Monday, September 21, 2020

Mengenal Tanaman Srikaya


Tanaman srikaya (Annona squamosa) berasal dari Amerika Selatan yang pada akirnya menyebar ke seluruh dunia termasuk daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Srikaya memiliki bentuk buah bulat dengan kulit yang bermata banyak sehingga terkesan berbentuk seperti sisik. Setiap juring mengandung daging buah dan sebuah biji. Warna buah hijau keputihan sedangkan warna daging buahnya putih, kasar, dan berbiji banyak serta memiliki rasa yang manis.

Srikaya disebut sebagai buah semu karena tersusun atas berpuluh-puluh buah yang menjadi satu sehingga bentuk buah benjol-benjol. Di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat dua jenis srikaya yang terkenal yaitu srikaya gading dan srikaya lumut. Srikaya lumutwarna buahnya hijau meskipun sudah tua dan matang. Rasanya lebih manis dan daging buahnya lebih tebal daripada srikaya gading. Sedangkan srikaya gading warna buahnya kekuningan bila sudah matang dan ukuran buahnya lebih kecil daripada srikaya lumut.

Sumber: Suhartono, Mas. 2016. Petunjuk Praktis Mengenal Buah-Buahan Unggul Indonesia. Nuansa Cendikia, Bandung.

Sumber gambar: https://faktualnews.co/images/2019/02/buah-srikaya-1280x720.jpg

Wednesday, September 16, 2020

Mengenal Tanaman Sirsak



Sirsak (Annona muricata) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Selatan. Di Indonesia, tanaman sirsak tumbuh mulai dari dataran rendah sampai dengan dataran tinggi. Tanaman sirsak merupakan salah satu contoh tanaman yang mudah dibudidayakan karena tidak membutuhkan persyaratan tumbuh yang spesifik (adaptasi tanah dan iklimnya luas). 

Tanaman sirsak memiliki hubungan kekeluargaan dengan tanaman buah lain seperti srikaya, mulwa (buah nona), dan lain sebagainya. Buah sirsak secara spesifik memiliki bentuk yang tidak beraturan. Namun secara umum buah sirsak berbentuk jorong yang mengecil pada bagian ujung. Kulit buah memiliki duri-duri pendek dan lunak. Daging buah lembek/lunak, berwarna putih berserat, berbiji hitam pipih, dan berjumlah banyak. Sirsak memiliki rasa yang asam manis yang segar serta beraroma harum.

Tidak semua sirsak memiliki rasa yang asam manis. Beberapa juga berasa manis, yaitu jenis sirsak ratu. Sirsak ratu berasal dari Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Ciri lain dari sirsak ratu adalah lengket di lidah serta memiliki biji yang sedikit.

Sumber: Suhartono, Mas. 2016. Petunjuk Praktis Mengenal Buah-Buahan Unggul Indonesia. Nuansa Cendikia, Bandung.

sumber gambar: https://mmc.tirto.id/image/otf/500x0/2019/11/22/sirsak_ratio-16x9.jpg

Mengenal Tanaman Semangka



Semangka (Citrus vulgaris) termasuk salah satu buah yang mengandung banyak air. Semangka memiliki banyak penggemar terutama ketika musim kemarau ketika udara panas dan terik karena semangka memiliki efek/pengaruh untuk menyegarkan.

Masyarakat luas telah mengetahui bahwasannya semangka yang enak bukanlah semangka lokal tetapi semangka hasil introduksi seperti sugar baby, cream suika, stripped sugar, sugar doll, dan yang tidak berbiji seperti yellow doll, garden baby, dan sebagainya. Sedangkan semangka lokal sukar untuk dijumpai.

Yang paling banyak dijumpai dan ditanam di Indonesia adalah jenis sugar baby. Semangka jenis ini merupakan introduksi hasil hibrida. Buah berbentuk bulat berwarna hijau tua, bobot per buah dapat mencapai 4 kg. Daging buah berwarna merah, renyah, dan berasa sangat manis. Kulit buah tebal sehingga tahan dalam pengangkutan jarak jauh.

Sumber: Suhartono, Mas. 2016. Petunjuk Praktis Mengenal Buah-Buahan Unggul Indonesia. Nuansa Cendikia, Bandung.

Mengenal Tanaman Sawo


Tanaman sawo merupakan tanaman asli Asia Tenggara khususnya Indonesia. Indonesia terdapat banyak tanaman sawo terutama di Pulau Jawa. Kultivar atau jenis sawo yang diunggulkan adalah Sawo Apel. Jenis ini memiliki rasa yang manis hingga sangat manis. Kesitimewaan lain adalah adaptasinya yang baik terhadap iklim, tanah, serta organisme pangganggu tanaman (hama, gulma, dan penyakit). Produksi sawo jenis ini sangat memuaskan.

Sawo apel memiliki buah kecil-kecil bulat seperti buah apel dengan diameter kurang dari 4 cm, kulitnya tebal, mengandung banyak getah, rasanya manis, bijinya banyak, dan tahan sehingga mudah dalam pengangkutan serta memiliki buah yang kesat

Sawo jenis lain yang beredar adalah sawo manila. Jenis sawo manila yang dibudidayakan di Jakarta disebut sawo manila Betawi. Sawo manila memiliki buah yang lonjong dan besar. Daging buah halus dan berwarna coklat kemerahan, rasanya manis, tidak mengandung getah, berbiji sedikit, dan banyak mengandung air sehingga menyulitkan pengangkutan.

Jenis sawo lain yang dimasukkan dalam jenis unggul adalah sawo manila kulon, sawo manila karat, dan sawo apel lilin. Jenis-jenis tersebut memiliki rasa yang cukup manis.



Sumber: Suhartono, Mas. 2016. Petunjuk Praktis Mengenal Buah-Buahan Unggul Indonesia. Nuansa Cendikia, Bandung.

Saturday, September 12, 2020

Mengenal Tanaman Salak


Salak (Salaca edulis) termasuk keluarga palmae dengan batang-batang tertutup oleh pelepah daun yang tersusun sangat rapat. Buah tersusun di dalam tandan dan bersisik coklat. Rasa daging buah ada yang kesat, asam, dan manis.

Buah salak yang diminati konsumen umumnya mempunyai daging buah yang tebal, berbiji kecil, memiliki kadar tannin yang rendah, manis, kesat, dan kulit buah berwarna kecoklatan.

Salak Pondoh yang berasal dari Desa Soka, Sleman merupakan satu-satunya kultivar unggul dari Kementrian Pertanian.

Terapat tidaga jenis salah pondoh yaitu Salak Pondoh Merah, Pondoh Kuning, dan Pondoh Hitam. Dari ketiga jenis ini, Pondoh Hitam memiliki rasa yang paling enak. Keistimewaan salak ini terutama dari sifat buahnya. Buah yang masih muda memiliki rasa yang sudah manis.

Selain Salak Pondoh, terdapat beberapa jenis salak lokal yang berpotensi untuk diunggulkan seperti: Salak Condet, Salak Bali, Salak Gading, Salak Kembang, dan Salak Panjalin.

Sumber: Suhartono, Mas. 2016. Petunjuk Praktis Mengenal Buah-Buahan Unggul Indonesia. Nuansa Cendikia, Bandung.

Sumber gambar: https://cdn2.tstatic.net/jogja/foto/bank/images/salak-pondoh_20151226_175808.jpg

Mengenal Tanaman Rambutan


Rambutan (Nephelium lappecium L.) termasuk tanaman yang diunggulkan jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

1. Daging buah mudah dikupas dan kulit bijinya tidak melekat pada daging buah (nglothok).

2. Daging buah tebal dan memiliki biji yang kecil.

3. Daging buah keset, rasa manis, dan memiliki kadar vitamin C yang tinggi.

4. Tahan terhadap penyakit akar yang berbahaya.

Yang termasuk varietas unggul diantaranya adalah rambutan Binjai, Rafiah, dan Lebak Bulus.

