Sunday, February 12, 2017

Pengenalan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman pada Bawang Merah yang Ramah Lingkungan

Bawang merah merupakan salah satu komoditas pertanaian, khususnya tanaman sayuran yang bernilai tinggi, baik dari sisi ekonomi ataupun berkaitan langsung dengan pengembangan masyarakat tani. Bawang merah memberikan nilai ekonomi tinggi pada petani dan berdampak baik secara langsung ataupun tidak langsung terhadap pengembangan suatu wilayah. 

Salah satu kendala dalam pengembangan agribisnis bawang merah adalah keberadaan organisme pengganggu tanaman pada bawang merah. Serangan opt pada budidaya bawang merah menurunkan kualitas dankuantitas produksi bawang merah. Penurunan produksi pada bawang merah akibat serangan OPT bahkan dapat mencapai lebih dari 90%.
gejala penyakit moller
Pengendalian dengan pendekatan kimiawi dalam jangka pendek dapat terlihat langsung hasilnya. Namun, dalam jangka panjang justru menjadikan OPT tahan dan berdampak pada semakin tinggi akibat kerusakan dan penurunan hasil yang didapatkan. Selanjutnya, pengendalian menggunakanpendekatan yang lebih ramah lingkungan dengan berprinsip pada pengendalian dan pengelolaan hama dan organisme pengganggu tanaman secara terpadu.

Saturday, February 11, 2017

Pengendalian Penyakit Mosaik pada Tanaman Bawang Merah

Mosaik merupakan salah satu penyakit pada tanaman bawang merah. Penyakit mosaik disebabkan oleh onion yellow dwarf virus (oydv). Penularan dapat melalui umbi yang dipanen dari tanaman yang sakit. Penularan dapat lintas generasi. Virus dapat hidup terus menerus dari musim ke musim dalam bawang yang telah terinfeksi.
gejala penyakit mozaik pada bawang merah

Penyakit ditandai dengan tanaman yang tumbuh kerdil, bentuk daun lebih kecil jika dibandingkan dengan tanaman yang sehat. Warna daun menjadi belang hijau pucat sampai bergaris kekuningan, seringkali disertai dengan pertumbuhan daun yang berpilin, sehingga tanaman nampak menjadi kerdil walaupun tidak mengalami pemendekan 

Pengendalian 

1. Penanaman umbi yang bebas virus dan ditanam di daerah bebas virusyang letaknya jauh dari sumber penyakit. 

2. Eradikasi tanaman yang menunjukkan gejala serangan 

Sumber: Dirjen Hortikultura. 2015. Pedoman Pengenalan dan Pengendalian OPT Ramah Lingkungan pada Bawang Merah.

Thursday, February 9, 2017

Pengendalian Penyakit Embun Bulu pada Tanaman Bawang Merah

Embun bulu disebut juga dengan penyakit tepung palsu (downy mildew). Embun bulu disebabkan oleh cendawan/jamur Peronospora destructor (Berk) Casp. Embun bulu merupakan penyakit yang dapat menular melalui udara, benih, dan tanah, khususnya padalahan yang drainasenya buruk. 
serangan embun bulu pada tanaman bawang merah
Serangan dapat bersifat sistemik dan juga dapat berskala lokal. Infeksi pada awal pertumbuhan tidak menyebabkan tanaman mati, tetapi tanaman akan terhambat pertumbuhannya serta daun menjadi berwarna hijau pucat. Infeksi pada daun akan mencapai umbi, menjalar ke semua lapisan umbi dan menyebabkan umbi menjadi berwarna coklat. Serangan berat menyebabkan umbi membusuk, daun menguning, layu serta umbi akan diliputi oleh miselium yang berwarna hitam.


Pengendalian 

1. Mencegah menanam bawang merah di sekitar areal pertanaman sekitar serangan atau lahan bekas terserang. 

2. Mengadakan pergiliran tanaman selama tiga tahun pada lahan bekas serangan embun bulu

Wednesday, February 8, 2017

Pengendalian Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Bawang Merah yang Ramah Lingkungan

Layu fusarium disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum. Penyakit layu fusariun dapat ditularkan melalui umbi bibit, udara, tanah, dan air. Infeksidi lahan pertanaman dimulai dari akar, kemudian menyebar ke umbi lalu daun. 
penyakit layu fusarium pada bawang merah

Gejala ditandai dengan adanya daun yang menguning, terpelintir, kemudian layu. Tanaman akan sangat mudah dicabut akibat akar yang sudah rusak dan tidak berkembang. Penyakit yang dibawa umbi akan segera terihat gejalanya saat tanaman berumur 7-17 hari setelah tanam. Jika terinfeksi melalui tanah, gejala serangan baru terlihat setelah tanaman berumur 30 hari. Layu fusarium menyerang sporadis pada hamparan lahan yang luas dan akan menjadi sangat sulit diatasi saat serangan sudah berat. 

Pengendalian 
1. Menggunakan varietas yang tahan seperti Bauji, Filipine, atau Sumenep. 

2. Menggunakan bibit umbi yang sehat, kompak, tidak terkelupas.

Tuesday, February 7, 2017

Pengendalian Penyakit Antraknosa pada Bawang Merah yang Ramah Lingkungan

Antaknosa merupakan salah satu penyakit pada bawang merah yang disebabkan oleh cendawan/jamur Colletotricum gloesporioides. Antraknosa disebut juga dengan istilah penyakit otomatis karena tanaman yang terserang otomatis akan mati mendadak, cepat, dan serentak.
gejala penyakit antraknosa bawang merah

Serangan ditandai degan adanya bercak berwarna putih pada daun. Selanjutnya, terdapat lekukan, lubang, dan patah terkulai tepat pada bercak tersebut. Pada kondisi lingkungan yang lembab atau pada saat musim hujan, jamur berkembang dengan cepat dan membentuk miselia yang tumbuh menjalar di permukaan daun. Miselia menembus sampai ke umbi, menyebar ke permukaan tanah, dan menjadikan permukaan tanah berwarna keputihan. Umbi yang telah terserang akan busuk kemudian daun menjadi kering. 

Seringkali terdapat hamparan pertanaman yang botak-botak karena adanya serangan antraknosa yang sporadis. 

Pengendalian 

1. Waktu tanam yang tepat, yaitu pada saat musim kemarau. 

2. Menanam varietas yang tahan seperti varietas Sumenep 

3. Perlakuan benihsebelum tanam dengan mencelupkan bibit umbi maksimal 3 menit dalam larutan PGPR dengan dosis 10ml/liter air. 

4. Mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang 

5. Penggunaan pupuk yang berimbang seperti mengurangi penggunaan N pada musim penghujan karena N yang berlebih menyebabkan tanaman menjadi sukulen dan rentan terserang hama dan organisme yang menyebabkan penyakit. 

6. Penggunaan pestisida nabati seperti daun dan biji nimba. 

Sumber: Dirjen Hortikultura. 2015. Pedoman Pengenalan dan Pengendalian OPT Ramah Lingkungan pada Bawang Merah.