Sunday, July 28, 2013

Teknis Budiaya Tanaman Pala

Teknis budiaya tanaman merupakan suatu proses penyesuaian kondisi lingkungan agar sesuai dengan syarat tumbuh dan kebutuhan tanaman sehingga nantinya tanaman dapat tumbuh, berkembang, dan memberikan hasil yang optimal. Berikut adalah beberapa aspek budiaya tanaman pala yang harus diperhatikan agar nantinya pala yang dihasilkan mampu memberikan hasil yang optimal baik dari segi kualitas ataupun kuantitasnya. 

A. Bahan Tanam

B. Persiapan Lahan
Kebun untuk tanaman perlu dilakukan olah tanah agar menjadi gembur. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pada musim kemarau supaya proses penggemburan berjalan dengan efektif. Pengolahan tanah pada kondisi lahan yang miring harus dilakukan menurut arah melintang lereng. Pengolahan tanah dengan cara ini akan membentuk alur yang dapat mencegah terjadinya erosi.

C. Penanaman
1. Pembuatan lubang tanam
Lunang tanam disiapkan 1 bulan sebelum bibit ditanam yang bertujuan agar tanah dalam lubang tidak asam. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm untuk jenis tanah ringan dan 80 x 80 x 80 cm untuk jenis tanah liat. Dalam menggali lubang tanam, tanah bagian atas dan bagian bawah harus dipisah karena mengandung unsur yang berbeda. Setelah beberapa waktu, tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang secukupnya.

2. Jarak Tanam
Jarak tanam yang baik untuk tanaman pala adalah 9 x 10 m, sedangkan untuk tanah bergelombang adalah 9 x 9 m.

3. Penanaman
Penanaman bibit dilakukan pada awal musim hujan yang bertujuan untuk mencegah bibit mengalami kekeringan. Bibit tanaman yang berasal dari biji dan sudah mempunyai 3-5 batang cabang, biasanya sudah mampu beradaptasi dengan baik. Apabila bibit pala berasal dari cangkokan, maka sebelum di tanam daunnya harus dikurangi terlebih dahulu untuk memperkecil transpirasi sehingga dapat menurunkan tingkat kematian bibit. Penanaman bibit yang berasal dari cangkokan, lubang tanam harus diperdalam. Hal ini bertujuan untuk menguatkan perakaran agar saat dewasa tidak mudah roboh.

D. Pemeliharaan
1. Tanaman pelindung
Pada umumnya, tanaman pala yang masih muda itu kurang tahan terhadap panas sinar matahari. Untuk mencegah kerusakan, maka perlu diberi tanaman pelindung yang pertumbuhannya cepat, misalnya tanaman jenis Clerisidae, atau bisa juga dengan penanaman tanaman buah-buahan atau tanaman kepala jauh sebelum bibit pala ditanam.

2. Penyulaman
Penyulaman dilakukan jika bibbit tanaman pala itu mati atau pertumbuhannya yang kurang baik.

3. Penyiangan
Penyiangan gulma dilakukan apabila ada gulma yang muncul. Penyiangan rutin dilakukan setiap 1 bulan sekali saat tanaman pala belum menghasilkan.

4. Pemupukan
Sebelum dilakukan pemupukan, hendaknya dibuat parit sedalam 10 cm dan lebar 20 cm secara melingkar di sekitar batang tanaman selebar kanopi kemudian pupuk ditabur dan titimbun dengan tanah. Pemberian pupuk dilakukan berdasartan dosis pupuk yang dianjurkan.

5. Peremajaan
Peremajaan pada tanaman pala ada beberapa metode, antara lain:

a. Metode New Clearing
Menebang seluruh pohon yang telah tua dan menggantinya dengan tanaman pala yang masih muda

b. Metode Gradual Thinning
Metode penanaman sisipan, yakni menanan tanaman pala muda diantara pohon-pohon pala yang sudah tua. Penyisipan dilakukan secara bertahap. Penebangan tanaman pala yang sudah tua dilakukan setelah tanaman muda berumur 1-3 tahun. Penebangan tanaman pala ini juga dilakukan bertahap

c. Metode No Thinning
Pada metode ini, tanaman muda ditanam dengan menyisipkan diantara pohon pala tua. Penebangan pohon tua dilakukan setelah tanaman muda berproduksi.


F. Panen dan Pasca Panen
1. Panen
Tanaman ini mulai berbuah saat umur 7 tahun dan berproduksi maksimal pada umur 25 tahun. Pohon pala dapat terus berproduksi sampai umur 60-70 tahun. Dalam satu tahun, apat dilakukan 2 kali pemetikaan. Buah dipanen setelah cukup masak, yaitu sekitar 6-7 bulan sejak mulai berbunga. Tanda-tanda buah pala yang sudah masak adalah sebagian buah mulai merekah dan terlihat biji yang diselaputi fuli. Pemetikan buah pala dilakukan dengan galah bamboo yang diberi keranjang. Dapat pula dilakukan dengan memanjat pohon dan memilih buah pala yang sudah benar-benar masak.

2. Pasca Panen
a. Pemisahan bagian buah
Buah yang sudah masak dipisahkan menurut bagian buah (daging buah, biji, fuli). Setiap bagian yang terkumpuk diberi wadah sendiri. Biji yang terkumpul disortir menjadi 3 macam yaitu biji yang cacat, biji yang gemuk (utuh), dan biji yang kurus (keriput). 

b. Pengeringan biji
Pengeringan dilakukan dengan penjemuran. Pengeringan yang terlalu cepat akan menyebabkan biji pala pecah. Biji pala yang sudah kering kemudian dipukul dengan kayu supaya kulit bijinya pecah dan terpisah dengan isi biji.

c. Pengeringan fuli
Proses pengeringan fuli adalah dengan cara dijemur pada panas matahari secara perlahan selama beberapa jam kemudian dikeringkan. Hal ini dilakukan sampai benar-benar kering. Cara pengeringan ini akan menghasilkan fuli yang kenyal (tidak rapuh) dan berkualitas tinggi sehingga nilai ekonomisnya juga tinggi.

Penulis: Charisma Ummu F, Yudi Kusnadi, Hananun Abidah L. R, Fahmi Ekaputra, Irfan Islami, Fajar Hayuatmaja. Mahasiswa Fakulatas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Anonim, 2005. Budidaya Pala. <http://www.iptek.net.id/ind/warintek/>

No comments:

Post a Comment