Rambutan Binjai berasal dari Pasarminggu. Sering juga disebut dengan rambutan Brahrang. Bentuk buahnya agak lonjong dengan rambut yang panjang, jarang, dan kasar. Rambutnya berwarna merah dengan ujung yang hijau. Warna daging buah putih , ngelotok, dan rasanya manis.

Rambutan Rafiah juga berasal dari Pasarminggu. Bentuk buah bulat dengan rambut agak pendek. Warna rambut hijau kekuningan, warna daging buahnya putih, ngelotok, dan rasanya manis.

Rambutan Lebak Bulus juga berasal dari Pasarminggu. Bentuk bulat dengan rambut yang panjang. Warna buahnya merah, warna daging buahnya putih, ngelotok, rasanya manis dan berair.

Selain ketiga jenis rambutan diatas, masih terdapat beberapa jenis rambutan yang memiliki sifat unggul. Beberapa diantaranya adalah rambutan simacan, aceh garing, aceh gendut, aceh pao-pao, dan aceh kering manis. Jenis-jenis ini mempunyai rasa yang manis, daging buah ngelotok, dan daging buahnya agak kesat.

Sumber: Suhartono, Mas. 2016. Petunjuk Praktis Mengenal Buah-Buahan Unggul Indonesia. Nuansa Cendikia, Bandung

Sumber gamber: https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/buah-rambutan-_160209064417-868.jpg

Monday, August 31, 2020

Mengenal Tanaman Pisang


Pisang (Musa paradisiaca) termasuk keluarga Musaceae yang sangat digemari karena memiliki rasa yang enak sebagai buah meja. 

Beberapa varietas yang telah dibudidayakan dan dikembangkan adalah:

Varietas Musa Nana. Merupakan varietas yang berasal dari China. Bisa ditanam di dataran tinggi hingga 1000 mdpl. Diatas ketinggian tersebut, pisang ini akan sukar tumbuh.

Varietas Musa parasidiaca. Pisang yang tergolong jenis ini adalah pisang yang enak dimakan setelah dimasak terlebih dahulu.

Varietas Parasidiaca sapientum. Termasuk varietas yang enak dimakan setelah buahnya matang dan enak sebagai buah meja. Beberapa yang termasuk varietas ini adalah Pisang Ambon, Pisang Barangan, Pisang Raja, Pisang Badak, Pisang Susu, Pisang Kepok Kuning, Pisang Nangka, dan Pisang tanduk.

Buah Pisang yang dihidangkan sebagai buah meja harus memenuhi kriteria sebagai berikut: Rasa manis, aroma harum, daging buah empuk, tekstur daging halus, dan memiliki bentuk buah yang menarik.

Kriteria buah pisang unggul untuk proses pemasakan terlebih dahulu (direbus, dikukus, digoreng) adalah daging buah tidak mudah hancur, rasa daging buah lebih enak daripada sebelum dimasak, dan memiliki aroma yang lebih menggugah selera setelah dimasak daripada sebelum dimasak.

Sumber: Suhartono, Mas. 2016. Petunjuk Praktis Mengenal Buah-Buahan Unggul Indonesia. Nuansa Cendikia, Bandung.

Sumber gambar: https://blogpictures.99.co/iStock-526041887.png

Mengenal Tanaman Pepaya


Pepaya (Carica papaya) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Tengah. Di Indonesia papaya digemari karena banya dijumpai disamping beragam khasiat yang dimiliki terutama kandungan serat yang banyak pada buah papaya.

Varietas unggul papaya diarahkan agar memiliki sifat sebagai berikut: produktivitasnya tinggi, tidak terpengaruh oleh perubahan iklim, buah bulat Panjang atau Panjang, rongga buah kecil agar buahnya tebal, daging merah dan berasa manis, kulit buah kuat, tidak lembek supaya tahan saat pengankutan dan tidak mudah rusak, resisten terhadap penyakit akar yang berbahaya.

Masyarakat indonesesia umumnya menyukai buah papaya yang besar, bulat Panjang, berdaging merah, dan memiliki rasa yang manis. Beberapa varietas yang banyak ditanam di Indonesia adalah Pepaya Semangka, Pepaya Jinggo, Pepaya Cibinong, dan Pepaya Bangkok.

Mengenal Tanaman Nanas (Ananas cosmus)



Nanas (Ananas cosmus) merupakan tanaman dan buah yang cukup popular di Indonesia. Nanas banyak menghiasi pesta-pesta sebagai pencuci mulut. Buah nanas hamper bisa dijumpai kapan saja tanpa mengenal musim. Tanaman termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan dan tidak “rewel”. Daerah-daerah dengan tanaman nanas yang banyak di Indonesia adalah Palembang, Riau, Jambi, Bogor, dan Subang.

Secara umum BUAH NANAS digunakan sebagai buah meja (dikonsumsi segar) dan juga buah kalengan. Kultivar untuk buah segar adalah Nanas Palembang dan Nanas Bogor, sementara yang banyak digunakan sebagai buah kalengan adalah Nanas Ceyene. Rasanya terkenal enak dan produskinya cukup tinggi.

Nanas Bogor disebut dengan Nanas Nambo. Ketika sudah matang, kulit buahnya berwarna kuning dengan mata yang berlekuk ke dalam. Daging buah berwarna kekuningan dan berserat halus. Memiliki rasa yang enak dan manis.

Nanas Palembang bersal dari daerah Palembang, Sumatera Selatan. Banyak yang mengatakan bahwa Nanas Palembang merupakan subkultivar dari Nanas Bogor sehingga memiliki ciri-ciri yang hamper sama dengan Nanas Bogor.

Selain kedua nanas unggul diatas, terdapat pula beberapa nanas lokal yang tidak kalah dengan nanas-nanas diatas. Beberapa diantaranya adalah Nanas Semarang, Nanas Banten, Nanas Subang, Nanas Kediri/Blitar, Nanas Tembaga, dan Nanas aceh.

Sumber artikel: Suhartono, Mas. 2016. Petunjuk Praktis Mengenal Buah-Buahan Unggul Indonesia. Nuansa Cendikia, Bandung

Sumber gambar: https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2020/03/11/1154999/540x270/8-manfaat-nanas-bagi-kesehatan-dan-efek-sampingnya-jika-berlebihan.jpg

Tuesday, August 11, 2020

Mengenal Tanaman Nangka

buah nangka, macam macam buah nangka di indonesia

Nangka (Arthocarpus heterophyllus syn artocarpus integra) berasal dari India Selatan. Nangka termasuk keluarga moraceae yang masih satu marga dengan sukun, kluwih, cempedak, dan bendo.

Nangka yang disukai konsumen adalah yang daging buahnya besar, tebal, berbiji kecil, manis, harum, dan lunak. Secara umum terdapat dua golongan Nangka yaitu Nangka biasa dan Nangka bubur. Nangka biasa daging buahnya keras dan agak kesat sementara Nangka bubur buahnya berair dan lunak.

Di masyarakat, terdapat berbagai jenis Nangka. Ada Nangka kapuk, yang daging buahnya empuk, besar, dan Panjang, serta warnanya hijau segar ketika masih muda. Serta memiliki duri yang besar dan jarang.

Di Jawa Tengah, terdapat berbagai jenis Nangka. Terdapat Nangka salak karena memiliki daging buah yang kencang seperti salak. Nangka pandan karena memiliki aroma yang harum seperti pandan. Nangka sukun karena bijinya kecil. Nangka kunir karena daging buah berwarna kuning seperti kunyit. Selain itu terdapat juga Nangka hutan yang buahnya kecil-kecil dan bobot buah tidak lebih dari 4 kg setiap pohon. Walaupun berukuran kecil, Nangka hutan memiliki aroma yang sangat tajam dan rasanya manis.

