Monday, June 27, 2022

Penggunaan Rambutan (Nephelium lappaceum L.) sebagai Obat

buah rambutan digunakan sebagai  obat
Rambutan merupakan salah tanaman buah yang paling umum dijumpai di Indonesia. Rambutan memiliki toleransi syarat tumbuh yang luas sehingga dapat tumbuh di berbagai daerah di Indonesia. Rambutan banyak dijumpai di pekarangan-pekarangan rumah atau kebun juga sebagai tanaman liar.

Rambutan adalah tanaman tropis yang lembab dan dapat tumbuh pada ketinggian 300-600 mdpl. Pohon rambutan dapat tumbuh mencapai 25 meter dan memiliki banyak cabang. Daun berbentuk bulat lonjong dengan ujung dan pangkalnya yang runcing.

Bunga terletak di ujung ranting, berukuran kecil, berwarna hijau muda, serta berbau harum. Bunga jantan dan bunga betina terpisah dalam satu pohon. Buah bentuknya bulat lonjong, berduri tempel yang bengkok, lemas/kaku (tergantung jenis rambutan). Kulit buah sering terlihat berambut makanya disebut dengan rambutan.

Biji berbentuk lonjong, terbungkus oleh daging buah yang berwarna transparan keputihan. Daging buah mengandung banyak air berasa manis sampai asam. Kulit biji tipis berkayu.

Rambutan berbunga pada akhir musim kemarau dan membentuk buah pada musih hujan. Terdapat banyak jenis ramputan seperti ropiah, simacan, sinyonya, lebakbulus, dan binjai. Perbanyakan tanaman rambutan dapat dilakukan dengan biji, tempelan tunas, dan dicangkok.

Buah rambutan mengandung karbohidrat, protein, lemak, fosfor, besi, kalsium, dan vitamin C. kulit buah mengandung senyawa tannin dan saponin. Bijinya mengandung senyawa lemak dan polifenol. Daun mengandung senyawa tannin, saponin, flavanoida, pectic substances, dan zat besi.

Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai obat adalah kulit buah, kulit kayu, daun, biji, dan akarnya. Kulit buah digunakan untuk mengatasi disentri dan demam. Kulit kayu digunakan untuk mengatasi penyakit sariawan. Bagian kulit buah rambutan dapat berkhasiat sebagai penurun panas dan bijinya dapat digunakan untuk menurunkan gula darah. Daun dapat digunakan untuk mengatasi diare dan menghitamkan rambut. Bagian akar dapat digunakan untuk mengatasi demam.

Refferensi: Permana, Heri. 2021. Tanaman Obat Tradisional. CV Titian Ilmu, Bandung.

Sumber gambar: https://img.freepik.com/free-photo/fresh-red-ripe-rambutan-nephelium-lappaceum-with-leaves-isolated_33867-1182.jpg?w=2000

Sunday, June 26, 2022

Gejala Kekurangan Unsur Hara pada Tanaman

gejala kekurangan unsur hara pada tanaman
Unsur hara esensial adalah hara yang keberadaannya tidak dapat digantikan oleh unsur yang lain. Terdapat unsur hara makro, mikro, esensial dan non esensial yang memiliki fungsi yang berbeda-beda untuk pertumbuhan, perkembangan, dan kelangsungan hidup tanaman.

Kekurangan unsur hara pada tanaman menimbulkan gejala yang ketika tidak segera diatasi dapat menurunkan potensi dari usaha tani yang dilakukan.

Berikut merupakan gejala umum dari kekurangan unsur hara pada tanaman

1. Kekurangan unsur Nitrogen (N)
Kekurangan Nitrogen pada tanaman menyebabkan daun tanaman berwarana pucat kekuning-kuningan. Pertumbuhan tanaman menjadi lambat bahkan kerdil. Daun tua berwarna kekuningan, pada tanaman padi kekuningan dimulai dari ujung daun dan menjalar ke tulang daun. Gejala lain adalah perkembangan buah yang tidak sempurna serta masak sebelum waktunya.

Beberapa pupuk sebagai sumber N adalah urea, ZA, Phonska.

Saturday, June 25, 2022

Pemanfaatan Putri Malu (Mimosa pudica Linn) sebagai Obat

daun dan bunga tumbuhan putri malu
Putri malu adalah salah satu tumbuhan yang dianggap gulma karena tumbuh di tempat yang tidak diinginkan manusia. Tapi di sisi lain, putri malu juga dapat berfungsi sebagai tanaman hias ataupun tanaman batas yang berfungsi sebagai pagar. Putri malu sering dijumpai di pekarangan rumah, persawahan, ataupun ladang.

