Tuesday, June 13, 2017

Penanganan Pasca Panen yang Tepat untuk Mempertahankan Mutu Buah dan Sayuran

Permasalahan pengembangan agribisnis buah dan sayur salah satunya adalah kehilangan hasil yang tinggi setelah komoditas dipanen. Kehilangan hasil baik karena susut bobot ataupun kerusakan-kerusakan pada buah dan sayur dapat mencapai 25-40%, nilai yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara maju. 
Penanganan dan perlakuan pascapanen yang tepat selain dapat meminimalisir kehilangan hasil komoditasbuah dan sayur setelah dipanen juga dapat mempertahankan mutu buah dan sayur. Beberapa penanganan pascapanen yang umum dilakukan adalah pencucian, perbaikan bentuk kulit (curing), sortasi, penghilangan warna hijau (degreening), pengemasan, dan pendinginan. 

Pencucian 
Pencuciadilakukan dengan tujuan menghilangkan kontaminasi kotoran baik secara fisik, kimia, ataupun biologi. Pencucian tidak dilakukan pada sayuran yang teksturnya lunak dan mudah rusak. Pencucian dilakukan dengan menggunakan air atau juga dengan menggunakan air yang telah dicampur dengan klorin untuk menghilangkan mikroba. Setelah pencucian, komoditas dikeringkan dengan cara meniriskannya ditempat terbuka atau dengan mengalirkan udara panas. 

Curing 
Curing (perbaikan bentuk kulit) dilakukan pada komoditas sayuran/buah yang mengalami kerusakan kulit agar kulitnya kembali bagus. Beberapa komoditas yang biasanya perlu di-curing adalah kentang, bawang merah, bawang putih, ubi jalar, dan lain sebagainya. Curing dilakukan sebelum komoditas disimpan atau dipasarkan. Curing dilakukan dengan membiarkan bahan untuk beberapa hari pada suhu ruang. Pada bawang merah dan bawang putih, curing dilakukan dengan menjemurnya dibawah sinar matahari secara langsung. Curingdapat juga dilakukan dengan penyimpanan suhu dibawah suhu ruang dan kelembaban yang tinggi. Selain memperbaiki bentuk kulit, curing juga dapat menurunkan kadar air yang dapat mencegah pertumbuhan jamur. 

Sortasi 
Sortasi adalah memisahkan komoditas berdasar mutu/kualitasnya. Pemisahan berdasarkan ukuran, tingkat kematangan, kerusakan, warna, dan lain sebagainya. Sortasi juga didasarkan pada tujuan pemasarannya. 

Pelilinan 
Pelilinan dilakukan dengan tujuan menghambat respirasi dan transpirasi untuk menjaga kesegaran buah dan sayur. Selain menjaga kesegaran buah dan sayur, pelilinan dilakukan untuk memperbaiki warna produk hortikultura. Ketebalan lilin harus disesuaikan agar tidak terlalu tebal untuk menghindari kebusukan. 

Penghilangan warna hijau (degreening) 
Degreening dilakukan untuk menyeragamkan warna dan menjadikan warna buah dan sayur lebih khas. Degreening dilakukan dengan menambahkan gas etilen atau asetilen. Kematangan dan dekomposisi klorofil menentukan lamanya proses penghilangan warna hijau pada buah/sayur. 

Pengemasan dan Pengepakan 
Pengemasan dan pengepakan dilakukan pada buah/sayuran yang akan disimpa atau dikirim. Pengemasan dilakukan untuk mempertahankan mutu buah dan sayur serta menghindari kerusakan buah/sayur akibat gesekan. 

Samad, M.S. 2008. Pengaruh penanganan pasca panen terhadap mutu komoditas hortikultura. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia 8(1):31-36. 

No comments:

Post a Comment