Monday, February 20, 2017

Pedoman Panen Bawang Merah

Panen merupakan pemungutan hasil tanaman. Dalam budidaya bawang merah, panen adalah pemungutan umbi bawang merah. Panen dilakukan setelah umbi masak secara fisiologis berdasar kondisi dan umur tanaman. 
kegiatan pengumpulan hasil bawang merah

Untuk bawang konsumsi, panen dilakukan setelah tanaman berumur 50-55 hst atau tergantung varietas yang ditanam. Untuk bawang yang akan dijadikan bibit, panen dapat dilakukan pada umur 60-70 hst. Namun, di beberapa daerah, panen untuk bibit justru dilakukan pada umur 55 hari ketika daun masih kuat sehingga memudahkan dalam proses pascapanen dan penyimpanan bawang untuk bibit.

Pemeliharaan Tanaman Bawang Merah

Pemeliharaan tanaman adalah pengkondisian tanaman dan lingkungan agar tanaman dapat tumbuh dan bekembang dengan optimal tanpa menyebabkan kerusakan pada lingkungan. Pemeliharaan tanaman bawang merah meliputi pengairan, pengendalian gulma, dan pengendalian hama dan penyakit. 
pemeliharaan tanaman bawang dengan penyiraman menggunakan ember air
Bawang merupakan tanaman yang sensitif terhadap keberadaan air. Terlalu banyak air menyebabkan umbi tidak berkembang dan memacu serangan penyakit sementara kekurangan air menyebabkan tanaman tidak dapat berkembang dengan optimal. Pengairan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan air. Setiap jenis tanah membutuhkan teknik pengairan yang berbeda-beda 

  1. Tanah debu berpasir pengairan dilakukan dengan cara dileb (digenangi hingga permukaan air sama dengan permukaan bedengan selama 30 menit), selanjutnya air segera dibuang dari lahan pertanaman bawang. 
  2. Tanah lempung berpasir pengairan dilakukan dengan penyiraman menggunakan ember siram. 

Thursday, February 16, 2017

Panduan Pemupukan Tanaman Bawang Merah

Hara merupakan unsur esensial yang dibutuhkan tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Pada lahan untuk budidaya tanaman, keberadaan hara umumnya belum mampu memenuhi total kebutuhan tanaman. Cara paling umum untuk menyediakan hara bagi tanaman adalah dengan kegiatan pemupukan.
ara aplikasi pupuk bawang merah dengan disebar

Bawang merah merupakan tanaman yang banyak membutuhkan hara, baik pada masa pertumbuhan vegetatif atau juga saat pembentukan, pembesaran, dan pematangan umbi. Pemupukan harus tepat jenis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat kombinasi. Pemupukan yang tepat dan berimbang selain dapat memenuhi kebutuhan hara tanaman juga merupakan salah satu cara penting untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan patogen penyebab penyakit pada tanaman bawang merah.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemupukan tanaman bawang merah adalah sebagai berikut:
  1. Pupuk yang diberikan harus sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman dan diberikan secara berimbang
  2. Pupuk yang terdiri dari beberapa jenis harus diaduk secara merata (asal bukan bersifat antagonis) dan diberikan secara merata di lahan.
  3. Pupuk diaplikasikan dengan cara disebar di areal pertanaman dengan rata.
  4. Sebelum pemupukan dilakukan, tanah di areal pertanaman harus dibersihkan dari gulma (dilakukan penyiangan).

Tuesday, February 14, 2017

Penyiapan Bibit dan Penanaman pada Budidaya Bawang Merah

Benih/bibit merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya tanaman. Benih/bibit yang baik memiliki potensi hasil yang baik disamping memiliki ketahanan terhadap cekaman, baik cekaman biotik ataupun abiotik. Bibit yang baik adalah yang memiliki daya tumbuh minimal 95%.

Pada budidaya tanaman bawang merah, penanaman umumnya menggunakan bibit. Bibit diperoleh dari umbi bawang yang telah dipanen dan disimpan untuk memecahkan dormansi.
penyimpanan bibit bawang menunggu masa dormansi

Beberapa standar penyiapan bibit yang diperhatikan diantaranya:
  1. Calon bibit merupakan umbi dari tanaman sehat, disimpan dalam keadaan kering, dan masih terdapat daun pada umbi calon bibit.
  2. Berasal dari tanaman yang dipanen minimal 55 hari.
  3. Bibit telah disimpan 2-3 bulan, bernas (keras, tidakkempos) dan berwarna merah.
  4. Umbi memiliki ukuran sedang (1,5-1,8 cm)
  5. Umbi tidak luka dan memiliki penampakan yang bagus serta tidak busuk.
  6. Umbi yang siap tanam dipotong 1/3 bagian ujung untuk memecah dormansi segera setelah akan ditanam.

Monday, February 13, 2017

Pengolahan Lahan dalam Budidaya Tanaman Bawang Merah

Pengolahan lahan merupakan salah satu penentu keberhasilan teknik budidaya bawang merah. Tanah yang terolah dengan baik akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang pada akhirnya dapat megoptimalkan hasil panen. Selain memperbaiki aerasi dan drainase tanah,pengolahan lahan juga berfungsi untuk memutus siklus organisme pengganggu tanaman.
bedengan untuk pertanaman bawang merah
bedengan untuk pertanaman bawang merah
Bawang merah membutuhkan tanah yang gembur untuk dapat memberikan panen yang optimal. Selain gembur, tanah juga harus memiliki drainase yang baik karena bawang merah adalah salah satu tanaman yang rentan pada genangan air. 

Standar dan teknik pengolahan tanah pada budidaya bawang merah adalah. 

1. Pembalikan tanah 
Pembalikan tanah dilakukan dengan tujuan memecah kapiler tanah dan memperbaiki aerasi tanah. Lahan dicangkul atau dibajak dengan kedalaman 20-30 cm. Rumput dan sisa tanaman yang lunak dapat dibiarkan dan dicampur dengan tanah hingga membusuk sehingga menjadi tambahan bahan organik. 

Tanah yang sudah dbalik dibiarkan terkena sinar matahari selama 2 minggu dengan tujuan mematikan patogen penyebab penyakit serta menyediakan udara yang baik untuk tanah. Setelah dua minggu, tanah yang sudah dibalik ditambah dengan mikroba dekomposer dengan takaran 5 liter/ha. Tujuan pemberian dekomposer adalah untuk memperepat dekomposisi bahan organik, melarutkan sisa pupuk anorganik (khususnya P), meningkatkan porositas tanah, dan meningkatkan penyerapan hara oleh tanaman.