Saturday, February 2, 2013

Pengendalian Hama Buah Mangga di Indonesia

Dalam rangka mempersiapkan diri dalam persaingan di pasar bebas, sudah selayaknya daya saing buah mangga di Indonesia segera ditingkatkan. Dari segi kuantitas sebenarnya sudah cukup baik, peningkatan kualitas lah yang sedang menjadi perhatian yang serius.

Salah satu upaya peningkatan kualitas buah mangga adalah dengan mengendalikan hama buah mangga yang merupakan penyebab utama kurangnya mutu mangga di Indonesia. Identifikasi hama dan penanganan yang tepat merupakan jalan awal untuk memulai meningkatkan mutu yang seanjutnya bisa meningkatkan daya saing buah mangga dari Indonesia.

Berikut adalah contoh beserta pengendaliannya yang selama ini telah dilakukan di Indonesia: 

1. Wereng Mangga
Serangga merusak tanaman dengan cara mengisap cairan bunga yang baru mekar sehingga bunga mudah kering dan cepat mati. Serangga dewasa berukuran 0,2 - 0,3 mm berwarna abu-abu kecoklatan.
Cara Pengendalian
- Memotong bagian bunga yang terserang, kemudian dimusnahkan.
- Menyuntik pohon mangga dengan insektisida sistemik sebanyak 10 - 20 cc per pohon. Hal ini dilakukan pada tanaman mangga yang sudah berumur lebih dari 30 tahun.
- Menyemprotkan insektisida APLAUD 400 F atau DARMABASH 500.

Peran Tumbuhan-Tanaman bagi Manusia


Secara sederhana, pertanian adalah usaha manusia dalam memodifikasi lingkungan tempat tumbuh tanaman agar tanaman dapat memberikan hasil panen yang optimal bagi keperluan manusia. Dengan usaha-usaha yang dilakukan manusia terhadap tanaman, pastinya tanaamn memiliki peran yang vital bagi manusia, baik untuk pemenuhan kebutuhan primer, sampai dengan kebutuhan akan barang-barang yang bernilai sosial dan ekonomi tinggi. Berikut adalah peran tumbuhan ataupun tanaman terhadap manusia.
                  1.       Sumber pangan
Makanan merupakan kebutuhan mendasar agar manusia dapat tetap menjalankan aktivitasnya dengan normal. Tanpa makanan manusia dan bahkan makhluk hidup lain tidak akan mampu melakukan aktivitasnya karena makanan merupakan sumber energi utama bagi manusia untuk tetap melakukan aktivitas. Makanan juga sangat berperan dalam kesehatan manusia karena dalam makanan terkandung beraneka macam zat yang memiliki fungsi tertentu bagi tubuh, baik itu sumber energi, sebagai zat pembangun tubuh, ataupun sebagai zat pengatur pertumbuhan tubuh manusia.
Selama ini, tumbuhan bersama dengan hemwan menjadi penyumbang sumber makanan terbesar bagi manusia. Belum ada sumber lain yang digunakan secara massif untu memenuhi kebutuhan paling mendasar bagi manusia tersebut. Serealia dan umbi-umbian untuk pemenuhan kebutuhan energi manusia, kacang-kacangan untuk memenuhi kebutuhan zat pembangun tubuh manusia, sayuran dan buah untuk memenuhi kebutuhan zat pengatur tubuh manusia, dan masih banyak lagi.

Humus Farming Menjadi Pertanian Organik


Setelah awalnya bernama humus farming, Istilah humus farming kemudian mulai hilang dan tergantikan dengan istilah pertanian organik sekitar tahun 1940 an. Pada saat itu, istilah pertanian organik mulai lebih popular daripada humus farming. Berdasarkan salah satu sumber, istilah “organik” yang digunakan untuk merujuk suatu sistem pertanian  berada dalam buku yang berjudul Look to the Land yang ditulis oleh Lord Northbourne dan dipublikasikan pada tahun 1940. Northbourne menggunakan istilah organik untuk lebih mencirikan metode yang digunakan dalam humus farming. Istilah organik lebih digunakan karena dapat mengeneralisir aliran nutrisi dan energi di dalam proses-proses biologi yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup.
Kata atau istilah organik diharapkan mampu menggambarkan proses dan fungsi-fungsi yang bekerja pada makhluk hidup yang menjadi ujung tombak system pertanian yang tidak menggunkan bahan kimia untuk melakukan pemupukan dan mengikuti anjuran pemupukan yang dikeluarkan pemerintah terkait pemupukan tanaman yang terkadang malah menyesatkan.

sumber:
Kuepper, George. 2010. A Brief of The History and Philosophy of Organic Agriculture. Kerr Center for Sustainable Agriculture

Fisiologi Tumbuhan dan Fisiologi Tanaman


Fisiologi adalah salah satu cabang ilmu dalam biologi yang mempelajari proses-proses yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Proses yang terjadi biasanya berupa metabolisme ataupun reaksi-reaksi kimia yang membuat makhluk hidup dapat bertahan hidup. Fisiologi juga sangat tergantung pada kondisi ligkungan karena pada dasarnya kehidupan setiap makhluk hidup sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.
Fisiologi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari semua proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan agar tumbuhan tetap dapat tumbuh. Tumbuhan yang masuk dalam ruang lingkup fisiologi tumbuhan adalah semua jenis pada kingdom plantae, baik yang bersel satu ataupun tingkat tinggi, monera, sebagian protista, dan fungi. Akan tetapi, sejauh ini, yang menjadi topik dan objek para fisiologiawan tumbuhan adalah organisme dari golongan plantae.
Berbeda dengan fisiologi tumbuhan, fisiologi tanaman mempelajari proses-proses metabolisme dan biokimia pada tanaman-tanaman. Tanaman adalah tumbuhan yang sudah dibudidayakan oleh manusia. Dengan demikian, cakupan fisiologi tanaman lebih sempit daripada fisiologi tumbuhan. Karena yang dipelajari mencakup tanaman-tanaman yang biasanya diambil manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, maka proses metabolisme yang dipelajari hanya mencakup metabolisme yang berkaitan dengan bagaimana mendapatkan hasil panen yang tinggi dari bagian-bagian tanaman yang dipanen.

Friday, February 1, 2013

Hama Utama Tanaman Avokad / Alpukat (Persea gratissima)

kerusakan akibat hama pada tanaman alpukat
Pengendalan hama merupakan salah satu aspek terpenting dalam teknis budiaya tanaman avokad. Kehilangan hasil akibat serangan hama dapat mencapai lebih dari 80% ketika dibiarkan saja. Berikut adalah hama penting pada tanaman avokad beserta gejala serangan yang ditimbulkan. 

1. Ulat kipat 
Ulat kipat memakan daun tanaman avokad sehingga daun yang diserang menjadi rusak, tidak utuh lagi, dan bahkan jika seranganna parah bisa menyebabkan daun gundul dan terdapat kepompong yang bergelantungan di pohon avokad. 

2. Ulat kupu-kupu gajah 
Kupu-kupu gajah memiliki sayap yang sangat besar (bisa mencapai 25 cm), berwarna coklat kemerahan, dan berbentuk segitiga transparan. Tubuh berwarna hijau dan tertutup tepung sehingga warnanya menjadi terihat kecoklatan.panjang tubuh mencapai 15 cm dan mempunyai duri yang berdaging. Serangan hampir sama dengan ulat kipat tetapi kepompongnya tidak bergelantungan, melainkan berada diantara daun.