymosa. Di jawa barat, tumbuhan ini dikenal dengan nama kisireum, di jawa tengah dan jawa timur, dikenal dengan nama mantingan. Tersebar di seluruh jawa dan terdapat di hutan campuran atau hutan jati dengan ketinggian 100-1200 mdpl. 

2. S. litoral. Merupakan tanaman asli jawa. Di jawa barat dikenal dengan nama kopo laut, jawa tengah dan jawa timur dikenal dengan nama kelampok watu. Tumbuhan ini tersebar di seluruh jawa, tumbuh di hutan-hutan, terutama di sepanjang aliran sungai. Bila daunnya diremas akan mengeluarkan bau harum yang semerbak.

Thursday, May 14, 2015

Menganal Tanaman Jambu Mawar (Eugenia Jambos)

Jambu mawar (Eugenia Jambos) merupakan tanaman dari keluarga jambu-jambuan (Myrtacae). Jambu mawar memiliki berbagai nama di Indonesia. Di Jawa Barat, jembu mawar dikenal dengan nama cai mawar, di Madura dikenal dengan sebutan klampok aeng mawar, di Bali diberi nama ermawa, dan di Sulawesi Selatan dikenal dengan nama jambu jene mawara.

Jambu mawar merupakan tanaman yang berasal dari Indo-Malaysia. Di Indonesia, keberadaan jambu mawar sudah jarang dan sudah semestinya untuk lebih dilestarikan. 

Jambu mawar dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian hingga 1200 mdpl. Tanah yang subur, gembur dan memiliki drainase yang baik merupakan salah satu persyaratan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan jambu mawar. 

Jambu mawar merupakan tanaman pohon dengan ketinggian maksimal hanya 10 meter. Memiliki batang berwarna coklat pucat serta memiliki percabangan yang rendah dan melebar. Daun berbentuk lanset sempit, tebal dan licin. Daun yang masih muda berwarna merah muda mengkilat dan akan berubah menjadi hijau seiring pertambahan umur daun. 

Bunga jambu mawar berukuran besar, berwarna putih atau silver pucat, dan memiliki bau yang agak harum. Tangkai bunga pendek dan terletak pada ujung cabang yang masih memiliki daun. Buah jambu mawar berbentuk agak bulat atau agak lonjong dengan bagian dasar yang melebar. Buah berukuran sedang dengan diameter 4 sampai 5 cm. Kulit buah licin dan keras. Buah yang telah masak akan berwarna kuning pucat atau kehijauan. Biji berwarna coklat dan setiap buah memiliki satu sampai dua biji. 

Daun jambu mawar dapat digunakan sebagai obat cacar air. Di Kamboja, daun buah jambu mawar dapat digunakan untuk menurunkan panas pada tubuh. Biji dapat digunakan untuk obat disentri, diare, dan radang selaput lender di hidung atau tenggorokan. 

Perbanyakan tanaman jambu mawar umumnya dilakukan dengan biji, cangkok, okulasi, ataupun dengan sambung pucuk. 

Anonim. 1994. Mengenal Tanaman Langka Indonesia. Penebar Swadaya, Jakarta.

Thursday, April 30, 2015

Mengenal Tanaman Gandaria (Bouea macrophylla Griff)

Gandaria merupakan tanaman dari keluarga Anacardiaceae yang asli berasal dari Asia Tenggara. Sekarang, gandaria tersebar mulai dari Malaysia, Indonesia, bahkan ke Amerika dan negara-negara tropis lainnya. Beberapa waktu yang lalu, gandaria banyak dijumpai di Jawa Tengah ataupun Jawa Timur. Namun, saat ini tanamaGandaria sudah langka dan jarang dijumpai di kedua wilayah tersebut. 

Secara umum, gandaria dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian 5 sampai dengan 800 meter di atas permukaan laut. 

Gandaria merupakan tanaman pohon dengan ketinggian dapat mencapai 20 meter. Memiliki dau berbentuk lanset panjang, halus, mengkilat, dan untaiannya menggantung. Bunga gandaria terdapat pada malai seperti pada bunga tanaman mangga. Malai keluar dari ketiak daun dan berwarna kuning muda. Gandaria berbunga pada bulan Agustus hingga September dan buahnya masak pada bulan Desember-Januari. 

Tuesday, April 28, 2015

Mengenal Tanaman Kepel (Stelenocarpus burahol)

buah kepel
Kepel merupakan tanaman dari keluarga kenanga-kenangaan dan memiliki beragam nama di Indonesia. Di Jawa, kepel juga dikenal dengan nama simple atau kecindul. Di Sunda, kepel dikenal dengan nama buahol atau turulak. Di Indonesia, kepel termasuk tanaman yang langka. Walaupun demikian, secara spesifik kepel masih banyak dijumpai di Daerah Istimewa Yogyakarta dan dianggap sebagai salah satu tanaman yang mencitrakan Yogyakarta. 

Kepel berasal dari Malaysia dan juga Jawa. Secara umum, kepel tumbuh baik pada tanah yang subur, banyak mengandung humus, dan memiliki kelembaban yang relatif tinggi. Kepel dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian 150 sampai dengan 300 mdpl. 

