Upaya peningkatan produksi kedelai salah satunya dilkaukan dengan cara perluasan areal tanam. Mengacu pada ketersediaan lahan untuk pertanaman kedelai, sebagian besar lahan yang tersedia adalah lahan kering. Selain faktor ketersediaan air yang rendah pada lahan kering, keberadaan gulma, utamanya teki merupakan salah satu kendala utama.
Dalam kaitannya dengan ketersediaan air, cekaman kekeringan pada berbagai fase pertumbuhan kedelai mengakibatkan berkurangnya hasil panen. Keberadaan gulmajuga dapat menurunkan hasil panen akibat adanya persaingan antara kedelai dengan gulma untuk mendapatkan cahaya, air, nutrisi, karbondioksida, dan ruang hidup.
Luas Daun
Rerata luas daun kedelai turun sebesar 35,7 % pada lingkungan dengan kadar air 60% serta dengan keberadaan teki sebanyak 5 umbi di sekitar pertanaman kedelai. Luas daun semakin menurun dengan meningkatnya taraf kekeringan dan populasi awal gulma teki.
Lebar Bukaan Stomata
Kadar air 60% dan 40% dari kapasitas lapang dapat menurunkan lebar bukaan stomata masing-masing sebesar 33,14 dan 76,61% dibandingkan bukaan stomata pada tanaman kedelai yang berada pada kondisi kapasitas lapang. Kepadatan populasi awal gulma teki 5, 10, 15 dan 20 umbi di sekitar pertanaman dapat mengurangi lebar pembukaan stomata berturut-turut 17,14%, 17,14%, 42,64% dan 65,93% dibanding tanaman kedelai tanpa gulma teki.

