Thursday, January 17, 2013

Biologi Bunga


              Bunga adalah alat pembiakan Angiospermae (spermatophyta biji tertutup, terdiri dari monokotil dan dikotil). Terdapat dua jenis bunga yaitu bunga uniseksual dan biseksual. Uniseksual yaitu jika pada satu bunga hanya ada salah satu jenis alat pembiakan, disebut bunga jantan dan betina sedangkan bunga biseksual yaitu jika pada satu bunga hadir kedua jenis alat pembiakan, berarti bunga jantan dan betina gabung dalm satu bunga (Sujana, 2007).
           Pembentukan calon (primordia) bunga menandai berakhirnya masa muda dan masa vegetatif tanaman. Pembungaan merupakan suatu prosees fisiologis dan morfologis dengan spektru yang luas. Diawali dengan masa kritis, yaitu diawali deangn perubahan primordial batang menjadi primordial bunga. Pada saat tersebut terjadi perubahan secara fisiologis-morfologis sebagai akibat metabolisme pada titik tumbuh yang mestinya mengalami diferensiasi menjadi calon daun, batang, atau tunas berubah menjadi jaringan calon organ reproduksi (Mangoendidjojo, 2003).
            Alat perkembangbiakan generatif itu bentuk dan susunannya berbeda-beda menurut jenis tumbuhan, tetapi bagi tunbuhan yang berbiji itu lazimnya merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga (Tjitrosoepomo, 1999).
            Beberapa spesies tanaman membuka bunganya setelah gelap, dan menutup kembali sebelum atau segera setelah matahari terbit. Contohnya adalah spesies Selenicereus grandiflorus dan juga melati. Akan tetapi, tidak satupun jenis anggrek yang berbunga pada malam hari meskipun diketahui bahwa keluarga anggrek punya lebih dari 25000 spesies (Vogel, 2011).

Pengendalian Penyakit Pada Tomat

Baik penyakit yang disebabkan oleh bakteri ataupun yang disebabkan oleh cendawan harus segera diatasi agar tidak sampai merugikan secara ekonomi. Berikut adalah pengendalian beberapa maca penyakit yang sering menyerang tanaman tomat:

1.   Penyakit layu fusarium
Pengendalian: (a) menanam varietas tomat yang resisten (tahan); (b) diberi mulsa plastik transparan untuk menaikkan suhu tanah agar penyakit fusarium mati; (c) menanam tanaman tomat di tanah yang bebas nematoda; (d) menggunakan alat yang bersih dari penyakit layu; (e) tanah yang telah ditanami tomat yang terserang penyakit layu tidak boleh ditanami tomat dalam waktu lama dan tidak boleh menanam tanaman yang termasuk solanase; (f) tanaman yang layu harus segera dicabut dan dibakar; (g) tanaman tomat disambung dengan cepokak (Solanum torvum), atau terung engkol (Solanum macrocarpon).

2.   Bercak daun septoria
Pengendalian : (a) gulma dan sisa tanaman tomat yang telah mati dibersihkan dan dibakar, jangan dipendam dalam tanah; (b) dilakukan rotasi tanaman, dengan menanam tanaman lain yang berbeda famili; (c) menanam tanaman tomat yang resisten; (d) disemprot dengan fungisida misalnya, zineb dan maneb.

3.   Penyakit bercak coklat
Pengendalian: (a) menanam biji yang bebas penyakit atau biji terdesinfeksi; (b) tanaman yang sakit segera dicabut dan dibakar; (c) bekas tanaman tomat, terung, kentang, dan tanaman yang termasuk Solanase tidak boleh dipendam di areal pertanaman tomat, tapi harus dikumpulkan di tempat lain dan dibakar; (d) melakukan rotasi tanaman; (e) penyiraman harus menggunakan air bersih yang tidak tercemar penyakit; (f) drainase harus diatur dengan baik agar tanaman tidak tergenang air; (g) gulma di areal pertanaman harus selalu dibersihkan; (h) pembibitan dan penanaman jangan terlalu rapat; (i) disemprot dengan carbamat, zineb atau maneb.

Penyakit Tanaman Tomat yang Disebabkan Bakteri

Pada dasarnya, penyakit pada tanaman tomat dapat disebabkan oleh cendawan dan juga disebabkan oleh bakteri. Berikut adalah penyakit pada taaman tomat yang disebabkan oleh bekteri:
1.   Penyakit layu
Penyebab: Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F.Sm. Gejala: tanaman yang diserang penyakit ini lebih cepat layu. Tanaman yang telah terinfeksi daunnya masih hijau tetapi kemudian tiba-tiba layu, terutama pucuk daun yang masih muda, dan daun bagian bawah menguning. Tanaman yang terinfeksi menjadi kerdil, daun menggulung ke bawah, dan kadang-kadang terbentuk akar adventif sepanjang batang tomat. Tanaman yang terserang biasanya akan roboh dan mati.

2.   Kerak bakteri, bercak bakteri
Gejala: adanya bercak berair kecil pada daun dan batang; bercak berair ini akan mengering, cekung dan berwarna coklat keabu-abuan garis tengah 1-5 mm; tanaman tomat yang terserang daun-daunnya mengeriting ke bawah dan mengering; batang yang terluka menyerupai kerak panjang dan berwarna keabu-abuan; daun yang terserang mengalami klorosis dan gugur; pada buah yang terserang mula-mula kelihatan bercak berair, kemudian berubah menjadi bercak bergabus.
           Pengendalian penyakit tersebut harus segera dilakukan agar tanaman tidak mengalami kerusakan parah yang juga berakibat pada kerugian secara ekonomi.

