Friday, February 23, 2018

Metode Pengawetan Buah Segar

Buah-buahan merupakan komoditas pertanian yang memiliki nilai gizi yang tinggi dan beragam. Konsumsi buah segar memiliki beragam keuntungan dibandingkan buah olahan. Selain masih memiliki aroma, rasa, dan warna yang masih optimal, buah segar juga memiliki kandungan gizi yang optimal. Namun, seperti produk hortikultura yang lain, bauh-buahan adalah aslah satu komoditas yang paling mudah mengalami kerusakan. 

Dibutuhkan penganganan dan perlakuan yang baik agar buah dapat dipertahankan dalam kondisi segar dengan durasi penyimpanan yang lama. Berikut merupakan beberapa metode untuk mengawetkan buah segar agar dapat disimpan dalam waktu yang lama.

1. Metode pendinginan
Pendinginan dengan suhu tertentu akan menekan laju metabolisme buah segar sehingga proses kerusakan, kematangan, dan pembusukan dapat terhambat dan pada akhirnya buah buahan dapat disimpan dalam waktu yang lama. Suhu yang berada di titik toleransi buah justru akan menimbulkan kerusakan pada buah yang disebut dengan chillling injury. Setiap buah memiliki nilai suhu yang berbeda sehingga tidak semua buah dapat disimpan dalam satu ruang pendingin yang sama. 
2. Pengemasan dengan plietilan (PE)
Kehilangan air melalui transpirasi ditekan dengan menggunakan pembungkus pada bahan yang didinginkan. Salah satu pembungkus yang umum digunakan adalah plastik PE. Berdasarkan beberapa hasil penelitian, plastik PE dapat memperlambat pematangan buah pisang selama 6 hari pada suhu 20 derajad celcius.

3. Pelapisan dengan Emulsi Lilin
Secara prinsip hampir sama dengan pengemasan menggunakan polietilan. Namun pelapisan lilin lebih luas karena juga mampu menekan laju respirasi dan transpirasi buah-buahan dengan cara menutup pori-pori kulit buah-buahan. 

4. Penggunaan Kalium Permanganat
Kalium permanganat merupakan penyerap etilen sehingga keberadaan etilen tidak menyebabkan kerusakan berarti pada buah-buahan. Etilen merupakan gas yang dapat memacu pamatangan buah, dan pada buah yang sudah matang, etilen dapat memacu pembusukan. Penekanan etilen merupakan salah satu cara menghambat pematangan dan pembusukan buah-buahan.

5. Penggunaan kaporit (CaCl2)
Kaporit merupakan desinfektan yang bisa membunh bakteri dan mikroorganisme perusak komoditas buah-buahan. Sterilisasi menggunakan kaporit sebelum buah disimpan dalam ruang pendingin dapat menekan dan meminimalisir kerusakan buah-buahan karena serangan organisme pengganggu pascapanen tanaman.

Refferensi:
Kristianingrum, S, MSi. 2007. Beberapa Metode Pengawetan Buah-buahan. Jurusan Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Yogyakarta.

No comments:

Post a Comment