Sumber:
Suhartono, Mas. 2016. Petunjuk Praktis Mengenal Buah-Buahan Unggul Indonesia. Nuansa Cendikia, Bandung

Mengenal Tanaman Manggis

Manggis (Garcinia mangostana) merupakan tanaman asli Asia Tenggara termasuk salah satunya berasal dari Indonesia.

Varietas unggul local manggis belum diketahui masyarakat secara luas. Padahal buah manggis cukup banyak penggemarnya terutama di Pulau Jawa. Tanaman manggis tidak membutuhkan persyaratan tumbuh yang sulit dan cenderung mudah ditanam. Namun petani masih kurang tertarik untuk membudidayakan secara luas.

Buah manggis yang umumnya dikonsumsi masyarakat adalah buah manggis lokal, buahnya bulat dengan diameter kurang dari 6 cm. Kulit tebal dan berwaarna merah tua sampai ungu jika sudah matang, dan berasa manis. Varietasnya belum diketahui secara pasti.

Sumber:
Suhartono, Mas. 2016. Petunjuk Praktis Mengenal Buah-Buahan Unggul Indonesia. Nuansa Cendikia, Bandung

Monday, August 10, 2020

Mengenal Tanaman Mangga

buah mangga, mangga arummanis

Mangga termasuk keluarga anacardiaceae dari genus mangifera. Genus ini memiliki 62 spesies. Diantara total 62 spesies, hanya 16 spesies yang menghasilakan buah dengan rasa yang enak. Mangga yang biasa dikonsumsi setiap hari seperti manga golek dan arum manis merupakan spesies Mangifera indica L.

Terdapat tiga varietas manga yang diunggulkan yaitu Arumanis, Golek, Madu, dan Manalagi. Yang menjadi keistimewaan untuk jenis-jenis mangga tersebut adalah: hasil buahnya banyak, daging buah tebal, dan rasa buah lezat.

Mengenal Tanaman Kelengkeng (Nephelium longan)

buah kelengkeng
Tanaman kelengkeng berasal dari Cina. Tanaman kelengkeng memiliki harga yang cukup mahal. Walaupun demikian, kelengkeng memiliki banyak sekali penggemar. Tanaman ini masih satu keluarga dengan rambutan dan LECI. Di Indonesia, khususnya Jawa Tengah, tanaman kelengkeng banyak terdapat di Ambarawa. Harga kelengkeng berfluktuasi tergantung musim. Seperti buah-buahan lainnya, pada saat musim panen raya, harga buah sedikit lebih murah dibandingkan ketika sudah melewati musim. 

Untuk dapat menghasilkan buah secara maksimal, tanaman kelengkeng memerlukan perawatan khusus seperti pengerokan kulit batang, pemangkasan, dan pembrongsongan. Kelengkeng asal biji yang dirawat dengan baik akan menghasilkan buah setelah berumur 6-8 tahun. Pada tanaman yang diperbanyak secara vegetatif (cangkok ataupun sambung pucuk), kelengkeng sudah bisa berbuah kurang dari lima tahun. Pada saat tanaman sudah berumur 10 tahun dan panen ketiga, produksi buak kelengkeng bisa mencapai 50 kg per pohon.

Sunday, July 5, 2020

Diversifikasi Pangan Indonesia: Sagu


Potensi Sagu Indonesia, Diekspor hingga Jepang | Good News from ...
Swasembada pangan adalah salah satu target yang dimiliki setiap negara. Suatu negara dikatakan swasembada pangan jika produksinya mencapai 90% dari kebutuhan nasional. Kondisi swasembada pangan Indonesia saat ini masih bertumpu pada padi dan jagung sebagai sumber karbohidrat karena beberapa alasan pokok seperti kebutuhan pangan pokok sebagian besar masyarakat, cepat ketersediaanya dan teknologi dari hulu ke hilir yang memadai. Pemerintah melalui kementrian pertanian telah menargetkan program swasembada pangan yang dimulai pada tahun 2016 untuk target swasembada padi, bawang merah dan cabai, tahun 2017 target swasembada jagung, tahun 2019 target swasembada gula konsumsi, tahun 2020 swasembada kedelai dan bawang putih, tahun 2024 target swasembada gula industri, tahun 2026 ditargetkan swasembada daging sapi dan pada tahun 2045 kementrian pertanian menargetkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

Monday, June 15, 2020

Mengenal Tanaman Kedondong


Kedondong jarang digunakan sebagai buah meja. Paling banyak kedondong digunakan sebagai plengkap asinan atau rujak. Meskipun masyarakat belum mengetahui kultivar mana yang sebaiknya dibudidayakan, tetapi masyarakat telah menentukan preferensi yang layak dijadikan sifat unggulan. Masyarakat menyukai kedondong yang rasanya manis, berdaging tebal, bertekstur renyah dan memiliki kulit buah yang licin serta halus.

Beberapa jenis kedondong yang sudah dimasukkan kedalam kultivar unggul adalah kedondong karimunjawa, kendang, dan Bangkok. Produksi bisa mencapai 800-900 buah per pohon per tahun.

Kedondong karimunjawa pertama kali ditemukan di karimunjawa. Bentuk buah lonjong, kulit mudah dikelupas, daging buah putih kekuningan, renyah, dan berasa manis segar sedikit asam.

Kedondong kendeng memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan jenis kedondong yang lain namun memiliki kulit yang sulit dikupas.

Kedondong Bangkok benar-benar berasal dari Bangkok. Buah berukuran sebesar telur ayam kampung. Kelebihan kedondong Bangkok adalah sifat genjah dan jumlah buah per pohonnya. Setalah tiga bulan disemai, kedondong Bangkok sudah bisa berbunga. Ketika berumur enam bulan, pentil buahnya sudah tampak bergelantungan. Ketika masih muda, rasa buahnya asam dan setelah tua daging buahnya renyah dengan rasa yang sedikit asam.

Sumber:
Suhartono, Mas. 2016. Petunjuk Praktis Mengenal Buah-Buahan Unggul Indonesia. Nuansa Cendikia, Bandung.

SINGKONG : TANTANGAN DAN PROSPEK BAGI DIVERSIFIKASI PANGAN

Pangan menjadi permasalahan pelik bagi setiap negara di dunia karena merupakan kebutuhan dasar manusia. Indonesia mengatur pangan melalui UU nomer 18 tahun 2012 mengenai ketahanan pangan. Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan. Kekurangan pangan berdampak pada segala aspek kehidupan yaitu aspek Kesehatan, sosial, politik, keamanan sehingga dapat menganggu kestabilan negara. Contoh kasus kekurangan pangan adalah terjadinya kelaparan hebat di Irlandia utara pada tahun 1846-1850, sekitar 1-1,5 juta orang meninggal dunia. Hal ini terjadi karena tanaman kentang terkena Phytoptora.

Pertambahan jumlah penduduk dan meningkatnya laju konversi tanah adalah dua permasalahan yang menyangkut tidak terpenuhinya kebutuhan pangan. Apabila dua hal tersebut terus berjalan beriringan tanpa diimbangi kenaikan produksi dapat diperkirakan Indonesia akan mengalami kerawanan pangan. Alternatif yang mudah, cepat dan dapat dilakukan dalam jangka pendek adalah diverisfikasi pangan. Menurut Undang-undang Nomor 18/2012, diversivikasi pangan adalah upaya peningkatan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan berbasis pada potensi sumber daya lokal.

Mengenal Tanaman Jeruk

Di Indonesia, terdapat beberapa jenis yang diunggulkan karena memiliki rasa yang manis, berair banyak, tekstur daging buahnya lunak, memilik permukaan kulit yang halus, berbentuk bulat sampai bulat pendek. Beberapa jenis jeruk yang diunggulkan tersebut adalah Jeruk Keprok Tejakula, Keprok Tawangmangu, Keprok Garut, dan Keprok Kacang. 

