Saturday, September 23, 2017

Pembibitan Tanaman Talas

Pembibitan merupakan salah satu penentu keberhasilan budidaya tanaman talas. Bahan tanam untuk budidaya tanaman talas dapat berasal dari umbi atau juga dari tunas anakan. Untuk bibit yang berasal dari tunas anakan, dipilih tunas anakan yang berasal dari talas yang berumur 5-7 bulan (tunas kedua dan ketiga). Untuk bibit yang berasal dari umbi, dipilih bagian umbi yang dekat dengan titik tumbuh.

Bibit yang berasal dari anakan sebelumnya dipishkan terlebih dahulu dari indukannya kemudian disimpan di tempat lembab baru kemudian dapat ditanam ketika musim tanam tiba. Bibit dari umbi diperoleh dengan cara mengiris bagian umbi dengan minimal satu mata tunas. Umbi yang telah diiris dikeringanginkan dan dilapisi abu ketika hendak disemaikan.

Bibit yang berasal dari tunas anakan dapat langsung ditanam di lahan pertanaman sedangkan bibit yang berasal dari umbi harus disemaikan terlebih dahulu hingga memiliki 2-3 helai daun sebelum dapat dipindahkan ke lahan pertanaman.

Refferensi: 
Deputi Menegristeg Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Talas. Dengan sumber: Sistem Informasi Manajemen Pembangunan di Pedesan, Proyek Pemd Bappenas.

Tuesday, August 22, 2017

Syarat Tumbuh Tanaman Talas

Kesesuaia lahan menjadi hal yang perlu diperhatikan dan dipenuhi dalam sebuah usaha budidaya tanaman yang intensif. Dalam budidaya tanaman talas, lahan yang sesuai dengan syarat tumbuh tanaman dan diikuti oleh teknis budidaya yang tepat akan mengoptimalkan pertumbuhan, perkembangan, dan hasil tanaman talas. Berikut adalah persyaratan kondisi lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman talas. 

a. Iklim 
Secara umum, talas mampu tumbuh dan berkembang baik padaiklim tropis dan sub tropis. Talas dapat dibudidayakan di lingkungan dengan curah hujan tinggi ataupun juga curah hujan rendah. Curah hujan yang optimal untuk pertumbuhan talas adalah 175 cm per tahun. Talas membutuhkan penyinaran penuh selama pertumbuhan dengan suhu 25-30 dan kelembaban tinggi. 

b. Media tanam 
Talas dapat tumbuh di berbagai jenis tanah seperti lempung yang bebas air tanah, tanah vulkanik, andosol, dan latosol. Talas tumbuh baik pada tanah dengan drainase baik dengan tingkat keasaman 5,5-6,5. Tanah bergambut juga sesuai untuk pertumbuhan talas asa diberi kapur terlebih dahulu sebanyak 1 ton/Ha. 

c. Ketinggian tempat 
Talas dapat tumbuh pada ketinggian 0-1300 mdpl. Di indonesia, talas dapat tumbuh di daerah pantai sampai dengan pegunungan dengan ketinggian 2000 mdpl. Semakin tinggi ketinggian tempat maka umur panen juga kana semakin panjang. 

Refferensi: 
Deputi Menegristeg Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Talas. Dengan sumber: Sistem Informasi Manajemen Pembangunan di Pedesan, Proyek Pemd Bappenas. 

Saturday, August 12, 2017

Sejarah, Jenis, dan Manfaat Talas (Colocasia esculenta (L.) Schott)

Sejarah Singkat
Talas merupakan tanaman pangan berupa herba menahun. Talas termasuk suku talas-talasan (Araceae) yang memiliki sosok tegak, tinggi 1 meter atau lebih dan merupakan tanaman semusim tetapi dapat tumbuh sepanjang tahun. Talas memiliki beberapa nama seperti Taro, Old cocyam, dash(e)en dan eddo (e). Di beberapa negara, talas juga memiliki nama masing-masing seperti abalong (Filipina), taioba (Brazil), arvi (India), keladi (Malaysia),saitomo (Jepang), tayoba (Spanyol) dan yu tao (China). 

Talas berasal dari Asia Tenggara dan menyebar ke China pada abad pertama, ke Jepang, ke Asia Tenggara lain dan ke beberapa pulau di samudra pasifik terbawa oleh migrasi penduduk. Di Indonesia dijumpai di hampir seluruh wilayah Indonesia tersebar dari tepi pantai sampai pegunungan di atas 100 mdpl. 

