Wednesday, February 20, 2019

Wortel Hitam untuk Mengurangi Risiko Penyakit Saraf

Penelitian terbaru merekomendasikan bahwa mengonsumsi wortel hitam secara rutin dengan takaran yang tepat memiliki kelebihan dalam hal mengurangi risiko terserang penyakit saraf seperti Alzheimer. Beberapa komponen yang berpegaruh terhadap kemampuan tersebut adalah anti inflamasi dan antosianin. Memang belum terdapat kesimpulan dari penelitian yang dilakukan, tetapi telah terdapat satu langkah besar untuk memahami alzheimer dengan baik dengan penanganan dan pengobatan alami. 

Alzheimer merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan banyak kasus kematian utamanya pada usia lanjut. Jutaan dollar telah dikeluarkan untuk penelitian. Namun belum terdapat hasil yang signifikan terkait penyebab dan cara mengatasi penyakit alzheimer. Alzheimer merupakan penyakit saraf yang menyebabkan pengurangan secara cepat kehilangan memori dan kemampuan kognitif. 

Alzheimer susah dideteksi karena memang tidak terdapat gejala spesifik yang bisa diketahui sejak dini. Pada beberapa kasus, gejala alzheimer dapat berlangsung hinga beberapa tahun sebelum benar-benar disimpulkan dan biasanya itu sudah terlambat. Studi terbaru merekomnedasikan bahwa mengonsumsi wortel hitam dapat mengurangi risiko serangan alzheimer. 

Sumber:https://www.freshplaza.com/article/9072734/black-carrots-could-reduce-risk-of-neurological-diseases/

Tuesday, February 19, 2019

Mengenal Tanaman Gendola

Gendola adalah salah satu jenis tanaman obat potensial, yang mempunyai dua varietas yaitu gendola merah (Basella rubra L.) dan Gendola putih (Basella alba L.). Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional yang mempunyai banyak khasiat diantaranya penurun panas, menghilangkan racun dan mengeluarkan organisme penyebab sakit dari darah. Kandungan kimia pada tanaman gendola yaitu saponin, vitamin A, B dan C, glucan c, carotene, organic acid, dan mucopolysacharida seperti L-arabonise, D-galactose, L-rhamnose dan aldonic acid. Pertumbuhan yang optimal pada tanaman ini diperlukan agar diperoleh kandungan saponin yang terbaik karena saponin tersimpan pada daun dan batang (Fitrianah et al,. 2012). 
tanaman gendola untuk obat herbal

Indonesia telah mengenal gendola dengan nama, bayam cina, atau bayam malabar, yakni merupakan herba rambat tahunan tropis yang belum begitu dikenal sebagai komoditas pangan. Tanaman yang diduga berasal dari India atau Indonesia ini diketahui sangat tahan terhadap cekaman suhu tinggi dan dapat tumbuh dengan cepat (Lestari dan Juhaeti, 2012). 

Saturday, February 16, 2019

Khasiat Wortel Hitam untuk Kesehatan

Di China dan India, wortel hitam telah dikenal dan populer sebagai sayuran karena mengandung bermacam nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan. Warna hitam pada wortel hitam berasal dari antosianin yang yang dikandungnya. Wortel hitam membantu menjaga kesehatan dengan meredakan peradangan, mengobati masalah pencernaan seperti sembelit, meningkatkan kognisi, meredakan kembung, meredakan batuk, dan menguatkan sendi serta mencegah kram. 
wortel hitam untuk kesehatan

Wortel hitam mengandung serat yang sangat tinggi yang sangat bagus untuk sistem pencernaan yang sehat. Serat dapat membantu merangsang gerakan peristaltik dan juga meningkatkan penyerapan nutrisi dari usus. Serat juga membantu penurunan berat badan dengan cepat disertai dengan penurunan kadar kolesterol. Serat makanan juga dapat mengatur pelepasan insulin dan glukosa di dalam darah. Fungsi ini sangat baik khususnya untuk penderita diabetes dibandingkan mengkonsumsi makanan yang sudah dikemas dalam plastik ataupun kaleng. 

