Wednesday, May 8, 2019

China Impor Cabai dari India karena Terjadi Peningkatan Harga Cabai di China

Harga cabai di China meningkat dengan signifikan selama awal tahun 2019 ini. Harga yang sama pada saat ini lebih tinggi dibandingkan bulan yang sama di tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca yang kurang mendukung di sentra pertanaman cabai di China. Secara umum, ketersediaan cabai pada saat ini juga lebih rendah dibandingkan pada bulan yang sama di tahun sebelumnya. Harga cabai kering secara alami juga mengalami peningkatan berdasarkan harga cabai segar yang juga meningkat. 
cabai kering india

Pengusaha cabai mencari alternatif lain karena harga cabai di China yang tetap tinggi dan tidak menunjukkan kecenderungan untuk turun. Pilihan alternatif yang paling memungkinkan adalah dengan mengimpor dari India karena memang kualitas di India sedang bagus. Cabai kering India memiliki harga yang lebih rendah dan kualitas yang lebih baik daripada di China. 

Varietas cabai yang diimpor dari India adalah S4 yang merupakan jenis cabai merah kering tanpa tangkai. Cabai tersebut dijual di kota-kota utama di China. Pemerintah China membuak peluang kepada semua pengusaha untuk ambil bagian dalam penyediaan ketersediaan suplay cabai di China. 

Tuesday, March 5, 2019

Manfaat Rasberi Merah untuk Mengontrol Kadar Gula Darah

Sebuah studi dari Illinois Institute of Technology menunjukkan manfaat rasberi merah sebagai makanan sehat bagi individu yang berpotensi menderita diabetes dan resisten insulin. 

Menurut pusat pengendalian dan pencegahan penyakit, diperkirakan sebayak 34% orang dewasa Amerika atau sekitar 84,1 juta memiliki pra diabetes pada tahun 2015. Pasien dengan pre-diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena diabetes tipe-2, penyakit kardiovaskuler, dan penyakit alzheimer. 

Pada sebuah studi yang lain, dilakukan investigasi terhadap pengaruh rasberi merah pada sekelompok orang yang berisiko terserang diabetes karena kelebihan berat badan, atau obesitas dan disajikan dengan pra-diabetes dan resisten insulin. Kelompok kontrol yang sehat secara metabolik juga dimasukkan ke dalam penelitian sebagai referensi. 

Penelitian menunjukkan bahwa ketika jumlah asupan rasberi meningkat, orang yang berisiko diabetes membutuhkan lebih sedikit insulin untuk mengelola glukosa dalam darah mereka. Ketika dua cangkir raspberry merah dimasukkan dalam makanan, konsentrasi glukosa lebih rendah dibandingkan dengan makanan tanpa raspberry merah. Data menunjukkan bahwa pemasukan sederhana buah-buahan tertentu, seperti raspberry merah dengan makanan, dapat memiliki manfaat penurunan glukosa dengan indikasi perbaikan dalam respons insulin. Efek ini sangat penting bagi orang yang kelebihan berat badan atau obesitas dengan pra-diabetes. 

Sumber: 
https://www.freshplaza.com/article/9076113/red-raspberries-may-aid-glucose-control-in-people-with-pre-diabetes/

Aturan Baru Ekspor Buah dan Sayur Uzbekistan

Pemerintah Uzbekistan telah menyetujui aturan bau terkait ekspor buah dan sayuran. Pengusaha telah diberi hak untuk melakukan ekspor buah dan sayuran tanpa adanya lisensi untuk perdagangan grosir serta pembayaran pajak tunggal diterapkan untuk pendapatan yang mereka peroleh. 

Ekspor buah dan sayur dapat dilakukan tanpa pembayaran terlebih dahulu (uang muka), surat kredit, garansi bank, serta polis asuransi untuk kontrak ekspor. 

Pengecualian pajak penghasilan individu. Ketika eksportir membeli buah dan sayur dari individu untuk keperluan ekspor mereka, tanpa harus menyertakan dokumen produk. 

Sumber: 
https://www.freshplaza.com/article/9078146/uzbekistan-approves-new-rules-for-fruits-vegetable-exports/

Wednesday, February 20, 2019

Wortel Hitam untuk Mengurangi Risiko Penyakit Saraf

Penelitian terbaru merekomendasikan bahwa mengonsumsi wortel hitam secara rutin dengan takaran yang tepat memiliki kelebihan dalam hal mengurangi risiko terserang penyakit saraf seperti Alzheimer. Beberapa komponen yang berpegaruh terhadap kemampuan tersebut adalah anti inflamasi dan antosianin. Memang belum terdapat kesimpulan dari penelitian yang dilakukan, tetapi telah terdapat satu langkah besar untuk memahami alzheimer dengan baik dengan penanganan dan pengobatan alami. 

Alzheimer merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan banyak kasus kematian utamanya pada usia lanjut. Jutaan dollar telah dikeluarkan untuk penelitian. Namun belum terdapat hasil yang signifikan terkait penyebab dan cara mengatasi penyakit alzheimer. Alzheimer merupakan penyakit saraf yang menyebabkan pengurangan secara cepat kehilangan memori dan kemampuan kognitif. 

Alzheimer susah dideteksi karena memang tidak terdapat gejala spesifik yang bisa diketahui sejak dini. Pada beberapa kasus, gejala alzheimer dapat berlangsung hinga beberapa tahun sebelum benar-benar disimpulkan dan biasanya itu sudah terlambat. Studi terbaru merekomnedasikan bahwa mengonsumsi wortel hitam dapat mengurangi risiko serangan alzheimer. 

Sumber:https://www.freshplaza.com/article/9072734/black-carrots-could-reduce-risk-of-neurological-diseases/

Tuesday, February 19, 2019

Mengenal Tanaman Gendola

Gendola adalah salah satu jenis tanaman obat potensial, yang mempunyai dua varietas yaitu gendola merah (Basella rubra L.) dan Gendola putih (Basella alba L.). Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional yang mempunyai banyak khasiat diantaranya penurun panas, menghilangkan racun dan mengeluarkan organisme penyebab sakit dari darah. Kandungan kimia pada tanaman gendola yaitu saponin, vitamin A, B dan C, glucan c, carotene, organic acid, dan mucopolysacharida seperti L-arabonise, D-galactose, L-rhamnose dan aldonic acid. Pertumbuhan yang optimal pada tanaman ini diperlukan agar diperoleh kandungan saponin yang terbaik karena saponin tersimpan pada daun dan batang (Fitrianah et al,. 2012). 
tanaman gendola untuk obat herbal

Indonesia telah mengenal gendola dengan nama, bayam cina, atau bayam malabar, yakni merupakan herba rambat tahunan tropis yang belum begitu dikenal sebagai komoditas pangan. Tanaman yang diduga berasal dari India atau Indonesia ini diketahui sangat tahan terhadap cekaman suhu tinggi dan dapat tumbuh dengan cepat (Lestari dan Juhaeti, 2012).