Peran Unsur Mikro dalam Meningkatkan Produktivitas Jagung Manis
Jagung manis (Zea mays L. var. saccharata) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan karena rasa manis serta kandungan gizinya. Produktivitas tanaman ini dipengaruhi oleh berbagai faktor agronomi, salah satunya adalah pengelolaan nutrisi tanaman. Selain unsur hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), tanaman juga memerlukan unsur mikro untuk mendukung pertumbuhan optimal.
Dalam praktik budidaya, perhatian terhadap unsur mikro sering kali masih terbatas. Padahal, unsur seperti seng (Zn) dan boron (B) memiliki peran penting dalam proses fisiologis tanaman jagung, termasuk pembentukan enzim, sintesis protein, perkembangan sel, serta transportasi nutrisi. Kekurangan kedua unsur ini dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, penyerbukan kurang optimal, hingga penurunan hasil panen.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, sebuah penelitian dari peneliti agronomi melakukan evaluasi efektivitas pupuk mikro yang mengandung seng dan boron pada budidaya jagung manis di kondisi agroekosistem tropis.
Metode Penelitian: Menguji Kombinasi Pupuk Mikro dan NPK
Penelitian dilakukan pada tahun 2025 di Kebun Percobaan Sindangbarang, Fakultas Pertanian IPB University, Bogor. Percobaan lapangan menggunakan rancangan percobaan randomized complete block design dengan empat perlakuan pemupukan.
Empat perlakuan tersebut meliputi:
Tanpa pemupukan sebagai kontrol
Pemupukan standar menggunakan NPK
Pupuk standar NPK ditambah satu dosis pupuk mikro
¾ dosis pupuk NPK ditambah satu dosis pupuk mikro
Pupuk mikro yang digunakan mengandung sekitar 5,46% seng (Zn) dan 3,59% boron (B). Penelitian ini juga dilakukan dengan enam ulangan untuk memastikan hasil yang lebih akurat secara statistik.