Friday, February 15, 2019

Perkembangan Model Surjan di Lahan Rawa

Model dan bentuk surjan di lahan rawa mengalami perkembangan sesuai dengan pengalaman dan ilmu pengetahuan yang berkembang. Perkembangan ilmu pengetahuan dari hasil-hasil penelitian tentang geo-fisika-kimia tanah rawa telah membuka cakrawala pemikiran baru dalam mengantisipasi dampak dari pengelolaan dan pemanfaatkan lahan untuk budidaya, termasuk dalam perencanaan model dan bentuk surjan. Perkembangan teknologi surjan ini juga tidak lepas dari dinamika permasalahan yang muncul dalam pemanfaatkan dan pengembangan lahan rawa dalam budidaya pertanian. 
pertanaman dengan sistem surjan

Pada awalnya petani lahan rawa membuat puntukan (tukungan), yaitu meninggikan tempat (lahan) untuk meletakkan bibit sebatas luas 50 cm x 50 cm dan tinggi 50 cm. Namun kemudian, lambat laun berkembang untuk membuat tembokan yang disebut surjan. Sistem surjan berkembang di lahan rawa sebagai alternatif agar kondisi lahan rawa yang umum tergenang yang biasanya hanya dapat untuk penanaman padi dimaksudkan juga dapat ditanami tanaman lahan kering seperti palawija atau hortikultura (Donicie dan Idak, 1941). 

Refugia untuk Pengendalian Hayati

Penggunaan musuh alami sebagai upaya pengendalian hayati untuk mengendalikan hama digalakkan seiring munculnya pertanian organik karena masalah isu lingkungan. Salah satu musuh alami yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama adalah Refugia. Menurut (Purwatiningsih, 2014), Refugia adalah beberapa jenis tumbuhan di sekitar tanaman pertanaman yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumberdaya yang lain. 
contoh tanaman refugia
Beberapa jenis tumbuhan liar dominan berpotensi sebagai tumbuhan refugia karena dapat menarik kumbang kubah, laba-laba bermata tajam dan belalang sembah (Rahman, 2008). Tumbuhan famili. Tanaman yang berbunga seperti kenikir, jengger ayam, tapak dara, bunga matahari, bayam dan kembang kertas masuk golongan tanaman refugia. Bunga tanaman tersebut akan mengeluarkan nectar yang baunya menarik serangga musuh alami maupun serangga hama tanaman untuk datang. Tanaman kenikir (Cosmos caudatus) sangat sering digunakan oleh petani sebagai tanaman refugia. Bunga kenikir memiliki warna yang menarik untuk serangga musuh alami bertempat tinggal disana. Lebah dan kupu-kupu adalah jenis serangga yang sering mengunjungi tanaman kenikir. Lebah berfungsi sebagai musuh alami bagi hama tertentu dan polinator.

Thursday, February 14, 2019

Pupuk Hayati dalam Pertanian Organik

Pertanian organik bertujuan untuk mengelola pertanian dan ekosistem sekaligus bersama-sama. Pada kondisi agro-ekosistem tertentu, petani harus mengelola usaha taninya dengan bermacam-macam cara memanfaatkan semua sumber daya yang berasal dari dalam maupun luar usaha taninya. Sistem yang demikian akan membantu dalam mempertahankan ekosistem daripada merusaknya. Pertanian organik sama sekali menghindarkan penggunaan bahan anorganik. Penggunaan pupuk kimia secara berangsur dapat dikurangi atau dibatasi selama periode peralihan (transisi). 

Para pakar lingkungan berpendapat bahwa lingkungan merupakan saksi penggunaan bahan kimia secara berlebihan. Penggunaan hara yang tidak seimbang dengan tujuan meningkatkan produsi dalam jangka panjang mebimbulkan masalah terutama terhadap kesehatan tanah dan lingkungan. Di samping itu, program pemupukan selalu gagal dalam menekan kehilangan hara sehingga kesuburan tanah selalu berpengaruh. Pada kondisi semacam ini, pertanian organik membantu dalam memperbaiki tanah yang terdegradasi dan mendorong tercapainya sistem pertanian yang berkelanjutan. Lebih jauh lagi, perbedaan yang cukup lebar antara kebutuhan dan pasokan hara dari pupuk kimia saja dapat diperkecil melalui daur ulang bahan organik yang efektif disamping pemanfaatan pupuk hayati. 

Efisiensi Pemupukan Nitrogen Melalui Aplikasi Zeolit

Salah satu unsur hara yang terpenting bagi tanaman adalah nitrogen (N). Unsur nitrogen merupakan unsur yang paling tidak efisien pemanfaatannya karena mudah hilang melalui pencucian baik dalam bentuk nitrat, menguap ke udara dalam bentuk gas amoniak, dan berubah ke bentuk-bentuk lain yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman (Sanchez, 1979). Salah satu usaha untuk mengurangi kehilangan nitrogen adalah dengan membuat pupuk tersebut dalam bentuk slow release. 

