Monday, February 2, 2026

Pupuk ZA untuk Kedelai: Cara Meningkatkan Pembentukan Polong dan Hasil Panen

pemupukan tanaman kedelai
Kedelai (Glycine max) merupakan komoditas strategis dalam pertanian Indonesia. Selain menjadi sumber protein nabati utama, kedelai juga berperan penting dalam industri pangan dan pakan. Namun, salah satu tantangan utama dalam budidaya kedelai adalah rendahnya persentase bunga yang berkembang menjadi polong, yang secara langsung berdampak pada hasil panen.

Dalam praktik budidaya tanaman kedelai, banyak tanaman kedelai terlihat subur dan berbunga lebat, tetapi saat panen jumlah polongnya tidak sebanding. Masalah ini sering kali berkaitan dengan ketersediaan unsur hara, terutama nitrogen (N) dan sulfur (S), yang berperan penting dalam fase generatif tanaman.

Mengapa Nitrogen dan Sulfur Penting bagi Kedelai?

Nitrogen dikenal sebagai unsur utama pembentuk protein dan klorofil, sementara sulfur berperan dalam pembentukan asam amino esensial, enzim, serta mendukung efisiensi fiksasi nitrogen pada tanaman legum seperti kedelai. Kekurangan salah satu unsur ini dapat menyebabkan gugurnya bunga dan rendahnya pembentukan polong.

Salah satu sumber pupuk yang mengandung nitrogen dan sulfur sekaligus adalah pupuk sulfat amonium atau pupuk ZA. Pupuk ini relatif mudah diserap tanaman dan sudah lama digunakan dalam praktik pertanian.

Apa Kata Penelitian?

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia mengkaji pengaruh pemberian pupuk sulfat amonium terhadap perkembangan bunga dan polong kedelai. Penelitian ini menguji empat dosis pupuk ZA, yaitu 0, 100, 200, dan 300 kg per hektare.

Beberapa parameter penting yang diamati meliputi:
  1. Jumlah bunga yang terbentuk
  2. Jumlah polong yang dihasilkan
  3. Persentase bunga menjadi polong
  4. Kandungan sulfur dalam daun
Hasilnya cukup jelas: dosis pupuk ZA 300 kg/ha memberikan hasil terbaik. Tanaman dengan dosis ini menghasilkan jumlah bunga dan polong paling tinggi, serta persentase keberhasilan bunga menjadi polong yang lebih besar dibandingkan dosis lainnya.

Selain itu, kandungan sulfur daun juga meningkat, menandakan bahwa tanaman mendapatkan nutrisi yang lebih optimal untuk mendukung proses fisiologisnya.
Apa Artinya bagi Petani?

Temuan ini menunjukkan bahwa pemupukan tidak hanya bertujuan membuat tanaman tumbuh subur secara vegetatif, tetapi juga harus mendukung fase generatif, yaitu pembentukan bunga dan polong. Pupuk ZA dapat menjadi solusi praktis untuk:
  1. Mengurangi kerontokan bunga
  2. Meningkatkan pembentukan polong
  3. Mendorong hasil panen yang lebih stabil
Namun demikian, dosis pupuk tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanah, sistem budidaya, dan rekomendasi setempat agar tetap efisien dan ramah lingkungan.
Kesimpulan

Pemupukan sulfat amonium terbukti berperan penting dalam meningkatkan pembentukan polong kedelai. Dengan manajemen hara yang tepat, khususnya pemenuhan nitrogen dan sulfur, petani dapat meningkatkan produktivitas kedelai secara signifikan tanpa teknologi yang rumit.

Pendekatan berbasis hasil penelitian seperti ini penting untuk mendorong pertanian yang lebih ilmiah, efisien, dan berkelanjutan.

No comments:

Post a Comment