Tuesday, March 29, 2022

Penggunaan lidah buaya (Aloe vera Linn) sebagai obat

lidah buaya untuk obat
Lidah buaya merupakan salah satu tanaman hias yang banyak ditanam di pekarangan rumah masyarakat indonesia. Salah satu fungsi lidah buaya yang paling umum diketahui orang adalah untuk minyak rambut. Seiring kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, lidah buaya digunakan sebagai bahan baku industry makanan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Selain ketiga hal tersebut, lidah buaya ternyata juga dapat digunakan untuk menyembuhkan beragam penyakit.

Penyakit yang dapat disembuhkan menggunakan tanaman lidah buaya antara lain cacingan, luka bakar, bisul, sakit mata, kosmetik, jerawat, amandel, luka bernanah. Selain untuk pengobatan penyakit tersebut, lidah buaya dapat juga digunakan untuk anti radang, pencahar, dan parasitiside.

Dapat hidup dapat tumbuh dengan baik pada lingkungan tropis dengan sinar matahari yang bersinar sepanjang tahun.

Lidah buaya memiliki daun runcing berbentuk taji, berdaging tebal berlendir, tepi berbintik, dan bunga bertangkai berwarna kuning kemerahan.

Batang lidah buaya dapat distek untuk perbanyakan tanaman. Peremajaan tanaman yang sudah tua dapat dilakukan dengan memangkas habis daun dan batangnya dengan menyisakan tunggul batang saja. Daun bersifat sukulen dan banyak mengandung getah (gel) sebagai bahan baku obat. Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan ketika musim kemarau.

Beberapa nama untuk tanaman lidah buaya antara lain Jadam (Malaysia), Salvila (Spanyol), dan Lu Hui (Cina).

Contoh cara penggunaan tanaman lidah buaya untuk pengobatan penyakit kuli

Daun lidah buaya dikupas sehingga didapatkan gelnya. Gel tersebut dioleskan pada bagian tubuh yang sakit.

Senyawa kimia yang terkandung di dalam lidah buaya antara lain aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, dan aloesin.

Sumber: Permana, Heri. 2021. Tanaman Obat Tradisional. CV Titian Ilmu, Bandung.

Sumber gambar: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQBzpPqvp1Q-OZ_yR4Ts2ngZQ53ecL-fyyQkE99wiAYH8ehwQMQbnFLvSuJc-QZgAWIPFY&usqp=CAU

Friday, March 25, 2022

Penggunaan Kunyit (Curcuma longa Linn.) sebagai obat

manfaat kunyit untuk kesehatan
Kunyit adalah tanaman yang sudah familiar di Indonesia. Kunyit dapat berfungsi sebagai pewarna makanan, bumbu, jamu, dan juga berfungsi sebagai obat berbagai penyakit.

Habitat asli tanaman kunyit adalah Asia khususnya Asia Tenggara.

Di Inggris kunyit dikenal dengan nama saffon. Orang Belanda menyebutnya Kurkuma. Di daerah Jawa Indonesia dikenal dengan kunir. Koneng di Sunda, dan Konyet di daerah Madura.

Penyakit yang bisa disembuhkan oleh kunyit diantaranya adalah gula darah (diabetes melitus), tifus, usus buntu, disentri, sakit keputihan haid tidak lancar, perut mulas saat haid, amandel, berak lendir, dan morbili. Kunyit dapat juga digunakan untuk memperlancar ASI.

Contoh penggunaan kunyit untuk mengobati penyakit usus buntu

Bahan yang digunakan adalah 1 rimpang kunyit, 1 butir jeruk nipis, dan 1 lembar daun sambiloto. Bahan-bahan tersebut ditumbuk halus dan dipipis. Kemudian ditambahkan segelas air masak yang masih hangat lalu disaring. Air saringan diminum selama seminggu berturut-turut.

Kandungan dalam tanaman kunyit

Penggunaan jeruk nipis (Citrus aurantifolia, Swingle) sebagai obat

jeruk nipis
Jeruk nipis jarang dihidangkan sebagai buah meja. Jeruk nipis umumnya digunakan sebagai bahan untuk membuat minuman. Jeruk nipis juga dapat digunakan sebagai bumbu masakan selain juga dapat digunakan sebagai campuran untuk sabun cuci piring. Selain kegunaan-kegunaan tersebut, jeruk nipis juga dapat digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit.

Jeruk nipis memiliki beberapa nama lokal seperti limau asam untuk daerah sunda dan jeruk pecel untuk daerah jawa. Di Arab, jeruk nipis disebut dengan limah, Lima di spanyol, dan Lime untuk penyebutan jeruk nipis berbahasa inggris.

