Biologi lalat penggorok
Lalat betina menyisipkan telur di bawah epidermis daun. Setiap lalat betina mampu menghasilkan sekitar 50-300 butir telur. Belatung selanjutnya membuat lubang korokan pada daun dan menuju ke umbi. Kepompong terbentuk dan terdapat di atas permukaan tanah. Daur hidup lalat penggorok daun adalah sekitar 3 minggu.
Gejala serangan
Adanya serangan lalat penggorok daun ditandai oleh adanya bintik-bintik putih sebagai tanda tusukan ovipositor dan berupa liang korokan larva yang berkelok-kelok dari bagian atas daun. Serangan berat, seluruh helaian daun penuh dengan korokan sehingga daun menjadi kering, berwarna coklat, dan timbul efek seperti terbakar. Larva penggorok daun dapat masuk sampai ke dalam umbi batang dan akan menyebabkan kerusakan yang parah pada musim kemarau.
Pengendalian
Secara umum, pengendalian dilakukan dengan cara pencegahan melalui teknis budidaya yang tepat, pengendalian secara fisik/mekanis, pengendalian secara biologis, dan pengendalian dengan menggunakan perangkap.
Lalat betina menyisipkan telur di bawah epidermis daun. Setiap lalat betina mampu menghasilkan sekitar 50-300 butir telur. Belatung selanjutnya membuat lubang korokan pada daun dan menuju ke umbi. Kepompong terbentuk dan terdapat di atas permukaan tanah. Daur hidup lalat penggorok daun adalah sekitar 3 minggu.
Gejala serangan
Adanya serangan lalat penggorok daun ditandai oleh adanya bintik-bintik putih sebagai tanda tusukan ovipositor dan berupa liang korokan larva yang berkelok-kelok dari bagian atas daun. Serangan berat, seluruh helaian daun penuh dengan korokan sehingga daun menjadi kering, berwarna coklat, dan timbul efek seperti terbakar. Larva penggorok daun dapat masuk sampai ke dalam umbi batang dan akan menyebabkan kerusakan yang parah pada musim kemarau.
Pengendalian
Secara umum, pengendalian dilakukan dengan cara pencegahan melalui teknis budidaya yang tepat, pengendalian secara fisik/mekanis, pengendalian secara biologis, dan pengendalian dengan menggunakan perangkap.

