Monday, May 9, 2022

Penggunaan nanas (Ananas comosus (L) Merr.) sebagai obat

nanas untuk kesehatan
Nanas merupakan buah meja yang memiliki rasa khas. Terdapat kombinasi rasa manis dan asam pada buah nanas yang telah matang. Nanas adalah tanaman yang berasal dari brazil. Di Indonesia, selain di tanam di perkebunan, nanas juga ditanam di pekarangan ataupun wilayah yang terkena matahari secara langsung. Nanas dapat tumbuh dengan baik di tempat dengan ketinggian 1-1300 di atas permuaan air laut.

Nanas adalah tumbuhan herba yang dapat berbuah sepanjang tahun. Tinggi tanaman sekitar 50-150 cm dan di bagian pangkal terdapat tunas yang merayap. Daun berkumpul dalam akar dan pada bagian pangkal melebar menjadi pelepah. Helaian daun berbentuk seperti pedang, tebal, dan liat. Ujung lancip menyerupai duri, sisi bawah bersisik putih, berwarna hijau atau hijau kemerahan.

Bunga banyak/majemuk tersusun dalam bulir yang sangat rapat, letaknya memusat, dan bertangkai panjang. Buah bulat agak panjang, berdaging, berwarna hijau, dan akan menjadi kuning ketika sudah masak. Buah nanas berasa enak, sedikit masam, tetapi dominan manis.

Nanas memiliki biji berukuran kecil, dan seringkali tidak terlihat. Buah nanas selain digunakan sebagai buah meja juga dapat diawetkan dengan cara direbus dan diberi gula, dibuat selai, ataupun dibuat sirup. Buah nanas dapat digunakan untuk memberi citarasa asam dan manis sekaligus berfungsi sebagai pengempuk daging.

Tuesday, March 29, 2022

Penggunaan mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) sebagai obat

buah mahkota dewa
Asal tanaman mahkota dewa belum dapat dipastikan. Namun beberapa meyakini bahwa tanaman mahkota dewa berasal dari tanah Papua. Itulah kenapa nama ilmiah lain untuk mahkota dewa adalah Phaleria papuana.

Mahkota dewa adalah tanaman perdu tahunan dan dapat tumbuh subur di tanah yang subur di ketinggian 10 sampai dengan 1200 meter di atas permukaan air laut.

Tanaman mahkota dewa memiliki batang bulat, berwarna coklat, berkayu, bergetah dan memiliki permukaan yang kasar. Mahkota dewa dapat tumbuh hingga 1,5 meter. Daun bertangkai pendek dengan ujung dan pangkal yang runcing serta tidak bergerigi. Memiliki permukaan licin dan berwarna hijau tua.

Mahkota dewa dapat berbunga sepanjang tahun. Bunga terletak menyebar di batang atau ketiak daun. Berbentuk tabung, berukuran kecil, berwarna putih dan beraroma harum. Buah berbentuk bulat, berukuran kecil, dengan permukaan licin danb eralur. Buah yang masih muda berwarna hijau dan akan menjadi merah ketika masak.

Penggunaan lidah buaya (Aloe vera Linn) sebagai obat

lidah buaya untuk obat
Lidah buaya merupakan salah satu tanaman hias yang banyak ditanam di pekarangan rumah masyarakat indonesia. Salah satu fungsi lidah buaya yang paling umum diketahui orang adalah untuk minyak rambut. Seiring kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, lidah buaya digunakan sebagai bahan baku industry makanan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Selain ketiga hal tersebut, lidah buaya ternyata juga dapat digunakan untuk menyembuhkan beragam penyakit.

Penyakit yang dapat disembuhkan menggunakan tanaman lidah buaya antara lain cacingan, luka bakar, bisul, sakit mata, kosmetik, jerawat, amandel, luka bernanah. Selain untuk pengobatan penyakit tersebut, lidah buaya dapat juga digunakan untuk anti radang, pencahar, dan parasitiside.

Dapat hidup dapat tumbuh dengan baik pada lingkungan tropis dengan sinar matahari yang bersinar sepanjang tahun.

