Monday, May 30, 2016

Memperpanjang Umur Simpan Bunga Lengkuas Merah

Lengkuas merah (Alpinia purpurata) meruapakan salah satu tanaman dari keluarga Zingiberaceae yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi tanaman hias. Lengkuas merah merah memiliki bunga yang unik dan gampang dalam proses pembudidayaan. Terdapat beragam macam bentuk bunga lengkuas merah seperti bertandan tegak bertangkai ramping da nada pula yang berbentuk tandan piramida memanjang. 

Sejauh ini, penggunaan lengkuas merah sebagai tanaman hias masih terbatas pada penghias taman atau juga sebagai penghias ruangan-ruangan dalam rumah. Mengacu pada bentuk, warna, dan keunikan bunga, lengkuas merah berpotensi untuk dijadikan bunga potong. 

Salah satu masalah utama dalam pengembangan lengkuas merah ataupun jenis bunga apapun sebagai bunga potong adalah tingkat kesegaran yang senantiasa menurun dari waktu ke waktu. Untuk itu, diperlukan perlakuan-perlakuan untuk memperpanjang umur simpan bunga potong agar dapat dinikmati dalam waktu yang lebih lama.

Salah satu cara memperpanjang umur simpan bunga potong adalah dengan teknik pulshing. Pulshing adalah teknik perendaman tangkai bunga potong dengan menggunakan larutan tertentu untuk memperpanjang umur bunga potong. Larutan yang digunakan adalah karbohidrat sebagai sumber energi dan zat yang berfungsi sebagai fungisida. 

Monday, January 18, 2016

Pertanian Pekarangan

Pekarangan adalah sebidang tanah darat yang terletak langsung di sekitar rumah tinggal dan jelas batas-batasannya, ditanami dengan satu atau berbagai jenis tanaman dan masih mempunyai hubungan pemilikan dan/atau fungsional dengan rumah yang bersangkutan. Hubungan fungsional yang dimaksudkan di sini adalah meliputi hubungan sosial budaya, hubungan ekonomi, serta hubungan biofisika 
Berdasar pengertian di atas sudah tersurat bahwa lahan yang berada di sekitar rumah(pekarangan) dapat dimanfaatkan untuk dunia pertanian. Tetapi kecenderungan yeng terjadi saat ini adalah pekarangan hanya dimanfaatkan dari segi estetika saja. Hal ini dapat dilihat daribanyaknya taman-taman yang menghiasi halaman sebuah rumah,namun jarang sekali dijumpai halaman rumah yang ditanami tanaman buah maupun hortikultura. Padahal jika dikaji lebih detail, pekarangan menyimpan potensi yang lebih besar daripada hanya utnuk estetika semata. 

Secara garis besar pekarangan dapat digunakan untuk: 
  1. Sumber pangan, sandang dan papan penghuni rumah 
  2. Sumber plasma nutfah dan ragam jenis biologi, 
  3. Lingkungan hidup bagi berbagai jenis satwa, 
  4. Pengendali iklim sekitar rumah dan tempat untuk kenyamanan, 
  5. Penyerap karbondioksida dan penghasil oksigen, 
  6. Tempat resapan air hujan dan air limbah keluarga ke dalam tanah, 
  7. Melindungi tanah dari kerusakan erosi 
  8. Tempat pendidikan bagi anggota keluarga 

Komponen Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi

Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi adalah dengan penerapan pengelolaan tanaman terpadu (PTT) untuk budidaya tanaman padi. PTT diharapkan mampu membawa Indonesia menuju swasembada beras. PTT bukanlah paket teknologi seperti pada program Insus dan Supra Insus. PTT merupakan suatu inovasi intensifikasi dengan komponen teknologi yang spesifik lokasi dan tergantung pada masalah yang akan diatasi. Walaupun demikian, terdapat beberapa komponen yang umum dalam pengelolaan tanaman terpadu (PTT) untuk budidaya tanaman padi.

Komponen PTT padi adalah sebagai berikut:

Penggunaan varietas modern. Varietas yang digunakan adalah varietas unggul baru atau juga padi hibrida. Penggunaan varietas unggul selain memiliki potensi produktivitas yang tinggi juga lebih responsif terhadap masukan/input yang diberikan. Varietas unggul bermutu memiliki pertumbuhan yang seragam, sehat, dan tahan terhadap organisme pengganggu tanaman.

Bibit bermutu dan sehat. Bibit yang digunakan adalah bibit yang berumur muda (umur 7-14 hari setelah tanam). Bibi yang masih muda memiliki resiko stagnansi pertumbuhan yang rendah. Bibit yang masih muda juga memiliki resiko kerusakan perakaran yang rendah sekaligus memiliki daya adaptasai yang lebih tinggi. Setiap lubang tanam ditanam dengan hanya satu atau dua bibit.