Ciri khas jeruk keprokyang paling menonjol adalah adanya rongga antara kulit buah dengan daging buah sehingga mudah untuk dikupas, bagian buahnya mudah dipisahkan, dan ketika sudah matang buah akan berwarna orange muda. Jeruk keprok secara umum mampu berproduksi 200-300 buah/pohon/taun.

Asal Jeruk Keprok Tejakula tidak diketahui dengan pasti. Untuk saat ini, jeruk jenis ini paling banyak terdapat di Buleleng, Bali. Bentuk buah bulat pendek, permukaan kulitnya halus, daging buah bertekstur lunak, dan buah berasa manis.

Jeruk Keprok Tawangmangu paling banyak dijumpai di Karanganyar, Jawa Tengah. Asal jeruk ini juga tidak diketahui dengan pasti. Bentuk buah bulat pendek dengan permukaan yang halus, tekstur daging buah lunak, mengandung banyak air, dan memiliki rasa buah yang manis.

Monday, June 8, 2020

Smart Farming untuk Pertanian Masa Depan




Pict: https://equalocean.com/high-tech/20190426-xag-published-smart-seeds-sowing-system
Salah satu upaya pendekatan dalam perwujudan pertanian berkelanjutan adalah aplikasi smart farming baik on farm maupun off farm. Smart farming yakni pertanian yang menggunakan platform yang dikonektivitaskan dengan perangkat teknologi dalam pengumpulan informasi seperti status hara, kelembaban udara, kondisi cuaca, hama penyakit dll. Informasi tersebut diperoleh dari perangkat di lapang yang digunakan atau ditanamkan pada lahan pertanian. Tujuan smart farming adalah untuk meningkatkan keefektivan, efisiensi kuantitas maupun kualitas produk pertanian.

Smart farming tidak lepas dari perangkat teknologi untuk mengumpulan informasi penting terkait tanaman. Perangkat teknologi yang digunakan adalah big data, machine pertanian, internet of this, cloud computation sensor, drone, cctv, kamera dll. Cakupan smart farming sendiri adalah memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi tanaman pada setiap lokasi, kondisi tanah, kadar air tanah, iklim, pupuk, benih pestisida panen dan kerusakan hasil panen dan jumlah produksi. Kunci utama dalam smart farming adalah data terukur berdasarkan analisa sensor yang telah dipasang di areal penanaman, Sensor tersebut akan memberikan informasi mengenai hal yang terkait dengan tanaman, penambahan pupuk, air, penyemprotan pestisida hingga rekomendasi jadwal panen.

Penggunaan Adas untuk Pengobatan Sesak Napas


Salah satu manfaat tanaman adas adalah untuk mengobati sesak napas. Sesak napas bias diobati dengan menggunakan tanaman adas khususnya menggunakan minyaknya. Adapun penggunaan adas untuk pengobatan sesak napas adalah sebagai berikut:

1. Sebanyak 10 tetes minyak adas dicampur dengan 1 sendok makan air panas. Campuran tersebut diminum ketika masih hangat dengan intensitas tiga kali sehari sampai sesak napas sembuh.

2. Sebanyak setengah sendok the adas, seperempat jari pulosari, dua jari rimpang kencur, satu jari rimpang temulawak, seperempat sendok jinten hitam, seperempat genggam daun poncosudo, tiga jari gula merah, semuanya dicampur, dicuci, kemudian dipotong seperlunya. Bahan-bahan tersebut direbus dengan empat setengah gelas air bersih hingga tinggal separuhnya. Air rebusan tersebut disaring, dan diminum tiga kali sehari dengan takaran tiga perempat gelas sekali minum.


Sumber:
Sopandi. 2018. Tanaman Obat Tradisional (Jilid I). Sarana Pancakarya Nusa

Kandungan dan Manfaat Adas untuk Kesehatan

Adas merupakan tanaman berkhasiat obat yang tumbuh baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Akan tetapi, tanaman adas ideal tumbuh dan menghasilkan senyawa yang baik untuk obat ketika ditanam di dataran tinggi. Walaupun bukan merupakan tanaman yang berasal dari Indonesia, Adas sudah popular ditanam di Indonesia dan memiliki banyak nama yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Beberapa nama diantaranya adalah Das Pedas untuk daerah Aceh, Hades dari Sunda, Adhas dari Madura, Wala Wungu untuk penyebutan di daerah Sumba, dan lain sebagainya.

Adas dimanfaatkan buahnya untuk berbagai keperluan pengobatan. Buah adas yang telah tua dikeringkan kemudian disuling agar menghasilkan minyak yang berguna untuk industri obat-obatan dan farmasi. Selain untuk obat dan bahan farmasi lain, Adas juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan untuk memperbaiki rasa dan mengharumkan aroma obat. Adas seringkali digabungkan dengan kulit batang pulosari sehingga di beberapa daerah terkenal dengan nama Adas Pulosari.

Thursday, June 4, 2020

Pengendalian Gulma Menggunakan Herbisida

Herbisida merupakan suatu bahan atau senyawa kimia yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan atau mematikan tumbuhan. Herbisida ini dapat mempengaruhi satu atau lebih proses-proses (seperti pada proses pembelahan sel, perkembangan jaringan, pembentukan klorofil, fotosintesis, respirasi, metabolisme nitrogen, aktivitas enzim dan sebagainya) yang sangat diperlukan tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Herbisida bersifat racun terhadap gulma atau tumbuhan penganggu juga terhadap tanaman yang dibudidayakan. Herbisida yang diaplikasikan dengan konsentrasi tinggi akan mematikan seluruh bagian dan jenis tumbuhan. Pada dosis yang lebih rendah, herbisida akan membunuh tumbuhan dan tidak merusak tumbuhan yang di budidayakan (Sjahril dan Syam’un, 2011).

Menurut Sukman et al., 1991 terdapat beberapa keuntungan menggunakan herbisida diantaranya : dapat mengendalikan gulma sebelum mengganggu tanaman budidaya, dapat mencegah kerusakan perakaran tanaman yang dibudidayakan, lebih efektif dalam membunuh gulma, dalam dosis rendah dapat berperan sebagai hormon tumbuh, dan dapat meningkatkan produksi tanaman budidaya dibandingkan dengan perlakuan pengendalian gulma dengan cara yang lain. Pemakaian suatu jenis herbisida secara terus menerus akan membentuk gulma yang resisten sehingga akan sulit mengendalikannya.

Pada umumnya herbisida bekerja dengan mengganggu proses anabolisme senyawa penting seperti pati, asam lemak atau asam amino melalui kompetisi dengan senyawa yang "normal" dalam proses tersebut. Herbisida menjadi kompetitor karena memiliki struktur yang mirip dan menjadi kosubstrat yang dikenali oleh enzim yang menjadi sasarannya. Cara kerja lain adalah dengan mengganggu keseimbangan produksi bahan-bahan kimia yang diperlukan tumbuhan (Sjahril dan Syam’un, 2011). Salah satu pertimbangan yang penting dalam pemakaian herbisida adalah untuk mendapatkan pengendalian yang selektif, yaitu mematikan gulma tetapi tidak merusak tanaman budidaya. Keberhasilan aplikasi suatu herbisida dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : jenis herbisida, formulasi herbisida.

Sumber :
Sjahril, R. dan Syam’un, E. 2011. Herbisida dan Aplikasinya. Makasar.

Sukman, Yarnelis dan Yakup. 1991. Gulma dan Teknik Pengendaliannya.Rajawali Pers. Jakarta. 157 hal.

