Monday, September 17, 2018

Khasiat Buah Kelengkeng untuk Kesehatan

Kelengkeng (Dimocarpus longan) merupakan tanaman asli Cina yang kemudian tersebar ke beberapa belahan dunia dan telah dibudidayakan di Thailand, India, dan beberapa negara di Asia Tenggara. Kelengkeng juga dikenal dengan nama “Dragon Eye” karena bentuknya yang bulat, daging buah yang putih, dan biji yang hitam (mirip pupil mata). 

Buah kelengkeng bertekstur seperti leci tetapi sedikit lebih lunak. Buah kelengkeng memilik kulit berwarna coklat yang mudah rusak, daging buah yang berair, dan biji berwarna hitam yang cukup besar. Kelengkeng dapat dikonsumsi langsung sebagai buah segar ataupun juga dikonsumsi dalam bentuk olahan kering. 
manfaat buah kelengkeng untuk kesehatan

Kelengkeng memiliki kanundungan vitamin C yang cukup tinggi yaitu cukup untuk memenuhi 80% kebutuhan vitamin C harian. Buah kelengkeng juga mengandung mineral seperti besi, fosfor, magnesium, dan kalium. Selain itu, buah kelengkeng juga kaya akan vitamin A dan anti-oksidan. 

Beberapa khasiat buah kelengkeng untuk kesehatan adalah sebagai berikut: 

1. Kelengkeng memiliki fungsi yang penting pada pengeturan tekanan darah serta memiliki efek sebagai anti depresi. Kelengkeng memiliki efek menenangkan pada saraf dan tekanan darah dan dapat mengurangi kelelahan yang berarti. Kelengkeng dapat mencegah insomnia dan gangguan tidur yang lainnya.

Thursday, June 7, 2018

Metode Penen Tanaman Kedelai

Panen merupakan salah satu tahapan dalam budidaya tanaman kedelai yang turut serta menentukan kuantitas hasil budidaya. Secara ekonomi, kegiatan panen akan berpengeruh terhadap pendapatan usahatani. 

Kegiatan panen harus dilakukan dengan baik dan benar untuk meminimalir kehilangan hasil akibat panen. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan komoditas kedelai adalah umur panen, waktu panen, dan cara pemanenan.

1. Umur Panen
Umur panen kedelai tergantung pada varietas kedelai yang ditanam. Kedelai genjah dapat dipenan pada umur kurang dari 80 hari. Kedelai sedang dipanen pada umur 80-85 hari. Dan kedelai dalam dipanen saat berumur lebih dari 86 hari. 

Kedelai memiliki umur masak fisiolgis yang lebih panjang ketika ditanam di daerah yang lebih tinggi. Selisih umur panen kedelai pada dataran tinggi dan dataran rendah adalah sekitar 10-20 hari. Penggunaan kedelai juga berpengaruh terhadap umur panen tanaman kedelai. Kedelai yang dipanen untuk tujuan konsumsi dipanen pada umur 75-100 hari. Dan kedelai yang akan dijadikan benih dipenen pada saat tanaman berumur 100-110 hari. 

Ciri kedelai yang sudah matang secara fisiologis adalah sebagian besar daun (90-95%) sudah menguning, kecoklatan, lalu gugur. Batang sudah kering dan berubah warna dari hijau menjadi kuning. Polong juga sudah kelihatan tua, agak kuning, dan gundul.

Tuesday, April 17, 2018

Pengendalian Gulma Melalui Sistem Tumpangsari

Pola tanam tumpangsari adalah salah suatu teknik pola tanam yang dari segi usahatani mampu memberikan keuntungan ekonomi dan mengurangi risiko kegagalan panen sehingga modal petani dapat terjaga dan lebih meningkat (Nurindah dan Sujak, 2006). Gomez dan Gomez (1983) mendefinisikan tumpanggilir atau tumpangsari (relay cropping) sebagai menanam dua atau lebih tanaman secara bersama-sama pada sebidang lahan dimana tanaman kedua ditanam setelah tanaman pertama berbunga. Penanaman dengan sistem tumpanggilir telah lama dilakukan petani, khususnya yang mempunyai lahan relatif sempit sebagai usaha untuk mengintensifkan penanaman baik menurut ruang maupun waktu, menganekaragamkan bahan pangan dan pakan, mengurangi resiko kegagalan panen, meningkatkan pendapatan petani dan memperluas lapangan pekerjaan.
Sistim pertanaman tumpangsari, umumnya terdapat pada lahan yang luasnya terbatas. Pemilihan jenis tanaman sela yang tepat akan mempengaruhi pola tanam tumpangsari. Selain memanfaatkan lahan kosong di sela-sela tanaman utama, pola tumpangsari juga mempunyai beberapa keuntungan, seperti

Pengaruh Ketersediaan Sulfur Terhadap Pertumbuhan Bawang Merah

Setiap tanaman memiliki serapan unsur hara yang berbeda-beda tergantung pada kebutuhan metabolisme tiap tanaman. Pada dasarnya sulfur diserap tanaman dan diasimilasi melalui jalur asimilasi. Pada tanaman bawang merah, serapan sulfur cukup tinggi. Dibandingkan dengan tanaman yang lain seperti tanaman gandum dan bit, bawang merah adalah salah satu tanaman yang memiliki serapan dan kebutuhan pupuk sulfur yang tinggi.
Serapan sulfur yang termasuk tinggi pada tanaman bawang merah memberkan dampak terhadap kebutuhan sulfur yang juga tinggi. Dosis atau level sulfur yang tepat menentukan pertumbuhan dan kualitas umbi. Hal ini berkaitan pula dengan pemberian sulfur yang dapat mempengaruhi serapan hara lain seperti N, P dan K pada tanaman. Menurut Tisdale et al., (1989) salah satu peran sulfur dalam meningkatkan hasil tanaman yaitu melalui peningkatkan efisiensi penggunaan unsur hara tanaman esensial lainnya terutama nitrogen dan fosfor.

Fungsi Sulfur pada Bawang Merah

Sulfur (S) merupakan unsur makro yang penting dalam pertumbuhan tanaman. Tanaman yang terkandung unsur S memiliki pertumbuhan lebih baik dibandingan dengan tanpa unsur S ( Buchner et al., 2004 dan Hawkesford dan De Kok, 2006). Allium memiliki varietas umbi terbanyak diantara sayuran umbi yang lainnya (Li et al., 2010) antara lain A. cepa L. (Bawang), A. sativum L. (Bawang Putih), A. porrum L. (Daun Bawang), A. schoenoprasum L. (Daun Bawang), and A. ļ¬stulosum L. (Bawang Welsh) merupakan jenis bawang yang banyak dibudidayakan dan di konsumsi di seluruh dunia baik sebagai bahan makanan maupun obat (Fritsch dan Friesen, 2002).
tanaman bawang merah
Fungsi sulfur pada umbi bawang merah mengenai kuantitas bawang merah berkaitan erat dengan ukuran dan banyaknya umbi yang dihasilkan. Aroma yang khas dikeluarkan pada umbi juga berkaitan erat dengan kandungan Sulfur. Umbi bawang merah mengandung senyawa - senyawa yang dipercaya berkhasiat sebagai antiinflamasi dan antioksidan seperti kuersetin yang bertindak sebagai agen untuk mencegah sel kanker. Kuersetin, selain memiliki aktivitas sebagai antioksidan, juga dapat beraksi sebagai antikanker pada regulasi siklus sel, berinteraksi dengan reseptor estrogen (ER) tipe II