Zeolit merupakan salah satu bahan yang dapat mengikat nitrogen sementara. Zeolit memiliki nilai kapasitas tukar kation (KTK) yang tinggi (antara 120-180 me/100 g) yang berguna sebagai pengadsorpsi, pengikat dan penukar kation (Suwardi, 2000). Pengaruh baik yang disebabkan sifat-sifat zeolit adalah mempunyai muatan negatif yang tinggi sehingga dapat mengikat unsur hara dan meloloskannya sedikit demi sedikit, sifat memegang air yang tinggi, menekan unsur yang beracun seperti Al, Fe, Mn, Cd,Pb, Cu dan Zn. Zeolit juga mampu mengikat atau menyimpan pupuk dan melepaskannya kembali sesuai dengan kebutuhan tanaman sehingga penggunaan pupuk lebih efisien (Harjono, 2004). 

Penambahan zeolit pada pupuk N menyerap amonium yang dikeluarkan oleh pupuk. Jika konsentrasi nitrat dalam tanah menurun, amonium yang telah diserap oleh zeolit dilepaskan kembali ke dalam larutan tanah. Dengan cara itu, N yang diberikan ke dalam tanah dapat tersedia dalam waktu yang lebih lama. Pada pupuk yang tidak ditambahkan zeolit, N segera berubah menjadi nitrat dan tercuci bersama aliran permukaan. Disamping itu, N yang berubah menjadi gas amoniak akan menguap ke udara. 

Saturday, February 9, 2019

Aplikasi Tricoderma sp. untuk Kegiatan Perlindungan Tanaman

Masalah utama yang dihadapi petani dalam budidaya tanaman saat ini adalah serangan penyakit yang menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat dan dapat menyebabkan penurunan hasil panen. Pada umumnya petani masih banyak menggunakan pestisida sintetik secara terus menerus. Hal ini dapat membahayakan keselamatan hewan, manusia, dan lingkungan serta keseimbangan ekosistem. Upaya untuk masalah utama tersebut adalah dengan mengajak petani dengan menggunakan agensia hayati pengendali patogen tanah yaitu Trichoderma sp. untuk mengendalikan penyakit tanaman cabai yaitu Trichoderma sp

Purwantisari (2009), mengatakan bahwa Trichoderma sp. merupakan jamur parasit yang dapat menyerang dan mengambil nutrisi dari jamur lain. Kemampuan dari Trichoderma sp. ini yaitu mampu memarasit cendawan patogen tanaman dan bersifat antagonis, karena memiliki kemampuan untuk mematikan atau menghambat pertumbuhan jamur lain. Mekanisme yang dilakukan oleh agens antagonis Trichoderma sp. terhadap patogen adalah mikroparasit dan antibiosis, selain itu cendawan Trichoderma sp. juga memiliki beberapa kelebihan seperti mudah diisolasi, daya adaptasi luas, dapat tumbuh dengan cepat pada berbagai substrat, cendawan ini juga memiliki kisaran mikoparasitisme yang luas dan tidak bersifat patogen pada tanaman (Arwiyanto, 2003). 

Friday, February 8, 2019

Manfaat Jambu Biji untuk Kesehatan Kulit

Berdasarkan beberapa artikel ilmiah dan penelitian, buah jambu biji merupakan salah satu jenis buah yang sangat bermanfaat untuk kesehatan kulit. Beberapa orang hanya fokus pada rasa jambu biji yang nikmat sementara yang lainnya fokus pada kegunaan jambu biji untuk kesehatan dan kesegaran kulit. 

Menghilangkan Noda Hitam 
Daun jambu biji merupakanan bahan yang mudah ditemukan. Buah jambu biji mengandung zat yang seringkali ditemukan dalam bahan skin care. Mengandung banyak vitamin A dan C, potasium, dan magnesium. Kandungan tersebut mampu menghilangkan noda hitam pada kulit dan mencerahkan kulit. Orang-orang yang telah biasa menggunakan daun jambu biji sebagai bahan lulur telah membuktikan fungsi daun jambu biji untuk menghilangkan noda hitam. 