Kepel merupakan tanaman berbentuk pohon dengan ketinggian pohon dapat mencapai 20 meter. Terdapat benjolan-benjolan pada batang kepel akibat tangkai bunga dan buah yang tumbuh dari batang. Kepel memiliki bentuk tajuk kerucut dan cabang-cabangnya tumbuh hampir mendatar.

Mengenal Tanaman Durian Burung (Durio acutifolius)

Durian burung merupakan salah satu tanaman yang sudah langka di Indonesia. Banyaknya pembalakan liar dan pembukaan hutan untuk kegiatan pertanian sedikit banyak berpengaruh terhadap keberadaan durian burung di Indonesia. Terdapat dua jenis durian burung yaitu dari spesies Durio acutifolius dan Durio lanceolatus. Kedua jenis durian burung tersebut dapat dijumpai di daerah aliran Sungai Mahakam, Kutai, Kalimantan Timur. 

Tanaman durian burung banyak tumbuh di lereng bukit hutan meranti yang mengandung banyak air. Biasa tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 50-100 mdpl. Durian burung merupakan tanaman pohon dengan tajuk rindang, bercabang banyak, dan berdaun lebat. 

Durian burung (Durio lanceolatus) memiliki buah yang berukuran kecil sebesar buah rambutan, berbentuk bulat, dan berduri tajam. Buah berwarna merah ketika muda dan berubah menjadi coklat begitu buah telah tua. Daging buah berwarna merah, memiliki biji sebesar kedelai. Biji berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buah yang sudah susah dikupas. 

Durian burung (Durio acutifolius) memiliki buah sebesar buah markisa, berbentuk lonjong, memiliki duri yang lunak dan tumpul. Buah yang masih muda berwarna hijau dan menjadi kekuningan begitu buah sudah tua. Daging buah berwarna merah dengan biji seukuran kacang tanah, berbentuk bulat, dan berwarna hitam. Buah yang telah masak akan pecah di atas pohon. 

Durian burung jarang dimakan manusia karena memiliki rasa yang tawar, daging buah tipis, dan tidak terdapat aroma khas durian. Di hutan, durian burung banyak dimakan oleh burung, monyet, dan orang hutan. 

Anonim. 1994. Mengenal Tanaman Langka Indonesia. Penebar Swadaya, Jakarta.

Mengenal Tanaman Durian Lai (Durio kutejensis)

durian lai kalimantan
Bagi sebagian besar masyarakat Dayak Kenyah, durian lai lebih dikenal dengan nama durian daun. Disebut durian daun karena memiliki daun yang selebar ukuran telapak tangan orang dewasa. Durian lai banyak ditanam penduduk di sekitar Sungai Mahakam, Kutai, Kalimantan Timur. 

Tanaman durian lai menghendaki tanah yang berlumpur dengan ketinggian 50 sampai dengan 200 meter di atas permukaan air laut. 

Durian lai mulai berbuah ketika berumur 5 tahun. Durian lai merupakan durian genjah dengan perawakan atau sosok tanaman yang kerdil. Buah berbentuk bulat dan berwarna hijau. Kulit buah pada buah yang telah masak memiliki duri yang lunak dan mudah dibelah. Daging buah berwarna kuning, memiliki rasa yang manis, bertekstur lembut dan empuk, serta memiliki aroma yang kurang harum. Biji durian lai berwarna kecoklatan.

Anonim. 1994. Mengenal Tanaman Langka Indonesia. Penebar Swadaya, Jakarta.

Thursday, April 23, 2015

Mengenal Tanaman Bancang (Mangifera foetida Lour)

buah bacang
Bacang merupakan tanaman yang berasal dari Indocina dan Malaya. Tanaman bacang banyak tumbuh dan ditanam di Indonesia bagian barat seperti Jawa dan Sumatra. Saat ini, keberadaan tanaman bacang di Indonesia sudah cukup jarang. Bahkan di beberapa daerah bacang sudah tidak dapat dijumpai lagi. 

Bacang merupakan tanaman yang menyukai tempat lembab dan terdapat banyak naungan (pada fase pembibitan). Tanaman bacang tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian 200 sampai 600 meter di atas permukaan air laut.

Bacang merupakan tanaman yang berbentuk pohon dengan tinggi yang dapat mencapai 10-30 meter. Kulit batang pohon berwarna abu-abu dan pecah-pecah. Dari bagian kulit batang yang pecah akan mengeluarkan getah yang membentuk damar berwarna jernih.

Mengenal Tanaman Bisbol (Diospyros philippinensis)

buah bisbol
Tanaman bisbol masih satu marga dengan tanaman kesemek. Bisbol merupakan salah satu tanaman yang sudah langka di Indonesia. Walupun demikian, tanaman bisbol masih dapat dijumpai di beberapa pekarangan di Indonesia. Tanaman bisbol berasal dari Filipina. Tempat tumbuh ideal untuk tanaman bisbol adalah tanah yang basah dengan drainase yang baik. Tanaman bisbol dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 10-100 meter di atas permukaan air laut (mdpl).

