Thursday, January 31, 2019

Metabolisme Tanaman

Metabolisme adalah semua perubahan kimia dan energi yang terjadi di dalam sel hidup karena kegiatannya. Metabolisme dibagi menjadi dua fase, yaitu katabolisme atau fase degradatif dan anabolisme atau fase penyusun. Dalam tahap katabolisme senyawa yang lebih kompleks diurai menjadi senyawa yang lebih sederhana. Selama penguraian ini bebaslah energi yang terdapat di dalam senyawa kompleks tersebut dan dipergunakan untuk keperluan hidup sel. Anabolisme mempunyai tugas berlawanan daripada katabolisme, yaitu menyusun senyawa dasar menjadi biomol. Kebutuhan energi berasal dari ATP yang timbul selama proses katabolisme. Perubahan pada tahap katabolisme dan anabolisme dikatalisa oleh sistem multi enzim, melalui jalur-jalur yang ada pada masing-masing fase. 

Tak berbeda dengan makhluk lainnya, tumbuhan juga mengalami proses metabolisme. Salah satu contoh proses metabolisme pada tumbuhan adalah fotosintesis (anabolisme). Fotosintesis melibatkan proses biokimia untuk pembentukan zat makanan seperti karbohidrat protein dan lemak, oleh karena itu fotosintesis termasuk dalam anabolisme. Selain fotosintesis, respirasi juga termasuk bagian dari proses metabolisme tumbuhan (katabolisme). Dalam proses respirasi, molekul-molekul organik dibongkar untuk memperoleh energi yang dubutuhkan yaitu untuk mensintesis senyawa-senyawa untuk cadangan makanan, translokasi transpor nutriea menembus membran dll. 

Fotosintesis menyebabkan meningatknya berat kering tumbuhan karena pengambilan CO2, sedangkan respirasi menyebabkan pengeluaran CO2 dan mengurangi berat kering. Fotosintesis menambat CO2 untuk produksi gula, dan respirasi untuk mengubah gula menjadi bahan-bahan struktural, cadangan makanan, dan metabolik yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman dibudidayakan dengan baik agar kedua proses ini berjalan seefesien mungkin, yaitu agar fotisntesis menggunakan energi seefisien mungkin, dan agar respirasi dapat memanfaatkan energi yang ditangkap tersebut untuk membentuk tanaman budidaya produktif seefisien mungkin. 

Sumber : 

Gardner F.P., Pearce R.B and R.L Mitchell. 2008. Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas Indonesia press, Jakarta. 

Martoharsono, S. 1997. Biokimia. Universitas Gadjah Mada press, Yogyakarta.

No comments:

Post a Comment