Jeruk nipis tergolong tanaman perdu dengan cabang dan ranting yang rimbun. Batang tanaman jeruk nipis berkayu, ulet, dan keras. Kulit kayu bagian luar berwarna hijau tua dan kusam. Bunga berukuran kecil berwarna putih dan buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong berwarna hijau atau kekuningan.

Tuesday, March 22, 2022

Penggunaan Jambu Biji (Psidium guajava, Linn.) sebagai obat

buah jambu biji, khasiat jambu biji untuk obat
Jambu biji merupakan salah satu tanaman buah yang paling umum di Indonesia. Selain ditanam di perkebunan, jambu biji juga banyak ditanam di pekarangan-pekarangan rumah. Jambu biji merupakan salah satu tanaman yang memiliki toleransi syarat tumbuh yang luas. Karenanya, jambu biji dapat tumbuh di beragam musim dan iklim.

Jambu biji termasuk tanaman perdu berkayu dan memiliki batang, cabang, dan ranting yang keras. Permukaan kulit luar batang jambu biji berwarna coklat dan licin. Apabila kulit kayu jambu bijii dikelupas, akan terlihat permukaan batang kayunya yang basah.

Daun berbentuk bulat telur dengan ukuran agak besar. Bunganya kecil berwarna putih dan muncul dari balik ketiak daun. Jambu biji dapat tumbuh subur mulali dataran rendah sampai dengan dataran tinggi dengan ketinggian 1200 meter di atas permukaan air laut.

Jambu biji akan mulai berbuah pada saat umurnya telah mencapai 2-3 taun. Jambu biji memiliki biji yang banyak di dalam buahnya. Namun saat ini, telah terdapat beberapa varietas jambu biji yang hanya memiliki sedikit bahkan tanpa biji sama sekali.

Jambu biji memiliki beberapa nama lokal seperti jambu klutuk, bayawas, dan tokal untuk daerah jawa. Jambu batu di daerah sunda, dan disebut jambu bender untuk daerah madura.

Beberapa penyakit yang dapat disembuhkan atau diringankan gejalanya dengan menggunakan tanaman jambu biji antara lain penyakit gula (diabetes melitus), maag, diare, masuk angin, beser, prolapsisani, sariawan, dan sakit kulit.

Contoh penggunaan jambu biji untuk mengobati/membantu penderita diabetes melitus.

Satu buah jambu biji setengah matang dibelah menjadi empat kemudian direbus menggunakan 1 liter air sampai mendidih. Rebusan disaring kemudian diambil airnya. Air tersebut diminum dua kali sehari setiap pagi dan sore hari.

Kandungan dalam jambu biji

Buah, daun, dan kulit jambu biji mengandung tannin. Daun jambu biji mengandung minyak stsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajevarin, dan vitamin.

Sumber: Permana, Heri. 2021. Tanaman Obat Tradisional. CV Titian Ilmu, Bandung.

Sumber gambar: https://www.succulentsfactory.com/wp-content/uploads/2021/07/ugaoo-plants-guava-tree-amrud-psidium-guajava-sardar-l49-grown-through-seeds-plant-16968910831756_520x520.jpg

Monday, March 21, 2022

Penggunaan Jahe (Zingiber officinale Rosc.) sebagai obat

Dari jaman dahulu jahe merupakan tanaman empon empon yang dapat digunakan sebagai obat. Untuk konsumsi, penggunaan jahe yang paling umum adalah digunakan sebagai bahan pembuat minuman penyegar. Selain itu, jahe juga dapat digunakan sebagai bumbu untuk beragam masakan di Indonesia.

Tanaman jahe termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan. Rimpang dapat langsung ditanam untuk menghasilkan tunas yang akhirnya membentuk individu baru. Selain tumbuh di daerah tropis, jahe juga bisa tumbuh di daerah sub tropis.

Jahe merupakan tanaman rimpang herba dengan tinggi 40-50 cm. daun berwarna hijau tua dan berbentuk lanset. Jahe hanya hidup satu musim. Buah tanaman jahe akan terlihat kotak dengan bentuk bulat panjang dan berwarna coklat.

Di Indonesia, jahe tidak memiliki nama yang beragam seperti pada beberapa tanaman obat lain. Umumnya jahe hanya bernama jahe atau rimpang jahe. Tanaman jahe memiliki beragam khasiat untuk tubuh manusia baik untuk kebugaran tubuh ataupun untuk mengobati penyakit.