Tanaman bisbol merupakan tanaman yang berbentuk pohon. Tinggi pohon dapat mencapai 15 meter. Bisbol memiliki bentuk tajuk yang bulat dan rimbun. Terdapat pohon bisbol yang hanya memiliki bunga jantan, terdapat pula pohon bisbol yang hanya memiliki bunga betina. 

Monday, April 20, 2015

Peningkatan Kualitas Anggrek Dendrobium dengan Menggunakan Kolkhisin

dendrobium
Anggrek merupakan salah satu tanaman yang memiliki beragam kegunaan dan penggunaan. Kegunaan dan penggunaan yang paling umum adalah sebagai tanaman hias. Dendrobium merupakan salah satu jenis anggrek yang memiliki warna, bentuk, dan ukuran yang beragam. Keberagaman karakterisitik Dendrobium harus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas tanaman atau bunga itu sendiri.

Terdapat beberapa metode untuk menambah keragaman dan atau untuk meningkatkan kualitas tanaman anggrek. Metode yang dapat digunakan adalah metode konvensional dan metode inkonvensional. Metode konvensional dengan cara menyilangkan anggrek sehingga didapatkan anakan yang merupakan kombinasi antara sifat induk jantan dan induk betina. Metode inkonvensional dengan seleksi mutan, produksi tanaman homozigot, hibridisasi somatik, transfer gen, ataupun dengan perbaikan varietas.

Syarat Tumbuh Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.)

syarat tumbuh tanaman ubi jalar
Ubi jalar merupakan tanaman yang potensial dikembangkan di Indonesia. Ubi jalar merupakan sumber karbohidrat yang dapat digunakan untuk subtitusi beras. Dua hal yang menjadi kelebihan ubi jalar dibandingkan dengan padi adalah potensi hasil per hektar yang lebih tinggi dan kemampuan tanaman untuk tumbuh di lahan yang kering.

Pengembangan tanaman ubi jalar harus dilakukan di daerah-daerah yang sesuai dengan syarat tumbuh tanaman sehingga potensi hasil yang didapatkan akan lebih tinggi. Umumnya, syarat tumbuh tanaman berkaitan dengan kondisi tanah dan iklim mikro yang berada pada suatu daerah.

Secara astronomis, tanaman ubi jalar dapat tumbuh baik mulai 40 lintang utara hingga 32 lintang selatan. Di indoensia, tanaman ubi jalar dapat tumbuh di daerah pesisir pantai hingga ketinggian 1700 mdpl. Ubi jalar dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Ubi jalar akan memiliki hasi tertinggi ketika ditanam di tanah lempung berpasir yang kaya bahan organik dan drainase yang baik. DI tanah lempung berat, ubi jalar akan menghasilkan umbi yang rendah. Di tanah yang subur, tanaman ubi jalar akan memiliki banyak daun, tetapi hasil umbi sedikit. Ubi jalar dapat tumbuh dengan baik pada tanah dengan derajat keasaman 5,5-7,5. Namun demikian, tanah yang optimal untuk pertumbuhan ubi jalar adalah dengan kemasaman 6,1-7,7. 

Thursday, April 9, 2015

Syarat Tumbuh Tanaman Anggrek

syarat tumbuh anggrek
Anggrek merupakan tanaman yang memiliki beragam kegunaan dan penggunaan. Anggrek dapat digunakan sebagai tanaman hias karena memiliki sosok tanaman dan bunga yang eksotis. Bunga anggrek juga merupakan salah satu bunga yang paling banyak digunakan sebagai komponen dalam seni merangkai bunga. Sebagai bahan industri anggrek dapat dijadikan bahan baku parfum dan atau obat-obatan.

Permintaan akan bunga dan tanaman anggrek senantiasa mengalami peningkatan. Budidaya tanaman anggrek pun telah mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Namun demikian, sentra-sentra budidaya anggrek masih berada di daerah-daerah dengan kondisi lingkungan yang secara umum sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman anggrek. 

Thursday, April 2, 2015

Ciri Morfologi Tanaman Saga

tanaman saga, daun tanamaman saga
Tanaman saga merupakan tanaman yang sebenarnya memiliki banyak manfaat. Namun, manfaat tanaman saga belum dimanfaatkan secara optimal. Minimnya pemanfaatan tanaman saga disebabkan oleh pengetahuan masyarakat yang masih minim. Tanaman saga, baik akar, daun, biji, dan batang memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan. Beberapa kandungan yang berada pada tanaman saga adalah protein, vitamin A, B1, B6, C, kalsium, oksalat, saponin, flavonoid, polifenol, tannin, dan alkaloid. 

Beberapa khasiat tanaman saga adalah pereda batuk bayi, mengatasi batuk kering, memacu sekresi mukrosa, mengeluarkan dahak dan melegakan tenggorokan. Daun saga juga dapat digunakan untuk menyejukkan kulit dan selaput lender pada tenggorokan. Seain itu, bagian tanaman saga juga dapat digunkan untuk mengobati amandel, radang mata, sariawan, penyakit jantung, hipertensi, dan mengobati sakit dalam. 

