Saturday, October 18, 2014

Anggrek (Orchid)

 Anggrek merupakan tanaman hias yang sudah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu. Tanaman anggrek pada saat itu dikenal karena keindahan bunga, aroma yang dapat digunakan sebagai parfum, dan bahan lotion yang dapat menguatkan tubuh gladiator. Di Tiongkok, sekitar 2500 tahun yang lalu, Confucious memuji anggrek karena keindahan bunga dan aroma yang menawan.

Anggrek (orchids) berasal dari kata orchis yang berarti testes. Hal ini karena pada jaman Plato dan Aristoteles anggrek sering dihubungkan dengan masalah kesuburan dan kejantanan. Dalam bahasa Yunani, orchis berarti sebasang bulb yang berada di dalam tanah. Theopratus merupakan orang yang pertama kali mengenalkan istilah orchis. Orchis menurut Theopratus adalah sekelompok tanaman yang memiliki akar kering dan serabut yang biasanya digunakan sebagai tanaman obat. Berdasarkan penemuannya itu, Theopratus bersama dengan Linnaeus disebut sebagai bapak orchidology.

Sampai saat ini, anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki family paling besar diantara tanaman hias yang lainnya. Anggrek memiliki lebih dari 750 genera dan lebih dari 25000 spesies. Spesies anggrek akan terus bertambah mengingat semakin banyak jenis anggrek hibrida hasil persilangan. Setiap tahun, spesies anggrek di dunia akan bertamah sekitar 800-1000 spesies baru.

Friday, October 17, 2014

Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Kandang terhadap pertumbuhan dan Hasil Tanaman Krokot Landa

Krokot landa merupakan salah satu jenis sayuran daun yang belum banyak dikenal dan dibudidayakan masyarakat. Krokot landa memiliki beragam kandungan yang bermanfaat seperti protein, lemak, karbohidrat, serat, Ca, Fe, vitamin B1, B2, C, dan kandungan oksalat yang tinggi.

Budidaya krokot scara intensif dapat dilakukan salah satunya dengan pemberian pupuk yang sesuai baik kualitas ataupun kuantitasnya. Kuantitas terkait dengan dosis yang diberikan, kualitas terkait dengan kandungan hara dan ketersediaan sehingga tanaman dapat memanfaatkan pupuk yang diberikan.

Salah satu jenis pupuk yang dapat digunakan untuk pemupukan tanaman krokot adalah pupuk kandang. Beberapa keunggulan pupuk kandang adalah memiliki beberapa jenis dan kandungan yang beragam, mudah didapatkan, dan dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. 

Metode
Penelitian dibuat dengan menggunakan rancangan acak blok lengkap dua factor. Faktor pertama adalah jenis pupuk kandang yang terdiri dari pupuk kandang sapi, kandang kambing, dan kandang ayam. Faktor kedua adalah takaran pupuk yang terdiri dari 10 ton/ha, 20 ton/ha, dan 30 ton/ha. Bahan tanam adalah stek pucuk sebanyak 12 buku dan ditanam dengan jarak tanam 40 x 30 cm.

Friday, October 3, 2014

Karakteristik Molekul Air

Air memiliki beberapa sifat kimia dan fisika yang tidak dimiliki molekul lain. Air memiliki karakteristik khas karena sifat kimia dan fisika yang dimiliki. Beberapa karakteristik molekul air adalah sebagai berikut:
Berbentuk cair pada suhu ruang
Semakin besar ukuran moleku suatu senyawa, maka senyawa tersebut akan memiliki kecenderungan untuk berbentuk cair atau padat pada suhu ruang. Jika senyawa memiliki ukuran molekul yang kecil, senyawa tersebut cenderung berbentuk gas atau cair. Air sebenarnya memiliki berat molekul yang kecil, hanya sekitar 18 gram/mol. Tetapi air berbentuk cair pada suhu ruang. Hal ini karena dalam molekul-mlekul air terdapat ikatan ikatan hidrogen yang menyebabkan molekul-molekulnya tidak mudah terlepas dan berubah bentuk menjadi gas. 