LAHAN RAWA LEBAK

Lahan rawa lebak mempunyai ciri yang sangat khas, pada musim hujan terjadi genangan air yang melimpah dalam variasi kurun waktu yang cukup lama. Genangan air dapat kurang dari satu bulan sampai enam bulan atau lebih, dengan ketinggian genangan ≤ 50 cm – ≥100 cm. Air yang menggenang tersebut bukan merupakan limpasan air pasang, tetapi berasal dari limpasan air permukaan yang terakumulasi di wilayah tersebut karena topografinya yang lebih rendah dan drainasinya jelek. Kondisi genangan air sangat dipengaruhi oleh curah hujan, baik di daerah tersebut maupun wilayah sekitarnya serta daerah hulu (Ismail et al., 1993).

Keberhasilan usahatani padi di lahan rawa lebak sangat ditentukan oleh kondisi cuaca setempat dan wilayah sekitarnya terutama daerah hulu, yang akan berpengaruh langsung pada kondisi air rawa. AIR RAWA YANG MENYURUTsecara perlahan akan sangat memudahkan bagi petani untuk menentukan saat tanam yang tepat, tetapi sebaliknya air rawa yang menyurut berfluktuasi tidak teratur akibat curah hujan yang sangat fluktuatif akan menyulitkan petani dalam menentukan saat tanam yang tepat (Ar-Riza 2000). Pemilihan lokasi dan penentuan saat tanam yang tidak tepat utamanya untuk pertanaman padi surung akan membawa resiko gagal panen akibat terkena cekaman redaman air akibat air rawa yang terus meninggi.

Menghidupkan Kejayaan Rempah di Indonesia



Rempah telah dimanfatkan sejak 5000 SM sampai saat ini.Bangsa Mesir Kuno, Yunani, Romawi dan China telah memanfaatkan beberapa rempah seperti pala, cengkeh kayumanis dan lada sebagai bahan ritual keagamaan, pengawet mayat, penyedap maupun perangsang makan. Komoditi unggulan rempah tersebut memilki harga yang sangat tinggi sehingga diperebutkan oleh pada pedagang dari penjuru dunia. Rempah di Indonesia melahirkan hubungan dagang dengan dunia bahkan penjajahan terjadi demi menguasai perdagangan rempaj. Bangsa Portugis pertama kali datang ke Indonesia karena kekayaan rempah yang dimiliki Indonesia, diikuti Spanyol dan Belada yang tiba di Banten tahun 1596.

Data yang dihimpun oleh Kementrian Pertanian pada tahun 2018, komoditas unggulan rempah di Indonesia saat ini adalah Pala Banda, Lada, CENGKEH, Kayumanis dan Vanilli. Permasalahan yang terjadi dalam pengembangan rempah di Indonesia timbul dari sisi on farm off farm dan pemasarana. Dari segi on farm, petani memiliki kendala seperti penyediaan benih bermutu, serangan OPT dan sistem budidaya tradisional (minim teknologi). Selanjutnya kendala yang dihadapi dari segi off farm adalah pelaksanaan panen, pascapanen dan pengolahan hasil panen yang tidak sesuai standar. Hal

SISTEM PERTANAMAN POLIKULTUR

sistem pertanian polikultur
Luas lahan pertanian dari waktu ke waktu makin sempit dengan adanya peralihan fungsi dan tata guna lahan pertanian menjadi lahan pemukiman, perdagangan, perindustrian dan perkantoran. Sedangkan kebutuhan pangan masyarakat makin meningkat dengan makin bertambahnya jumlah penduduk. Perlu upaya yang dilakukan melalui intensifikasi, ektensifikasi maupun diversifikasi dengan tujuan utama adalah untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Dari ketiga upaya tersebut yang memungkinkan untuk dilakukan adalah melalui intensifikasi pertanian yaitu usaha untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang ada. Upaya seperti ekstensifikasi peluangnya kecil karena terbatasnya lahan pertanian yang produktif. Dengan demikian upaya intensifikasi dapat diwujudkan dengan menerapkan bentuk sistem tanam pertanaman ganda (polikultur).

Penanaman campuran merupakan sistem pertanaman dua atau lebih jenis tanaman yang di tanam pada sebidang tanah dengan musim tanam yang sama. Salah satu bagian system tanaman ini adalah POLA TANAM TUMPANGSARI yang bisa meningkatkan efisiensi lahan, pemanfaatan cahaya, air dan hara, mengontrol gulma, hama dan penyakit serta merupakan jalur alternatif untuk pertanian yang berkelanjutan (Lithourgidis et al. 2011). Penelitian tumpangsari jagung dan kedelai telah banyak dilaporkan, pengaturan jarak tanam dengan kepadatan populasi yang lebih rendah meningkatkan hasil berat kering dan Indeks Luas daun pada jagung, tetapi menurunkan transmisi cahaya bagi kedelai (Prasad dan Brook, 2005), peningkatan populasi menurunkan produksi kedelai tetapi meningkatkan produksi jagung (Muoneke et al, 2007), tumpangsari jagung kedelai menurunkan hasil kedelai 59 –

PRINSIP LEISA DALAM PERTANIAN BERKELANJUTAN

low energy input sustainable agriculture

Praktik pertanian yang dilakukan secara modern dengan input/masukkan yang tinggi menimbulkan masalah pada ekosistem untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Padahal jelas sekali pertanian tergantung pada kemampuan ekosistem untuk menjalankan fungsinya dengan baik 1) Water supply, 2) Cycling of nutrients in soils, 3) Pollination, 4) Pest control. Menurut pakar ekologi, teknologi modern pada pertanian berdasarkan pertimbangan fisik dan ekonomi dianggap berhasil menanggulangi kerawanan pangan, tetapi ternyata harus dibayar mahal dengan makin meningkatnya kerusahakan/degradasi yang terjadi di permukaan bumi.

Pertanian berkelanjutan pada prinsipnya sejalan dengan pengembangan pertanian dengan masukan teknologi rendah (low input technology) atau yang bisa disebut Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA). LEISA adalah suatu program dalam rangka pemanfaatan sumberdaya internal semaksimal mungkin dengan mengurangi penggunaan input-input yang berasal dari luar wilayah. LEISA (Low external input sustainable agriculture) tidak bisa dipresentasikan sebagai solusi mutlak terhadap masalah-masalah pertanian dan lingkungan yang mendadak di dunia ini, tetapi LEISA bisa memberikan kontribusi yang berharga untuk memecahkan beberapa permasalahan lingkungan. Konsep LEISA merupakan penggabungan dua prinsip yaitu agro-ekologi serta pengetahuan dan praktek pertanian masyarakat setempat/tradisional.

Friday, May 22, 2020

Mengenal Tanaman Jambu Biji


Jambu biji berasal dari Amerika Tengah. Di Indonesia, tanaman jambu biji tersebar di dataran tinggi maupun di dataran rendah. Dan tanaman jambu biji berbuah sepanjang tahun.

Jambu biji yang disukai masyarakat adalah jambu biji unggul yang memiliki sifat manis, berdaging lunak dan tebal, tanpa biji, dan berukuran besar. Beberapa jambu yang diunggulkan adalah Sukun, Pasarminggu, Bangkok, Sari, Apel, Merah, Palembang, dan Getas.

Jambu Sukun merupakan jambu biji yang tidak berbiji, buah berasa enak meskipun masih muda, dan berasa manis seperti bangkok ketika sudah matang.

Jambu Pasarminggu berdaging tebal dan berasa manis. Namun jambu pasarmiggu memiliki biji yang cukup banyak.

Jambu Bangkok merupakan introduksi jambu dari Thailand. Merupakan salah satu jenis jambu yang digemari walaupun harganya mahal. Biji mengumpul di tengah, berdaging tebal, berasa manis ketika tidak dimatang dalam kondisi yang belum terlalu matang.

