Tuesday, April 14, 2026

Temua Riset Terbaru : Pupuk Mikro Seng dan Boron Terbukti Meningkatkan Produktivitas Jagung Manis Hingga 78%


Peran Unsur Mikro dalam Meningkatkan Produktivitas Jagung Manis

Jagung manis (Zea mays L. var. saccharata) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan karena rasa manis serta kandungan gizinya. Produktivitas tanaman ini dipengaruhi oleh berbagai faktor agronomi, salah satunya adalah pengelolaan nutrisi tanaman. Selain unsur hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), tanaman juga memerlukan unsur mikro untuk mendukung pertumbuhan optimal.

Dalam praktik budidaya, perhatian terhadap unsur mikro sering kali masih terbatas. Padahal, unsur seperti seng (Zn) dan boron (B) memiliki peran penting dalam proses fisiologis tanaman jagung, termasuk pembentukan enzim, sintesis protein, perkembangan sel, serta transportasi nutrisi. Kekurangan kedua unsur ini dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, penyerbukan kurang optimal, hingga penurunan hasil panen.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, sebuah penelitian dari peneliti agronomi melakukan evaluasi efektivitas pupuk mikro yang mengandung seng dan boron pada budidaya jagung manis di kondisi agroekosistem tropis.

Metode Penelitian: Menguji Kombinasi Pupuk Mikro dan NPK

Penelitian dilakukan pada tahun 2025 di Kebun Percobaan Sindangbarang, Fakultas Pertanian IPB University, Bogor. Percobaan lapangan menggunakan rancangan percobaan randomized complete block design dengan empat perlakuan pemupukan.

Empat perlakuan tersebut meliputi:
Tanpa pemupukan sebagai kontrol
Pemupukan standar menggunakan NPK
Pupuk standar NPK ditambah satu dosis pupuk mikro
¾ dosis pupuk NPK ditambah satu dosis pupuk mikro

Pupuk mikro yang digunakan mengandung sekitar 5,46% seng (Zn) dan 3,59% boron (B). Penelitian ini juga dilakukan dengan enam ulangan untuk memastikan hasil yang lebih akurat secara statistik.

Thursday, April 2, 2026

Tanaman Katuk di Dataran Rendah: Pola Pertumbuhan Daun yang Jarang Diketahui

Katuk, Sayuran Lokal dengan Nilai Gizi Tinggi

Tanaman katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) merupakan salah satu sayuran daun yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Daun katuk dikenal kaya akan vitamin, mineral, serat pangan, serta berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Selain sebagai bahan pangan, tanaman ini juga dikenal dalam pengobatan tradisional karena kandungan nutrisinya yang tinggi.

Walaupun cukup populer sebagai sayuran rumah tangga, penelitian ilmiah mengenai karakter pertumbuhan tanaman katuk masih relatif terbatas, khususnya yang berkaitan dengan pola pertumbuhan daun di lingkungan tropis dataran rendah. Padahal, informasi mengenai pola pertumbuhan daun sangat penting untuk memahami produktivitas tanaman, kemampuan fotosintesis, serta potensi hasil panen daun yang dapat dimanfaatkan sebagai sayuran.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Agronomi Indonesia mencoba mengkaji lebih jauh mengenai pola pertumbuhan daun serta karakter morfologi tanaman katuk yang dibudidayakan pada ekosistem dataran rendah tropis. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai bagaimana daun katuk berkembang serta bagaimana karakter morfologi tanaman tersebut berperan dalam mendukung pertumbuhannya.

Tujuan Penelitian dan Metode Pengamatan

Pengamatan Langsung di Lahan Budidaya

Penelitian ini dilakukan di lahan pertanian di wilayah Bengkulu yang memiliki karakteristik lingkungan dataran rendah tropis. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan melakukan pengamatan langsung terhadap tanaman katuk yang dibudidayakan oleh petani setempat.