Tanaman putri malu bersosok rebah (beberapa tegak), memiliki batang yang bulat, dan berduri. Daun berukuran kecil dengan susunan majemuk, berbentuk lonjong dengan ujung yang lancip. Seperti daun pada umumnya, daun putri malu berwarna hijau (tetapi ada juga yang berwarna kemerahan). Bunga tumbuhan putri malu berbentuk bulat seperti bola dengan warna merah muda.

Satu hal yang unik dari tumbuhan putri malu adalah daun yang akan menutup dengan teratur begitu daunnya tersentuh. Sifat itulah yang menjadi dasar penamaan tumbuhan putri malu.

Beberapa nama putri malu diantaranya adalah Han xiu cao (Cina), si kejut, rebah bangun, akan kaget, dan lain-lain.

Friday, June 24, 2022

Penggunaan Pacar Air (Impatiens balsamina Linn.) sebagai Obat

tanaman pacar air
Tanaman pacar air termasuk tanaman hias yang banyak tumbuh di pekarangan dan dijadikan tanaman hias di depan rumah. Pacar air tumbuh baik pada musim hujan tetapi akan terhambat berbunga ketika terdapat terlalu banyak air di lingkungan.

Tanaman pacar air memiliki batang basah dan memiliki banyak cabang. Memiliki daun tunggal, berbentuk lanset memanjang dengan pinggir bergerigi dan berwarna hijau muda. Bunga berwarna cerah dengan warna yang beraneka. Ada yang berwarna merah, oranye, ungu, dan putih.

Buah yang telah masak akan membuka menjadi 5 bagian yang terpilin. Tanaman pacar air dapat tumbuh hingga ketinggian 30-80 cm.

Di Sumatera, pacar air dikenal dengan sebutan lahine atau paruinai. Di Jawa, pacar air dikenal dengan nama Cai, pacar banyu, ataupun kimhong. Di Nusa Tenggara dikenal dengan nama pacar foya dan pacar aik. Di Sulawesi disebut dengan tilang gele, duluku, koloengdidi, bunga jebelu, dan masih banyak lagi.

Pacar air dapat berperan mengobati penyakit kanker pencernaan, bengkak, reumatik, bisul, gigitan ular, kulit yang radang, keputihan, tulang patah, nyeri, anti inflamasi, serta tertusuk benda asing di kerongkongan.

Pacar air memiliki rasa yang pahit, hangat dan sedikit beracun. Namun demikian, pacar air juga mampu memperlancar peredaran darah serta melunakkan masa/benjolan yang keras.

Senyawa yang terkandung pada tanaman ini adalah anthocyanins, cyandin, delphinidin, pelargonidin, malvidin, kaempherol, quercetin, dan cynadin mono glycoside.

Refferensi: Permana, Heri. 2021. Tanaman Obat Tradisional. CV Titian Ilmu, Bandung.

Sumber gambar: https://thumbs.dreamstime.com/b/photo-red-garden-balsam-impatiens-balsamina-linn-flower-garden-green-gardern-red-garden-balsam-impatiens-balsamina-linn-173543909.jpg

Thursday, June 23, 2022

Penggunaan Pepaya (Carica papaya, Linn) sebagai Obat


bagian tajuk tanaman pepaya
Pepaya merupakan tanaman buah yang bagian daun, bunga, dan buah yang masih muda juga dapat dipergunakan sebagai sayur. Buah pepaya muda memiliki tekstur yang sedikit crunchy seperti labu siam. Daun dan bunganya memiliki rasa yang pahit. Buah pepaya yang sudah matang memiliki rasa yang manis dan mengandung serat yang cukup tinggi.

Pepaya memiliki batang tegak dan basah dengan lubang di tengah batangnya. Bunga berwarna putih, buah memiliki warna hijau saat masih muda dan berubah menjadi kuning ataupun oranye seiring dengan semakin tingginya tingkat kematangan. Buah pepaya memiliki rongga berbentuk bintang ketika buanya dipotong melintang.

Mutu buah pepaya harus dipertahankan sedemikian rupa sehingga memiliki kualitas yang bisa bersaing untuk bisnis  

Tanaman pepaya dapat mencapai tinggi 10 meter dengan akar yang kuat. Helaian daun pepaya menyerupai tangan manusia.

Beberapa nama daerah untuk tanaman pepaya diantaranya adalah Gedang (Sunda), Betik, Kates, dan Telo Gantung (Jawa Tengah/Jawa Timur).