Thursday, February 7, 2019

Manfaat Buah Tomat untuk Kesehatan

Secara biologi, tomat merupakan buah. Namun berdasarkan kandungan nutrisi dan kebanyakan penggunaannya, tomat termasuk dalam katagori sayuran. Tomat mengandung karbohidrat dan gula yang rendah. Buah tomat yang berukuran sedang mengandung 22 kalori dan total 5 gram karbohidrat. 3 gram sebagai gula dan 2 gram sebagai serat. Walaupun rendah kalori dan karbohidrat, tomat kaya akan nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan. 

Tomat merupakan sumber vitamin 
Satu buah tomat dapat mencukupi 40% dari total kebutuhan vitamin C harian yang direkomendasikan. Tomat merupakan sumber vitamin A yang berguna untuk kekebalan, pandangan, dan kesehatan kulit. Vitamin K yang berguna untuk tulang, dan potasium yang baik untuk jantung, kontraksi otot, dan menyeimbangkan tekanan darah. 

Melindungi jantung 
Buah tomat mengandung antioksidan yang bernama likopen. Likopen memiliki manfaat salah satunya bagi kesehatan jantung. Mengonsusmi buah tomat segar atau produk olahan tomat lebih baik dibandingkan mengonsumsi suplemen yang mengandung likopen. Hasil akademis lain menunjukkan bahwa darah yang mengadung lebih tinggi likopen berpotensi untuk memilik umur yang lebih panjang khususnya berlaku untuk mereka yang mengalami sindrom metabolisme.

Permasalahan Agronomi Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat

Perkebunan kelapa sawit berkaitan erat dengan berbagai aspek, salah satunya adalah aspek agronomi. Permasalahan utama perkebunan rakyat di Indonesia adalah bahan tanam. Rendahnya kualitas bahan tanam yang digunakan oleh petani perkebunan rakyat disebabkan banyaknya beredar benih palsu yang dengan mudah ditemukan dipasaran. Benih palsu ini ditangkarkan oleh penangkar tanpa diketahui asal muasal indukan sehingga kemampuan tanaman tersebut tidak dapat diprediksi. Banyaknya benih palsu yang digunakan karena harga yang jauh lebih murah dan dengan mudah didapat. 

Permasalahan peraturan ikut menghambat para petani untuk mendapatkan benih unggul keluaran dari pusat penelitian ataupun unit usaha benih perusahaan swasta. Persyaratan mengharuskan pembelian dilakukan oleh unit usaha berbadan hukum ini menjadi faktor penyebab karena sebagian besar petani tidak tergabung dalam kelompok tani atau koperasi, terlebih petani swadaya. Harga yang tinggi dari benih unggul juga menjadi pertimbangan petani karena nilai investasi menjadi cukup tinggi. 

Kelapa sawit menjadi populer setelah revolusi industri pada akhir abad ke-19. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan kualitas tanah dan kemampuan tanah untuk menyangga pertumbuhan kelapa sawit. Selain penurunan kualitas tanah tersebut, areal pertanaman sawit yang telah hampir tiga siklus tanam memunculkan permasalahan baru yaitu penyebaran penyakit. Jenis penyakit yang saat ini menjadi ancaman perkebunan kelapa sawit adalah penyakit busuk pangkal batang (BPB) akibat cendawan Ganoderma boninense (Corley, 2003). 

Prospek Kelapa Sawit Indonesia

Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan Indonesia. Hal ini dapat dilihat pada volume ekspor CPO dan turunannya tahun 2014 mencapai US$ 21,948 Milyar atau setara Rp. 263,376 Triliun, dengan asumsi 1 US$= Rp. 12.000 (Dirjenbun RI, 2014). Dari data tersebut menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit memegang peranan besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia serta menjadi sumber pendapatan dan devisa nasional terbesar selain sektor perminyakan dan tambang. Masalah produktivitas, Indonesia belum mampu mengejar produktivitas setara Malaysia. Produktivitas Indonesia saat ini berada diposisi 3,7 Ton CPO/Ha, sedangkan di Malaysia dilaporkan beberapa perusahaan perkebunan telah mampu mencapai produktivitas 5,5 Ton CPO/Ha. Meskipun begitu, Indonesia masih memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalannya mengingat Indonesia masih memiliki lahan-lahan yang belum berproduksi (TBM) sebesar 2,68 juta hektar (Donough, 2009; Pusdatin, 2014). 

