Tuesday, April 17, 2018

Pengaruh Ketersediaan Sulfur Terhadap Pertumbuhan Bawang Merah

pupuk sulfur untuk budidaya bawang merah
Setiap tanaman memiliki serapan unsur hara yang berbeda-beda tergantung pada kebutuhan metabolisme tiap tanaman. Pada dasarnya sulfur diserap tanaman dan diasimilasi melalui jalur asimilasi. Pada tanaman bawang merah, serapan sulfur cukup tinggi. Dibandingkan dengan tanaman yang lain seperti tanaman gandum dan bit, bawang merah adalah salah satu tanaman yang memiliki serapan dan kebutuhan pupuk sulfur yang tinggi.

Serapan sulfur yang termasuk tinggi pada tanaman bawang merah memberikan dampak terhadap kebutuhan sulfur yang juga tinggi. Dosis atau level sulfur yang tepat menentukan pertumbuhan dan kualitas umbi. Hal ini berkaitan pula dengan pemberian sulfur yang dapat mempengaruhi serapan hara lain seperti N, P dan K pada tanaman. Menurut Tisdale et al., (1989) salah satu peran sulfur dalam meningkatkan hasil tanaman yaitu melalui peningkatkan efisiensi penggunaan unsur hara tanaman esensial lainnya terutama nitrogen dan fosfor.
Ketersediaan unsur sulfur diperlukan dalam bididaya tanaman bawang merah untuk tumbuh berkembang hingga akhirnya menghasilkan umbi. Peranan unsur sulfut terhadap pertumbuhan bawang merah dapat dilihat pada penelitian yang dilakukan oleh Mishu et al., (2013), pada tanaman bawang merah ditemukan pengaruh yang signifikan akibat aplikasi sulfur.

Adanya perbedaan aplikasi dosis sulfur memberikan variasi yang sigifikan terhadap bobot kering umbi bawang merah. Bobot kering umbi terbaik diperoleh pada dosis sulfur 40 kg/ha. Terjadi kecenderungan penuruan hasil dan komponen hasil tanaman bawang setelah dosis dinaikkan lebih dari 40 kg/ha. Unsur sulfur ini akan meracuni tanaman bawang jika diserap dalam jumlah yang terlalu besar. Dalam proses fisiologis ion SO42- dan HSO4- yang diserap oleh tanaman akan ditangkap dan diseduksikan oleh ATP membentuk APS (Adenosin Posfo Sulfat) yang tidak meracuni tanaman. Apabila asam amino S tidak terbentuk akan menyebabkan penimbunan asam amino sebagai akibat dari terhambatnya proses pembentukkan protein yang pada akhirnya akan menyebabkan terganggunya pembelahan dan pembesaran inti sel (Wati et al., 2014).


DAFTAR PUSTAKA

Tisdale, S., L. Nelson and J.D. Beaton. 1990. Soil Fertility and Fertilizer 4th Edition. Macmillan Publishing. Co., New York.

Mishu, H.M. F. Ahmed., M.Y. Rafii., F. Golam and M.A. Latif. 2013. Effect of sulphur on growth, yield and yield attributes in onion (Allium cepa L.) Australian Journal On Crop Science. 7(9): 1416-1422.

sumber gambar: https://d2j6dbq0eux0bg.cloudfront.net/images/25000046/1678997557.jpg

No comments:

Post a Comment