Sunday, January 27, 2013

Laporan Praktikum: Kalibrasi Moisture Tester


Kalibrasi adalah memastikan hubungan antara harga-harga yang ditunjukkan oleh suatu alat ukur dengan harga yang sebenarnya dari besaran yang diukur. Bila berbicara kalibrasi maka kita membahas tentang rangkaian kegiatan pengukuran instrumen-instrumen ukur secara perbandingan maupun langsung terhadap standar acuan (Renanta, 2009 ).
Kalibrasi memberikan manfaat berupa  : 1).Adanya jaminan terhadap hasil produksi yang sesuai dengan standar ISO9000 dan juga sekaligus pengakuan, 2). Hasil Produksi dijamin sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. 3). Akurasi pembacaan alat ukur terjamin.( Morris, 2001).
Kalibrasi diperlukan untuk:1). Perangkat baru. 2). Suatu perangkat setiap waktu tertentu. 3). Suatu perangkat setiap waktu penggunaan tertentu (jam operasi). 4). Ketika suatu perangkat mengalami tumbukan atau getaran yang berpotensi mengubah kalibrasi. 5) Ketika hasil pengamatan dipertanyakan (Godfrey,2000).
Kalibrasi perangkat ukur merupakan prosedur standar untuk menjaga kondisi instrumen ukur dan bahan ukur agar tetap sesuai dengan spesifikasinya antara lain: 1). Menentukan deviasi kebenaran konvensional nilai penunjukan suatu instrumen ukur atau deviasi dimensi nasional yang seharusnya untuk suatu bahan ukur. 2). Menjamin hasil-hasil pengukuran sesuai dengan standar nasional maupun internasional (Pyzdek, 2003)

Pentingnya kalibrasi, yaitu : 1). Menjamin mutu, dalam pengertian setiap produk memerlukan bukti bahwa hasil ukur telah mampu telusur (traceable) pada standar nasional maupun internasional.2). Tidak terdapat cacat atau penyimpangan hasil ukur. 3) Menjamin kepentingan keselamatan manusia. 4) Menjamin kondisi alat ukur tetap terjaga sesuai spesifikasinya. Hasil kalibrasi harus disertai pernyataan "traceable uncertainity" untuk menentukan tingkat kepercayaan yang di evaluasi dengan seksama dengan analisis ketidakpastian (Wahyudi, et.al., 2009).
Pengukuran kadar air di laboratorium biasanya dilakukan dengan menggunakan metode oven yang merupakan metode secara langsung. Metode ini juga dapat digunakan untuk mengkalibrasi moisture tester sebagai pengukur tidak langsung kandungan air dalam suatu benih. Metode tidak langsung ini memberikan hasil yang cukup cepat, misalnya untuk menentukan perlu tidaknya pengeringan lebih lanjut (Schmidt, 2000).
Di dalam batas tertentu makin rendah kadar air benih makin lama daya hidup benih tersebut. Kadar air optimum dalam penyimpanan bagi sebagian besar benih adalah antara 6% - 8%. Kadar air yang terlalu tinggi dapat menyebabkan benih berkecambah sebelum ditanam. Sedang dalam penyimpanan menyebabkan naiknya aktivitas pernapasan yang dapat berakibat terkuras habisnya bahan cadangan makanan dalam benih. Selain itu, merangsang perkembangan cendawan pathogen di dalam tempat penyimpanan. Tetapi perlu diingat bahwa kadar air yang terlalu rendah akan menyebabkan kerusakan pada embrio (Hasanah et al., 2003).
Untuk mempertahankan mutu benih selama penyimpanan, juga perlu diperhatikan kerusakan bneih akibat serangan hama dan cendawan gudang. Hama gudang biasanya sangat aktif apabila kadar air benih selama penyimpanan antara 12-14% dan menjadi kurang aktif apabila kadar air benih kurang dari 8% (Panderson, 2004).

sumber:
Godfrey, A.2000. Juran's Quality Handbook. Oxford University Press. New York.
Hasanah, M. dan Sukarman. 2003. Perbaikan mutu benih aneka tanaman perkebunan melalui cara panen dan penanganan benih. Jurnal Litbang Pertanian 22 : 16-23.
                 Morris, Alan. 2001. Measurement and Instrumentation Principles. Mc Graw Hill..New York.
                Pyzdek, T. 2003.Quality Engineering Handbook. John Wiley & Sons. New York.
Renanta, Hayu. 2009.  Analisis ketidak pastian kalibrasi timbangan non-otomatis dengan metoda perbandingan langsung terhadap standar masa acuan. Jurnal Standardisasi 12 ( 1) : 64 – 68.
Panderson, J. R. 2004. Insect and pest that effect seed quality. Proccedings Short Course for Seedsmen. Seed Technologi Laboratory 26 : 62-71.

Schmidt, L. 2000. Guide to Handling of Tropical and Subtropical Forest Seed(Penanganan Benih Tanaman Hutan Tropis dan Subtropis, alih bahasa : Dirjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Nasional). Direktorat Jendarl Lahan dan Perhutanan Nasional. Jakarta.
Wahyudi, Adhi Susanto, Sasongko P. Hadi, Wahyu Widada.2009.penentuan factor kalibrasi accelerometer  MMA7260Q pada ketiga sumbu.Jurnal Transmisi 11 (1)  :. 16-22.

No comments:

Post a Comment