Saturday, December 2, 2017

Implementasi Penggunaan Cara Tanam Legowo dalam Pengelolan Tanaman Terpadu Padi sawah

Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah merupakan pendekatan yang inovatif dan dinamis dalam meningkatkan produksi dan pendapatan petani melalui perakitan komponen teknologi secara partisipatif bersama petani. Komponen dalam PTT meliputi komponen dasar dan komponen pilihan. Komponen dasar merupakan komponen yang sangat dianjurkan agar diaplikasikan semetara koponen pilihan adalah komponen yang dapat disesuaikan dengan kondisi, kemauan, dan kemampuan petani setempat. 

Komponen dasar dalam PTT meliputi:
1. Varietas unggul baru, hibrida, atau inhibrida
2. Benih bermutu dan berlabel
3. Pemberian bahan organik melalui pengembalian jerami ke sawah atau sudah dalam bentuk kompos
4. Pengaturan populasi secara optimum.
5. Pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara tanah (menggunakan BWD)
6. Pengendalian hama dan penyakit secara terpadu 

Komponen pilihan terdiri dari:
1. Pengolahan tanah sesuai musim dan pola tanam
2. Penggunaan ibit muda (<21 hari) bila kondisi lahan tidak banyak dijumpai keong mas,
3. Tanam bibit 1-3batang per rumpun.
4. Pengairan secara efktif dan efisien
5. Penyiangan dengan landak dan gasrok
6. Panen tepat waktu dan gabah segera dirontokkan.

Jajar Legowo
Pada prinsipnya, jajar legowo merupakan salah satu teknis dalam mengatur populasi tanaman. Hingga batas populasi tertentu, semakin tinggi populasi tanaman maka akan semakin banyak malai per satuan luas sehingga berpeluang menaikkan hasil panen.

Jajar legowo dilakukan dengan mengosongkan satu baris tanaman sehingga dikenal dengan legowo 2:1 apabila satu baris kosong diselingi oleh dua baris tanaman padi atau 4:1 bila diselingi empat baris tanaman. 

Walaupun terdapat baris yang kosong, pouplasi tanaman pada sistem jajar legowo adalah lebih tinggi daripada pertanaman padi konvensioanl. Hal ini karena jarak tanam pada sistem jajar legowo dijadikan semakin rapat. Dengan jarak tanam yang semakin rapat maka dapat menekan dan mengurangi serangan tikus, keong mas, dan keracunan besi. 

Keuntungan Jajar Legowo
Beberapa keuntungan penanaman dengan sitem jajar legowo adalah sebagai berikut:
1. Semua barisan rumpun tanaman berada pada bagian pinggir yang biasanya memberi hasil lebih tinggi (border effect).
2. Pengendalian hama, penyakit, dan gulma lebih mudah karena menyediakan ruang kosong untuk pengaturan air, saluran pengumpulkeong mas, atau untuk mina padi.
3. Penggunaan pupuk lebih berdaya guna.

Bank Pengetahuan Tanaman Pangan Indonesia. 2010. Implementasi penggunaan sitem legowo dalam PTT Padi Sawah. 

No comments:

Post a Comment