Wednesday, February 18, 2026

Peran Jamur Mikoriza Arbuskular dalam Meningkatkan Pertumbuhan Porang


Pendahuluan: Potensi Porang untuk Pertanian Indonesia

Porang (Amorphophallus muelleri) merupakan tanaman umbi-umbian bernilai tinggi yang mulai populer sebagai komoditas ekspor dan bahan baku industri, terutama untuk pembuatan glucomannan. Porang juga tumbuh baik di dataran rendah hingga sedang dengan pengelolaan yang tepat. Namun, pertumbuhan dan produktivitas porang masih dipengaruhi oleh kondisi ketersediaan hara dan kesehatan akar tanaman.

Salah satu solusi untuk meningkatkan pertumbuhan porang yang berkelanjutan adalah dengan memanfaatkan Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) — jamur tanah yang membentuk simbiosis mutualisme dengan akar tanaman. AMF membantu tanaman menyerap hara, terutama fosfor, serta meningkatkan toleransi terhadap stres lingkungan.

Penelitian Response of Porang to the Application of Arbuscular Mycorrhizal Fungi ini mengevaluasi bagaimana pemberian AMF memengaruhi pertumbuhan porang, termasuk biomassa dan kesehatan sistem akar, sebagai dasar rekomendasi praktik budidaya yang lebih efektif.
 
Apa Itu Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF)?

Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) adalah kelompok jamur tanah yang membentuk hubungan simbiotik dengan akar tanaman. Jamur ini memperluas jaringan hifa (filamen) ke dalam tanah sehingga meningkatkan kemampuan penyerapan air serta unsur hara, terutama fosfor (P) yang penting bagi pertumbuhan tanaman umbi seperti porang.
Manfaat AMF untuk Tanaman Porang
Beberapa manfaat AMF bagi tanaman antara lain:
  • Meningkatkan serapan hara tanah, terutama fosfor dan mineral lain seperti zinc dan nitrogen.
  • Memperbaiki struktur tanah dan daya tahan terhadap stres lingkungan seperti kekeringan atau serangan patogen akar.
  • Meningkatkan kesehatan sistem akar, yang berdampak langsung pada produktivitas umbi porang.
Respon Porang terhadap Aplikasi AMF

Pertumbuhan Biomassa Tanaman

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi AMF memberikan respon positif terhadap pertumbuhan biomassa porang, seperti tinggi tanaman, bobot segar, dan bobot kering tanaman dibandingkan tanaman tanpa perlakuan jamur. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan simbiotik dengan AMF dapat mempercepat perkembangan porang sejak fase vegetatif awal.
 
Peningkatan Akar dan Kesehatan Vegetatif
Porang yang diberikan AMF menunjukkan peningkatan kesehatan sistem akar, dengan lebih banyak akar lateral dan intensitas serapan hara yang lebih baik. Ini mengindikasikan bahwa jamur mikoriza membantu porang mengakses sumber hara yang lebih luas di dalam tanah sehingga memperkuat pertumbuhan vegetatif dan kuat menghadapi kondisi lingkungan yang terkadang kurang ideal.
 
Implikasi untuk Praktik Budidaya Porang

Optimasi Penyemaian dan Tanam

Mengintegrasikan AMF ke dalam praktik penyemaian dan persiapan media tanam porang dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan pertumbuhan awal tanaman. AMF bisa diaplikasikan sejak awal tanam agar porang segera membentuk simbiosis yang bermanfaat bagi fase berkembangnya umbi.
Manajemen Hara dan Kesuburan Tanah

Penggunaan AMF juga dapat membantu pengelolaan kesuburan tanah secara alami dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Hal ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga ekonomis bagi petani yang menanam porang dalam skala besar atau menengah.
 
Kesimpulan: Strategi Budidaya Porang yang Lebih Produktif

Penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi Arbuscular mycorrhizal Fungi dapat meningkatkan pertumbuhan porang, terutama melalui perbaikan kesehatan akar dan efisiensi penyerapan hara. Dengan mengadopsi teknologi biologis seperti AMF dalam praktik budidaya porang, petani dapat mencapai pertumbuhan tanaman yang lebih optimal dan hasil panen umbi yang lebih tinggi.

Sumber: https://journal.ipb.ac.id/JIPI/article/view/42523/31845

No comments:

Post a Comment