Monday, March 16, 2015

Optimasi Pertumbuhan dan Hasil Krokot Landa Menggunakan Kombinasi Jenis dan Takaran Pupuk Kandang

Krokot landa merupakan tanaman sayuran yang belum bayak dikenal dan dimanfaatkan masyarakat. padahal daun krokot landa merupakan sumber gizi yang baik. daun krokot landa mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat, Ca, Fe, vit B1, B2, C, dan oksalat tinggi. 

Seperti halnya pemanfaatannya, budidaya krokot landa pun belum begitu popular di masyarakat. umumnya petani hanya menanam dan melakukan perawatan berupa penyiraman. Teknis budidaya yang minimal tentunya juga berdampak pada pertumbuhan dan hasil tanaman yang minimal. Diperluka upaya untuk meningkatkan produksi krokot landa dengan perbaikan teknis budidaya. Salah satu yang dapat dikembangkan adalah pemupukan. Pupuk kandang adalah salah satu jenis pupuk organik yang dapat meningkatkan hasil dan pertumbuhan tanaman. Pupuk kandang memiliki hara makro dan mikro serta mampu memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah. 

Salah satu yang berpotensi untuk digunakna sebagai pupuk krokot landa adalah pupuk kandang ayam. Pupuk kandang ayam memiliki N yang lebih tinggi daripada pupuk kandang sapi dan pupuk kandang kambing. Berdasarkan penelitian Panut (2005), pemberian pupuk kandang ayam nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar brangkasan, dan berat kering brangkasan. Takaran pupuk kandang ayam sebanyak 22,11 ton/ha mampu menghasilkan bobot segar daun maksimal. 

Monday, January 26, 2015

Gejala dan Pengendalian Penyakit Gugur Daun Colletotrichum pada Tanaman Karet

Penyakit gugur daun yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum gloesporiorides menyebabkan kerusakan tanaman baik di fase pembibitan, tanaman belum menghasilkan, ataupun pada tanaman yang menghasilkan. Daun muda yang terserang terlihat lemas berwarna hitam, mengeriput bagian ujungnya, dan mati menggulung. Pada daun yang sudah dewasa, terdapat bercak warna hitam, berlubang, bagian ujunya keriput, dan pada akhirnya mati. Tanaman yang terserang berat tajuknya akan dundul dan mengakibatkan mati pucuk.

Serangan gugur daun Colletotrichum terjadi pada saat pembentukan daun muda selama musim hujan. serangan berat terjadi pada klon yang peka dan kebun yang berada di ketinggian lebih dari 200 mdpl. 

Penularan Colletotrichum berlangsung dengan penyebaran spora yang dibawa oleh angina atau embun jarak jauh.

Gejala dan Pengendalian Penyakit Gugur Daun Oidium pada Tanaman Karet

oidium pada tanaman karet
Gugur daun oidium merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur Oidium heveae dan menyerang tanaman di pembibitan, tanaman belum menghasilkan, serta tanaman menghasilkan. Oidium menyerang daun-daun yang masih muda dan mengakibatkan daun menadi berwarna hitam, keriput, dan berlendir. Di bawah permukaan daun terdapat seperti tepung berwarna putih yang merupakan hifa dan spora jamur oidium. Pada tingkat lanjut, serangan mengakibatkan daun-daun gugur dan berserakan di tanah. Serangan pada daun yang tua ditandai dengan adanya bercak berwarna kekuningan pada helaian daun dan terdapat tepung halus berwarna putih di permukaan tepian daun. Serangan berat oidium menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman dan turunnya produksi lateks. Selain itu, oidium juga menyerang bunga sehingga hasil biji berkurang. 

Serangan oidium biasanya terjadi ketika daun muda terbentuk bersamaan dengan turunnya hujan rintik-rintik atau kabut di pagi hari pada awal musim penghujan. Serangan berat terjadi pada kebun dengan tanaman yang terdiri dari klon yang peka dan berada di atas ketinggian 200 mdpl. 

Penularan oidium berlangsung dengan penyebaran spora yang dibawa oleh angin atau embun jarak jauh.

Saturday, January 24, 2015

Gejala dan Pengendalian Jamur Upas pada Tanaman Karet

jamur upas tanaman karet
Jamur upas merupakan salah satu penyakit yang menyerang batang tanaman karet. Jamur upas disebabkan oleh jamur Corticium salmonicolor. Jamur upas dapat menyerang tanaman yang belum menghasilkan ataupun tanaman yang sudah menghasilkan. Terdapat empat tingkat perkembangan jamur upas. 