Wednesday, May 20, 2020

Perbanyakan Tanaman Obat secara In Vitro

kultur jaringan

Dengan semakin berkembangnya usaha di bidang pertanian khususnya pada tanaman obat, maka kebutuhan bibit semakin meningkat. Penyediaan bibit melalui perbanyakan konvensional sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan yang sangat banyak dengan waktu relatif cepat. Dengan demikian, teknologi kultur jaringan telah terbukti dapat digunakan sebagai teknologi pilihan yang sangat menjanjikan. Selain sebagai alternative penyediaan bibit, bibit tanaman yang ditumbuhkan secara in vitro dianggap efisien untuk memproduksi metabolit sekunder. Melalui teknik ini, metabolit sekunder yang dihasilkan dalam jaringan tanaman utuh dapat dihasilkan juga dalam sel-sel yang dipelihara pada medium buatan secara aseptic.

Tanaman berkhasiat obat memiliki senyawa bioaktif yang diperoleh dari hasil metabolit sekunder tanaman. Senyawa bioaktif dalam tanaman obat mempunyai efek fisiologis dalam tubuh untuk meningkatkan kesehatan manusia. Jenis senyawa bioaktif yang dimiliki tanaman berbeda-beda tergantung dari jenis tanaman. Senyawa bioaktif yang dihasilkan melalui kultur in vitro lebih seragam dan terkontrol dan dapat ditingkatkan melalui metode elisitasi.

Kekahatan Unsur Hara Pada Tanaman


Kekahatan unsur hara terjadi jika unsur hara esensial kurang dari jumlah yang dibutuhkan tanaman. Metabolisme tanaman dapat terganggu yang secara visual dapat terlihat dari penyimpangan penyimpangan pada pertumbuhannya. Gejala kekurangan unsur hara ini dapat berupa pertumbuhan akar, batang atau daun yang terhambat (kerdil) dan klorosis pada berbagai organ tanaman. Gejala yang ditampakkan tanaman karena kekurangan suatu unsur hara dapat menjadi petunjuk kasar dari fungsi unsur hara yang bersangkutan.
Pengetahuan tentang gejala kekurangan masing-masing unsur hara dapat digunakan oleh petani dalam menentukan jenis pupuk yang harus digunakan dan merupakan peringatan bagi petani untuk segera melakukan pemupukan agar tanaman dapat tumbuh normal kembali. Walaupun kekurangan unsur hara dapat menyebabkan gangguan pada fungsi dan pertumbuhan akar, gejala yang umum dilaporkan adalah gejala yang tampak pada bagian tajuk tanaman, karena gejala pada tajuk ini lebih mudah diamati dan memberikan manfaat praktis bagi petani.
Pada dasarnya gejala kekurangan unsur hara tergantung pada 2 hal utama, yakni: [1] fungsi dari unsur hara tersebut dan [2] kemudahan unsur hara tersebut untuk ditranslokasikan dari daun tua ke daun muda. Kemudahan suatu unsur hara untuk ditranslokasikan tergantung pada solubilitas (kelarutan) dari bentuk kimia dari unsur tersebut di dalam jaringan tanaman dan kemudahannya untuk dapat masuk ke dalam pembuluh floem (Lakitan. 2004). Contohnya ketika tanaman kekurangan unsur hara N maka tanaman akan mengalami kekerdilan, terbatasnya pertumbuhan akar, serta menguningnya dedauan tanaman yang ada. Menurut Irawan (2001), tanaman kekurangan unsur hara N dalam pertumbuhan tanaman akan kurus, tidak segar (warna hijau muda) daun tua berubah kuning, buah tumbuhan kerdil dan mempercepat waktu pemasakan buah walaupun belum waktunya.

Irawan, B. 2007. Konversi Lahan Sawah : Potensi Dampak, Pola Pemanfaatnnya, dan Faktor Determinan. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian.
Lakitan, B. 2004. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo, Jakarta.

Monday, May 18, 2020

Potensi Pengembangan Tanaman Obat

Tanaman obat adalah tanaman yang bagian tanamannya mengandung senyawa berkhasiat obat. Tanaman. Tanaman obat memiliki ribuan jenis spesies, total sekitar 40.000 jenis tumbuh-tumbuhan obat yang telah dikenal di dunia. , sekitar 80%nya disinyalir berada di Indonesia. Jumlah tersebut mewakili 90% dari tanaman obat yang terdapat di wilayah Asia. Namun hanya 1.200 jenis tanaman yang sudah dimanfaatkan untuk bahan baku obat-obatan herbal atau jamu (PT. Sido Muncul, 2015).

Komoditas jahe masih mendominasi pasar tanaman obat di Indonesia. Produksi tanaman obat di Indonesia sebanyak 755.507 ton pada tahun 2017, sementara produksi tanaman jahe di tahun yang sama adalah kurang lebih 216.586 ton. Produksi jahe nasional tumbuh rata-rata sebesar 35,9% per tahun. Dibandingkan dengan beberapa negara penghasil jahe di dunia, Indonesia merupakan negara terbesar ke empat penghasil jahe setelah Tiongkok, India, dan Nepal. Total produksi jahe di dunia pada tahun 2013 sebesar 2,1 juta ton dan hampir 90% berasal dari Asia atau setara dengan 1,9 juta ton.

Total produksi tanaman obat di Indonesia 63%-nya diserap oleh perusahaan industry obat dan industri farmasi, 23% merupakan konsumen rumah tangga dan 14% untuk ekspor. Saat ini tanaman obat hasil budidaya hanya sebesar 22% dan pengambilan langsung dari hutan sebesar 78%. Indonesia mempunyai keunggulan dalam hal varian tanaman yang tidak dimiliki oleh kebanyakan negara lainnya di dunia. Dari beberapa jenis tanaman obat yang sudah diolah, yang paling sering dikonsumsi oleh konsumen adalah dalam bentuk jamu. Konsumsi jamu cenderung dapat diidentifikasi faktor yang dapat mempengaruhi konsumen dalam mengkonsumsi produk jamu. Hal ini akan memeberikan peluang bagi produsen jamu dalam meningkatkan produksi mereka karena masyarakat sebagai konsumen sudah sangat mengenal jamu sebagai suatu “brand” dari Indonesia yang memiliki khasiat yang sudah terbukti

Pengertian Pertanian Berkelanjutan

Pertanian berkelanjutan
Dalam pandangan beberapa tahun kedepan kebutuhan pangan semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Dengan demikian kebutuhan masukan teknologi berupa pupuk semakin meningkat, demikian juga kebutuhan pestisida akan lebih besar daripada yang diperlukan sekarang. Masukan energi semakin tinggi sehingga biaya produksi juga semakin besar. Hal ini merupakan tantangan para pakar bidang pertanian untuk mencari teknologi alternative dalam mencukupi kebutuhan pangan dengan kualitas yang baik dan menyehatkan, tetapi tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Upaya pendekatan dalam memperbaiki system pertanian modern adalah dengan mengedepankan praktek pertanian secara berkelanjutan atau disebut sustainable agriculture.