Pengusahaan areal kelapa sawit yang demikian luas di Indonesia dikategorikan menjadi tiga: perkebunan rakyat (PR), perkebunan milik negara (PTPN), dan perkebunan besar swasta (PBS). Komposisi luas perkebunan berdasarkan kategori pengusahaannya adalah PR sebesar 41,42%, PTPN sebesar 6,72% dan PBS sebesar 51,86% (Dirjenbun RI, 2014). Dengan komposisi demikian maka kinerja produksi perkebunan kelapa sawit Indonesia dipengaruhi oleh dua kategori utama yaitu, PR dan PBS. 

Friday, February 1, 2019

Manfaat Bawang Putih untuk Mengurangi Resiko Terserang Penyakit

Salah satu permasalahan kesehatan di US adalah angka obesitas yang cukup tinggi di negara tersebut, dan merupakan yang tertinggi di dunia. Obesitas merupakan suatu kondisi atau keadaan yang membawa banyak dampak buruk untuk kesehatan termasuk salah satunya adalah peradangan akut. Berdasar banyak studi dan penelitian, peradangan akut erat kaitannya dengan penyakit jantung, diabetes tipe 2, depresi, penyakit ginjal, radang sendi, dan beberapa jenis kanker. 

Berdasarkan studi yang dilakukan peneliti dari the University of Florida Institute of Food and Agricultural Sciences (UF/IFAS) diketahui bahwa suplemen berbahan ekstrak bawang putih tua dapat secara efektif mengobati peradangan dimana hal tersebut berperan dalam mengurangi risiko penyakit yang ada kaitannya dengan obesitas. 

Sistem Tanam Benih Langsung

jajar legowo, sitem tanam padi metode tanam benih langsung
Sistem tanam benih padi langsung atau masyarakat lebih mengenalnya dengan sistem sebar adalah salah satu sistem tanam padi tanpa melalui proses pembibitan dan pindah tanam, melainkan dengan menanam benih langsung ke lahan. Sistem tanam benih langsung (tabela) dapat menjadi alternatif bagi petani yang bertujuan mengurangi biaya, penggunaan tenaga kerja dan mengejar masa tanam yang serentak dengan biaya relatif murah (Pane, 2003).

Umumnya petani di luar jawa yang menggunakan sistem tanam tersebut. Adanya upaya ekstensifikasi pertanian dari pemerintah melalui program Perluasan Areal Tanam (PTT), menjadikan lahan rawa pasang surut yang kebanyakan berada di luar Jawa dinilai dapat menopang kebutuhan perluasan areal tanam. Menurut Litbang Pertanian (2015), wilayah-wilayah yang potensial untuk menerapkan Tabela antara lain Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sumatera, dan Papua. 

Thursday, January 31, 2019

Manfaat Bunga Pisang untuk Kesehatan

manfaat bunga pisang, bunga pisang untuk kesehatan, pemanfaatan bunga pisang, bunga pisang
Pisang merupakan buah berasa luzat yang dapat dikonsumsi setiap saat dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia. Selain buah, bagian lain yang dapat dikonsumsi dan memiliki beragam manfaat kesehatan adalah bunga pisang. 

Anggapan bahwa bunga pisang hanyalah bagian dari tanaman pisang yang tidak dapat dimanfaatkan harus segera dihilangkan. Bunga pisang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia. 

Bunga pisang kaya akan serat seperti pada sayuran secara umum. Mengonsumsi bunga pisang dapat meringankan kerja pencernaan dan mencegah sembelit. 

Metabolisme Tanaman

Metabolisme adalah semua perubahan kimia dan energi yang terjadi di dalam sel hidup karena kegiatannya. Metabolisme dibagi menjadi dua fase, yaitu katabolisme atau fase degradatif dan anabolisme atau fase penyusun. Dalam tahap katabolisme senyawa yang lebih kompleks diurai menjadi senyawa yang lebih sederhana. Selama penguraian ini bebaslah energi yang terdapat di dalam senyawa kompleks tersebut dan dipergunakan untuk keperluan hidup sel. Anabolisme mempunyai tugas berlawanan daripada katabolisme, yaitu menyusun senyawa dasar menjadi biomol. Kebutuhan energi berasal dari ATP yang timbul selama proses katabolisme. Perubahan pada tahap katabolisme dan anabolisme dikatalisa oleh sistem multi enzim, melalui jalur-jalur yang ada pada masing-masing fase. 