Pengaturan cara tanam secara jajar legowo. Pada prinsipnya, jajar legowo menjadikan seolah-olah semua tanaman adalah tanaman tepi. Tanaman tepi menerima cahaya matahari lebih banyak sehingga pertumbuhan juga lebih baik. Cara tanam jajar legowo memudahkan dalam perawatan tanaman, baik saat pemupuakan, pengendalian gulma, atau juga pengendalian hama dan penyakit padi. 

Friday, January 15, 2016

Fungsi Hara Esensial bagi Tumbuhan

Unsur hara esensial adalah (1) terlibat langsung dalam metabolism (2) tumbuhan tidak akan sempurna siklus hidupnya (3) tidak ada usur lain yang secara sempurna menggantikan unsur tersebut. Berdasarkan batasan tersebut, terdapat 16 unsur hara esensial bagi tumbuhan. Sebanyak 13 unsur diserap dari dalam tanah sementara 3 sisanya diperoleh dari udara.

Fungsi unsur-unsur hara esensia bagi tumbuhan diantaranya:

Nitrogen. Merupakan penyusun banyak senyawa esensial tumbuhan, seperti asam amino. Nitogen merupakan penyusun protein dan enzim di dalam tanaman. Selain itu, nitrogen juga ditemukan pada klorofil, sitokinin, dan auksin.

Fosfor. Merupakan bagian dari gula fosfat. Gula fosfat berperan dalam reaksi di dalam fotosintesis, respirasi, dan beberapa metabolise tanaman. fosfor juga merupakan bagian dari nukleotida dan penyusun membrane.

Kalium. Kalium tidak disintesis menjadi senyawa organik melainkan tetap menjadi ion di dalam tumbuhan. Kalium berperan sebagai ektivator enzim untuk respirasi, fotosintesis, dan sintesis protein serta pati. Kalium juga berperan dalam mengatur tekanan osmotik sel sehingga bertanggung jawab terhadap tekanan turgor tumbuhan.

Belerang. Merupakan penyusun asam amino esensial, seperti sistein, metionin, tiamin, dan biotin. Belerang juga terdapat pada koenzim A, yaitu senyawa untuk respirasi dan penguraian asam lemak.

Friday, January 8, 2016

Penyebaran Mikroorganisme Pelarut Fosfat

Mikroorganisme pelarut fosfat merupakan kelompok bakteri ataupun jamur yang dapat mengefisienkan pemupukan P. Mampu membuat P dalam tanah menjadi tersedia dan dapat diserap oleh tanaman. Secara alami, mikroorganisme pelarut fosfat berada di dalam tanah dengan populasi 0,1-0,5% dari total mikroorganisme. Bakteri pelarut fosfat dapat mencapai 12 juta organisme per gram tanah sedangkan dari kelompok jamur hanya berkisar 20 ribu sampai 1 juta per gram tanah.

Mikroorgnaisme pelarut fosfat hidup di daerah perakaran sampai kedalaman 25 cm dari permukaan tanah. Hal ini berkaitan dengan banyaknya bahan organik di sekitar pertanaman yang merupakan sumber daya untuk kehidupan mikroorganisme. Mikroorganisme yang berada di daerah perakaran juga lebih aktif daripada yang jauh dari perakaran. 

Terdapat keragaman jenis mikroorganisme pelarut fosfat dari satu tempat ke tempat yang lain. Perbedaan disebabkan oleh sifat biologis mikroorganisme. Terdapat mikroorganisme yang hidup pada kondisi asam, netral, atau basa, ada yang hipofilik, mesofilik, atau termofilik, da nada juga yang aerob ataupun anaerob. 

Pada tanah masam, aktivitas mikroorganisme didominasi oleh kelompok jamur. Hal ini karena jamur hidup dan tumbuh pada pada pH 5-5,5 dan pertumbuhannya akan menurun seiring dengan peningkatan pH. Pada tanah netral atau basa, mikroorganisme yang dominan adalah dari kelompok bakteri. 

Populasi bakteri pelarut fosfat umumnya lebih rendah pada daerah yang beriklim kering dibandingkan dengan daerah yang beriklim sedang. Karena bentuk dan jumlah fosfat dan bahan organik yang terkandung dalam tanah berbeda-beda, maka keefektifan tiap mikro-organisme pelarut fosfat untuk melarutkan fosfat berbeda pula. Berkaitan dengan hal tersebut, diperlukan mikroorganisme pelarut fosfat yang berbeda untuk jenis tanah yang berbeda. 

Refferensi:
Ginting, R.C.B., R. Saraswati, dan E. Husen. Mikroorganisme Pelarut Fosfat.