Defisini pertanian berkelanjutan banyak dijabarkan oleh beberapa ahli, namun definisi yang banyak dipakai adalah yang diterbitkan oleh The American Society Of Agronomy (1989), “A sustainable agriculture is one that, over the longterm, enhances environmental quality and the resource base on which agriculture depends; providers for basic human food and fiber needs; is economically viable; and enhances the quality of life for farmers and societyas a wholeover”

Sejarah Pertanian Berkelanjutan

Praktek pertanian pada jaman dulu dilakukan secara tradisional dengan berbasis ekologi lokal dan bersifat subsisten. Petani hanya fokus pada usaha budidaya untuk mencukupi pangan diri sendiri dan keluarga, sehingga tidak ada upaya yang signifikan untuk meningkatkan hasil panen. Minimnya input teknologi yang masuk menyebabkan keseimbangan ekosistem tetap terjaga. Kelemahan dari praktek pertanian tradisional adalah produktivitas yang rendah, sehingga pada titik tertentu negara dengan jumlah penduduk semakin padat tidak dapat mencukupi kebutuhan pangannya. Terjadilah kerawanan pangan terlebih di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Teknologi “Revolusi Hijau” untuk memantik perwujudan swasembada pangan Indonesia dimulai pada tahun 60-an. Sejak saat itu kerawanan pangan sedikit demi sedikit dapat diatasi, bahkan Indonesia mampu mencukupi kebutuhan pangan sendiri tanpa harus impor. Macam- macam teknologi yang dikenalkan pada saat itu adalah penggunaan varietas unggul berproduksi tinggi, pestisida kimia, pupuk kimia/sintesis dan penggunaan mesin-mesin pertanian untuk mengolah tanah dan memanen hasil. Melalui paket teknologi baru yang hadir di masyarakat, pertanian di dunia masuk pada jaman pertanian modern.

Rachel Carson, seorang ahli biologi kelautan dan lingkungan dari Amerika, untuk pertama kalinya melontarkan peringatan tentang masalah yang diakibatkan pertanian modern. Melalui bukunya “silent spring” (1962), ia menyampaikan keresahannya mengenai musim semi yang tak seperti dulu dimana burung-burung yang biasa hinggap tidak lagi bermunculan seperti biasa, ayam dan ternak tidak mengeluarkan suara-suara lagi serta ikan-ikan yang sudah jarang terlihat di kolam. Pandangannya yang dianggap kontroversial pada waktu itu bahwa pestisida kimia sebagai salah satu paket teknologi pertanian modern bersifat toksik pada organisme lain yang tidak menganggu tanaman. 

Monday, May 11, 2020

Mengenal Tanaman Jambu Air


Jambu air merupakan buah-buahan yang sudah banyak dikenal dan dikonsumsi masyarakat. Beberapa jenis jambu air yang sudah dikenal diantaranya adalah lilin hijau, lilin merah, gondrong, semarang putih, semarang darah, klampok, kaget, dan complang. Jenis jambu unggulan tersebut umumnya memiliki rasa yang manis, berbiji sedikit bahkan tidak berbiji, daging buah padat, tidak gembos, dan keset.

Jambu air lilin hijau termasuk jenis Syzygium samarangense, banyak dijumpai di Cikampek, Jawa Barat. Bentuk buah memanjang, berwarna hijau gelap sampai kecoklatan, daging buah padat dan tidak gembos.

Jambu lilin merah memiliki kulit warna merah, rasanya manis, tidak berbiji, dan tidak gembos.

Jambu gondrong (Cincolo) berbentuk seperti lonceng. Berwarna merah kecoklatan, daging buah renyah, manis, dan tidak berbiji.

Friday, May 8, 2020

Manfaat dan Penggunaan Tanaman Adas (Foeniculum vulgare Mill.)

Tanaman berkhasiat obat ini adalah tanaman yang dapat hidup di dataran rendah maupun dataran tinggi hingga ketinggian 1.800 mdpl. Tanaman adas mengandung minyak atsiri 1-6%, anetol 50-60%, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat dan 12% minyak lemak. Dengan kandungan kimia tersebut, manfaat dari tanaman adas berdasarkan bagian-bagian tanamannya adalah :

a. Buah : bermanfaat untuk mengatasi sakit perut (mulas), perut kembung, mual, muntah, diare, sakit kuning, kurang nafsu makan, batuk berdahak, sesak napas, nyeri haid, haid tidak teratur, ASI sedikit, buah pelir turun, dll.

b. Daun : berkhasiat mengatasi batuk, perit kembung, kolik, rasa haus dan meningkatkan penglihatan

c. Akar : dimanfaatkan antara lain sebagai pencahar dan diuretic

Dalam pemanfaatanya adas dicampur dengan bahan-bahan lainnya, serta diolah sedemikian rupa. Selain itu, penggunaanya juga harus menggunakan dosis yang tepat. Contoh penggunaan adas untuk obat batuk adalah sebagai berikut :

Wednesday, May 6, 2020

Mengenal Tanaman Durian


Durian termasuk keluarga Bombacaceae yang berkerabat dekat dengan kapuk randu.

Kriteria buah durian yang unggul adalah warna dan penampilannya yang menarik. Duri besar, bentuk buah bulat telur, dan tangkai pendek. Belimbing pada durian tidak tampak menonjol, produksi buah tinggi, tahan hama penyakit, serta daging buah yang tebal, kesat, berserat halus, pulen, berwarna kuning madu, serta berasa pahit manis.

Yang termasuk varietas local unggul Indonesia adalah Durian Sunan, Sukun, Sitokong, Simas, dan Petruk.

Durian Sunan berbentuk bulat telur terbalik, hijau kecoklatan, duri berbentuk kerucut kecil dan jarang, serta mudah dibelah. Umumnya berbiji kempes dan penampilannya lebih menarik dibandingkan jenis durian yang lain.

Durian Sukun berbentuk bulat Panjang, berwarna kekuningan, duri kerucut kecil dan rapat, serta mudah dibelah. Daging buah durian Sukun berwarna putih kekuningan.

Tuesday, May 5, 2020

Mengenal Tanaman Leci

Leci merupakan tanaman yang berasal dari Cina dan masih satu keluarga dengan rambutan, lengkeng, dan kapulasan. Leci masuk dalam keluarga lapindaceae. Leci memiliki pohon seperti pohon rambutan tetapi memiliki buah seperti kapulasan dengan ukuran yang lebih kecil.

Ketika masih muda, kulit buah leci berwarna hijau dan berubah menjadi merah cerah atau orange Ketika sudah tua. Bentuk buah bulat lonjong sebesar telur puyuh dan memiliki daging buah berwarna jernih atau putih seperti buah kelengkeng. Leci berasa asam manis dengan aroma yang khas dari leci.

Tanaman leci menghendaki tanah yang gembur dan basah. Optimal ditanam pada lahan dengan ketinggian lebih dari 1000 meter diatas permukaan air laut. Bali merupakan penghasil leci terbesar di Indonesia.

Sumber:
Suhartono, Mas. 2008. Mengenal Buah-buah Unggul Indonesia. Nuansa Cendikia, Bandung

Mengenal Tanaman Belimbing Manis

Belimbing termasuk keluarga oxalidaceae yang berwarna hijau Ketika buah masih hijau dan berubah kuning kemerahan Ketika sudah matang. Ciri-ciri buah unggul yang banyak dicari peminat belimbing adalah produksi per pohon yang tinggi, bentuk buah besar, warna menarik, berair banyak, dan berasa manis serta segar. 

Beberapa yang termasuk belimbing unggul adalah Belimbing Demak, Belimbing Sembiring, Belimbing Filipina, Belimbing Wulan Wijaya, Belimbing Paris, dan Belimbing Dewi.

Belimbing Demak terdiri dari tiga jenis yaitu Demak Kunir, Demak Kapur, dan Demak Jingga. Tidak ada perbedaan yang signifikan dari ketiganya. Yang membedakan hanya warnanya Ketika sudah matang. Demak Kunir akan berwana kuning merata, demak kapur berwarna putih, dan demak jingga berwarna kemerahan.

Belimbing Sembiring termasuk jenis belimbing genjah karena sudah bisa berbuah Ketika tanaman berumur 1 tahun. Dalam satu pohon, jenis ini mampu menghasilkan 300 buah per tahun. Belimbing Sembiring berwarna kuning Ketika sudah matang.

Monday, May 4, 2020

Mengenal Tanaman Duku

buah duku, duku, gambar duku

Duku merupakan tanaman tropis yang tergolong family meliaceae. Tanaman duku yang unggul memiliki buah yang berkulit tipis, daging buah berwarna bening, hampir tidak berbiji, dan memiliki rasa yang manis. 

