Jagung disebut juga tanaman berumah satu (monoeciuos) karena bunga jantan dan betinanya terdapat dalam satu tanaman. Bunga betina, tongkol, muncul dari axillary apices tajuk. Bunga jantan (tassel) berkembang dari titik tumbuh apikal di ujung tanaman. Pada tahap awal, kedua bunga memiliki primordia bunga biseksual. Selama proses perkembangan, primordia stamen pada axillary bunga tidak berkembang dan menjadi bunga betina. Demikian pula halnya primordia ginaecium pada apikal bunga, tidak berkembang dan menjadi bunga jantan (Palliwal 2000). Serbuk sari (pollen) adalah trinukleat. Pollen memiliki sel vegetatif, dua gamet jantan dan mengandung butiran-butiran pati. Dinding tebalnya terbentuk dari dua lapisan, exine dan intin, dan cukup keras. Karena adanya perbedaan perkembangan bunga pada spikelet jantan yang terletak di atas dan bawah dan ketidaksinkronan matangnya spike, maka pollen pecah secara kontinu dari tiap tassel dalam tempo seminggu atau lebih (Subekti dkk., 2008).
Thursday, January 30, 2014
Morfologi Batang dan Daun pada Tanaman Jagung
Tanaman jagung mempunyai batang yang tidak bercabang, berbentuk silindris, dan terdiri atas sejumlah ruas dan buku ruas. Pada buku ruas terdapat tunas yang berkembang menjadi tongkol. Dua tunas teratas berkembang menjadi tongkol yang produktif. Batang memiliki tiga komponen jaringan utama, yaitu kulit (epidermis), jaringan pembuluh (bundles vaskuler), dan pusat batang (pith). Bundles vaskuler tertata dalam lingkaran konsentris dengan kepadatan bundles yang tinggi, dan lingkaranlingkaran menuju perikarp dekat epidermis. Kepadatan bundles berkurang begitu mendekati pusat batang. Konsentrasi bundles vaskuler yang tinggi di bawah epidermis menyebabkan batang tahan rebah. Genotipe jagung yang mempunyai batang kuat memiliki lebih banyak lapisan jaringan sklerenkim berdinding tebal di bawah epidermis batang dan sekeliling bundles vaskuler (Paliwal 2000).
Sesudah koleoptil muncul di atas permukaan tanah, daun jagung mulai terbuka. Setiap daun terdiri atas helaian daun, ligula, dan pelepah daun yang erat melekat pada batang. Jumlah daun sama dengan jumlah buku batang. Jumlah daun umumya berkisar antara 10-18 helai, rata-rata munculnya daun yang terbuka sempurna adalah 3-4 hari setiap daun. Tanaman jagung di daerah tropis mempunyai jumlah daun relatif lebih banyak dibanding di daerah beriklim sedang (temperate) (Paliwal 2000). Genotipe jagung mempunyai keragaman dalam hal panjang, lebar, tebal, sudut, dan warna pigmentasi daun. Lebar helai daun dikategorikan mulai dari sangat sempit (< 5 cm), sempit (5,1-7 cm), sedang (7,1-9 cm), lebar (9,1-11 cm), hingga sangat lebar (>11 cm). Besar sudut daun mempengaruhi tipe daun. Sudut daun jagung juga beragam, mulai dari sangat kecil hingga sangat besar. Beberapa genotipe jagung memiliki antocyanin pada helai daunnya, yang bisa terdapat pada pinggir daun atau tulang daun. Intensitas warna antocyanin pada pelepah daun bervariasi, dari sangat lemah hingga sangat kuat (Subekti dkk., 2008).
Morfologi Akar pada Tanaman Jagung
Jagung mempunyai akar serabut dengan tiga macam akar yaitu akar seminal, alar adventif, dan akar kait atau penyangga. Akar seminal adalah akar yang berkembang dari radikula dan embrio. Pertumbuhan akar seminal akan melambat setelah plumula muncul ke permukaan tanah dan pertumbuhan akar seminal akan berhenti pada fase V3. Akar adventif adalah akar yang semula berkembang dari buku di ujung mesokotil, kemudian set akar adventif berkembang dari tiap buku secara berurutan dan terus ke atas antara 7-10 buku, semuanya di bawah permukaan tanah. Akar adventif berkembang menjadi serabut akar tebal. Akar seminal hanya sedikit berperan dalam siklus hidup jagung. Akar adventif berperan dalam pengambilan air dan hara. Bobot total akar jagung terdiri atas 52% akar adventif seminal dan 48% akar nodal. Akar kait atau penyangga adalah akar adventif yang muncul pada dua atau tiga buku di atas permukaan tanah. Fungsi dari akar penyangga adalah menjaga tanaman agar tetap tegak dan mengatasi rebah batang. Akar ini juga membantu penyerapan hara dan air (Subekti dkk., 2008).
Budidaya Tanaman Bayam (Amaranthus tricolor)
Bayam merupakan tanaman sayur yang banyak digemari masyarakat. Tanaman bayam dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi sampai ketinggian 2000 mdpl. Tanaman bayam umumnya dapat berumur 4-6 minggu setelah tanam. Curah hujan yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman bayam adalah 500-5000 mm/tahun.
1. Persiapan Benih
a. Varietas yang digunakan adalah varietas unggul yang sudah dilepas Menteri Pertanian atau sudah didaftarkan tim pelepasan varietas.
b. Benih yang digunakan adalah benih bermutu tinggi yaitu daya kecambah lebih dari 90 %, vigoritas baik, tingkat kemurnian 95 % dan bebas dari hama dan penyakit.
c. Memiliki adaptasi yang baik pada agroklimat yang akan dipakai lokasi penanaman
d. Merupakan benih bersertifikat dan belum kadaluarsa.
Monday, January 13, 2014
Pengendalian OPT pada Tanaman Bawang Merah
Bawang merah merupakan tanaman yang memiliki banyak fungsi baik dari segi kesehatan atau juga sebagai bahan pangan (bumbu) masakan. Sebagai bahan baku bumbu masakan dan dapat digunakan sebagai obat, permintaan akan bawang merah relatif stabil dan cenderung mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Permintaan yang stabil dan cenderung naik menjadikan komoditas bawang merah merupakan salah satu komoditas potensial yang akan menguntungkan ketika dikembangkan dalam skala usaha yang besar. Akan tetapi, pengembangan komoditas bawang merah senantiasa mengalami kendala seperti penguasaan teknologi budidaya yang rendah, musim yang tidak menentu, dan adanya serangan organisme pengganggu tanaman. Serangan organisme pengganggu tanaman merupakan salah satu yang membuat penurunan hasil bawang merah, baik dari sisi kualitas atau juga kuantitas. Beberapa OPT yang sering berada di pertanaman bawang merah adalah sebagai berikut:
1. Ulat bawang (Spodoptera exigua Hubner)
Gejala
Ulat bawang menyerang sejak pertumbuhan awal bawang (1-10hst) hingga fase pemasakan umbi (51-65 hst). Ulat muda segera melubangi ujung daun kemudian masuk ke dalam daun bawang. Daun bawang kemudian terlihat bercak-bercak putih transparan.
a. Penanaman varietas toleran dan dengan kultur teknis yang lainnya (mangatur waktu tanam, penanaman serentak, pergiliran tanaman, dan dengan tumpang sari). Cara lain adalah dengan sanitasi, pengolahan tanah, pengelolaan air yang baik, dan mengatur jarak tanam.
Subscribe to:
Posts (Atom)