Pada tingkat serangan awal, hanya terdapat lapisan jamur yang tipis dan berwarna putih di permukaan kulit (tingkat sarang laba-laba). Selanjutnya jamur berkembang menjadi kumpulan-kumpulan benang jamur yang disebut dengan tingat bongkol-bongkol. Pada serangan selanjutnya, terbentuk lapisan kerak berwarna merah muda yang disebut dengan tingkat corticium dan jamur sudah masuk ke dalam kayu. Pada serangan akhir jamur membentuk kerak tebal berwarna merah yang disebut dengannecator. Dari bagian yang terserang biasanya keluar lateks berwarna hitam meleleh di permukaan batang tanaman. Kulit yang sakit akhirnya membusuk dan berwarna hitam kemudian mengering dan terkelupas.. bagian kayu di bawah kulit yang sakit menjadi rusak dan menghitam. Pada serangan lanjut, tajuk percabangan akan mati dan mudah patah oleh angin.

Peularan jamur terjadi melalui penyebaran spora yang dibawa angina. Serangan jamur upas banyak dijumpai pada tanaman yang berumur 3-7 tahun dan kebun dengan tingkat kelembaban yang tinggi

Gejala dan Pengendalian Nekrosis Kulit pada Tanaman Karet

Nekrosis kulit kemungkinan disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Namun Botryodiplodia theobromae juga ditemukan pada kulit yang sakit dengan menimbulkan gejala yang sama. Pada kulit batang awalnya muncul bercak kehitaman dengan ukuran 2-5 cm. bercak-bercak tersebut makin membesar dan bergabung dengan yang lainnya sehingga menyebabkan kulit batang menjadi busuk. Penyakit nekrosisi kulit dapat timbul mulai dari kaki gajah sampai dengan percabangan dan seringkali terjadi pada tahun sadap kedua. Kulit yang busuk dan rusak akan mengundang hama penggerek dan bahkan mengundang jamur Ustulina sehingga kondisi kerusakan akan semakin parah. Penularan penyakit belum terlalu banyak diketahui namun diduga akibat penyebaran spora yang dibawa angin pada kondisi cuaca yang lembab dan hujan.

Thursday, January 22, 2015

Gejala dan Pengendalian Kering Alur Sadap pada Tanaman Karet

kering alur sadap pada tanaman karet
Seperti halnya penyakit mouldy rot dan juga kanker karis, kering alur sadap juga terjadi di bagian sadapan tanaman karet. Penyakit kering alur sadap mengakibatkan keringnya alur sadap sehingga tidak menghasilkan lateks. Kering alur sadap disebabkan oleh penyadapan yang terlalu sering disertai penggunaan bahan perangsang lateks. 

Kering alur sadap ditandai dengan tidak mengalirnya lateks pada sebagian alur sadap. Ketika dibiarkan maka keseluruhan alur sadap akan mengering dan berubah warna menjadi coklat karena terbentuk gum (blendok). Gejala lain yang timbul dari penyakit ini adalah terjadinya pecah-pecah pada kulit dana pembengkakan pada batang tanaman. 

Kering alur sadap tidak ditularkan dari satu pohon ke pohon yang lain. Kerign alur sadap dapat meluas pada kulit yang seumuran pada pohon yang sama. Tanaman yang berasal dari biji (seedling) dan tanaman yang membentuk daun baru sering mendapatkan gangguan kering alur sadap. 

Gejala dan Pengendalian Penyakit Kanker Garis pada Tanaman Karet

kanker garis tanaman karet
Penyakit kanker garis disebabkan oleh jamur Phytophthora palmivora. Seperti halnya penyakit mouldy rot dan kering alur sadap, anker garis juga merupakan panyakit yang menyerang bidang sadapan tanaman karet. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah munculnya benjolan-benjolan atau cekungan-cekungan di bidang sadap yang lama sehingga mengganggu proses penadapan berikutnya. 

Awal serangan ditandai dengan adanya selaput putih tipis yang menutup alur sadap. Namun ketika selaput yang berada di bidang sadap tersebut dikerok dengan menggunakan pisau, maka akan terlihat garis tegak berwarna hitam. Garis tersebut akan berpadu satu sama lain membentuk jalur hitam yang terlihat seperti retak membujur pada kulit pulihan.

Terkadang, di bawah kulit pulihan akan terbentuk gumpalan lateks yang emngakibatkan pecahnya kulit. Dari bagian kulit yang pecah tersebut keluar tetasan-tetesan lateks berwarna coklat dengan bau yang busuk. 

Penularan terjadi dengan penyebaran spora yang dibawa oleh angin. Percikan air hujan juga dapat membawa dan menyebarkan spora. Kanker garis banyak dijumpai di perkebunan dengan tingkat kelembaban yang tinggi dan paa pohon-pohon yang bidang sadapnya terlalu dekat dengan tanah.

Gejala dan Pengendalian Penyakit Mouldy Rot pada Tanaman Karet

mouldy rot karet
Penyakit mouldy rot disebabkan oleh jamur Ceratocystis fimbriata. Jamur Ceratocystis fimbriata menyebabkan kerusakan pada bidang sadap tanaman karet (seperti penyakit kanker garis dan kering alur sadap). Tanaman yang terserang mouldy rot akan memiliki bidang sadap yang bergelombang sehingga menyulitkan penyadapan berikutnya. Bahkan, serangan berat akan menyebabkan kerusakan total pada bidang sadapan sehingga tanaman tidak dapat disadap lagi.

