Pertanian modern menghadapi tantangan besar dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Salah satu strategi yang semakin populer adalah penggunaan pupuk organik untuk menggantikan atau mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sintetis. Limbah pertanian yang berpotensi tinggi untuk dijadikan pupuk organik adalah baglog jamur tiram — sisa media tumbuh setelah pertumbuhan jamur tiram selesai. Limbah ini tidak hanya mudah diperoleh dari kegiatan budidaya jamur, tetapi juga kaya akan nutrisi penting seperti karbon organik, nitrogen, fosfor, dan kalium.
Dalam konteks ini, penelitian terbaru yang dipublikasikan di Jurnal Hortikultura Indonesia mengevaluasi efektivitas kompos baglog jamur tiram sebagai pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah (Capsicum frutescens L.). Penelitian ini sangat relevan bagi petani, penyuluh pertanian, dan praktisi agroindustri yang mencari alternatif pupuk yang ramah lingkungan dan ekonomis.
Metode Penelitian: Rancangan Percobaan yang Terstruktur
Penelitian dilaksanakan di Agro Learning Center Denpasar pada periode April–Oktober 2024 dengan menggunakan Rancangan Petak Acak Kelompok (RPAK). Lima perlakuan kompos baglog jamur tiram diuji, mulai dari 100% tanah subur (kontrol) hingga campuran tanah dan kompos dalam proporsi yang berbeda:
P1: 100% tanah subur (kontrol)
P2: 50% tanah subur + 50% kompos baglog
P3: 35% tanah subur + 65% kompos baglog
P4: 20% tanah subur + 80% kompos baglog
P5: 5% tanah subur + 95% kompos baglog
Setiap perlakuan diulang lima kali untuk mengurangi kesalahan percobaan dan meningkatkan validitas data. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, dan jumlah buah.
Hasil Utama: Bagaimana Kompos Baglog Mempengaruhi Tanaman Cabai.
Data dari percobaan menunjukkan bahwa perlakuan P1 (100% tanah subur) memberikan pertumbuhan terbaik pada fase awal tumbuh (3 minggu setelah tanam dan 10 minggu setelah tanam). Tanaman pada perlakuan ini menunjukkan tinggi badan dan jumlah daun yang optimal dalam fase vegetatif dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Namun, yang paling menarik adalah temuan mengenai pengaruh kompos baglog jamur tiram terhadap fase generatif tanaman. Perawatan P4 (20% tanah + 80% kompos) menghasilkan jumlah bunga dan buah cabai yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Ini menunjukkan bahwa proporsi yang tinggi dari kompos baglog memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan fase produksi tanaman — terutama dalam pembentukan bunga dan buah.