Panas spesifik tinggi
Panas spesifik adalah jumlah energi yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 gram air murni sebesar 1C. panas spesifik air lebih tinggi dari dari semua senyawa lain kecuali amonia cair. Panas spesifik tinggi pada air disebabkan oleh susunan molekul air yang memungkinkan atom-atom O dan H bergerak secara bebas sehingga dapat menyerap banyak energi tanpa diikuti oleh kenaikan suhu. Dalam kaitannya dengan tumbuhan, panas spesifik yang tinggi berguna untuk menstabilkan suhu tumbuhan walaupun menerima atau kehilangan sejumlah energi.  

Saturday, September 6, 2014

Penanggulangan Masalah Kesuburan Tanah Masam

Peningkatan permintaan hasil pertanian senantiasa meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Intensifikasi menjadi metode yang paling banyak digunakan untuk pengembangan pertanian. Seiring dengan permasalahan lingkungan yang timbul dan alih fungsi lahan di daerah-daerah pertanian intensif, pertanian juga di kembangkan di daerah-daerah yang baru (ekstensif). Daerah-daerah baru tersebut seringkali merupakan daerah marginal yang kurang sesuai atau harus diperlakukan terlebih dahulu agar sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Salah satu daerah yang dikembangkan untuk pertanian adalah lahan masam.

Tanah masam merupakan tanah yang memiliki pH sangat rendah sehingga seringkali meracuni tanaman secara langsung atau juga menjadikan tanah tidak dapat menyediakan hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Berkaitan dengan hal-hal tersebut, perlu dilakukan pengolahan dan pengelolaan pada tanah masam agar sesuai dengan syarat tumbuh tanaman dan dapat menyediakan hara bagi tanaman. Beberapa cara penanggulangan dapat dilakukan melalui pendekatan kimia, fisik-mekanik, dan biologi

a. Cara kimia
Cara kimia dilakukan dengan memberikan bahan-bahan kimia sintetis pada tanah masam. Pemberian zat-zat kimia tersebut dilakukan dengan pengapuran, pemupukan dan penyemprotan herbisida. Pengapuran dilakukan untuk menaikkan pH, meningkatkan Kapasitas Tukar Kation, dan menetralisir Al yang meracuni tanaman. Pemupukan dilakukan untuk memberikan hara bagi tanah yang pada akhirnya bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penyemprotan dimaksudkan untuk meminimalisir hilangnya hara yang diserap oleh gulma.

Kriteria Pertanian Berkelanjutan

Pertanian merupakan suatu usaha atau kegiatan mengelola dan atau mengolah tanaman dan hewan ternak untuk memenuhi kebutuhan manusia. Bertambahnya jumlah penduduk senantiasa diikuti peningkatan permintaan hasil pertanian. Sistem pertanian dengan teknis budidaya yang intensif banyak diaplikasikan untuk mendapatkan hasil pertanian yang maksimal. Hasil yang maksimal tidak diikuti oleh keberlanjutan pertanian sehingga seringkali hasil maksimal hanya diperoleh di awal-awal waktu sementara waktu-waktu berikutnya hasil pertanian cenderung mengalami penurunan.

Pertanian berkelanjutan tidak hanya terfokus pada maksimalisasi hasil pertanian tetapi juga pada keberlanjutan pertanian itu sendiri. Pertanian berkelanjutan juga berarti suatu sistem pertanian yang hasilnya dapat dinikmati dari waktu ke waktu tanpa adanya atau dengan meminimalisir kerusakan-kerusakan faktor-faktor pendukung pertanian. 

Untuk dapat disebut sebagai suatu sistem pertanian yang berkelanjutan, terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Kriteria-kriteria yang ada dapat dititikberatkan pada usaha pengendalian masalah lingkungan pada tingkat lokal, regional, dan nasional.

Tingkat lokal (petani)
Pertanian berkelanjutan harus mampu:
a. Mempertahankan sumber alam sebagai penunjang produksi tanaman untuk jangka yang panjang. Usaha-usaha yang dapat dilakukan diantaranya adalah mengontrol erosi dan memperbaiki struktur tanah, mempertahankan kesuburan tanah dengan cara menjaga keseimbangan hara, dan mengusahakan diversifikasi tanaman di lahan.