Penyakit Tanaman Tomat yang Disebabkan Cendawan

Penyakit tanaman tomat memiliki dampak yang buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman tomat. Pada dasarnya, penyakit tanaman tomat dapat dibedakan menjadi penyakit yang disebabkan oleh cendawan dan juga penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Berikut adalah beberapa penyakit yang disebabkan oleh cendawan beserta gejala yang menyertainya:

1.   Penyakit layu fusarium
penyakit layu fusarium pada tanaman tomat

Infeksi terjadi lewat akar, kemudian menyerang jaringan pembuluh. Jaringan xylem yang terserang warnanya menjadi coklat dan serangan ini dengan cepat menuju ke atas. Aliran air ke daun akan terhambat sehingga daun akan layu dan menguning. Cendawan ini membentuk polipeptida (likomarasmin) yang menggangu permeabilitas membran plasma, sehingga perjalanan air dari bawah ke atas terhambat.
Gejala: pada malam hari sampai pagi masih kelihatan segar, tetapi setelah ada sinar matahari dan terjadi penguapan, tanaman tersebut menjadi layu. Sore hari mungkin masih dapat segar lagi tetapi keesokan harinya mulai layu lagi. Akhirnya, tanaman layu akan mati.

2.   Bercak daun septoria
gejala yang timbul pada penyakit bercak daun septoria pada tanaman tomat

Penyebab: cendawan Septoria lycopersici Speg. yang merusak daun dan menyerang tanaman tomat yang masih muda ataupun tua.
Gejala: terlihat bercak bulat kecil berair pada kedua permukaan daun dibagian bawah. Bercak tersebut berwarna coklat muda, kemudian menjadi kelabu dengan tepi kehitaman. Garis tengah bercak ± 2 mm. Serangan yang hebat menyebabkan daun tomat menggulung, mengering dan rontok.

Pengendalian Hama Tanaman Tomat

Hama tanaman tomat merupakan salah satu faktor yang dapat mengurangi atau bahkan meniadakan hasil dari tanaman tomat. Hama tanaman tomat harus segera diatasi setelah diemukan gejala-gejala tanaman terserang hama. Berikut adalah pengendalian beberapa hama penting pada tanaman tomat:
1. Ulat Buah Tomat

(a) ngengat tertarik pada cahaya ultraviolet sehingga dengan sinar tersebut diadakan perangkap; (b) telur dan ulat dapat dikumpulkan dan dibakar atau dimatikan; (c) ditepi kebun ditanam jagung untuk mengurangi serangan pada tanaman tomat; (d) tanaman liar disekitar areal pertanaman tomat dibersihkan; (e) disemprot dengan insektisida, misalnya Diazinon dan Cymbush.

2. Kutu Daun Apish Hijau
(a) gulma di sekitar areal tanaman tomat harus dibersihkan karena dapat menjadi tempat berlindung kutu; (b) pengendalian secara mekanis dapat dilakukan dengan cara dipijit sehingga kutu aphis tersebut mati; (c) pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida.

3. Lalat Putih (Kutu Kabut)
(a) digunakan musuh alami hama, misalnya beberapa jenis tabuhan yang merupakan parasit lalat putih dan beberapa jenis lembing guna memakan telur lalat putih; (b) gulma di sekitar tanaman tomat harus dibersihkan supaya tidak menjadi inang lalat putih; (c) tanaman tomat terserang virus harus segera dicabut dan dibakar; (d) pertanaman tomat dapat diberi mulsa jerami atau mulsa plastik; (e) disemprot dengan Diazinon, Malathion, Azinpos-methyl dan lain-lain.

4. Kutu Daun Trips
(a) tanaman yang kekurangan air lebih banyak diserang thrips. Untuk itu, tanaman tomat harus disiram dengan air yang cukup; (b) gulma di areal tanaman tomat harus dibersihkan agar tidak menjadi tempat berlindung thrips; (c) disemprot dengan insektisida, misalnya Diazinon, Malathion dan Monocrotophos.

5. Lalat Buah
(a) pada waktu mencangkul, tanah harus dibalik dan dibiarkan beberapa hari sampai beberapa minggu agar terkena sinar matahari sehingga pupa lalat mati; (b) ditangkap dengan menggunakan umpan yang dapat memikat lalat jantan; (c) buah yang terserang segera dipetik dan dibakar; (d) gulma di daerah pertanaman tomat harus selalu dibersihkan.

6. Nematoda Bengkak Akar
(a) tanah dicangkul dan dibiarkan beberapa waktu agar terkena sinar matahari; (b) tanah digenangi air yang cukup lama supaya nematoda mati; (c) menggunakan bahan kimia Nematisida, misalnya Furadan, Curater, Petrofur, Indofuran, dan Temik; (d) menanam varietas tomat yang resisten; (e) tanaman yang terserang harus segera dicabut dan dibakar; (f) gulma di areal tamanan tomat dibersihkan; (g) diberi pupuk organik (pupuk kandang atau kompos).