Monday, March 16, 2015

Optimasi Pertumbuhan dan Hasil Krokot Landa Menggunakan Kombinasi Jenis dan Takaran Pupuk Kandang

Krokot landa merupakan tanaman sayuran yang belum bayak dikenal dan dimanfaatkan masyarakat. padahal daun krokot landa merupakan sumber gizi yang baik. daun krokot landa mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat, Ca, Fe, vit B1, B2, C, dan oksalat tinggi. 

Seperti halnya pemanfaatannya, budidaya krokot landa pun belum begitu popular di masyarakat. umumnya petani hanya menanam dan melakukan perawatan berupa penyiraman. Teknis budidaya yang minimal tentunya juga berdampak pada pertumbuhan dan hasil tanaman yang minimal. Diperluka upaya untuk meningkatkan produksi krokot landa dengan perbaikan teknis budidaya. Salah satu yang dapat dikembangkan adalah pemupukan. Pupuk kandang adalah salah satu jenis pupuk organik yang dapat meningkatkan hasil dan pertumbuhan tanaman. Pupuk kandang memiliki hara makro dan mikro serta mampu memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah. 

Salah satu yang berpotensi untuk digunakna sebagai pupuk krokot landa adalah pupuk kandang ayam. Pupuk kandang ayam memiliki N yang lebih tinggi daripada pupuk kandang sapi dan pupuk kandang kambing. Berdasarkan penelitian Panut (2005), pemberian pupuk kandang ayam nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar brangkasan, dan berat kering brangkasan. Takaran pupuk kandang ayam sebanyak 22,11 ton/ha mampu menghasilkan bobot segar daun maksimal. 

Monday, January 26, 2015

Gejala dan Pengendalian Penyakit Gugur Daun Colletotrichum pada Tanaman Karet

Penyakit gugur daun yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum gloesporiorides menyebabkan kerusakan tanaman baik di fase pembibitan, tanaman belum menghasilkan, ataupun pada tanaman yang menghasilkan. Daun muda yang terserang terlihat lemas berwarna hitam, mengeriput bagian ujungnya, dan mati menggulung. Pada daun yang sudah dewasa, terdapat bercak warna hitam, berlubang, bagian ujunya keriput, dan pada akhirnya mati. Tanaman yang terserang berat tajuknya akan dundul dan mengakibatkan mati pucuk.

Serangan gugur daun Colletotrichum terjadi pada saat pembentukan daun muda selama musim hujan. serangan berat terjadi pada klon yang peka dan kebun yang berada di ketinggian lebih dari 200 mdpl. 

Penularan Colletotrichum berlangsung dengan penyebaran spora yang dibawa oleh angina atau embun jarak jauh.

Gejala dan Pengendalian Penyakit Gugur Daun Oidium pada Tanaman Karet

oidium pada tanaman karet
Gugur daun oidium merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur Oidium heveae dan menyerang tanaman di pembibitan, tanaman belum menghasilkan, serta tanaman menghasilkan. Oidium menyerang daun-daun yang masih muda dan mengakibatkan daun menadi berwarna hitam, keriput, dan berlendir. Di bawah permukaan daun terdapat seperti tepung berwarna putih yang merupakan hifa dan spora jamur oidium. Pada tingkat lanjut, serangan mengakibatkan daun-daun gugur dan berserakan di tanah. Serangan pada daun yang tua ditandai dengan adanya bercak berwarna kekuningan pada helaian daun dan terdapat tepung halus berwarna putih di permukaan tepian daun. Serangan berat oidium menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman dan turunnya produksi lateks. Selain itu, oidium juga menyerang bunga sehingga hasil biji berkurang. 

Serangan oidium biasanya terjadi ketika daun muda terbentuk bersamaan dengan turunnya hujan rintik-rintik atau kabut di pagi hari pada awal musim penghujan. Serangan berat terjadi pada kebun dengan tanaman yang terdiri dari klon yang peka dan berada di atas ketinggian 200 mdpl. 

Penularan oidium berlangsung dengan penyebaran spora yang dibawa oleh angin atau embun jarak jauh.

Saturday, January 24, 2015

Gejala dan Pengendalian Jamur Upas pada Tanaman Karet

jamur upas tanaman karet
Jamur upas merupakan salah satu penyakit yang menyerang batang tanaman karet. Jamur upas disebabkan oleh jamur Corticium salmonicolor. Jamur upas dapat menyerang tanaman yang belum menghasilkan ataupun tanaman yang sudah menghasilkan. Terdapat empat tingkat perkembangan jamur upas. 

Pada tingkat serangan awal, hanya terdapat lapisan jamur yang tipis dan berwarna putih di permukaan kulit (tingkat sarang laba-laba). Selanjutnya jamur berkembang menjadi kumpulan-kumpulan benang jamur yang disebut dengan tingat bongkol-bongkol. Pada serangan selanjutnya, terbentuk lapisan kerak berwarna merah muda yang disebut dengan tingkat corticium dan jamur sudah masuk ke dalam kayu. Pada serangan akhir jamur membentuk kerak tebal berwarna merah yang disebut dengannecator. Dari bagian yang terserang biasanya keluar lateks berwarna hitam meleleh di permukaan batang tanaman. Kulit yang sakit akhirnya membusuk dan berwarna hitam kemudian mengering dan terkelupas.. bagian kayu di bawah kulit yang sakit menjadi rusak dan menghitam. Pada serangan lanjut, tajuk percabangan akan mati dan mudah patah oleh angin.

Peularan jamur terjadi melalui penyebaran spora yang dibawa angina. Serangan jamur upas banyak dijumpai pada tanaman yang berumur 3-7 tahun dan kebun dengan tingkat kelembaban yang tinggi

Gejala dan Pengendalian Nekrosis Kulit pada Tanaman Karet

Nekrosis kulit kemungkinan disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Namun Botryodiplodia theobromae juga ditemukan pada kulit yang sakit dengan menimbulkan gejala yang sama. Pada kulit batang awalnya muncul bercak kehitaman dengan ukuran 2-5 cm. bercak-bercak tersebut makin membesar dan bergabung dengan yang lainnya sehingga menyebabkan kulit batang menjadi busuk. Penyakit nekrosisi kulit dapat timbul mulai dari kaki gajah sampai dengan percabangan dan seringkali terjadi pada tahun sadap kedua. Kulit yang busuk dan rusak akan mengundang hama penggerek dan bahkan mengundang jamur Ustulina sehingga kondisi kerusakan akan semakin parah. Penularan penyakit belum terlalu banyak diketahui namun diduga akibat penyebaran spora yang dibawa angin pada kondisi cuaca yang lembab dan hujan.