Penyakit ini ditandai dengan adanya selaput tipis berwarna putih di bidang sadap dekat dengan alur sadap. Selaput tersebut kemudian berkembang menjadi seperti beludru berwarna kelabu sejajar alur sadap. Bila hifa tersebut dikerok/diambil, maka tampak bintik berwarna coklat tau hitam. Spora jamur dihasilkan dapat bertahan hidup pada kondisi yang kering. Serangan mouldy rot yang tidak segera ditangani akan meluas sampai kambium atau bahkan bagian kayu.

Penularan penyakit berlangsung dengan penyebaran spora yang dibawa oleh angin. Penggunaan pisau sadap juga dapat menyebarkan spora dan hifa Ceratocystis fimbriata. Penyakit mouldy rot banyak terjadi pada musim hujan dan banyak dijumpai pada tanaman yang disadap terlalu sering atau terlalu dalam. 

Tuesday, January 20, 2015

Jenis Bibit Karet Hasil Okulasi

stump mata tidur
Pada prinsipnya, bibit yang telah berhasil diokulasi dapat langsung ditanam di lahan pertanaman karet yang sudah disediakan. Akan tetapi, terkadang bibit yang masih terlalu kecil dan belum memiliki tunas yang berkembang dengan baik memiliki resiko kematian yang tinggi ketika langsung ditanam di lahan pertanaman. Oleh karena itu, bibit-bibit hasil okulasi harus dirawat dan diperakukan sedemikian rupa sehingga kematian ketika di tanam di lapangan. Secara umum terdapat tiga jenis bibit hasil okulasi. Ketiganya adalah stum mata tidur, stum mini, dan bibit polybag.

1. Stum mata tidur
Stum mata tidur merupakan bibit hasil okulasi yang mata okulasinya belum tumbuh. Untuk bibit stum mata tidur yang berumur kurang dari 1 tahun, panjang akar tunggang yang ideal adalah 45-50 cm dan akar lateralnya 3-5 cm. Stum mata tidur yang berumur 1-2 tahun, panjang akar tunggang ideal adalah 50-60 cm dan akar lateralnya 5-7 cm. Pembongkaran/pencabutan bibit merupakan salah satu bagian paling penting dan krusial dalam mendapatkan bibit stum mata tidur.

Pencabutan bibit dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul atau juga dengan menggunakan dongkrak bibit. Cangkul digunakan untuk mencabut bibit yang berumur lebih dari 1 tahun. Dongkrak bibit digunaan untuk mencabut bibit yang berumur kurang dari 1 tahun.

a) Mencabut bibit dengan cangkul
Dua minggu sebelum bibit dicabut, bibit dipotong setinggi 5-7 cm di atas tempelan okulasi. Selanjutnya dibuat parit sedalam 60 cm di salah satu sisi tanaman sejauh 10 cm dari tanaman sepanjang barisan tanaman. Akar tunggang di kedalaman 45 cm dipotong dan bibit diarahkan ke dalam lubang. Akar lateral dipotong dan disisakan sekitar 5 cm dan didapatkan stum mata tidur yang siap ditanam di lahan pertanaman.

Teknik Okulasi Tanaman Karet

bibit okulasi
Pelaksanaan okulasi sangat berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan okulasi. Tingkat keberhasilan okulasi juga merupakan salah satu faktor terpenting dalam rangkaian kegiatan pembibitan karet. Kegiatan-kegiatan dalam okulasi meliputi membuat jendela okulasi, mengambil mata okulasi, menempelkan mata okulasi dan membalut, dan memeriksa hasil okulasi.

a) Membuat jendela okulasi
Jendela okulasi adalah sayatan pada kulit batang bawah yang nantinya digunakan untuk penempelan mata tunas. Ukuran jendela untuk okulasi hijau adalah 1,5 x 3 cm, okulasi dini 0,5-1 x 3 cm, dan okulasi coklat 2 x 4 cm. Torehan untuk jendela okulasi dimulai dari bawah setinggi kurang lebih 5 cm dari tanah. Sebelum ditoreh, batang dibersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan kain yang sudah dipersiapkan. Lateks/ getah yang keluar akibat luka yang dibuat diberihkan juga dengan kain yang bersih. Teknik pembuatan jendela adalah dengan membuat dua irisan vertical di batang dengan ukuran berdasarkan jenis okulasi yang digunakan. Di bagian atas irisan vertical dibuat irisan melintang untuk membuka jendela okulasi. Untuk mempercepat proses okulasi, beberapa batang bawah (biasanya 25 batang bawah) ditoreh terlebih dahulu sebelum jendela okulasi dibuka dan ditempeli mata tunas. 

b) Membuat perisai mata okulasi
Mata tunas yang paling baik untuk okulasi adalah mata prima yang berada di bekas ketiak daun. Ukuran perisai mata okulasi bergantung pada jenis okulasi yang akan diterapkan. Okulasi dini membutuhkan perisai dengan lebar maksimal 1 cm. Okulasi hijau membutuhkan perisai dengan lebar maksimal 1,5 cm. Okulasi coklat membutuhkan perisai dengan lebar maksimal 2 cm. Kulit kayu disayat sesuai dengan ukuran yang sebelumnya telah diuraikan. Penyayatan dilakukan dengan mengikutsertakan kayu. Kulit kayu kemudian dilepaskan dari kayunya dengan hati-hati dengan menarik bagian kayu. Perisai mata diusahakan untuk tidak memar dan bagian dalam kulitnya tidak kotor atau terpegang. Perisai mata yang baik adalah yang bagian dalam kulitnya terdapat titik putih yang menonjol.

