Sunday, January 27, 2013

Laporan Praktikum: pengaruh Cara Pemberian Garam Terhadap Pertumbuhan Tanaman


Salinitas merupakan cerminan dari kandungan garam yang tidak ikut terlindi dan boleh jadi terakumulasi pada perakaran terutama pada musim kemarau. Salinitas berkaitan erat dengan tekanan osmotik. Kadar garam tinggi membuat tekanan osmotik di luar sel meningkat sehingga larutan yang berada di dalam tanaman terserapkeluar. Dengan kata lain, penyerapan air dan undur hara lain menjadi terganggu (Noor, 2004).
Salinitas merupakan masalah umum pada daerah arid dan semiarid serta dapat mengurangi hasil pertanian pada beberapa tingkatan . salnitas merupakan pembatas utama pada daerah yang drainasenya buruk (Cullu, 2003). Kekeringan dan salinitas merupakan pembatas utama yang dapat mengurangi produktivitas tanaman. Salinitas menghalangi perkecambahan, mengurangi pertumbuhan tunas, memperlambat perkembangan tanaman, dan mengurangi hasil panen. tanaman yang hiduppada tingkat salinitas yang tinggi memiliki konsentrasi ion yang berbeda-beda. Perbedaan ini disebabkan oleh sumber air, drainase, evaporasi, transpirasi, serta kemampuan pengendapan (Jamil, 2006).

Pada tanaman pendek, konsentrasi NaCl terendah terdapat pada akar dan tertinggi pada tajuk. Pada tanaman tinggi, konsentrasi terendah ada pada daun. Keadaan ini disebabkan oleh peningkatan konsentrasi Na pada akar dan sebagai indikasi strategi pada beberapa anaman untuk meminimalkan daun (Mc Kimmie, 1991).
Kadar garam tinggi dapat menghambat proses fotosintesis pada tanaman karena terhambatnya karbondioksida sehingga pertumbuhan tanaman terganggu. Energi respirasi akan diubahn untuk meningkatkan ketahanan diri terhadap kadar garam yang tinggi. Secara morfologis, salinitas menyebabkan tanaman mengalami stress dan mengalami klorosis sera membengkak karena terisi air. Enzim, protein, dan gen dalam tumbuhan berkurang sehingga tumbuhan akan pendek (Levitt, 1990).
Tingkat salinitas tinggi memiliki efek ganda terhadap tanaman yaitu menurunkan potensial air pada jaringan tanaman karena meningkatnya potensial pada media perakaran dan memberikan efek racun secara langsung karena tingginya konsentrasi Na dan Cl yang terakumulasi dalam jaringan tanaman (Kurniasih, 2004).
Tanaman padi sensitif terhadap salinitas. Walaupun demikian,padi merupakan tanaman yang dapat ditanama pada lahan salin. Hal ini karena padi mampu tumbuh pada lahan yang tergenang yang dapat mencuci garam yang ada di permukaan maupun di dalam tanah (Darajad, 2009).

No comments:

Post a Comment