Sunday, January 5, 2014

Peran Ubijalar sebagai Komoditas yang Layak untuk Dikembangkan

Ubijalar merupakan salah satu komoditas pertanian yang penting dan memiliki beberapa keunggulan baik kompetitif dan komparatif dibandingkan dengan komoditas yang lain. Selain sebagai sumber pangan potensial yang dapat memenuhi kebutuhan gizi manusia, ubijalar juga dapat digunakan sebagai bahan industri yang tentu saja dapat mendatangkan penghasilan secara ekonomi. Beberapa peran yang dimiliki ubi jalar sehingga menjadikannya sebagai komoditas yang layak untuk dikembangkan adalah sebagai berikut: 

1. Sebagai bahan pangan
Ubijalar merupakan bahan pangan yang mengandung makronutien sebagai sumber energi seperti karbohidrat, lemak, dan protein serta beragam micronutrient seperti vitamin dan mineral yang berperan dalam proes pertumbuhan dan perkembangan, mempertahan kan dan memperbaiki kehidupan sel dan jaringan, serta menjaga keberlangsungan proses biokimia di dalam tubuh secara proporsional dan berkelajutan. Kandungan gizi makro dan mikro pada ubi jalar berdasarkan kesetaraan nilai gizi lebih baik daripada yang dikandung beras. Walaupun perlu sedikit penambahan protein.

Beberapa keunggulan fisik ubijalar dibandingkan dengan sumber pangan yang lain adalah kadar serat yang tinggi, daya cerna pati rendah, struktur pati termasuk RS-2, dan indeks glikenik rendah yang dapat mencegah timbulnya penyakit-penyakit pencernaan. 

Keunggulan kadar senyawa kimia yang proporsional sesuai dengan AKG merupakan salah satu kelebihan dari pengembangan industri pangan berbasis ubi jalar. Ubi jalar memiliki vitamin dan mineral yang berfungsi meningkatkan aktivitas organ tubuh seperti mobilitas oksigen, metabolism hemoglobin dan myoglobin. Senyawa antosianin yang lebih tinggi daripada kubis dan jagung dapat berfungsi mencegah timbulnya penyakit pencernaan, kebutaan, gusi berdarah, pengeroposan tulan, penuaan sel, memacu penyusunan DNA, kontraksi otot jantung, mencegah hipertensi, mengikat radikal bebas, dan lain sebagainya.

Minimnya hama yang menyerang pertanaman ubi jalar juga menjadikan pengendalian dengan bahan kimia jarang dilakukan sehingga akumulasi zat berbahaya pada ubi jalar minim atau bahkan tidak ada sama sekali.

2. Sebagai bahan baku industri
salah satu olahan ubijalar
Industri pangan yang potensial berbasis ubijalar yang dapat dikembangkan adalah tepung yang gizinya diperkaya, mie instan, dan mie basah. Ketiga jenis industry tersebut menjadi potensial karena sudah memenuhi nilai AKG yang secara fungsional menyehatkan dan secara ekonomi dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat karena memiliki harga yang terjangkau. Beberapa industry yang juga potensial untuk dikembangkan adalah kue basah, kue kering, es krim, selai, saos, dan beberapa kue tradisional. 

Di Jepang, ubijalar segar digunakan untk bahan baku pembuatan sirup, permen, dan minuman beralkohol. Di Jepang terdapat peraturan bahwa setiap industry yang menggunakan bahan baku pati, 20% bahan yang digunakan harus berasal dari ubi jalar. Di Amerika Serikat, ubi jalar segar digunakan untuk bahan baku lem, kertas, tekstil, farmasi, dan kosmetik. Selain industry-industri yang sudah disebutkan tadi, ubijalar juga prospektif sebagai bahan baku industry bioethanol karena harganya yang murah. 

3. Sebagai sumber pakan
selain sebagai pakan ternak, juga dapat digunakan untuk sayur
Estimasi ketersediaan pakan dari hasil samping tanaman ubi jalar adalah 0,8 juta ton. Sedangkan padi dan jagung adalah 30,2 juta ton. Kebutuhan pakan hijauan untuk pakan ternak adalah 60 juta ton. Penanaman ubi jalar setelah pertanaman padi telah memenuhi kebutuhan pakan hijauan sebanyak 52% dari total kebutuhan pakan. Pengunaan jermai padi dan hijauan ubijalar pada sentra-sentra produksi ubijalar telah terintegrasi menjadi suatu sistem tanaman-ternak. Jerami dan hijauan ubijapar digunakan untuk pakan terna sementara pupuk kandang digunakna untuk pupuk padi dan ubijalar sehingga mendorong berkembangnya usaha tani sistem integrasi tanaman-ternak yang tidak menghasilkan limbah.

Penggunaan hijauan ubijalar dan jerami padi secara langsung ataupun melalui pengolahan tidak berbeda karena digestibilitasnya tidak berbeda dan dapat meningkatkan bobot harian ternak 536 gram bila ditambahkan suplemen lisin. 

Referensi:
Suyamto, H., Sembiring M, Muchlish A., dan Wargiono. Prospek dan Kebijakan Pengenmbangan Ubijalar. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. 

1 comment:

  1. isinya menarik yaa
    sangat memberikan motivasi

    berkunjung ke sini juga yaa...

    http://kursusinternetmarketingmurah.blogspot.com
    http://bumbupecelbali.blogspot.com

    Dari http://bantalsilikon01.blogspot.com
    http://bantalsilikon01.blogdetik.com/

    tanks very much.... :)

    ReplyDelete