Monday, November 6, 2017

Hama pada Tanaman Talas

Pengendalian organisme pengganggu tanaman merupakan hal yang mutlak diakukan agar budidaya tanaman dapat memberikan hasil yang optimal. Dalam budidaya tanaman talas, organisme pengganggu tanaman dapat berasal dari golongan hama, patogen penyakit, dan gulma. Berikut adalah beberapa hama dan penyakit yang sering dijumpai dan menyerang tanaman talas beserta cara pengendaliannya.

1. Aphis gossypii
Merusak tanaman talas dengan cara menghisap cairan yang berada di daun. Aphis dapat mengeluarkan cairan madu yang juga menarik semut. Tanaman yang terserang Aphis memiliki daun yang kering dan sedikit keriting. Selain menyerang talas, Aphis juga menyerang melon, timun, labu-labu an, dan kapas. Aphis dapat dikendalikan menggunakan insektisida berbahan aktif carbaryl, diazinon dimetoat, dan malation.

2. Ulat Heppotion calerino
Ulat berukuran besar yang memakan helai daun tanaman talas. pada populasi besar dapat juga memakan pelepah daun dan tanaman menjadi gundul. Dapat dikendalikan secara fisik dengan cara mengambil ulat tersebut dan melakukan pembajakan tanah karena kepompong ulat berada di dalam tanah. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan insektisida berbahan aktif carbaryl terhadap lahan dengan tingkat serangan 50%.

3. Serangga Agrius convolvuli
Ulat berukuran besar yang memakan helai daun tanaman talas. Pada populasi besar dapat juga memakan pelepah daun dan tanaman menjadi gundul. Dapat dikendalikan secara fisik dengan cara mengambil ulat tersebut dan melakukan pembajakan tanah karena kepompong ulat berada di dalam tanah. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan insektisida berbahan aktif carbaryl 0,2% pada ulat yang masih kecil.
4. Serangga Torophagus proserpina
Nimfa dan serangga dewasa menmghisapcairan daun talas sehingga daun menjadi klorosis kecoklatan. Pengendalian dilakukan dengan musuh alami yaiut Cyrtorthinus atau menggunaan insektisida kimia berbahan aktif carbaryl, malatonin, dan tri chloroform.

5. Serangga Bemisia tabacci
Nimfa dan serangga dewasa berada di permukaan daun dan menghisap cairan daun. Pada serangan berat, daun menjadi menguning kecoklatan, pertumbuhn terhambat, dan tanaman manjadi kerdil. Pengendalian menggunaan insektisida kimia berbahan aktif carbaryl, malatonin, dan tri chloroform.

6. Ulat Spodoptera litura
Daun yang terserang oleh kelompok ulat yang masih kecil akan kehilangan lapisan epidermis sehingga menjadi transparan dan kering. Untuk ukuran yang lebih besar, ulat akan memakan daun sehingga tanaman menjadi gundul. Pengendalian menggunakan insektisida berbahan aktif carbaryl pada tingkat serangan 50% dan dilakukan ketika ulat masih berukuran kecil.

7. Serangga tetranycus cinnabarinus
Serangga menghisap cairan daun sehingga helaian daun nampak bintik bintik kuning atau putih. Pada populasi tinggi, serangan menyebabkan daun memutih, layu, kemudian mati. Pengendalian menggunakan pestisida berbahan aktif azodrin, caerol, galecron, plictron, omite, dan trition. 

8. Hepialiscus sordida
Daun terserang menjadi berlubang dengan garis tengah 5-10 cm danterisi oleh kotoran serangga. Pada searangan berat umbi akan hilang dan tinggal pangkal batang sehingga tanaman mudah dicabut. Serangan meningkat dengan penggunaan pupuk kandang ang tidak steril oleh petani.

9. Penyakit hawar daun
Terdapat bercak kecil kehitaman dan membesar menjadi hawar. Bagian daun yang terserang menjadi kering dan pada tingkat serangan lebih berat daun akan mengering. Pengendalian menggunakan varietas yang tahan serangan hawar daun. 

Refferensi: 
Deputi Menegristeg Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Talas. Dengan sumber: Sistem Informasi Manajemen Pembangunan di Pedesan, Proyek Pemd Bappenas.

Artikel Terkait:

1 comment:

  1. I am from England but still follow your blog and read the posts after translating them. Your tips are much professional and work beautifully here on my plants.

    ReplyDelete