Wednesday, January 26, 2022

Tumbuhan Bandotan (Ageratum conyzoides L.) sebagai Tanaman Obat

Bandotan mudah dijumpai di lahan-lahan mulai dari sawah, ladang, pekarangan, bahkan tanah kosong. Bandotan memiliki nama ilmiah Ageratum conyzoides L dan memiliki beragam nama daerah. Beberapa nama daerah babandotan antara lain Daun tombak, siangit, tombak jantan, siangik kahwa, rumput tahi ayam (Sumatra), babadotan, jukut bau, berokan, wedusan, tempuyak (jawa), dawet, lawet, rukut manooe, rukut weru sopi (Sulawesi).

Badotan berasal dari amerika selatan dan tergolong pada tumbuhan terna semusim. Tumbuh tegak atau bagian bawahnya berbaring dengan tinggi sekitar 30-90 cm serta bercabang. Batang bulat berambut panjang, jika menyentuh tanah akan tumbuh akar pada batangnya. Daun bertangkai berbentuk bulat telur dengan pangkal membulat dan ujung rungcing bagian bawah dan berwana hijau. Bunga berwarn aputih berkelompok. Buah berwarna hitam dan berukuran kecil.

Monday, January 24, 2022

Cara Penggunaan Asam Jawa sebagai Obat

Asam jawa merupakan tanaman obat yang memiliki beberapa khasiat obat. Adapun cara penggunaan asam jawa sebagai obat untuk berbagai penyakit adalah sebagai berikut:

Asma
Bahan yang diperlukan adalah dua potong kulit pohon asam jawa, adas pulawaras secukupnya. Keduanya direbus dengan air satu liter sampai mendidih. Hasil rebusan disaring kemudian diminum dengan intensitas dua kali sehari.

Batuk kering
Bahan yang diperlukan adalah tiga polong buah asam jawa dan setengah genggam daun saga. Cara membuatnya adalah dengan merebus kedua bahan dengan 4 gelas air mendidih hingga tinggal tersisa 1 gelas kemudian disaring. Cara penggunaannya adalah diminum dua kali sehari setiap pagi dan sore.

Penggunaan Asam Jawa sebagai Tanaman Obat

Asam jawa banyak digunakan sebagai tanaman obat atau sebagai bahan bumbu yang memiliki rasa asam. Sebagian besar dari kita mungkin sudah pernah melihat, mencicipi, atau minimal tahu tentang asam. Asam jawa memiliki nama ilmiah Tamerindus indica dan memiliki beragam nama daerah seperti: celangi, tangkal asem (Sunda), asem (Jawa), dan nama asing seperti tamarind (Inggris) dan Tamarinier (Perancis).

Asam jawa merupakan tanaman yang tumbuh di daerah torpis seperti di Indonesia. Asam jawa memiliki batang pohon yang cukup keras dan dapat tumbuh sangat besar. Daun tanaman asam termasuk rimbun dan biasanya memang dijadikan tanaman peneduh di pinggir-pingir jalan.

Daun asam jawa bertangkai panjang dan bersirip. Bunga berwarna kuning kemerahan dan buah polong berwarna coklat serta daging buah yang masam. Di dalam buah poling terdapat kulit yang membungkus daging buah. Biji berjumlah 2-5 yang berbentuk pipih dengan warna coklat kehitaman.

Khasiat tanaman asam jawa diantaranya adalah mengobati penyakit asma, batuk, demm, sakit panas, pegal linu, sakit perut, alergi, sariawan, luka baru, luka borok, eksim, bisul, gigitan ular berbisa, rambut rontok, dan lain sebagainya.

Contoh penggunaan Asam jawa untuk mengobati penyakit.

Beberapa kandungan dalam tanaman asam jawa antara lain:
Buah polong asam jawa mengadung senyawa kimia seperti asam appel, asam anggur, asam sitrat, asam tartart, asam suksinat, pectin, dan gula invert. Kulit biji mengandung phlobatannin dan bijinya mengandung albuminoid serta pati.

Sumber:
Permana, Heri. 2021. Tanaman Obat Tradisional. CV Titian Ilmu, Bandung.

