Tuesday, March 1, 2022

Penggunaan tanaman delima (Punica granatum L.) sebagai obat

delima untuk pengobatan penyakit
Delima merupakan tanaman yang berasal dari timur tengah. Namun saat ini, tanaman ini telah tersebar di hampir seluruh permukaan bumi baik di daerah tropis sampai sub tropis dan mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian 1000 mdpl.

Terdapat beragam nama untuk tanaman delima ini. Nama-nama yang tersebar di Indonesia antara lain: glima (aceh), dallimo (batak), gangsalan (jawa), dallima (sunda), dhalima (madura), jeliman (sasak), talima (bima) rumou (timor).

Delima membutuhkan tanah yang gembur dan tidak terendam air. Delima adalah pohon perdu dengan tinggi 2-5 meter. Batang berkayu, ranting berbentuk persegi, memiliki percabangan banyak dan berduri pada ketiak daunnya. Memiliki daun tunggal bertangkai pendek dengan helaian berbentuk lonjong-lanset dan berwarna hijau.

Bunga bertangkai pendek, keluar di ujung ranting atau di ketiak daun yang paling atas. Biasanya terdapat satu sampai lima bunga dengan warna merah, putih, atau ungu. Buah buni berbentuk bulat dengan warna kulit yang beragam seperti hijau keunguan, putih, coklat kemerahan, atau ungu kehitaman. Terkadang terdapat bercak agak menonjol berwarna lebih tua.

Biji banyak, kecil kecil, berwarna merah, pink, ataupun putih. Dikenal tiga jenis delima yaitu delima merah, delima putih, dan delima ungu. Delima dapat dikembangbiakkan melalui stek, tunas, atau cangkok.

Tanaman delima yang dapat digunakan sebagai obat adalah bagian kulit kayu, kulit akar, kulit buah, daun, biji, serta bunganya. Bagian kulit akar dapat dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Kulit buah dapat digunakan segar atau setengah kering. Penyakit yang dapat diobati oleh tanaman delima adalah cacingan, rematik, batuk, radang gusi, luka, dan sariawan.

Contoh penggunaan delima untuk obat

Cacingan
Akar delima kering sebanyak 7 gram dicuci, dippotong-potong, kemudian direbus dengan satu gelas air selama 15 menit. Setelah dingin, disaring dan air diminum sekaligus.

Cara lain adalah dengan menjus buah delima dengan wortel, masing-masing setengah gelas. Aduk sampai merata kemudian diminum sekaligus.

Radang gusi
Bunga delima sebanyak tujuh helai dicuci dengan air bersih. Direbus dengan segelas air sampai mendidih. Setelah dingin, disaring dan airnya digunakan untuk kumur-kumur.

Luka
Serbuk kulit buah atau bunga delima dicampur dengan minyak wijen. Diaduk hingga merata kemudian dioleskan pada bagian yang luka.

Sariawan
Dua buah delima segar yang sudah masak diambil. Isi dan bijinya ditumbuk sampai halus. Ditambahkan satu gelas air sambil diaduk merata. Saring dan airnya digunakan untuk berkumur. Dilakukan 2-3 kali sehari sampai sembuh.

Suara serak dan tenggorokan kering
Delima segar dibelah kemudian diambil isinya. Kunyah kemudian dibuang bijinya. Dilakukan 2-3 kali sehari.

Kandungan dalam tanaman delima mengandung senyawa alkaloid pelletierene, granatin, betulic acid, ursonic acid, isoquercitin, eligatanin, resin, kalsium oksalat, dan pati. Sedangkan senyawa alkaloid pelletierine merupakan zat yang sangat beracun (toksik) yang menyebebkan kelumpuhan cacing pita, cacing gelang, dan cacing kremi. Senyawa inilah yang menjadi faktor penyebab delima adalah obat untuk cacingan.

Sumber: Permana, Heri. 2021. Tanaman Obat Tradisional. CV Titian Ilmu, Bandung.

sumber gambar: https://www.researchgate.net/profile/Elena-Gabriele/publication/330083838/figure/fig2/AS:710608261500930@1546433620550/Pomegranate-Punica-granatum-fruit.png

No comments:

Post a Comment