Rejuvinasi Tunas pada Pembibitan Karet

pemotongan entres karet
Rejuvinasi tunas pada entres karet merupakan salah satu bagian dari manajemen entres.  Juvenilitas batang tempat mata tunas berada akan sanat berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan proses okulasi. Batang yang masih juvenil memiliki tingkat kerberhasilan okulasi lebih tinggi daripada batang yang sudah dewasa. Batang yang masih juvenil memiliki beberapa kelebihan seperti mampu menghasilkan tanaman dengan lilit batang lebih besar, kulit batang lebih tebal, kadar karet kering lebih tinggi, dan memiliki jumlah pembuluh lateks yang lebih banyak. 

Rejuvinasi kebun entres dilakukan dengan melakukan pemotongan-pemotongan terhadap tanaman di kebun entres. Ketika tanaman sudah memiliki tinggi lebih dari 2 meter, maka dilakukan pemotogan untuk menumbuhkan 2 tunas baru. Pemotongan dilakukan dengan ketinggian 35-40 cm di atas pertautan okulasi. Setelah dua tunas baru memiliki tinggi 2 meter, dilakukan pemotongan lagi dengan ketinggian 10-15 cm dari pangkal munculnya tunas. Setiap tunas nantinya akan menghasilkan 2 tunas baru sehingga dalam satu tanaman terdapat 4 batang yang terdiri dari tunas yang berisi entres. Rejuvinasi selanjutnya adalah dengan memotong batang utama di bawah pemotongan pertama (30 cm di atas pertautan okulasi). Siklus pemotongan kemudian diulang-ulang. Umumnya, dalam satu tanaman maksimal hanya diperbolehkan memiliki 4 tunas. Namun, pada tanaman yang sudah memiliki batang pokok yang besar (berumur lebih dari 5 tahun), tanaman dapat memiliki 4-6 tunas. 

Manajemen Kebun Entres

pembibitan tanaman karet

Setelah kebun entres dibuat. selanjutnya yang perlu dilakukan adalah merawat kebun entres yang sudah jadi. perawatan kebun entres meliputi pemupukan, rejuvinasi tunas, dan pengendalian OPT.

a) Pemupukan
Idealnya, pemupukan tanaman karet di kebun entres dilakukan setiap tiga bulan sekali. 
Pupuk yang digunakan adalah urea, SP 36, KCl, dan kieserit. Rata-rata pupuk yang diberikan untuk setiap pohon untuk sekali pemberian adalah urea 30 gram, SP 36 25 gram, KCl 20 gram, dan kiserit 5 gram. Pupuk diberikan secara spot placement dengan jarak sekitar 10-20 cm dari batang tanaman. Sebulan sebelum entres digunakan untuk okulasi, pemberian pupuk harus dihentikan. Setelah batang dipotong untuk okulasi, tanaman dipupuk kembali untuk memacu tumbuhnya tunas-tunas baru.

b) Pengendalian gulma
Secara prinsip, metode yang digunakan untuk mengendalikan gulma adalah bebas. Metode kimia dengan menggunakan herbisida umumnya menjadi pilihan utama karena dapat langsung memberikan efek dan minim tenaga kerja. Kelemahan metode ini adalah ketiadaan herbisida ketika sedang dibutuhkan. Pengendalian gulma paling penting dilakukan ketika musim hujan dan setelah dilakukan pemotongan entres. Pada musim hujan dan setelah pemotongan entres gulma akan tumbuh dengan subur dan mulai mengganggu pertumbuhan entres. Pengendalian gulma setelah pemotongan entres juga dimaksudkan agar pemupukan lebih efektif dan efisien. Di luar kedua saat-saat tersebut, pengendalian gulma kurang begitu diperhatikan karena status gulma menjadi tidak penting.

Pembuatan Kebun Entres Perkebunan Karet

kebun entres tanaman karet

Kebun entres mutlak diperlukan dalam tahap pembibitan tanaman karet. Kebun entres akan menghasilkan mata tunas yang digunakan sebagai calon batang atas pada proses okulasi. Batang atas inilah yang nantinya akan menghasilkan lateks saat tanaman sudah memasuki fase tanaman menghasilkan. Oleh karena itu, mata tunas dari kebun entres harus benar-benar diperhatikan dan dijaga kualitasnya dari sisi genetik, fisiologi, dan fisiknya. 