Sumber gambar:
https://image-cdn.medkomtek.com/E9CQ9vY5r8Jn8IjgoPFxmQIKe3c=/640x480/smart/klikdokter-media-buckets/medias/2324074/original/059649000_1616746654-Manfaat_Asam_Jawa_untuk_Sakit_Tenggorokan.jpg

Friday, January 21, 2022

Tanaman Apel (Pyrus malus, Linn.) sebagai Tanaman Obat

Apel merupakan tanaman
yang banyak dijumpai di daerah sub tropis. Pertumbuhan tanaman apel yang ideal umumnya terdapat di daerah-daerah sub tropis. Di Indonesia, salah satu sentra produksi buah apel adalah di Kota Batu, Malang.

Apel tumbuh subur di daerah dengan udara dingin. Selain di Batu Malang, apel juga tumbuh di daerah Gunung Pangrango dan juga daerah-daerah dengan ketinggian 1200 meter di atas permukaan air laut.

Apel dikatagorikan dalam keluarga mawar-mawaran dan memiliki batang setinggi 7-10 meter. Daun sangat mirip dengan daun maawar. Berbentuk bulat telru dihiasi gerigi kecil pada tepiannya. Pada usia produktif, apel biasanya akan berbunga pada sekitar bulan Juli. Buah apel sebenarnya adalah bunga yang membesar atau mengembang sehingga menjadi buah yang padat dan berisi.

Tanaman apel biasanya digunakan untuk penyembuhan penyakit diabetes mellitus dan diare.

Contoh penggunaan di masyarakat Indonesia untuk tanaman obat adalah:

1. Diabetes mellitus.
Bahan yang digunakan adalah satu buah apel berukuran sedang kemudia dibelah menjadi 4 bagian dan direbus dengan air 3-4 gelas sampai mendidih. Tetap direbus hingga tinggal 2 gelas. Cara menggunakannya adalah dengan diminum setiap pagi dan sore dan dilakukan secara rutin.

2. Diare
Bahan yang digunakan adalah apel yang belum terlalu matang. Cara penggunaannya adalah dimakan biasa.

Kandungan pada buah apel

Kandungan yang terdapat pada bauh apel antera lain: kalori, hidrat arang, lemak, protein, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, dan Air.

Sumber:
Permana, Heri. 2021. Tanaman Obat Tradisional. CV Titian Ilmu, Bandung.

Sumber gambar:
https://faktualnews-prod.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/images/2019/02/apel-1.jpg

Thursday, January 20, 2022

Contoh Penggunaan Alpukat sebagai Tanaman Obat

Alpukat merupakan tanaman buah yang juga bisa dimanfaatkan sebagai obat. Kandungan yang berada di dalam buah dan bagian tanaman alpukat membuatnya mampu memberikan khasiat sebagai obat. Beberapa contoh cara penggunaan alpukat untuk pengobatan, khususnya masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Sariawan
Daging buag alpukat yang sudah matang diberi dua sendok madu murni. Didauk hingga merata kemudian dikonsumsi setiap hari sampai sariawan sembuh.

2. Kencing Batu
4 lembar daun alpukat, 3 buah rimpang teki, 5 tangkai daun randu, setengah biji pinang, 1 buah pala, 3 jari gula enau, dicuci kemudian direbus menggunakan 3 gelas air bersih hingga tersisa 2 gelas. Air disaring kemudian diminum sehari 3 x ¾ gelas.

3. Kulit muka kering.
Buah diambil isinya kemudian dilumatkan sampai menjadi seperti bubur. Digunakan sebagai masker wajah dengan cara memoles pada bagian kulit muka yang kering. Muka dibasuh dengan air setelah lapisan alpukat tersebut mengering.

4. Darah Tinggi
3 buah daun alpukat dicucui kering lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Saat sudah kering, air diminum sekaligus.

5. Sakit gigi berlubang
Lubang pada biji diberi bubuk biji alpukat.

6. bengkak Karena Peradangan
Bubuk biji alpukat diambil secukupnya ditambah sedikit air hingga menjadi adonan seperti bubur. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit.

7. Kencing Manis
Biji dipanggang di atas api lalu dipotong kecil-kecil menggunakan pisau. Direbus menggunkanan air bersih hingga air berubah menjadi kecoklatan. Air disaring kemudian diminum.

Sumber:
Permana, Heri. 2021. Tanaman Obat Tradisional. CV Titian Ilmu, Bandung.

Sumber gambar:
https://asset.kompas.com/crops/lias0wvweWQIx46rwoNYQHu1Dm0=/1x0:1280x853/750x500/data/photo/2021/08/27/61285ae830e42.jpg