Thursday, November 30, 2017

Arah Pengembangan Pertanian pada Lahan Rawa

Lahan rawa merupakan salah satu lahan yang berpotensi dikembangkan untuk peningkatan produksi komoditas pertanian. Dengan tipologi/jenis lahan yang beragam, perlu diketahui karakterisitik masing-masing tipologi lahan rawa untuk bisa menentukan arah pengembagan komoditas pertanian di lahan rawa. 

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan komoditas yang akan dikembangkan di lahan rawa adalah: 1) kesesuaian agronomis, 2) kelayakan atau potensi ekonomi,3) ramah lingkungan dan berkelanjutan, dan 4) pemasaran hasil.

Secara umum, komoditas yang dapat dikembangkan di lahan rawa adalah tanaman pangan, tanaman perkebunan, buah dan sayur, peternakan, dan perikanan.

1. Tanaman pangan
Padi merupakan salah satu komoditas pangan yang paling potensial dikembangan di laha rawa. Secara agronomis, padi relatif mudah dibudidayakan pada lahan rawa dengan tipe luapan A dan B. Padi juga memiliki harga yang relatif lebih stabil dibandingkan dengan komoditas pangan yang lain.

Beberapa varietas padi sawah yang beradaptasi baik pada lahan rawa adalah Kapuas, Cisanggarung, Cisadane, IR 64, Lematang, dan Sei Lilin. Di lahan rawa, padi memiliki produktivitas antara 2-8 ton gabah kering giling per hektar. Takaran pupuk yang dianjurkan pada lahan potensial adalah 45-45-50 sampai 90-45-50 kg/ha dan lahan sulfat masam adalah 90-30-120 kg/ha.Jagung merupakan komoditas pangan yang penting selain beras. Jagung dapat berfungsi sebagai pengganti beras atau juga dipanen muda sehingga menjadi sumber pendapatan bagi petani. Jagng dapat ditanam secara monokultur ataupun tumpangsari dengan kacang-kacangan yang ditanam di tegalan atau dengan sistem surjan.

Beberapa varietas jagung yang dapat beradaptasi baik di lahan rawa adalah Arjuna, Wiyasa, Abimanyu, Bisma, Kalingga, dan Raja Hibrida. Produktivitas jagung pada lahan rawa dapat mencapai 2,8-5,5 ton pipilan kering/ha. 

Kedelai merupakan sumber protein nabati panting. Harga kedelai yang relatif tinggi dan stabil mampu memberikan penghasilan yang baik untuk petani. Kedelai varietas Wilis, Lokon, Galunggung, Rinjani, Lompo Batang, Kerinci, dan Dempo merupakan varietas kedelai yang relatif adaptif untuk dikembangkan di lahan rawa. Produktivitas panen dapat mencapai 1-2,2 ton biji kering per ha. 

2. Tanaman hortikultura
Sayur dan buah memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan karena merupakan sumber viamin dan mineral yang diperlukan untuk pemenuhan gizi keluarga tani. Cabai, kacang panjang, tomat, terung, bawang merah, kubis, petai, semangka, nanas, nangka, dan rambutan adalah komoditas yang secara teknik dapatdiusahakan di lahan pasang surut jika tanaman dikelola berdasarkan karakteristik lahannya. 

Cabai keriting mampu memberikanhasil sebesar 5-8 ton/ha pada lahan potensial dan 3,2-5,3 pada lahan sulfat masam dan bergambut. 

Tomat varietas Berlian, Intan, dan Ratna mampu menghasikan buah 111-13 ton/ha pada lahan potensial dan 18,54 ton/ha pada lahan sulfat masam. Semangka New Dragon dan Sugar Baby dapat menghasilkan buah 15-25 ton/ha. Penanaman nanas secara monokultur memberikan hasil sebanyak 30-40 ton/ha. Tumpangsari dengan kelapa (populasi nanas 50%), produktivitas nanas mencapai 15 ton/ha.

3. Tanaman industri
Beberapa jenis tanaman industri yang prosepek untuk dikembangkan di daerah rawa pasang surut adalah jahe dan kelapa. Kelapa dalam Riau dapat ditanam di semua tipologi lahan dan akan mulai berbuah pada umur 4 tahun. Prakiraan produksi kopradi daerah pasang surut berkisar 2,5-4,12 ton/ha. 

Pengembangan komoditas pertanian di lahan rawa membawa manfaat dari sisi pemenuhan gizi masyarakat dan juga mendatangkan penghasilan kepada petani. Namun demikian, perlu perencanaan yang matang dan berbeda perlalkuan di setiap tipologi lahan rawa agar upaya pengembangan pertanian dapat berhasil dan memberikan manfaat jangka panjang. 

Suriadikarta, D.A. dan M. T. Sutriadi. 2007. Jenis-Jenis Lahan Berpotensi untuk Pengembangan Pertanian di Lahan Rawa. Jurnal Litbang Pertanian 25(3).

No comments:

Post a Comment