Thursday, October 12, 2017

Pemeliharaan Tanaman Talas (Colocasia esculenta (L.) Schott)

Pemeliharaan tanaman dilakukan untuk menyediakan kondisi yang ideal untuk pertumbuhan tanaman. Dalam budidaya tanaman talas, pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan dan pembumbunan, pemupukan, dan pengairan.

Penyiangan dan pembumbunan
Peyiangan dilakukan sejak tanaman bermur 1 miinggu setelah tanam. Penyiangan dilakukan dengan tujuan mengendalikan atau bahkan menghilangkan gulma agar tidak berkompetisi dengan tanaman talas dalam mendapatkan air, nutrisi, ruang tumbuh, dan sinar matahari. Penyiangan juga dilakukan untuk memudahkan teknis perawatan yang lain. Pembumbunan dilakukan dengan menutup pangkal batang dan akar dengan tanah agar tanaman lebih kokoh dan tahan terhadap terpaan angin. Pembumbunan juga dilakukan untuk menyediakan ruang tumbuh yang lebih besar sehingga hasil umbinya juga lebih besar.

Pemupukan
Pemupukan dilakukan sebanyak 4 kali. Pupuk dasar diberikan beramaan dengan pengolahan tanah sebelum bibit ditanam. Pupuk dasar berupa pupuk kandang dengan takaran 1 ton/ha. Pemupukan kedua diberikan pada saat tanaman berumur 1 bulan setelah tanam. Pupuk yang diberikan berupa 100 kg urea/ha dan 50 kg TSP/ha. Pemupukan diberikan dengan membuat lubang pupuk di samping tanaman berjarak 3 cm. Pemupukan ketiga dan keempat dilakukan saat tanaman berumur 3 bulan dan 5 bulan masing-masing mengguanakan urea sebanyak 100 kg/ha. Aplikasi dilakukan dengan membuat larikan disamping tanaman sejauh 7 cm pada pemupukan ketiga dan 10 cm pada pemupukan keempat.

Pengairan
Talas membutuhkan tanah yang lembab dan cukup air. Lingkungan tumbuh yang kurang air menyebabkan tanaman talas tidak mampu menhasilkan umbidengan optimal dan bahkan mungkin menyebabkan kematian pada tanaman talas. Pengairan dilakukan dengan sistem penggenangan pada bedengan dan segera diatuskan segera setelah tanah menggenang.