Proses pembuatan dan manajemen kebun entres harus memenuhi standar-standar yang sudah ditetapkan berdasarkan hasil penelitian sehingga mutu genetis, fisiologi dan fisik pada populasi tanaman karet di kebun entres dapat dipertahankan. Mata tunas untuk okulasi harus berasal dari kebun entres dan bukan dari batang tanaman produksi. Mata tunas dari kebun produksi memiliki beberapa kekurangan seperti tingkat keberhasilan okulasi yang rendah, pertumbuhan tanaman tidak seragam dan lambat, berbunga sebelum tanaman mulai menghasilkan, dan memiliki produktivitas yang rendah. 

Pembuatan Kebun Entres
Asal tanaman di kebun entres adalah bibit hasil okulasi, baik okulasi mata tidur ataupun okulasi dini yang sudah memiliki minimal tiga payung daun. Klon-klon anjuran untuk yang ditanam di kebun entres diantaranya adalah PB 260, PB 240, IRR 22, IRR 119 dan lain sebagainya. Pada intinya, kebun entres haruslah terdiri dari klon-klon yang memiliki produksi lateks yang tinggi.

Monday, January 19, 2015

Gulma Penting di Perkebunan Karet

Secara sederhana, gulma merupakan tumbuhan yang keberadaannya tidak dikehendaki oleh manusia. Tidak dikehendaki karena dapat menimbulkan kerugian-kerugian khususnya dalam kegiatan budidaya tanaman. Kerugian-kerugian yang ditimbulkan misalnya terhambatnya perutmbuhan tanaman, penurunan produksi, dan terganggunya aktivitas pengusahaan suatu komoditas pertanian.

Pada budidaya tanaman karet, terdapat beberapa gulma yang penting. Dianggap penting karena keberadaanya menimbulkan kerugian yang cukup berarti bagi pertumbuhan dan produksi tanaman, atau juga menimbulkan gangguan terhadap kegiatan pengusahaan tanaman karet. Pentingnya suatu gulma ditentukan juga oleh besarnya biaya pengendalian gulma tersebut. 

Beberapa gulma yang dianggap penting dalam pertanaman karet adalah

1. Imperata cylindrica (L.) Raeuschel
Dikenal luas sebagai alang-alang. Merupakan gulma rumput yang hidup menahun. Alang-alang sangat mudah menyebar di pertanaman karet. Berkembang biak dengan biji dan rimpang yang dimiliki. Alang-alang mampu menghasilkan biji sekitar 3.000 biji. Biji mudah menyebar terbawa oleh angin. Pembungaan terjadi pada musim kemarau. Dalam kondisi ideal, biji dapat berecambah hanya dalamwaktu 1 minggu. Dalam kondisi yang kurang ideal, bijinya dapat bertahan hingga kurang lebih 1 tahun. 

Alang-alang juga dapat berkembang dengan menggunakan rimpang. Setiap rimpang yang terpotong akan menghasilkan individu baru. Hal ini yang membuat pengolahan tanah harus dilakukan secara hati-hati agar rimpang tidak terpotong-potong dan tidak menghasilkan individu baru. 

Alang-alang tidak tahan terhada naungan sehingga keberadaannya hanya dominan di pertanaman karet yang belum menghasilkan. Pada tanaman karet menghasilkan, alang-alang akan secara otomatis berkurang jumlahnya karena adanya naungan pertanaman karet.

Thursday, January 15, 2015

Pesemaian Bibit Karet

bibit batang bawah karet

Pesemaian bibit karet berbeda dengan pengecambahan biji karet. peemaian bibit karet adalah pemeliharaan batang bawah sebelum diokulasi dengan batang atas. Mekanisme pesemaian dilakukan berdasarkan okulasi yang nantinya digunakan. Pada dasarnya, terdapat tiga jenis okulasi yaitu okulasi dini, okulasi hijau, dan okulasi coklat. 

Pada okulasi dini dan okulasi hijau, pesemaian langsung dilakukan di polybag. Polybag yang digunakan umumnya memiliki tinggi 15-30 cm. Ketinggian polybag lebih diperhatikan daripada lebar polybag. Hal ini karena pertumbuhan akar tunggang lebih diprioritaskan daripada akar seminal. Setiap polybag diisi dengan satu kecambah karet yang selanjutnya dilakukan beberapa perawatan sebelum batang bawah diokulasi. 

Pada okulasi coklat, pesemaian dilakukan di lahan pertanaman yang telah disediakan. Kecambah di tanam di lahan secara langsung dengan jarak tanam 35 x 35 x 50 cm. Artinya dua baris tanaman ditanam dengan jarak tanam 35 x 35 cm. Antar dua baris tanaman dengan dua baris tanaman yang lain diberi jarak 50 cm. Jarak lebih lebar ini selain untuk memaksimalkan potensi sinar matahari juga dimaksudkan untuk memudahkan pelaksanaan okluasi ketika waktunya sudah tiba. Sebelum kecambah ditanam, lahan diberi ajir sesuai dengan jarak tanam yang sudah ditentukan. Di sisi ajir diberi lubang tanam dengan kedalaman 3-5 cm sesuai dengan panjang akar. Kecambah ditanam dengan hati-hati sedalam 1 cm dari permukaan tanah dan diusahakan agar akar tidak mengalami kerusakan.