Tuesday, March 18, 2014

Bentuk Erosi Tanah

Secara umum, erosi tanah merupakan proses terpindahkannya atau hilangnya bagian atau seluruh lapisan permukaan tanah yang disebabkan oleh adanya gerakan air atau angin. Di dalam bidang pertanian, erosi tanah menyebabkan bagian top soil atau bagian lapisan oleh tanah menjadi berkurang atau bahkan hilang sehingga menyebabkan tanah kehilangan kesuburan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat erosi tanah seperti sifat fisik tanah, keadaan vegetasi, bentuk lahan, dan juga peranan manusia. 

Bentuk-bentuk erosi tanah adalah sebagai berikut:

a. Erosi permukaan
Erosi permukaan terjadi ketika pengikisan tanah pada bagian permukaan terjadi secara menyeluruh dan selanjutnya terngkut/terbawa secara merata ke kaki lereng atau bagian yang datar. Pada erosi permukaan, ketika bagian atas masih terdapat vegetasi yang resisten terhadap erosi, maka erosi permukaan tidak begitu jelas terlihat. Hal ini karena erosi terjadi secara menyeluruh dan juga tanah di bagian bawah akan menggantikan kedudukan tanah yang tererosi sehingga ada kesan bahwa vegetasi tidak terganggu. Namun demikian, terdapat tanda-tanda lain seperti:

Sunday, March 16, 2014

Teknis Budidaya Tanaman Tomat

Yang pertama kali harus diperhatikan adalah pemilihan varietas atau jenis tomat yang akan ditanam. Beberapa varietas tomat unggul yang dikeluarkan oleh Balai Penelitian Tanaman Sayur Lembang adalah Opal, Mirah, Jamrut, Permata, Marta, Idola, dan lain sebagainya.

1. Pesemaian
Sebelum disemai, benih lebih baik direndam dalam air hangat atau direndam dalam larutan Previcur N (1ml/l) selama satu jam. Benih disebar merata pada bedengan/tempat pesemaian dengan media campuran antara pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:1. Benih kemudian ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari. Bedengan pesemaian diberi atap dan setelah berumur 7-8 hari, bibit dipindahkan ke dalam bumbungan daun atau polybag kecil dengan media tanam yang sama seperti pada pesemaian. Bibit dan media tanam dijaga kelembabannya dan setelah berumur 3 minggu bibit dapat benar-benar dipindahkan ke lahan. 

2. Pengolahan lahan
Lahan yang digunakan sebaiknya bukan yang bekas digunakan untuk pertanaman cabai, terung, atau juga tomat. Sisa-sisa tanaman yang ada di lahan dikubur untuk menambah bahan organik tanah. Pada tanah dengan pH kurang dari 5,5, tanah diberi dolomit dengan dosis 2-4 ton/ha. Pemberian dolomit dilakukan 3-4 mingu sebelum tanam. 

Tuesday, March 11, 2014

Transpirasi dan Fungsinya bagi Tumbuhan


Transpirasi adalah suatu proses kehilangan air dalam bentuk uap air pada suatu tumbuhan melalui stomata. Kemungkinan kehilangan air ini dapat juga melalui selain stomata, namun demikian, karena proporsi kehilangan air yang paling banyak adalah melalu stomata, maka penghitungan transpirasi hanya pada uap air yang hilang melalui stomata. Umumnya, traspirasi terjadi sepanjang tumbuhan hidup. Sebagai contoh, pada tanaman jagung, tanaman membutuhkan air sebanyak 225 kg yang ditranspirasikan untuk menghasilkan 1 kg bobot kering tanaman.

Bagi tumbuhan, transpirasi bukanlah hal mutlak yang harus dilakukan untuk menjaga tumbuhan agar tetap hidup. Faktanya, ada beberapa tumbuhan yang tidak melakukan transpirasi seperti tumbuhan air atau tumbuhan yang hidup pada kelembaban udara 100%. Walaupun bukan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan, transpirasi tetaplah memiliki fungsi dankegunaan jika dilakukan oleh tumbuhan. 

Perbanyakan benih Palem Waregu (Raphis excelsa)

Palem waregu merupakan tanaman hias yang dapat ditanam di dalam ruangan atau juga sebagai penghias taman. Sosok tanaman yang kokoh, gagah, anggun, dan indah merupakan beberapa alasan mengapa palem waregu digunakan sebagai tanaman hias. Nilai tambah yang lain adalah perawatan yang mudah, nuansa khas daerah tropis, dan tahan terhadap perubahan cuaca. Palem waregu dapat berkembang baik di Indonesia. Oleh karena itu, pengembangannya di Indonesia memiliki peluang yang cukup lebar. Apalagi palem mini juga memiliki pasar ekspor yang cukup besar ke Belanda.

Palem waregu dapat diperbanyak secara vegetative dan juga generative. Namun, karena di Indonesia tanaman tersebut sulit berbunga, perbanyakan tanaman secara vegetative dengan cara memisahkan anakan dari indukan yang paling banyak dilakukan. 

Palem waregu dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 50-500 mdpl. Struktur tanah yang remah dengan pH 5-7 adalah yang paling optimal untuk pertumbuhan. Kelembaban udara yang baik adalah 50-80% dengan suhu siang hari 22-33 C dan malam hari 15-29C. curah hujan optimal adalah 2000 mm/tahun dan intensitas cahaya 15-30%.

Monday, February 24, 2014

Budidaya Tanaman Kubis

Kubis merupakan salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Namun demikian, sampai saat ini, tingkat produksi tanaman kubis masih tergolong rendah, baik dari sisi kualitas ataupun kuantitas. Hal ini karena teknis budidaya yang selama dilakukan selama ini masih belum optimal disamping kondisi lingkungan yang semakin menurun baik yang disebabkan manusia atau juga secara alami. Teknik budidaya tanaman yang tepat diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil tanaman kubis.

Syarat tumbuh
Kubis merupakan tanaman yang banyak dibudayakan di daerah dataran tinggi dengan ketinggian minimal 800 mdpl. Suhu yang dikehendaki tanaman kubis untuk tumbuh, berkembang dan menghasilakan adalah 15-20C. Kubis dapat ditanam sepanjang tahun dan akan optimal pertumbuhannya ketika ditanam pada tanah yang gembur, bertekstur ringan, dan memiliki pH 6-6,5.

Persiapan lahan
Sebelum kubis ditanam, tanah diolah agar gembur dan dibuat bedengan sebagai media penanaman. Penggemburan tanah diakukan untuk memperbaiki aerasi dan sifat fisik tanah. Pupuk kandang sebesar 10 ton/ha ditambahkan untuk memperbaiki sifat tanah sekaligus memberikan hara kepada tanaman.