Di Indonesia duku yang paling terkenal adalah Duku Palembang. Walaupun demikian, tidak semua duku yang berasal dari Palembang berkualtas baik. Hal ini berkaitan dengan syarat tumbuh tanaman duku. Semakin tinggi tempat tumbuh, umumnya duku akan memiliki kulit yang semakin tebal dan banyak mengandung biji. Duku Komering merupakan duku yang memiliki kualitas terbaik di Palembang.

Duku unggul yang lain adalah duku Condet dan duku Matesih. Duku matesih banyak terdapat di Kecamatan Matesih, Jawa Tengah.

Sumber:
Suhartono, Mas. 2008. Mengenal Buah-buah Unggul Indonesia. Nuansa Cendikia, Bandung.

Friday, May 1, 2020

Mengenal Tanaman Anggur


buah anggur, macam macam anggur
Secara umum terdapat dua jenis tanaman anggur yaitu anggur yang buahnya dapat dimakan dan anggur yang buahnya tidak dapat dimakan. Anggur yang tidak dapat dimakan biasanya digunakan sebagai bahan obat-obatan sedangkan anggur yang bisa dimakan umumnya digunakan sebagai buah meja, bahan baku industry minuman, dan lain sebagainya.

Yang termasuk golongan anggur yang dapat dimakan adalah varietas Vitis vinifera dan Vitis Labrusca. Vitis vanifera meliputi anggur bali, probolinggo biru, probolinggo putih, situbondo kuning, gross colman, golden champion, frakentaler, dan muscat. Sedangkan yang termasuk anggur varietas Vitis labrusca adalah Isabella, Delaware, Tegal Hitam, Tegal Hijau, Brilliant, Beacon, dan Carman.

Dari semua jenis anggur tersebut baru terdapat dua jenis yang dilepas oleh Kementrian Pertanian. Keduanya adalah Banjarsari-4 atau yang disebut dengan Probolinggo Biru, dan Banjarsari-6 atau yang dikenal dengan kultivar Bali.

Thursday, April 30, 2020

Mengenal Buah Cempedak

buah cempedak, cempedak

Cempedak mungkin belum merupakan tanaman buah yang dikenal secara luas. Namun berdasar rasa yang dihasilkan oleh buah cempedak, cempedak memiliki potensi untuk menjadi buah unggulan di Indonesia.

Varietas cempedak yang telah dikenal masyarakat secara luas adalah cempedak biasa yang juga merupakan cempedak asli Indonesia. Cempedak memiliki buah yang lonjong, berwarna kuning gading, dan memiliki aroma yang sangat wangi. Daging buah lunak, mudah hancur, dan rasanya manis. Cempedak mampu menghasilkan 60 buah per pohon per tahun.

Selain varietas local Indonesia, cempedak yang sudah banyak dijumpai adalah cempedak Malaysia. Keistimewaan cempedak Malaysia adalah buah tidak disukai lalat buah, lebih cepat berbuah, ukuran buah lebih besar, dan rasanya lebih manis.

Sumber:
Suhartono, Mas. 2008. Mengenal Buah-buah Unggul Indonesia. Nuansa Cendikia, Bandung.

Mengenal Tanaman Apel

Apel paling banyak diproduksi di negara-negara sub tropis dengan empat musim. Namun demikian, Indonesia juga memiliki beberapa jenis apel yang digemari oleh masyarakat. Apel yang paling banyak di pasaran untuk saat ini adalah apel varietas Rome beauty dan Princess Noble/Apel Australia/ apel hijau/ apel manalagi.

Apel rome beauty memiliki buah berbentuk bulat sampai jorong. Aroma buah tidak tajam dan bertekstur segar karena mengandung banyak kadar air. Daging buah keras dan sedikit kesar berwarna putih kekuningan. Buah yang terkena matahari berwarna merah sementara pada bagian yang tidak terkena matahari berwarna hijau. Buah memiliki bobot 75-300 gram per buah dan mampu memproduksi 15 kg buah apel per tahun. Varietas ini peka terhadap Marsonina.

Varietas princess noble memiliki ciri yaitu buah yang tetap berwarna hijau kekuningan meskipun sudah matang. Aroma buah kuat serta memiliki rasa yang segar. Daging buah berwarn putih, halus, dan berair.

Apel manalagi memiliki ciri diantaranya: rasa buah yang tidak asam meskipun buah belum matang. Warna buah hijau kekuningan. Daging buah agak liat, kurang berair, dan keputih-putihan. Memiliki aroma yang harum segar dan rasa yang manis. Apel manalagi peka terhadap cendawan marsonina. Produksi buah rata-rata 7,5 kg per pohon.

Selain ketiga varietas di atas, masih terdapat beberapa varietas yang prospek untuk dikembangkan. Salah satunya adalah apel ana. Apel Ana berasal dari Thailand dan sudah mulai dikembangkan pada tahun 1979. Apel ana memiliki bentuk seperti trapezium terbalik, berwarna merah tajam, serta pertumbuhanya cepat dan subur. Apel ana memiliki rasa yang lebih masam dari jenis rome beauty.

Sumber:
Suhartono, Mas. 2008. Mengenal Buah-buah Unggul Indonesia. Nuansa Cendikia, Bandung.

Monday, April 27, 2020

Mengenal Tanaman Alpukat


Alpukat merupakan salah satu buah unggulan Indonesia. Tanaman alpukat termasuk keluarga Lauraceae. Tanaman hasil perbanyakan generatif (biji) dapat tumbuh hingga mencapai 20 meter dan tanaman asal perbanyakan vegetatif (cangkok dan okulasi) tinggi tanaman tidak mencapai 20 meter. 

Buah memiliki warna dan bentuk yang beragam. Terdapat buah yang hujau panjang, hijau bundar, merah panjang, dan merah bundar. 

Penggemar buah alpukat tidak terlalu mempermasalahkan dan memprioritaskan bentuk serta warna buah. Rasa dan tekstur daging buah merupakan hal yang utama. Daging buah yang tebal, halus, empuk, tidak berserat, tidak pahit, gurih, dan biji yang mudah lepas dari daging merupakan ciri buah alpukat yang banyak dicari penggemar alpukat. Alpukat mentega lebih popular di masyarakat karena daging buah yang berwarna kuning dan rasa yang gurih seperti mentega. 

Beberapa kultivar unggul yang direkomendasikan oleh Dinas Pertanian adalah Alpukat hijau Panjang, Alpukat hijau bundar, dan Alpukat Fuerte. 

Tuesday, April 14, 2020

Asal Penyebaran Tanaman Srikaya

Belum ada sumber yang menyebutkan dengan pasti darimana asal tanaman Srikaya. Namun beberapa sumber menyebutkan bahwa Srikaya berasal dari Benua Amerika. Beberapa menyebut Srikaya dari Meksiko dan beberapa yang lain menyebut Srikaya berasal dari Peru. Awalnya Srikaya di domestikasi di daerah tropis Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Awalnya Srikaya adalah tanaman liar yang belum dibudidayakan. Srikaya banyak dijimpai di padang rumput, hutan, dan pinggir jalan.

Penjajah Sanyol membawa biji-biji Srikaya dari Amerika menuju Filipina dan negara-negara di Asia Tenggara. Penjajah Portugis membawa dan memperkenalkan tanaman Srikaya di India Utara sebelum tahun 1590. Srikaya baru masuk Indonesia pada abad ke 17 dibawa oleh orang Belanda.

Tanaman Srikaya dikembangkan besar-besaran di Cina Selatan, Australia, Polinesia, Hawai, Afrika Tropis, Mesir, dan dataran rendah Palestina. Budidaya Srikaya baru mulainya intensif di daaerah India. Di India, terdapat beberapa kultivar Srikaya dan buahnya telah banyak dijumpai di pasar-pasar.