Friday, May 3, 2013

Morfologi Tanaman Pisang (Musa parasidica)

Pisang merupakan salah satu dari berbagai jenis buah-buahan tropis yang berada dan banyak di kembangkan di Indonesia. Pisang memiliki banyak jenis dengan karakter tertentu serta memiliki beragam khasiat/manfaat. Syarat tumbuh yang toleran dalam lingkungan yang luas dan juga teknik budidaya yang relatif mudah membuat pisang banyak dibudidayakan. Dari segi harga, pisang termasuk komoditas yang memiliki harga yang relatif stabil sehingga lebih memberikan jaminan keuntungan. 

Mempelajai morfologi pisang sangat berguna khusunya dalam pelaksanaan budidaya tanaman. Pada umumnya, morfologi tanaman dapat digunakan untuk menentukan pelaksanaan teknis budidaya dan juga menentuan syarat tumbuh tanaman. 

Berikut adalah cirri morfologi tanaman pisang untuk setiap organnya: 

1. Akar 
Sistem perakaran yang berada pada tanaman pisang umumnya keluar dan tumbuh dari bongo (corm) bagian samping dan bagian bawah, berakar serabut, dan tidak memiliki akar tunggang. Pertumbuhan akar pada umumnya berkelompok menuju arah samping di bawah permukaan tanah dan mengarah ke dalam tanah mencapai sepanjang 4-5 meter. Walaupun demikian, daya jangkau akar hanya menembus pada kedalaman tanah antara 150-200 cm. 

2. Batang 
Batang psaing dibedakan menjadi dua macam yaitu batang asli yang disebut bongo dan batang semu atau juga batang palsu. Bongol berada di pangkal batang semu dan berada di bawah permukaan tanah serta memiliki banyak mata tunas yang merupakan calon anakan tanaman pisang dan merupakan tempat tumbuhnya akar. Batang semu tersusun atas pelepah-pelapah daun yang saling menutupi, tumbuh tegak dan kokoh, serta berada di atas permukaan tanah. 

3. Daun 
Bentuk daun pisang pada umumnya panjang, lonjong, dengan lebar yang tidak sama, bagian ujung daun tumpul, dan tepinya tersusun rata. Letak daun terpencar dan tersusun dalam tangkai yang berukuran relatif panjang dengan helai daun yang mudah robek. 

4. Bunga 
Bunga pisang atau yang sering disebut dengan jantung pisang keluar dari ujung batang. Susunan bunga tersusun atas daun-daun pelindung yang saling menutupi dan bunga-bunganya terletak pada tiap ketiak di antara daun pelindng dan membentuk sisir. Bunga pisang termasuk bunga berumah satu . letak bunga betina di bagian pangkal, sedangkan letak bunga jantan berada di tengah. Bunga sempurnya yang terdiri atas bunga jantan dan bunga betina berada di bagian ujung. 

5. Buah 
Buah pisang tersusun dalam tandan tiap tandan terdiri atas beberapa sisir dan tiap sisir terdapat 6-22 buah pisang tergantung varietasnya. Buah pisang umumnya tidak berbiji dan bersifat triploid. Kecuali pada pisang kluthuk yang bersifat diploid dan memiliki biji. Proses pembuahan tanpa adanya biji disebut dengan partenokarpi. 

Ukuran buah pisang bervariasi tergantung pada varietasnya. Panjang antara 10-18 cm dengan ukuran diameter sekitar 2,5-4,5 cm. Buah berlinggir 3-5 alur, bengkok dengan ujung meruncing atau membentuk leher botol. Daging buah tebal dan lunak, kulit buah yang masih muda berwarna hijau dan ketika tua berubah menjadi kuning dan strukturnya bisa tebal dan tipis juga tergantung dari varietas pisangnya. 

Sumber: Rukmana, Rahmat. 2006. Usaha Tani Pisang. Kanisius, Yogyakarta. 

Artikel Terkait:

5 comments:

  1. mau nanya itu batang bongo atau bongol kok satunya bongo satunya lagi bongol yang benar yag mana ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf salah ketik. Yang bener adalah bonggol. Terima kasih sudah mengingatkan

      Delete
  2. mau tanya, kalo pohon pisang dipotong dibagian tengah2 batangnya, jaringan pengangkut yang rusak apa ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau dipotong secara horizontal, semua jaringan terpotong dan rusak

      Delete
  3. Blog anda keren.. dukung kami mengawal kebijakan Pertanian Indonesia

    ReplyDelete