Thursday, November 12, 2015

Penggunaan Jambu Biji (Psidium guajava L.) di Berbagai Daerah untuk Pengobatan Diare

buah jambu biji, daun jambu biji, morfologi jambu biji
Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Psidium
Peyebaran dan Ekologi
Jambu biji adalah tanaman yang berasal dari daerah tropik Amerika, lebih spesifik berasal dari daerah Meksiko dan Peru. Jambu biji dapat beradaptasi luas di daerah tropis dan ditemukan pada daerah dengan ketinggian hingga 1500 mdpl. Dapat tumbuh pada kisaran suhu 15-45C dan membutuhkan curah hujan antara 1000-2000 mm yang terbagi rata sepanjang tahun.

Etnis Pengguna Jambu Biji Sebagai Obat
Terdapat dua belas etnis/suku yang menggunakan jambu biji sebagai obat diare. Etnis tersebut adalah Aceh (Aceh), Rejang (Bengkulu), Sakai (Riau), Sunda (Jawa Barat), Jawa (Jawa Tengah-Timur), Bali (Bali), Atoni (NTT), Dayak (Kalimantan Barat), Bolaangmongondow (Sulawesi Utara), Gorontalo (Sulawesi Utara), Menado (Sulawesi Utara), dan Ambon (Maluku).

Thursday, October 15, 2015

Penggunaan Ketepeng (Cassia alata L.) di Berbagai Daerah untuk Pengobatan Penyakit Kulit

daun ketepeng, bunga ketepeng
sumber gambar: http://toptropicals.com/catalog/uid/
Penyebaran dan Ekologi
Ketepeng diperkirakan berasal dari Guyana dan mungin juga berasal dari Amazon di Venezuela. Saat ini ketepeng sudah menyebar di hampir seluruh daerah tropis. Data tumbuh di daerah hingga ketinggian 2100 mdpl tetapi paling banyak dijumpai pada daerah dengan ketinggian 500 mdpl. Ketepeng banyak tumbuh di tepi sungai, tepi hutan hujan, tepi danau, areal basah, dan beberapa daerah di perkotaan. Di Sumbawa, ketepeng tumbuh di tanah kapur di hutan savana.

Etnis Pengguna Ketepeng Sebagai Obat Penyakit Kulit
Beberapa suku yang menggunakan tanaman ketepeng sebagai obat kulit (panu, kadas, dll) adalah Aceh (Aceh), Talang Mamak (Riau Jambi), Anak Dalam (Sumatra Selatan), Sunda (Jawa Barat), Jawa (JawaTengah-Timur), Melayu (Kalimantan Barat), Kutai, Punan Lisum, Punan Bekatam (Kalimantan Timur), Manado (Sulawesi Utara), dan Saluan (Sulawesi Tengah). 

Penggunaan Ketepeng Sebagai Obat Kulit
Bagian tumbuhan yang dapat dijadikan obat penyakit kulit ringan adalah daunnya. Daun diolah dengan cara digiling, ditumbuk, digilas, ataupun dapat juga ditambahkan dengan minyak tanah atau kapur sirih. Hasil tumbukan daun digosokkan atau dioleskan pada bagian yang terkena penyakit kulit. Sediaan yang paling ideal untuk pengobatan penyakit kulit dari bahan daun ketepeng adalah dalam bentuk tapel/bobok.

Tuesday, September 15, 2015

Penggunaan Akar Kuning (Arcangelisia flava L.) di Berbagai Daerah untuk Pengobatan Penyakit Kuning

daun tanaman akar kuning.
sumber gambar: http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Arcangelisia+flava
Penyebaran dan Ekologi
Akar kuning menyebar mulai dari Hainan, Indocina, Semenanjung Thailand Selatan, Malaysia, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Kalimantan, Sulawesi Utara, dan Irian. Akar kuning tumbuh di dalam hutan pada daerah dengan ketinggian hingga 1000 mdpl dan kadang-kadang tumbuh di tepian sungai. Di dataran rendah Sulawesi, akar kuning tumbuh pada bukit berkapur.

Etnis Pengguna Akar Kuning Sebagai Obat Penyakit Kuning
Terdapat empat suku atau etnis di Indonesia yang menggunakan akar kuning sebagai obat penyakit kuning. Keempat etnis tersebut adalah Talang Mamak (Riau-Jambi), Anak Dalam (Jambi), Menado (Sulawesi Utara), dan Saluan (Sulawesi Tengah). Terdapat nama lokal yang berbeda untuk tumbuhan akar kuning. Pada etinis Talang Mamak akar kuning disebut dengan akar kuning, Anak Dalam menyebutnya akar kunyit, Menado menamainya tali kuning, dan Saluan memberinya nama mongko luwak.

Friday, August 28, 2015

Mengenal Tanaman Tampunik (Artocarpus rigidus)

sumber gambar: http://www.rarepalmseeds.com/pix/ArtRig.shtml
Tampunik merupakan tanaman yang masih satu keluarga dengan terap dari Kalimantan dan juga nangka. Di Sunda, tampunik dikenal dengan nama pussar atau peusar. Di Kalimantan dikenal dengan nama pujan. Dan di Malaysia dikenal dengan nama perian, purian, ataupun surian. Tampunik tumbuh subur di daerah tropis khususnya di hutan-hutan tropis dengan ketinggian kuang dari 1000 mdpl.

Tampunik merupakan tanaman berbentuk pohon dengan ketinggian dapat mencapai 40 meter dengan keliling batang sebesar pelukan dua orang dewasa. Buah tampunik memiliki bentuk yang mirip dengan nangka dan cempedak. Buah tampunik lebih kecil daripada buah nangka dan cempedak dan hanya memiliki bobot 1-2 kg setiap buahnya. Bunga dan buah tampunik tidak muncul dari batang melainkan dari ujung dahan. 

Mengenal Tanaman Terung Belanda (Cyphomandra betacea)

sumber gambar: http://en.hortipedia.com/wiki/Cyphomandra_betacea
Terung belanda merupakan tanaman yang masih satu family dengan tanaman terung-terungan. Namun demikian, buah terung belanda jarang dijadikan sebagai bahan sayur melainkan sebagai buah meja ataupun sebagai tanaman hias.

Terung belanda merupakan tanaman yang berasal dari Peru, Amerika Latin. Walaupun demikian, penduduk di beberapa daerah pegunungan tinggi di Indonesia seperti Bali, Jawa Barat, dan Tanah Karo sudah mengenal terung belanda sejak ratusan tahun silam. Di Bali, terung belanda disebut dengan nama tuwung kayu (terung kayu) dan di Jawa Barat dikenal dengan nama terung belanda. 

Terung belanda tersebar terbatas. Terung belanda memiliki syarat tumbuh yang spesifik sehingga tidak semua daerah dapat ditumbuhi terung belanda. Terung belanda dapat tumbuh dengan baik di lahan atau tanah yang subur pada ketinggia antara 800 sampai 1200 meter di atas rata-rata permukaan air laut.