Tak berbeda dengan makhluk lainnya, tumbuhan juga mengalami proses metabolisme. Salah satu contoh proses metabolisme pada tumbuhan adalah fotosintesis (anabolisme). Fotosintesis melibatkan proses biokimia untuk pembentukan zat makanan seperti karbohidrat protein dan lemak, oleh karena itu fotosintesis termasuk dalam anabolisme. Selain fotosintesis, respirasi juga termasuk bagian dari proses metabolisme tumbuhan (katabolisme). Dalam proses respirasi, molekul-molekul organik dibongkar untuk memperoleh energi yang dubutuhkan yaitu untuk mensintesis senyawa-senyawa untuk cadangan makanan, translokasi transpor nutriea menembus membran dll. 

Fotosintesis menyebabkan meningatknya berat kering tumbuhan karena pengambilan CO2, sedangkan respirasi menyebabkan pengeluaran CO2 dan mengurangi berat kering. Fotosintesis menambat CO2 untuk produksi gula, dan respirasi untuk mengubah gula menjadi bahan-bahan struktural, cadangan makanan, dan metabolik yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman dibudidayakan dengan baik agar kedua proses ini berjalan seefesien mungkin, yaitu agar fotisntesis menggunakan energi seefisien mungkin, dan agar respirasi dapat memanfaatkan energi yang ditangkap tersebut untuk membentuk tanaman budidaya produktif seefisien mungkin. 

Sumber : 

Gardner F.P., Pearce R.B and R.L Mitchell. 2008. Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas Indonesia press, Jakarta. 

Martoharsono, S. 1997. Biokimia. Universitas Gadjah Mada press, Yogyakarta.

Mulsa Jerami untuk Budidaya Tanaman


penggunaan mulsa jerami untuk budidaya tanaman

Mulsa adalah material penutup tanah pada tanaman budidaya yang bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan gulma serta penyakit sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Mulsa dibedakan menjadi dua macam, yaitu mulsa organik dan mulsa anorganik. Mulsa organik adalah mulsa yang berasal dari bahan alami yang mudah terurai seperti sisa-sisa tanaman, jerami, ataupun cacahan batang dan daun dari tanaman lain. Mulsa anorganik terbuat dari bahan sintetis seperti mulsa plastik.

Keuntungan dari mulsa jerami adalah sangat mudah didapat terlebih lagi jika lahan sawah yang akan ditanami adalah lahan bekas padi. Jerami sisa bertani tidak perlu dibakar, jerami ini bisa digunakan sebagai mulsa yang mudah terurai dan dapat menambahkan kandungan anorganik dalam tanah. Menurut Yelianti et al., 2009 jerami padi memiliki kandungan bahan organik sebesar 40,87%; N 1,01%; P 0,15%; dan K 1,75%. Semakin lama jerami berada di permukaan tanah maka akan memperbaiki struktur tanah dan menambah unsur hara pada tanaman. Mulsa jerami diberikan setelah benih ditanam, yaitu dengan cara memotong tunggak padi yang masih tersisa, sehingga jerami tersebar dan dapat menutup tanah.

Wednesday, January 30, 2019

Hubungan Ekologi Dan Fisiologi Tanaman

Tanaman tidak dapat dipisahkan dari faktor lingkungan tempat tumbuhnya. Sesuai dengan tiga gatra agronomi yaitu fisiologi, ekologi dan manajemen, lingkungan tumbuh termasuk dalam kaitannya dengan ekologi. Hubungan timbal balik antara tanaman dengan lingkungannya dapat dilihat dari respon fisiologis maupun biokemisnya. 

peningkatan suhu juga berpengaruh terhadap fisiologi tanaman Pada keadaan lingkungan tempat tumbuh yang tidak menguntungkan, lahan marginal contohnya, tanaman dituntut untuk beradaptasi dengan faktor pembatas yang ada. Misalnya pada keadaan lingkungan suhu tinggi, Tohari (1995) menyebutkan bahwa banyak proses fisiologi yang terganggu seperti fotosintesis, respirasi, pembelahan sel, pembesaran sel. Bila suhu terlalu rendah laju proses fisiologisnya menjadi lambat. 

Lingkungan mempengaruhi suhu tumbuhan dan suhu ini mempengaruhi fisiologi dan kemampuan tanaman untuk hidup dan mempertahankan hidup. Pada suhu yang ekstrim tinggi, molekul-molekul protein mengalami denaturasi. Oleh karena itu terdapat suhu optimum bagi setiap proses fisiologi pada masing-masing tanaman.