Lidah buaya memiliki daun runcing berbentuk taji, berdaging tebal berlendir, tepi berbintik, dan bunga bertangkai berwarna kuning kemerahan.

Batang lidah buaya dapat distek untuk perbanyakan tanaman. Peremajaan tanaman yang sudah tua dapat dilakukan dengan memangkas habis daun dan batangnya dengan menyisakan tunggul batang saja. Daun bersifat sukulen dan banyak mengandung getah (gel) sebagai bahan baku obat. Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan ketika musim kemarau.

Beberapa nama untuk tanaman lidah buaya antara lain Jadam (Malaysia), Salvila (Spanyol), dan Lu Hui (Cina).

Contoh cara penggunaan tanaman lidah buaya untuk pengobatan penyakit kuli

Daun lidah buaya dikupas sehingga didapatkan gelnya. Gel tersebut dioleskan pada bagian tubuh yang sakit.

Senyawa kimia yang terkandung di dalam lidah buaya antara lain aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, dan aloesin.

Sumber: Permana, Heri. 2021. Tanaman Obat Tradisional. CV Titian Ilmu, Bandung.

Sumber gambar: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQBzpPqvp1Q-OZ_yR4Ts2ngZQ53ecL-fyyQkE99wiAYH8ehwQMQbnFLvSuJc-QZgAWIPFY&usqp=CAU

Friday, March 25, 2022

Penggunaan Kunyit (Curcuma longa Linn.) sebagai obat

manfaat kunyit untuk kesehatan
Kunyit adalah tanaman yang sudah familiar di Indonesia. Kunyit dapat berfungsi sebagai pewarna makanan, bumbu, jamu, dan juga berfungsi sebagai obat berbagai penyakit.

Habitat asli tanaman kunyit adalah Asia khususnya Asia Tenggara.

Di Inggris kunyit dikenal dengan nama saffon. Orang Belanda menyebutnya Kurkuma. Di daerah Jawa Indonesia dikenal dengan kunir. Koneng di Sunda, dan Konyet di daerah Madura.

Penyakit yang bisa disembuhkan oleh kunyit diantaranya adalah gula darah (diabetes melitus), tifus, usus buntu, disentri, sakit keputihan haid tidak lancar, perut mulas saat haid, amandel, berak lendir, dan morbili. Kunyit dapat juga digunakan untuk memperlancar ASI.

Contoh penggunaan kunyit untuk mengobati penyakit usus buntu

Bahan yang digunakan adalah 1 rimpang kunyit, 1 butir jeruk nipis, dan 1 lembar daun sambiloto. Bahan-bahan tersebut ditumbuk halus dan dipipis. Kemudian ditambahkan segelas air masak yang masih hangat lalu disaring. Air saringan diminum selama seminggu berturut-turut.

Kandungan dalam tanaman kunyit

Penggunaan jeruk nipis (Citrus aurantifolia, Swingle) sebagai obat

jeruk nipis
Jeruk nipis jarang dihidangkan sebagai buah meja. Jeruk nipis umumnya digunakan sebagai bahan untuk membuat minuman. Jeruk nipis juga dapat digunakan sebagai bumbu masakan selain juga dapat digunakan sebagai campuran untuk sabun cuci piring. Selain kegunaan-kegunaan tersebut, jeruk nipis juga dapat digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit.

Jeruk nipis memiliki beberapa nama lokal seperti limau asam untuk daerah sunda dan jeruk pecel untuk daerah jawa. Di Arab, jeruk nipis disebut dengan limah, Lima di spanyol, dan Lime untuk penyebutan jeruk nipis berbahasa inggris.

Jeruk nipis tergolong tanaman perdu dengan cabang dan ranting yang rimbun. Batang tanaman jeruk nipis berkayu, ulet, dan keras. Kulit kayu bagian luar berwarna hijau tua dan kusam. Bunga berukuran kecil berwarna putih dan buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong berwarna hijau atau kekuningan.