Monday, November 18, 2013

Fungsi Tanaman sebagai Pengontrol Iklim dalam Lanskap

Secara ekologi, tanaman memiliki fungsi: menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen; memperbaiki iklim mikro; mencegah terjadinya erosi; dan menyerap air hujan. Dalam kaitannya dengan lanskap, tanaman berfungsi untuk: kontrol pandangan; pembatas fisik; pengendali iklim; pencegah erosi; habitat satwa; dan nilai estetis. 

Fungsi tanaman sebagai pengendali iklim menjadi sangat penting karena berkaitan dengan kenyamanan berbagai aktivitas dan kegiatan manusia. Iklim yang dapat dikendalikan oleh tanaman tidak hanya yang berkaitan dengan cuaca (suhu, kelembaban, radiasi matahari, dan angina), melainkan juga berkaitan dengan aroma, dan suara. Secara umum, fungsi pengendalian iklim yang dilakukan tanaman terhadap elemen lanskap dan komponen yang lainnya adalah sebagai berikut:

a. Filtrasi dan meningkatkan kualitas udara
Dalam melaksanakan proses fotosintesis, semua tanaman yang berklorofil akan menyerap karbondioksidan (CO2) dan menghasilkan oksigen (O2) sehingga udara yang berada di sekitar pertanaman menjadi lebih segar. Gas CO2 yang merupakan sumber utama penyebab pemanasan global dapat direduksi sehingga lingkungan menjadi lebih segar. Selain meningkatkan kualitas udara dengan meningkatkan kandungan O2 di lingkungan, tanaman juga dapat menjadi penyaring udara. tanaman pohon atau perdu dengan tajuk yang rapat, secara fisik dapat menahan debu dan abu yang beterbangan. Debu dan abu yang beterbangan akan tertahan pada tajuk-tajuk tanaman dan pada akhirnya dapat tercuci pada saat hujan dan atau saat tanaman melakukan gutasi pada malam hari. Kombinasi filter secara fisik oleh tajuk tanaman dan adanya O2 yang dihasilkan dapat meminimalisir atau bahkan menghilangkan polusi bau.

Beberapa tanaman yang berfungsi sebagai filter adalah: angsana (Pitherocarpus indicus), akasia daun lebar (Accasia magium), oleander (Nerium oleander), bogenvil (Bougenvillea sp), dan teh-tehan pangkas (Acalypha sp).

b. Peneduh dan pengendali suhu
Tanaman menyerap radiasi matahari dan memantulkannya sehingga radiasi yang sapai di permukaan tanah menjadi berkurang. Berkurangnya radiasi matahari di permukaan tanah membuat energinya juga lebih lemah sehingga panas yang ada juga berkurang. Energi panas yang lebih kecil juga menjadikan suhu yang ada lebih rendah. Berkurangnya CO2 karena diserap tanaman membuat panas yang ditermia permukaan bumi juga dapat leluasa dipantulkan kembali ke atmosfer sehingga menghilangkan kesan gerah dan menimbulkan suasana sejuk. Intensitas cahaya yang samapai ke permukaan tanah juga berkurang karena adanya tajuk yang menghalangi radiasi. Berkurangya intensitas cahaya menjadikan lingkungan di bawah tanaman menjadi teduh.

Beberapa tanaman yang baisa dijadikan peneduh adalah: kiara payung (Fillicium decipiens), tanjung (Mimusops elengi), dan angsana (Pitherocarphus indicus).

c. Pengendali Suara
Beberapa jenis tanaman dapat meredam suara dengan cara mengabsorpsi gelombang suara oleh daun, cabang, dan ranting. Jenis tanaman (pohon, perdu/semak) yang paling efektif untuk meredam suara adalah yang mempunyai tajuk yang tebal dan bermassa daun padat. Jenis-jenis tanaman tersebut diperlukan pada tempat-tempat yang berada di pinggir jalan yang membutuhkan ketenangan dan kenyamanan, antara lain yaitu tempat fasilitas umum (tempat ibadah, pendidikan, kesehatan, perkantoran dan lainya).

Contoh tanaman yang bertajuk tebal dan massa daun padat antara lain: tanjung, kiara payung, teh-tehan pangkas, puring, pucuk merah, kembang sepatu, bougenville, dan oleander.

d. Pengendali angin
Tanaman tidak hanya berfungsi mengurangi kecapatan angini karena sifat fisik yang dimiliki, tetapi juga dapat menyerap, mengalirkan, dan mengubah angin. Pengendalian angin yang dilakukan tanaman dapat menciptakan iklim mikro yang nyaman untuk aktivitas manusia. Secara umum, tanaman mampu menurunkan kecepatan angina hingga 75-85 %. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan jenis tanaman untuk pengendali angin adalah tinggi pohon, bentuk tajuk, kerapatan tajuk, dan lebar tajuk. 

Beberapa tanaman yang dapat digunakan sebagai pengendali angin adalah: cemara (Cassuarina equisetifolia), angsana (Pitherocarphus indicus), tanjung (Mimusops elengi), kiara payung (Filicium decipiens), kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis). 

Hakim, R. dan H. Utomo. 2002. Komponen Perancangan Arsitektur Lansekap. Bumi Aksara, Jakarta.
Kementrian Pekerjaan Umum RI. 2012. Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan. Kementrian Pekerjaan Umum, Jakarta.
Bina Marga. 1996. Tata Cara Perencanaan Teknik Lansekap Jalan. Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.
Siti Nurul Rofiqo Irwan. Bahan Kuliah Landsekap Hortikultura. Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada.

2 comments: