Friday, January 21, 2022

Tanaman Apel (Pyrus malus, Linn.) sebagai Tanaman Obat

Apel merupakan tanaman
yang banyak dijumpai di daerah sub tropis. Pertumbuhan tanaman apel yang ideal umumnya terdapat di daerah-daerah sub tropis. Di Indonesia, salah satu sentra produksi buah apel adalah di Kota Batu, Malang.

Apel tumbuh subur di daerah dengan udara dingin. Selain di Batu Malang, apel juga tumbuh di daerah Gunung Pangrango dan juga daerah-daerah dengan ketinggian 1200 meter di atas permukaan air laut.

Apel dikatagorikan dalam keluarga mawar-mawaran dan memiliki batang setinggi 7-10 meter. Daun sangat mirip dengan daun maawar. Berbentuk bulat telru dihiasi gerigi kecil pada tepiannya. Pada usia produktif, apel biasanya akan berbunga pada sekitar bulan Juli. Buah apel sebenarnya adalah bunga yang membesar atau mengembang sehingga menjadi buah yang padat dan berisi.

Tanaman apel biasanya digunakan untuk penyembuhan penyakit diabetes mellitus dan diare.

Contoh penggunaan di masyarakat Indonesia untuk tanaman obat adalah:

1. Diabetes mellitus.
Bahan yang digunakan adalah satu buah apel berukuran sedang kemudia dibelah menjadi 4 bagian dan direbus dengan air 3-4 gelas sampai mendidih. Tetap direbus hingga tinggal 2 gelas. Cara menggunakannya adalah dengan diminum setiap pagi dan sore dan dilakukan secara rutin.

2. Diare
Bahan yang digunakan adalah apel yang belum terlalu matang. Cara penggunaannya adalah dimakan biasa.

Kandungan pada buah apel

Kandungan yang terdapat pada bauh apel antera lain: kalori, hidrat arang, lemak, protein, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, dan Air.

Sumber:
Permana, Heri. 2021. Tanaman Obat Tradisional. CV Titian Ilmu, Bandung.

Sumber gambar:
https://faktualnews-prod.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/images/2019/02/apel-1.jpg

Thursday, January 20, 2022

Contoh Penggunaan Alpukat sebagai Tanaman Obat

Alpukat merupakan tanaman buah yang juga bisa dimanfaatkan sebagai obat. Kandungan yang berada di dalam buah dan bagian tanaman alpukat membuatnya mampu memberikan khasiat sebagai obat. Beberapa contoh cara penggunaan alpukat untuk pengobatan, khususnya masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Sariawan
Daging buag alpukat yang sudah matang diberi dua sendok madu murni. Didauk hingga merata kemudian dikonsumsi setiap hari sampai sariawan sembuh.

2. Kencing Batu
4 lembar daun alpukat, 3 buah rimpang teki, 5 tangkai daun randu, setengah biji pinang, 1 buah pala, 3 jari gula enau, dicuci kemudian direbus menggunakan 3 gelas air bersih hingga tersisa 2 gelas. Air disaring kemudian diminum sehari 3 x ¾ gelas.

3. Kulit muka kering.
Buah diambil isinya kemudian dilumatkan sampai menjadi seperti bubur. Digunakan sebagai masker wajah dengan cara memoles pada bagian kulit muka yang kering. Muka dibasuh dengan air setelah lapisan alpukat tersebut mengering.

4. Darah Tinggi
3 buah daun alpukat dicucui kering lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Saat sudah kering, air diminum sekaligus.

5. Sakit gigi berlubang
Lubang pada biji diberi bubuk biji alpukat.

6. bengkak Karena Peradangan
Bubuk biji alpukat diambil secukupnya ditambah sedikit air hingga menjadi adonan seperti bubur. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit.

7. Kencing Manis
Biji dipanggang di atas api lalu dipotong kecil-kecil menggunakan pisau. Direbus menggunkanan air bersih hingga air berubah menjadi kecoklatan. Air disaring kemudian diminum.

Sumber:
Permana, Heri. 2021. Tanaman Obat Tradisional. CV Titian Ilmu, Bandung.

Sumber gambar:
https://asset.kompas.com/crops/lias0wvweWQIx46rwoNYQHu1Dm0=/1x0:1280x853/750x500/data/photo/2021/08/27/61285ae830e42.jpg

Pemanfaat Alpukat (Persea gratissima) sebagai Obat


Alpukat adalah buah yang umum dijumpai di Indonesia. Walaupun tidak dijadikan buah meja, alpukat umumnya digunakan sebagai buah yang digunakan sebagai bahan jus. Alpukat memiliki beragam nama karena mamang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Beberapa nama daerah alpukat diantaranya: apuket, alpuket, jambu wolanda (Sunda), apokat, avokat, plokat (jawa), alpokat, avokat, advokat (Sumatra).

Alpukat berasal dari Amerika Tengah dan tumbuh subur di wilayah yang tidak tergenang air. Walaupun dapat ditanam dimanapun tetapi alpukat memberikan hasil optimal ketika ditanam pada ketinggian 200-1000 mdpl.

Alpukat memiliki pohon dengan ketinggian 3-20 m, berakar tunggang, batang berkayu, bulat, berwarna coklat kotor, memiliki banyak cabang, ranting berambut rapat, dan dau berwarna hijau tua serta gundul. Memiliki bunga bertipe majemuk, berkelamin dua (satu pohon terdapat bunga jantan dan betina sekaligus). Buah termasuk buah buni, berbentuk bola atau bulat telur. Buah berwarna hijau, berbintik-bintik, bertekstur lunak ketika sudah masak, berwarna hijau kekuningan serta biasanya dijadikan bahan es campur ataupun es jus.

Tuesday, January 18, 2022

Alang-alang (Imperata cylindrica L.) sebagai Tumbuhan Obat


Alang-alang merupakan tumbuhan rerumputan yang banyak dijumpai di hampir seluruh wilayah Indonesia. Buktinya, terdapat beragam nama untuk tumbuhan alang-alang di berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa nama diantaranya Naleueng lakoe (Aceh), Ri (Batak), Oo (Nias), Alalang (Minangkabau), Lioh (Lampung), Belalang (Dayah), Alang-alang (Jawa), Kebut (Madura), Weli (Ambon).

Alang-alang hidup di berbagai daerah terbuka seperti padang, lapang, rawa-rawa, ladang, ataupun hutan yang baru terbakar. Di jawa, alang-alang dapat tumbuh hingga ketinggian 2700 mdpl. Tumbuhan ini dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman yang lain karena dapat menyerap natrium yang tinggi

Monday, January 17, 2022

Fungsi dan Kegunaan Unsur Hara untuk Tanaman

fungsi unsur hara bagi tanaman
Unsur hara memiliki peranan penting bagi tanaman. Bagi tanaman, unsur hara memiliki peran yang sama seperti nutris pada manusia. Unsur hara memiliki fungsi masing-masing bagi pertumbuhan perkembangan tanaman. Terdapat 16 unsur hara esensial yang dibutuhkan tanaman dan terbagi menjadi tiga katagori.

Pemupukan merupakan salah satu cara untuk menyediakan unsur hara untuk tanaman.

Hara makro primer: merupakan unsur hara yang dibutukan dalam jumlah banyak. Yang termasuk unsur hara ini adalah: N, P, K yang diambil dari tanah dan C, H, O yang diambil dari air dan udara.

Unsur hara mikro sekunder: dibutuhkan tanaman dalam jumlah lebih sedikit daripada unsur hara primer. Yang termasuk jenis ini adalah S, Ca, dan Mg

Hara mikro: dibutuhkan tanaman dalam jumlah lebih sedikit daripada unsur hara makro baik primer ataupun sekunder. Yang termasuk unsur hara ini adalah Fe, Mn, Cu, Zn, Mo, B, dan Si.

Kekurangan unsur hara menyebabkan kerusakan atau gejala yang tidak diinginkan dalam budidaya tanaman.  

Berikut merupakan kegunaan masing-masing unsur hara bagi tanaman:

Nitrogen (N)
Fungsi nitrogen bagi tanaman antara lain: membuat tanaman lebih hijau segar, mempercepat dan meningkatkan pertumbuhan tanaman seperti tinggi tanaman, jumlah cabang, dan jumlah anakan. Meningkatkan protein dari hasil panen.

Fosfor (P)
Memacu pertumbuhan akar dan pembentukan anakan yang baik. Mempercepat pembentukan bunga serta memacu kematangan buah dan biji. Meningkatkan rendemen panen khususnya pada biji-bijian. Meningkatka mutu benih dan bibit yang dihasilkan.

Kalium (K)
Membantu tanaman lebih tegak dan kokoh. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit serta kekeringan. Meningkatkan pembentukan gula dan pati. Meningkatkan ketahanan hasil panen selama pengangkutan dan penyimpanan.

Sulfur (S)
Meningkatkan rendemen hasil tebu dan hablur gula (rendemen). Memperbaiki kualitas dan kuantitas khususnya umbi umbian. Meningkatkan kandungan protein dan vitamin hasil panen. Meningkantkan ketahanan hasil panen pada waktu penyimpanan dan pengangkutan.

Zink (Zn)
Meningkatkan daya serrap tanaman terhadap unsur hara. Berperan dalam produksi klorofil dan karbohidrat. Pembentukan hormone tumbuh, pemanjangan sel dan ruas batang.

C-Organik
Memperbaiki sifat fisik tanah. Memperbaiki sifat biologis tanah melalui penyediaan makanan untuk mikroorganisme bermanfaat. Memperbaiki sifat kimia tanah dengan peningkatan fungsi tanah dalam menguraiakan unsur hara. Salah satu sumber C organic dalam pupuk organic.

Sumber: buku saku “Budidaya tanaman menggunakan phonska petroganik”. Peterokimia Gresik.

Sumber gambar: https://asset.kompas.com/crops/WxmsFZMzDYjuRvL1U5oB8TYXMD8=/100x67:900x601/750x500/data/photo/2020/11/25/5fbdde653bf3e.jpg