Monday, December 23, 2019

Pengaruh Jahe Berharga Rendah dari Amerika Selatan Terhadap Ekspor Cina

Cina telah memperluas areal pertanaman jahe pada tahun ini untuk memanfaatkan musim hujan yang datang bertepatan dengan musim penananaman jahe. Walaupun demikian, produksi justru turun sekitar 25% sebagai akibat dari tanah yang tidak bisa diolah. Tetapi secara umum, produksi tahun ini hampir sama dengan produksi jaeh di tahun sebelumnya.

Harga jahe kering dari Cina yang dikirim ke Eropa adalah 1400-1650 Euro/ton. Mendekati imlek, permintaan jahe dalam negeri China mengalami peningkatan yang juga berdampak pada harga jahe yang diekspor. Dan sebagai salah satu eksportir jahe terbesar di dunia, peningkatan harga jahe di Cina juga berdampak pada perubahan harga jahe di pasar jahe dunia.

Cina memiliki beberapa keunggulan dibandingkan beberapa produsen jahe yang ada di dunia. Cina memiliki pengalaman yang lebih baik di bidang penyimpanan jahe sehingga mampu mengatur suplay dan menyediakan jahe sepanjang tahun. Sesuatu yang belum bisa dilakukan oleh negara lain. Jadi, walaupun Jahe dari Amerika Selatan lebih digemari di pasar Eropa karena harga yang lebih murah, hal tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap ekspor jahe Cina dalam jangka yang panjang. Pada tahun ini, Cina telah mengkspor 500 kontainer atau setara dengan 10.000 ton jehe.
Permintaan yang meningkat baik dari sisi kualitas ataupun kuantitas dari pasar Eropa mewajibkan Cina untuk terus berinovasi dan menginvestasikan banyak dana untuk pengembangan pembibitan, manajemen sumber daya manusia, dan segala faktor pendukungnya. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar dan juga menurunkan harga produksi agar bisa bersaing di pasar global.

Pada awalnya, jahe masuk ke pasar eropa digunakan untuk bumbu. Lebih luas, jahe kemudian digunakan untuk minuman penyegar dan obat. Ekspor jahe dari Cina ke Eropa mengalami penigkatan dari tahun ke tahun.

Tantangan demi tantangan dalam perdagangan jahe ke eropa bisa diatasi dan senantiasa dikebangkan kualitasnya dengan melibatkan banyak ahli dan pemangku kepentingan. Peningkatan kualitas manajemen budidaya tanaman jahe, pasca panen, dan teknologi penyimpanan serta logistik merupakan hal yang mutlak dibutuhkan untuk menjadi suplier jahe terbesar di dunia.

Sumber:
https://www.freshplaza.com/article/9175075/low-price-ginger-from-south-america-won-t-have-long-term-impact-on-chinese-ginger-export/

No comments:

Post a Comment