Morfologi dan Jenis Talas
Talas memiliki sistem perakaran serabut dan pendek. Umbi dapat mencapai 4 kg atau lebih, berbentuk silinder atau bulat, memiliki ukuran 30 x 15 cm dan berwarna coklat. Talas memiliki daun berbentuk perisai atau hati denga ukuran 20-50 cm, tangkai berukuran 1m dengan warna pelepah yang bermacam-macam. Bunga jantan dan bunga betina terpisah dengan posisibunga jantan lebih di atas. Buah bertipe buah buni dengan biji berjumlah banyak, berbentuk bulat telur, dan berukuran 2 mm. 

Friday, August 11, 2017

Konsumsi Jagung sebagai Pemenuh Kebutuhan Karbohidrat

Program-program yang dilakukan pemerintah untuk dapat swasembada beras secara tidak langsung menggeser pola konsumsi sumber karbohidrat masyarakat. Sumber karbohhidrat dimonopoli beras bahkan oleh masyarakat yang sebelumnya tidak pernah mengkonsumsi nasi untuk sumber utama karbohidratnya. Bahkan sampai ada istilah bahwa belum makan kalau belum mengkonsumsi nasi. 
Sesuatu yang biasa, wajar, dan akan baik-baik saja ketika ketersediaan beras berada di atas tingkat kebutuhan. Namun menjadi potensi masalah yang besar ketika ketersediaan beras menjadi langka di tengah masyarakat. Potensi kerawanan pangan cukup tinggi ketika hanya mngandalkan satu komoditas sebagai sumber makanan pokok. 

Salah satu cara meminimalisir atau bahkan menghilangkan potensi kerawanan tersebut adalah dengan melakukan diversifikasi sumber karbohidrat. Perlu dicari, dipraktikkan, dan dikampanyekan pengkonsumsian sumber karbohidrat selain nasi. Jagung merupakan salah satu alternatifnya. 

Dari sisi kesesuaian lahan, jagung merupakan tanaman yang toleran dan tahan untuk ditanam di lahan marginal (kering). Banyak daerah di Indonesia yang sesuai untuk pertanaman dan pengembangan komoditas jagung. Beberapa daerah tersebut adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, DIY, Sumatra bagian selatan, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku. 

Monday, July 3, 2017

Tahapan Pembungaan Mawar Hijau (Rosa x odorata “viridiflora”)

Tanaman mawar hijau (Rosa x odorata “viridiflora”) merupakan persilangan antara Rosa chinensis dengan Rosa gigantea. Mawari hijau memiliki sosok tanaman berupa semak, batang berduri, daun hijau dengan anak daun sebanyak 3-5 berbentuk lonjong berukuran panjang 4-6 cm, bunga muncul pada ranting kecil, membentuk roset dengan bunga tumpuk diameter 4-5 cm,berwarna hijau, dan kelopak bunga menyerupai bentuk mahkotanya.

Pertumbuhan dan perkembangan bunga mawar hijau dimulai dari kuncup (seluruh bagian bunga terbungkus kelopak) sampai dengan berakhirnya pembungaan (seluruh mahkota bunga gugur) dan berlangsung selama 75 hari. Perkembangan kuncup bunga sampai dengan menjadi bunga dibagi menjadi 4 tahapan.

Tahap pertama: kuncup.
Bunga masih berbentuk kuncup dan merupakan tahap perlindungan proses pembungaan. Seluruh bagian bunga masih tertutup oleh kelopak bunga dengan bulu bulu yang halus. Sekilas tahapan ini hanya terlihat seperti tunas dengan bagian ujung meruncing. Panjang kucup sekitar 1-1,5 cm dan lebarnya 0,3-0,5 cm. Tahap kuncup berlangsung selama 14 hari.

Tahap kedua: Penggembungan kuncup
Kuncup mulai berkembang dengan normal. Kelopak bunga pecah, membuka dan berwarna hijau. Tajuk bunga terlihat dengan jelas dan berwarna hijau. Kuncup menggelembung dengan ukuran panjang 2,5-3 cm dan lebar 0,7-1 cm. Penggembungan kuncup berlangsung selama 19 hari. Pada tahapan ini mulai terbentuk organ reproduksi. Benang sari memiliki tangkai sari berwarna kekuningan dengan pangang 0,5 cm dan terbungkus lembaran tajuk berwarna kunig kecoklatan. Secara morfologi, kuncup berwarna hijau dengan bagian kelopak sudah membuka dan terjuntai.