Saturday, January 24, 2015

Gejala dan Pengendalian Nekrosis Kulit pada Tanaman Karet

Nekrosis kulit kemungkinan disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Namun Botryodiplodia theobromae juga ditemukan pada kulit yang sakit dengan menimbulkan gejala yang sama. Pada kulit batang awalnya muncul bercak kehitaman dengan ukuran 2-5 cm. bercak-bercak tersebut makin membesar dan bergabung dengan yang lainnya sehingga menyebabkan kulit batang menjadi busuk. Penyakit nekrosisi kulit dapat timbul mulai dari kaki gajah sampai dengan percabangan dan seringkali terjadi pada tahun sadap kedua. Kulit yang busuk dan rusak akan mengundang hama penggerek dan bahkan mengundang jamur Ustulina sehingga kondisi kerusakan akan semakin parah. Penularan penyakit belum terlalu banyak diketahui namun diduga akibat penyebaran spora yang dibawa angin pada kondisi cuaca yang lembab dan hujan.

Thursday, January 22, 2015

Gejala dan Pengendalian Kering Alur Sadap pada Tanaman Karet

kering alur sadap pada tanaman karet
Seperti halnya penyakit mouldy rot dan juga kanker karis, kering alur sadap juga terjadi di bagian sadapan tanaman karet. Penyakit kering alur sadap mengakibatkan keringnya alur sadap sehingga tidak menghasilkan lateks. Kering alur sadap disebabkan oleh penyadapan yang terlalu sering disertai penggunaan bahan perangsang lateks. 

Kering alur sadap ditandai dengan tidak mengalirnya lateks pada sebagian alur sadap. Ketika dibiarkan maka keseluruhan alur sadap akan mengering dan berubah warna menjadi coklat karena terbentuk gum (blendok). Gejala lain yang timbul dari penyakit ini adalah terjadinya pecah-pecah pada kulit dana pembengkakan pada batang tanaman. 

Kering alur sadap tidak ditularkan dari satu pohon ke pohon yang lain. Kerign alur sadap dapat meluas pada kulit yang seumuran pada pohon yang sama. Tanaman yang berasal dari biji (seedling) dan tanaman yang membentuk daun baru sering mendapatkan gangguan kering alur sadap. 

Gejala dan Pengendalian Penyakit Kanker Garis pada Tanaman Karet

kanker garis tanaman karet
Penyakit kanker garis disebabkan oleh jamur Phytophthora palmivora. Seperti halnya penyakit mouldy rot dan kering alur sadap, anker garis juga merupakan panyakit yang menyerang bidang sadapan tanaman karet. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah munculnya benjolan-benjolan atau cekungan-cekungan di bidang sadap yang lama sehingga mengganggu proses penadapan berikutnya. 

Awal serangan ditandai dengan adanya selaput putih tipis yang menutup alur sadap. Namun ketika selaput yang berada di bidang sadap tersebut dikerok dengan menggunakan pisau, maka akan terlihat garis tegak berwarna hitam. Garis tersebut akan berpadu satu sama lain membentuk jalur hitam yang terlihat seperti retak membujur pada kulit pulihan.

Terkadang, di bawah kulit pulihan akan terbentuk gumpalan lateks yang emngakibatkan pecahnya kulit. Dari bagian kulit yang pecah tersebut keluar tetasan-tetesan lateks berwarna coklat dengan bau yang busuk. 

Penularan terjadi dengan penyebaran spora yang dibawa oleh angin. Percikan air hujan juga dapat membawa dan menyebarkan spora. Kanker garis banyak dijumpai di perkebunan dengan tingkat kelembaban yang tinggi dan paa pohon-pohon yang bidang sadapnya terlalu dekat dengan tanah.

Gejala dan Pengendalian Penyakit Mouldy Rot pada Tanaman Karet

mouldy rot karet
Penyakit mouldy rot disebabkan oleh jamur Ceratocystis fimbriata. Jamur Ceratocystis fimbriata menyebabkan kerusakan pada bidang sadap tanaman karet (seperti penyakit kanker garis dan kering alur sadap). Tanaman yang terserang mouldy rot akan memiliki bidang sadap yang bergelombang sehingga menyulitkan penyadapan berikutnya. Bahkan, serangan berat akan menyebabkan kerusakan total pada bidang sadapan sehingga tanaman tidak dapat disadap lagi.

Penyakit ini ditandai dengan adanya selaput tipis berwarna putih di bidang sadap dekat dengan alur sadap. Selaput tersebut kemudian berkembang menjadi seperti beludru berwarna kelabu sejajar alur sadap. Bila hifa tersebut dikerok/diambil, maka tampak bintik berwarna coklat tau hitam. Spora jamur dihasilkan dapat bertahan hidup pada kondisi yang kering. Serangan mouldy rot yang tidak segera ditangani akan meluas sampai kambium atau bahkan bagian kayu.

Penularan penyakit berlangsung dengan penyebaran spora yang dibawa oleh angin. Penggunaan pisau sadap juga dapat menyebarkan spora dan hifa Ceratocystis fimbriata. Penyakit mouldy rot banyak terjadi pada musim hujan dan banyak dijumpai pada tanaman yang disadap terlalu sering atau terlalu dalam. 

Tuesday, January 20, 2015

Jenis Bibit Karet Hasil Okulasi

stump mata tidur
Pada prinsipnya, bibit yang telah berhasil diokulasi dapat langsung ditanam di lahan pertanaman karet yang sudah disediakan. Akan tetapi, terkadang bibit yang masih terlalu kecil dan belum memiliki tunas yang berkembang dengan baik memiliki resiko kematian yang tinggi ketika langsung ditanam di lahan pertanaman. Oleh karena itu, bibit-bibit hasil okulasi harus dirawat dan diperakukan sedemikian rupa sehingga kematian ketika di tanam di lapangan. Secara umum terdapat tiga jenis bibit hasil okulasi. Ketiganya adalah stum mata tidur, stum mini, dan bibit polybag.

1. Stum mata tidur
Stum mata tidur merupakan bibit hasil okulasi yang mata okulasinya belum tumbuh. Untuk bibit stum mata tidur yang berumur kurang dari 1 tahun, panjang akar tunggang yang ideal adalah 45-50 cm dan akar lateralnya 3-5 cm. Stum mata tidur yang berumur 1-2 tahun, panjang akar tunggang ideal adalah 50-60 cm dan akar lateralnya 5-7 cm. Pembongkaran/pencabutan bibit merupakan salah satu bagian paling penting dan krusial dalam mendapatkan bibit stum mata tidur.

Pencabutan bibit dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul atau juga dengan menggunakan dongkrak bibit. Cangkul digunakan untuk mencabut bibit yang berumur lebih dari 1 tahun. Dongkrak bibit digunaan untuk mencabut bibit yang berumur kurang dari 1 tahun.

a) Mencabut bibit dengan cangkul
Dua minggu sebelum bibit dicabut, bibit dipotong setinggi 5-7 cm di atas tempelan okulasi. Selanjutnya dibuat parit sedalam 60 cm di salah satu sisi tanaman sejauh 10 cm dari tanaman sepanjang barisan tanaman. Akar tunggang di kedalaman 45 cm dipotong dan bibit diarahkan ke dalam lubang. Akar lateral dipotong dan disisakan sekitar 5 cm dan didapatkan stum mata tidur yang siap ditanam di lahan pertanaman.